
Hari berganti, Raga terlihat sibuk diruangan kerjaanya, ia nampak fokus memandang layar berkotak di hadapannya bersama Nathan asistennya.
"Siapkan tiketnya aku akan berangkat, "perintah Raga.
"Apa tuan yakin? "tanya Nathan memastikan.
"Hmm, aku akan pergi, "jawab Raga mantap, "Mungkin dengan menjauh darinya, itu akan menghilangkan sedikit rasa bencinya padaku, karena sekeras apapun aku berusaha memenangkan hatinya, gadis tidak akan menerima ku, aku tidak bisa memaksanya untuk bisa menerimaku lagi, "Gumam Raga dalam hati.
"Tuan, apa yg anda pikirkan? "tanya Nathan bingung melihat bosnya tiba-tiba diam.
"Ah, tidak Nat, kau boleh pergi, hari ini aku tidak pergi ke kantor, aku memiliki urusan yg harus aku urus. kau pergilah.
Setelah kepergian Nathan, Raga pergi ke kamarnya yg saat ini menjadi kamar gadis. Raga mengetuk pintu kamar gadis sebanyak tiga kali.
"Ya tuhan apa kau tuli, aku sudah mengatakan sebentar tapi kenapa kau terus mengetuk pintunya, "Gadis mengumpat kesal saat mendengar kamarnya diketuk hingga berkali-kali.
"Oh, pantas saja, tidak heran jika kau yg datang ."lanjut gadis sinis. setelah tau siapa yg mengetuk pintunya.
"Gadis bisa kita bicara sebentar? ada yg ingin aku bicarakan denganmu "Ujar Raga.
Gadis menyilangkan kedua tangannya di atas perutnya lalu memandang Raga dengan tatapan kesal. "Tidak ada yg perlu kita bicaarakan, karena bicara denganmu hanya akan membung waktuku saja, "seru gadis kesal
Raga tidak perduli dengan ucapan gadis yg terlihat nggan bicara dengannya, ia tetap menerobos masuk kedalam kamarnya dengan memutar kursi rodanya.
"Hei, apa yg kau lakukan? aku tidak mengijinkanmu untuk masuk kedalam kamarku, keluar kau dari kamarku, "Seru gadis tidak mengijinkan Raga untuk masuk kedalam kamarnya.
"Ini kamarku, kapan pun aku ingin masuk kedalam kamar ini, tidak akan ada yg berani melarangku, termasuk kamu, "Ujar Raga santai.
"Kau, "gadis menggempalkan tangannya ia nampak kesal dengan Raga yg tumben mengabaikan ucapannya, "ada apa dengannya pikirnya, kenapa dia berubah menjadi lebih berani. "gumam gadis dalam hati
"Gadis, banyak yg harus kita bicarakan-
__ADS_1
"Tentang apa? "jawab gadis cepat dengan pandangan yg tidak lepas mengarah kepada Raga.
"Tentu tentang kita, semenjak kejadian yg menimpamu malam itu, aku rasa itu sudah cukup membuat aku paham dan sadar bagaimana hubungan kita selama ini, gadis aku hanya ingin bertanya padamu, apa kamu masih ingin melanjutkan pernikahan ini? atau kamu ingin pernikahan ini berakhir? "Raga memandang gadis dengan seksama, ia sudah meyakinkan dirinya sendiri, jika gadis tidak ingin melanjutkan pernikahan ini, maka ia akan berusaha untuk menerima keputusan gadis.
"Ada apa denganmu? "Ucap gadis tersenyum sinis, "Apa aku harus menjawab pertanyaan konyolmu itu, kau sudah pasti tau jawabanku.
"Jika begitu mari kita akhiri pernikahan ini, "Ujar Raga tenang.
Deg
Gadis terkejut dengan penyataan Raga, ia merasakan hal yg aneh pada dirinya, ia seperti tidak rela mendengar kata menyerah dari Raga. "Aa-apa maksudmu ? "ucapnya terbata.
"Aku tidak ingin membuat kebohongan lebih banyak lagi, aku juga tidak ingin membuat kamu terus-terusan tertekan berada di sisiku, aku akan mengembalikanmu kepada papamu, aku akan minta maaf kepada papa Darwin, karena aku tidak dapat menjadi yg papamu inginkan, besok aku akan antarkan kamu pulang, karena setelah aku mengantarkanmu, lusa aku harus pergi ntah kapan kembali.
"Terima kasih untuk semua kesempatan yg kamu berikan untukku, aku senang dapat mengenal mu.
Gadis diam tidak menyahut atau pun mencela, ia tidak bicara apapun tidak seperti biasanya yg selalu mencela dan menghina.
"Aku menyerah, aku minta maaf karena tidak bisa menepati janjiku padamu, semoga dengan berakhirnya hubungan ini dan sandiwara ini, kamu dapat menemukan kembali kebahagianmu yg telah aku ambil, besok pagi aku akan mengantarmu pulang, aku akan bertanggung jawab untuk semua ini. terima kasih untuk waktu yg kamu berikan untukku. "Raga berhenti bicara, ia terlihat beberapa kali menarik napas, sebenarnya sangat berat ia mengatakan ini semua, namun demi kebahagian gadis ia harus bisa.
"Bagaimana dengan mama dan papamu, apa mereka akan mengerti dengan semua ini? aku tidak ingin di salahkan oleh siapapun untuk perpisahan ini, "jawab gadis pelan.
"Katakan saja pada mereka, bahwa aku bukanlah pria yg bertanggung jawab, dan katakan pada mereka jika aku adalah pria yg tidak dapat di andalkan, mama dan papaku, mereka orang yg sangat berperasaan, mereka akan mudah mengerti dengan penyampaian yg kau berikan
"Kenapa kamu menyalahkan ini semua pada dirimu sendiri? "ucap gadis pelan.
"Eh, maksudku, "gadis yg menyadari jika ia salah bicara langsung meralat kembali ucapannya, "Maksudku, kenapa kau tiba-tiba ingin mengakhir pernikahan ini, maksudku pernikahan palsu ini? bukankah kau yg paling antusias untuk pernikahan palsu ini, tapi sekarang kau dengan mudah mengatakan ingin mengakhiri saja. "gadis bicara panjang, ia seperti tidak rela jika memang mereka harus berpisah.
"Gadis, pernikahan itu adalah sebuah ikatan yg menyatukan dua insan manusia yg saling mencintai, bukan ikatan yg seperti ini, aku salah kenapa aku menyetujui pernikahan yg kau anggap palsu ini, aku hanya ingin memiliki istri yg bisa menerima aku apa adanya, dan memiliki istri dimana ia mau menungguku saat aku pulang kerja--
"Itu terdengar sangat sederhana, tapi apa kau tidak pernah berpikir jika sebuah rumah tangga bukan hanya sekedar uang, namun tentang fisik juga, seandainya kau tidak cacat, mungkin saja aku bisa menerimamu, tapi aku tidak bisa menerima pria cacat karena itu akan membuatku malu.
__ADS_1
"Ya, aku mengerti dengan itu. aku pun tidak ingin membebanimu dengan ketidak sempurnaanku ini, Baiklah aku permisi dulu "Raga beranjak pergi setelah selesai mengatakan hal yg ingin ia sampaikan.
"Raga tunggu .."Sebelum Raga benar-benar pergi dari kamarnya, gadis memanggilnya kembali.
Raga memutar kursi rodanya, agar dapat melihat pada gadis,
"Kau-kau akan pergi kemana? dan berapa lama akan kembali? "tanya gadis ragu-ragu.
"Aku akan pergi kesebuah kota, disana aku mendirikan satu perusahaan baru, aku akan berada disana hingga perusahaan itu berdiri seperti perusahaanku yg lain, dan itu membutuhkan waktu yg cukup lama, aku tidak dapat memprediksi kapan aku akan kembali-
"Aku belum siap untuk bicara pada papa "Gadis menyela ucapan Raga.
"Kenapa? bukankah ini yg kau mau? untuk itu aku yg akan bicara pada papa Darwin, kamu tidak perlu khawatir.
"Pergilah jika kau ingin pergi, tapi biarkan pernikahan ini berjalan dengan apa adanya, aku tidak ingin membuat papa kecewa, bukankah kau juga tidak ingin membuat mamamu bersedih, aku berjanji akan berubah , aku tidak akan sering-sering datang ke club lagi, tapi tolong jangan akhiri pernikahaan ini, "Gadis terlihat memohon kepada Raga.
Raga terheran bagaimana bisa gadis memelas padanya hanya untuk sebuah pernikahan yg tidak ia inginkan? "Gadis apa yg terjadi? ini bukan dirimu, "Ujar Raga bingung.
"A-aku aku hanya tidak ingin mengecewakan papa, dan kedua orang tuamu, kita akan mengakhiri semuanya ketika kita sudah siap. "Jelas Gadis terbata, ntah kenapa gadis menjadi takut akan kehilangan Raga, gadis menyadari ketidak hadiran Raga beberapa hari ini membuatnya merasa kehilangan.
"Gadis jangan memaksakan apa yg tidak ingin kau lakukan, aku sudah memberimu kemudahan untuk kita berpisah, jangan membuat aku berubah pikiran dengan terus menahanmu untuk berada disisiku selamanya.
Gadis diam tidak membalas ucapan Raga, dan itu berhasil membuat Raga menjadi bingung dengan perubahan sikap gadis yg tiba-tiba.
"Ada apa gadis? "lanjut Raga bertanya.
"Aku tidak ingin mengakhiri pernikahan ini, tapi kau jangan berpikir yg tidak-tidak, aku melakukan ini semata-mata hanya tidak ingin membuat papa kecewa, karena aku sangat menyayanginya, aku tidak ingin membuatnya sedih, "Jelas gadis, bicara dengan nada berteriak,
Raga menyunggingkan senyum, ia seperti menemukan sepercik kehidupan baru, ia percaya gadis akan berubah, dan ia yakin setelah ini gadis akan menjadi pribadi yg lebih baik lagi, karena kejadian malam itu ada beberapa perubahan positif pada diri gadis.
"Baiklah jika itu mau mu, tapi aku harus pergi, aku tidak bisa menjanjikan kapan aku kembali.
__ADS_1