
"Bawa dia ke hotel untuk istirahat, namun jangan membawanya ke hotel tempat kita menginap, bawa dia ke hotel mana pun, dan berikan dia pertolongan, karena saat ini dia membutuhkan pertolongan, "perintah Raga tanpa melihat kepada Mitha.
Mitha memandang Raga dengan tatapan tidak percaya, pria itu selalu ada untuknya, pria itu tidak pernah membiarkan ia terluka sedikitpun, dan pria itu juga tidak pernah mengijinkan dirinya mengeluarkan air mata walau hanya air mata bahagia, namun sekarang, pria yg ada dihadapannya tidak lagi perduli padanya, bahkan hanya untuk sekedar memandang pun nggan.
Nathan menunduk patuh, namun ia bertanya-tanya dalam hati, "bukankah bos beberapa bulan yg lalu mencari tahu tentang mantan kekasihnya? tapi kenapa setelah bertemu tuan malah terlihat acuh dan dingin terhadap nona Mitha.? apa karena nona Mitha telah menikah?
"Nathan.. "tegur Raga.
"I-iya tuan, "Nathan dengan gugup menjawab, ia terdiam memikirkan hal urusan pribadi tuannya membuat ia banyak berpikir. "Mari ikut dengan saya nona Mitha . "ajak Nathan kepada Mitha.
Mitha mengekori Nathan dari belakang, namun pandangannya mengarah pada Raga, ia tidak menyangka jika pria yg ia sayangi, kagumi bahkan ia cintai, sekarang telah berubah menjadi pria asing yg seperti tidak mengenalnya.
Raga menghembuskan napasnya dengan kasar, "Kenapa dia terus saja datang dalam kehidupanku? aku benci melihat dia menangis, aku tidak bisa melihat dia seperti itu, apa yg harus aku lakukan? "Raga menjambak rambutnya sendiri karena bingung harus melakukan apa. "Aku tidak membencimu mith, aku hanya ingin menjaga hati wanita yg aku cintai. "Ucap Raga pelan. dan niat untuk membelikan sesuatu untuk istrinya pun di urungkan, ia pun memutuskan untuk kembali ke hotel dimana ia tinggal.
*
*
*
"Istirahatlah disini nona, saya akan datang kembali nanti malam untuk mengunjungi nona. dan ini nomor telephone saya, jika nona membutuhkan sesuatu hubungi saya. "Ujar Nathan sopan.
"Nath..."panggil Mitha, "Aku tidak membawa ponsel, aku kabur dari rumah dan tidak membawa apapun. "Ujarnya.
"Baiklah, akan saya belikan keperluan nona, sekarang istirahatlah, dan sebentar lagi akan datang pelayan membawa makanan untuk nona, jangan membuka pintu untuk siapapun kecuali saya dan pelayan yg akan mengantar makanan. saya permisi.."Ntahlah menunduk hormat kepada Mitha, walau bagaimana pun Mitha pernah menjadi orang penting dalam kehidupan bosnya, dan Mitha juga adalah orang yg baik disaat menjadi pasangan tuannya.
Mitha merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, kehidupan yg rumit sedang menimpanya sekarang, terhitung saat ia pergi meninggalkan Raga, semuanya menjadi berubah, ia harus kehilangan semua kebahagiaannya, meninggalkan Raga, menjauihnya, bahkan menikah dengan pria yg kejam. sungguh kehidupan yg tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.
*
*
*
"Tuan, apa kita harus meninggalkan nona Mitha disini ? "tanya Nathan takut-takut.
"Bawa dia kembali kepada orang tuanya. "Jawab Raga datar.
"Maaf tuan, nona Mitha menolak untuk kembali kerumah orang tuanya.
Raga mengerutkan dahinya bingung. "Kenapa? lantas mau pergi kemana dia? "
"Nona Mitha hanya berkata, bawa nona Mitha kemana saja, namun tidak untuk pulang, karena pernikahan nona Mitha adalah sebuah perjanjian hutang, jika nona Mitha kembali kerumah, orang tuanya pasti akan mengembalikan nona Mitha kembali kepada suaminya. "jelas Nathan.
__ADS_1
Raga terkejut dengan apa yg di sampaikan oleh Nathan, pasalnya kedua orang tua Mitha begitu menyayangi Mitha. "Baiklah bawa dia bersama kita besok, dan biarkan dia tinggal di apartemen lamaku. setelah dia tenang suruh dia pergi. "perintah Raga dingin.
"Baik tuan.
*
*
*
Esok paginya Raga Nathan dan Mitha sudah duduk di dalam pesawat, Raga yg duduk bersebelahan dengan Mitha terlihat sangat tidak nyaman.
"Jika kamu tidak nyaman berdekatan denganku, aku akan bergantian tempat bersama Nathan, "Ucap Mitha yg mengerti kegelisahan Raga.
Raga menoleh hingga pandangan mereka saling beradu, pandangan mereka terkunci untuk beberapa detik, Raga yg tersadar segera membuang pandang ke sembarang tempat, kemudian berkata. "Tidak masalah, hanya satu jam lebih saja, aku akan tidur saja. "Jawab Raga tanpa menoleh kepada lawan bicara.
Mitha merasakan sakit saat Raga berkata demikian, ia memosisikan dirinya menghadap Raga, sepertinya ia harus meluruskan semua permasalahan yg lalu agar Raga tidak salah paham terhadap dirinya. "Ga, "panggil Mitha.
Raga yg menaruh tangan di atas dahi hingga menutup matanya, mengangkat sedikit lalu melirik kearah Mitha. "Hmm, "jawabnya bergumam.
"Waktu itu aku ingin sekali menemuimu sebelum aku pergi, namun keadaannya tidak memungkinkan, mama memaksaku untuk pergi saat itu juga, aku tidak dapat menolak keinginnya, aku minta maaf telah meninggalkanmu, tapi demi apapun aku tidak pernah berniat untuk meninggalkan atau menyakitumu, karena sampai sekarang perasaan ini tetap sama. perasan ini tidak pernah berubah--
Raga menghembuskan napasnya dengan berat. "Apapun itu, semuanya sudah terjadi, "potong Raga, "sekarang kita sudah memiliki kehidupan masing-masing, jika kamu masih memilki perasaan itu, atau seperti katamu bahwa perasaan itu masih sama, " Raga menjeda ucapannya sebentar kemudian kembali melanjutkannya. "sebaiknya kamu membuangnya. karena hatiku sudah terisi oleh wanita lain, wanita yg mau menerimaku dengan semua kekuranganku. "Jawab Raga yakin.
"Kenapa tidak, aku memiliki istri yg baik, cantik, mau menerimaku, dan tentunya dia sangat menyayangiku, dan alasaan apa untuk aku tidak bahagia. dia wanita sempurna untukku. "Jawabnya bangga akan istrinya.
Mitha menunduk malu, ia terlalu percaya diri, hingga menyimpulkan jika Raga juga masih mencintainya, dengan rasa malu ia pun berkata.."Maaf jika aku terlalu berharap akan perasanmu terhadapku. "Ujar Mitha pelan, setelah itu ia beralih melihat pada jendela yg menapakan awan-awan putih .
"Raga aku bahagia melihatmu bahagia, aku akan selalu berdoa untuk kebahagianmu. "Gumam Mitha.
*
*
*
Pukul sembilan pagi Raga sudah sampai di kediamannya, gadis yg sedang berolahraga terkejut karena ada satu pasang tangan membelit perutnya yg nampak sedikit membuncit. Raga terkesiap melihat perut istrinya yg terlihat berbeda, namun ia tidak ingin mengomentarinya karena ia takut istrinya tersinggung seperti waktu itu.
"Loh ga, kok kamu sudah kembali? "tanya gadis bingung.
"Hmm, aku tidak bisa berjauhan denganmu, makanya aku putuskan untuk pulang cepat, "dustanya.
"Benarkah? "tanya gadis tidak percaya,
__ADS_1
"Kamu meragukan aku?
"Tentu saja, aku tidak percaya jika kamu meninggalkan pekerjaanmu disana hanya karena merindukannku, "Jawab gadis santai kemudian membalikan tubuhnya menghadap suaminya.
"Baiklah, pekerjaanku disana di batalkan semua, mereka seperti mempermainkanku, mereka membatalkan pertemuan begitu saja. "ujar Raga sedikit kesal, mengingat kembali pembatalan sepihak yg dilakukan kliennya.
"Loh kok bisa? bukankah mereka yg ingin meminjam dana kepadamu? tapi kenapa mereka yg membatalkan secara sepihak? "
"Aku tidak tahu, yg jelas aku tidak akan pernah membantu orang-orang tidak bertanggung jawab seperti mereka lagi. sayang ada yg ingin aku bicarakan, "Ucap Raga serius.
"Apa? "jawab gadis santai, namun sebelum Raga bicara, gadis merasakan sakit tiba-tiba di perutnya, "Ow aw aw, ah... perutku sakit sekali, "rintih gadis memegang perutnya yg seakan di aduk-aduk.
"Sayang ka-kamu, kamu kenapa? "tanya Raga panik. dengan kepanikannya Raga langsung membopong tubuh istrinya menuju mobil yg terpalkir di halaman rumahnya, "Bu Nam, "teriak Raga memanggil asisten rumah tangganya
"Tuan ada apa dengan nona? "tanya bu Nam panik setelah mendekat kepada tuannya.
"Panggil sopir cepat, "perintah Raga, bukan menjawab namun ia memerintah bu Nam.
"Baik tuan, "bu Nam langsung berlari mencari pak sopir yg akan mengantar tuannya pergi. seusai menemukan pak sopir, bu Nam kembali melihat tuannya yg sedang menggendong istrinya dengan panik.
"Tuan pak Danang sudah berada di depan. "Lapor bu Nam panik sekaligus penasaran akan sakit istri dari tuannya itu, karena seingatnya majikannya itu tidak kenapa-napa tadi.
"Ga, kenapa celanaku basah, "Gadis memegang celananya yg basah kemudian melihat tangannya, matanya seakan keluar dari tempatnya saat melihat tangannya di penuhi dengan darah, "Da-darah, darah, "Ucapnya terkejut sekaligus takut.
Raga ikut panik saat melihat darah di tangan istrinya. "Sayang darah apa itu? "tanya Raga panik.
Gadis terlihat pucat, dan itu membuat Raga semakin panik dan khawatir, "Pak kemudikan mobilnya dengan cepat, kita pergi kerumah sakit pertamina. "perintah Raga. pak sopirpun mengingkuti perintah tuannya yg mempercepat kemudinya.
Sesampainya di rumah sakit, gadis langsung di tangani oleh pihak medis, dua puluh menit gadis di periksa oleh beberapa dokter di dalam ruangan, Raga yg menunggu nampak cemas dan takut . setelah lama menunggu akhirnya dokterpun keluar dari ruangan pemeriksaan.
"Dokter bagaimana keadaan istri saya? "tanya Raga khawatir.
Dokter menarik napas dengan berat sebelum bicara. "Untung anda membawa istri anda tepat waktu, seandainya anda telat sedikit saja, bayi yg ada dalam kandungan istri anda pasti saat ini tidak dapat tertolong, "jawab dokter.
"Bayi? ma-maksud dokter istri saya hamil? didalam perut istri saya ada mahluk hidup? "tanya Raga terbata, ia begitu bahagia mendengar penyampaian dokter hingga ia tidak dapat bicara apa-apa lagi. "Lantas bagaimana kondisi istri saya? "lanjut bertanya.
"Nyonya gadis saat ini kondisinya sangat lemah.
Bersambung.
:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
__ADS_1
Minal aidzin walfaidzin mohon maaf lahir dan batin.🙏Alhamdulillah kita masih di beri umur panjang hingga idul fitri tahun ini...terima kasih untuk semua reader yg sudah setia membaca cerita Raga dan gadis....Tinggalkan jempolnya, tulis komentarnya. terima kasih.