Love Me My Wife

Love Me My Wife
Mari mulai dari awal


__ADS_3

Tiga hari berlalu setelah pembicaraan perceraian waktu itu, keduanya diam, Raga yg biasa selalu mengalah memilih mendiamkan gadis, ia tidak mau memberbanyak komunikasi lagi bersama gadis, karena jika itu terjadi, ia akan kalah lagi dengan perasaannya, saat ini keputusannya sudah bulat akan menceraikan gadis setelah kembali ke jakarta nanti.


"Raga tunggu sebentar, sarapanlah dulu, aku sudah membuatkan sandwich untukmu. "Panggil gadis.


Raga melihat pada gadis, "Apa lagi ini gadis, kenapa kamu selalu membuat aku kalah hanya dengan perhatian kecil seperti ini. "ucapnya dalam hati.


"Gadis sebaiknya kamu tidak perlu melakukan hal ini, aku bisa sarapan diluar, kamu tidak perlu repot-repot untuk membuatkan aku makanan, terima kasih sebelumnya, tapi aku sudah sangat terlambat, aku pergi, "pamit Raga tanpa menyentuh makanan yg di buatkan oleh gadis.


Gadis diam, ia terlihat berkaca-kaca, ini kali pertama Raga menolak pemberiannya, setelah Raga keluar dari apartemennya, gadis langsung masuk kedalam kamarnya, ia mengingat kembali caci maki yg pernah ia berikan kepada Raga.


"Dasar pria cacat, dasar pria tidak berguna, pergi dari hadapanku, selain cacat kau juga tidak berguna, menjauhlah dariku, bahkan aku tidak sudi berbagi udara dengan pria tidak berguna sepertimu, aku jijik melihatmu, pergi menajuh dariku, "Ucapan hinaan yg pernah ia lontarkan kepada Raga seperti vidio yg selalu berputar di atas kepalanya. "Aarrgghh " Teriaknya.


"Kenapa aku sejahat itu? maafkan aku Raga, maafkan aku, kamu pantas mendiamkanku seperti ini, kamu pantas membuang wanita sepertiku, aku salah, "Ucapnya menangis.


Pukul sebelas siang gadis keluar dari kamarnya, ia pandangi makanan yg telah dibuatnya tadi pagi, yg tidak tersentuh sedikitpun oleh Raga. ia tersenyum masam melihat penolakan Raga yg tidak ingin memakan masakan yg dibuatnya. "Kau tau Raga, untuk pertama kalinya aku merasa sakit seperti ini, dan kau berhasil membuat aku menjadi gadis yg mau menyentuh perabotan dapur, itu aku lakukan karenamu, aku ingin melihatmu tersenyum dan memuji masakanku, aku lakukan ini untukmu ga, aku ingin kamu menerima aku yg keras kepala ini, aku ingin memperbaiki hubungan kita, namun aku tidak tahu caranya harus seperti apa, aku bukan wanita lembut yg dapat mengucap maaf pada pria, aku berpikir dengan aku berubah seperti ini, kamu dapat mengerti denganku, tapi aku salah, kamu malah membenciku.


Dan kembali gadis meneteskan air matanya, rasa lapar yg tadi pagi memanggilnya hilang terganti tak berselera saat mendengar penolakan Raga atas sarapan yg ia berikan, gadis meraih piring yg berisikan sandwich yg tadi ia hendak berikan pada Raga, kemudian ia buang kedalam tong sampah. setelah membuang semua makanan tersebut, gadis kembali masuk kedalam kamarnya. hari ini terlalu banyak drama dalam hidupnya,


"Raga jika kamu menganggap pernikahan ini adalah pernikahan sungguhan, aku pun mengaggapnya seperti itu, tidak bisakah kau bicara padaku sebentar saja, kau menghindar dariku, bahkan kau selalu pulang larut malam hanya demi menghindariku, aku akui aku salah, maafkan aku.."Ucapnya prustrasi.


Malam pukul sebelas tiga puluh menit, Raga baru kembali, Raga bergeming saat melihat gadis duduk di sofa sedang memainkan ponselnya, dengan mata yg terlihat mengantuk. Raga yg tidak ingin goyah lagi akan perasaannya memilih mengabaikan gadis yg sedang menunggunya, dengan santainya Raga melewati gadis yg sudah tersenyum padanya.


"Raga tunggu.. "panggil gadis.


Raga berbalik, melihat tanpa expresi kepada gadis.


"Raga kita perlu bicara, "lanjut gadis.


"Tentang apa? "jawab Raga pendek.


"Tentang kita.


Raga tersenyum masam, "Sejak Kapan ada tentang kita? bukankah hanya ada tentangmu dan aku, tidak ada tentang kita. "jawab Raga dingin.


"Apa kamu sangat membenciku saat ini? "tanya gadis berkaca-kaca.


"Tidak. "jawabnya satu kata.


"Aku tidak ingin berpisah, aku tidak ingin bercerai denganmu, mari kita mulai dari awal lagi, "ucap gadis lantang

__ADS_1


"Gadis, jangan memperpanjang drama lagi hanya untuk membahagiakan papamu, atau kedua orang tuaku, mereka akan merasakan sakit saat mereka tahu bagaimana drama yg kita mainkan, aku juga tidak ingin membebani dirimu lagi dengan pernikahan ini, bersiaplah dua hari lagi kita akan kembali ke jakarta, istirahatlah ini sudah malam, tidak baik bagimu tidur terlalu larut malam, "ucapnya lalu pergi meninggalkan gadis yg terlihat sedih.


Gadis bangun lalu mengejar Raga "Tidak Raga, tunggu, ucap gadis lalu mengejar Raga



Gadis langsung memeluk Raga dari Belakang, ia tidak bisa melihat Raga terus-terusan mendiamkannya. "Maafkan aku, aku tidak mau bercerai denganmu, aku mau kita memulainya dari awal lagi, aku-aku ingin kamu tetap disisiku. "Ucapnya terbata, biarkan lah imagenya jatuh, yg terpenting saat ini Raga kembali seperti dulu lagi padanya.


Raga diam, beberapa saat kemudian ia tersenyum, ia tidak menyangka ternyata jika gadis akan takut kehilangannya, "jadi ini adalah pernyataan cinta? "Ucap Raga menggoda gadis.





Raga berbalik lalu memeluk gadis, sesaat kemudiania pandangi wajah gadis yg terilhat tak berdaya, "Terima kasih, karena pada akhirnya kamu mau menerimaku "Ujar Raga .


"Maaf sudah membuatmu terluka, maaf karena aku selalu melukai hatimu. "Gadis terlihat menyesal.


"Hmm, "Raga kembali memeluk gadis dengan erat.



Gadis terlihat kesal, ia pukul dada bidang Raga yg saat ini menjadi sandarannya, "Kau itu, aku sudah membuang ego, hingga harga diriku, hanya untuk mengatakan ini, tapi kenapa kau dengan santainya berkata bahwa ini drama. "Ucapnya kesal.


Raga kembali tersenyum, ia tidak menyangka akan ada hari ini, hari dimana gadis akan menyatakan perasaannya, bahkan gadis tidak ingin berpisah dengan dirinya. "Jadi kamu ingin memulainya dari mana ? "goda Raga.


"Maksudmu ?


"Ya, tadi kamu bilang ingin memulai dari awal, mau mulai dari awal seperti apa? "Raga menaik turunkan alisnya menggoda gadis.


"Apaan sih.. "Ujar gadis kembali memukul Raga, setelah itu berlalu pergi meninggalkan raga, saat ini gadis terlihat malu, itu terlihat jelas dari pipinya yg merona.


"Hei, mau kemana? jangan selalu memberi harapan, kemudian meninggalkan begitu saja, "Raga meraih pergelangan tangan milik gadis kemudian memandang wajah gadis yg sudah terlihat seperti kepiting rebus. "Apa ini? apa kamu sakit? kenapa wajahmu terlihat begitu merah, "lanjut Raga menyentuh dahi gadis dengan punggung tangannya. "tidak ada yg aneh, "lanjutnya kembali.


"Ih apaan sih, "gadis menepis tangan Raga yg sedang menyentuh dahinya. "Aku tidak kenapa-napa. "Ujarnya kesal.


"Begitukah? tapi kenapa wajahmu tiba-tiba memerah seperti ini, ? "Raga mengelus pipi gadis yg terlihat memerah.

__ADS_1


"Sudah, aku mengantuk, "seru gadis malu. lalu masuk kedalam kamar, setelah masuk gadis langsung melemparkan tubuhnya keatas tempat tidur, setelah itu menyembunyikan wajahnya di atas kasur.


Raga mengekori gadis dari belakang, hingga ikut membaringkan tubuhnya di belakang gadis. Raga memeluk gadis dari belakang hingga membuat gadis terkejut.


"A-apa yg kau lakukan? "Gadis nampak gugup saat ada tangan yg melingkar di perutnya.


"Melakukan hal yg belum pernah aku lakukan, yg memang seharusnya aku lakukan sejak dulu. "Jawabnya mengeratkan pelukannya.


"A-apa maksudmu ? "Ucapnya terbata.


"Apa sekarang kamu mengijinkan aku? "tanyanya berbisik tepat di telinga gadis.


"A-aku, aku. Raga sebenarnya aku sangat mengantuk, kau bisa melihat jam bukan, lihatlah sebentar lagi jarum pendek itu akan ada tepat pada angka satu, kau tentu tahu bukan jika sekarang waktunya untuk apa, "Gadis berdalih pada jam, karena gugup saat berdekatan dengan Raga.


"Kenapa kamu menjadi gugup seperti ini, aku hanya bertanya-


"Aku tahu kau bertanya, tapi bisakah pertanyaan itu besok lagi kau tanyakan padaku, sekarang aku sangat mengantuk, "Dustanya semakin gugup.


"Jadi. jika besok kau sudah siap? "Raga terlihat senang menggoda gadis yg terlihat gugup, karena menurutnya ini adalah hal yg langka, sembilan bulan Raga mengenal gadis, wanita yg saat ini menjadi istrinya tidak pernah terlihat gugup, hanya ada kata angkuh yg selalu keluar dari mulutnya, namun kali ini gadis terlihat gugup, dan itu membuat Raga senang untuk menggoda wanita keras kepala dihadapannya saat ini, wanita yg saat ini ada dihadapannya telah berubah menjadi putri malu.


"Ya tuhan Raga, kenapa kau berubah menjadi menyebalkan, "seru gadis kesal.


Masih setia dengan senyumannya, Raga terus menggoda gadis, gadis yg merasa telah di permainkan, terlihat kesal, wajah yg tadi malu-malu berganti oleh wajah kekesalan.


"Berhenti menggangguku Raga, "Seru gadis melihat tajam kepada Raga.


Dan lagi-lagi Raga tersenyum, "Gadis kau akan terilhat sangat cantik saat tersenyum, maka teruslah tersenyum, "Ujar Raga memberikan pujian.


"Aku tidak butuh pujianmu, sekarang keluarlah dari kamar ini, aku ingin tidur, "usir gadis.


"Kamu mengusirku? lantas apa yg tadi kamu katakan padaku, agar aku tidak pergi?


"Ya tuhan kenapa dia jadi menyebalkan seperti ini, dia terlihat manis saat aku mengejeknya, namun kenapa dia menyebalkan saat aku mengakui perasaanku padanya. "gumam gadis dalam hati.


*


*


*

__ADS_1


Aku beri visual Raga dan gadis yg sedang baikan ya,


Tinggalkan jejaknya setelah membaca. like dan komen kalian penyemangat aku menulis. terima kasih🙏


__ADS_2