
Raga menerima laporan jika perusahaan yg bekerjasama dengannya saat ini mengalami kebakaran dan itu membuat kerugian yg cukup besar, hingga Raga sendiri harus pergi untuk melihatnya langsung, "Sayang hari ini aku dan Nathan akan pergi ke surabaya, kamu tidak pa-pa kan aku tinggal? "Ujar Raga.
"Surabaya? kenapa harus surabaya? apa wanita itu berada disana juga? "Gadis teringat kembali pada ucapan Raga, saat Raga menemukan Mitha disana, dan rasa tidak percaya kembali menyelimutinya.
"Asataga, apa yg kamu katakan, bahkan aku tidak tahu dimana sekarang keberadaannya, Darmono group kebakaran aku banyak berinevestasi disana, dan kerugiannya sangat besar, selain aku ingin melihat bagaimana kondisi keadaan disana, aku juga ingin membicarakan langkah selanjutnya dengan pimpinan Darmono group. "Jelas Raga meyakinkan istrinya.
"Aku akan ikut denganmu, aku tidak mau lengah lagi, karena aku yakin jika kamu bertemu wanita itu lagi, kamu pasti berbohong lagi. "Jawab gadis tegas.
"Astaga Sayang, kenapa kamu berpikir sesempit itu! aku kesana untuk pekerjaan, bagaimana jika nanti kamu jenuh saat tiba disana, karena aku akan sibuk mengurus pekerjaan, "jawab Raga memberi pengertian.
"Aku tidak perduli, "Jawab gadis keras kepala.
Raga menghembuskan napasnya dengan berat, kemudian melihat istrinya, ia tatap istrinya, seakan ia berkata jangan keras kepala.
"Oh, apa jangan-jangan memang benar kedatangan kamu ke surabaya untuk menemui wanita itu, lihat wajahmu begitu takut aku ikut, "Tuduh gadis yg terlihat kesal.
"Baiklah kamu akan ikut, tapi sebelum pergi kita periksa dulu kondisi junior, jika dokter mengatakan tidak apa-apa untuk berpergian menggunakan pesawat, kamu boleh ikut, tapi...jika dokter melarang, aku tidak mau ambil resiko, "
"Ok, aku akan hubungi dokter Linda terlebih dulu, "sahut gadis semangat..
Gadis pun menghubungi dokter kandungannya, setelah mengatakan apa yg ingin ia katakan dokter pun berkata akan datang untuk memeriksa langsung keadaan bayi yg berada dalam kandungan gadis.
Tiga puluh menit dokter pun datang dan langsung memeriksa keadaan gadis, "Tidak masalah hanya jangan terlalu cape saja, setelah sampai disana, saya sarankan agar nyonya gadis mengistirahatkan tubuh anda, jangan langsung jalan-jalan dulu ya, karena takut terjadi apa-apa dengan bayinya. "Pesan dokter.
"Baik dok terima kasih. "jawab gadis dan Raga.
"Sama-sama, dan ini vitamin tambahan untuk nyonya gadis, diminum satu hari sekali setiap pagi sesudah sarapan ya. "Dan setelah selesai memeriksa, dokterpun pergi meninggalkan kediaman Raga dan gadis.
"Sesampainya disana ingat kata dokter jangan cape-cape, dan aku akan memberkan sedikit pengertian kepadamu, saat sampai disana aku akan banyak menghabiskan waktu untuk bekerja, aku harap kamu dapat mengerti, karena disana keadaannya sedang tidak baik, aku pasti akan sangat sibuk, karena itu aku akan membawa bu Nam kesana, dia akan menemanimu saat aku sibuk bekerja nanti, "Ujar Raga yg sudah khawatir sebelum berangkat.
"Teserah padamu, yg penting aku ikut denganmu, aku akan mengawasimu selama dua puluh empat jam selama berada disana. "jawab gadis, dan itu membuat Raga menggeleng gemas melihat istrinya yg terlihat sangat posesif.
Raga tergelak melihat ekpresi istrinya yg terlihat serius, "Baiklah aku akan dengan senang hati melihat kamu mengawasiku. "Jawab Raga mengacak rambut istrinya dengan gemas.
"Raga, kau membuat rambutku berantakan, "protes gadis kesal.
"Habisnya kamu gemesin, Raga mengelus rambut istrinya yg tadi ia berantakan, "yaudah bereskan barang bawaan yg ingin kamu bawa, aku ingin menghubungi Nathan dulu, "Ujar Raga tersenyum .
*
*
*
__ADS_1
"Pah, mama rindu pada Mitha, "Keluh mama Mitha menatap foto besar yg menempel didingding yg menampakan Mitha sedang tersenyum bahagia merangkul kedua orang tuanya.
Diam, papa Mitha tidak menjawab keluhan istrinya, ia hanya menampakan raut sedih yg terpatri di wajah tuanya.
"Pah, apa kita menyusul Mitha saja ke surabaya, mama sangat merindukannya, "Kembali mama Mitha berujar.
"Apa itu tidak akan membawa masalah untuk Mitha ? "Ucap papa Mitha sendu.
"Mama akan menghubungi Michel, mama akan bicara dengannya, mama akan membujuk Michel agar dia mau mengijinkan kita menemui Mitha.
"Mah, tolong jangan mempersulit Mitha lagi, kita sudah menghancurkan masa depannya, jadi tolong jangan mempersulitnya lagi, "Jawab papa Mitha sendu.
"Mama hanya merindukannya pah, mama tidak ada maksud untuk mempersulit dirinya, mama ingin meminta maaf atas semua yg telah mama lakukan padanya, mama salah mama ingin Mitha memaafkan mama. "Ucap mama Mitha, kemudia ia menangis sedih karena mengingat bagaimana ia telah merampas semua kebahagiaan putrinya dahulu dan sekarang.
"Mama salah, mama salah, mama tidak bisa hidup tenang sekarang, mama-- "ucapnya terhenti karena tangisannya pecah.
Papa Mitha menarik istrinya untuk masuk kedalam pelukannya, "Kita akan menemuinya, tapi nanti jika keadaannya sudah memungkinkan, saat ini Michel sedang marah pada kita dan juga Mitha, karena Mitha telah melarikan diri darinya, kita akan menunggu keadaannya tenang terlebih dulu, setelah itu kita akan menemui putri kita. "Ujar papa Mitha menenangkan istrinya.
Sementara ditempat lain Mitha nampak sedang bersantai di gazebo belakang paviliun, ini tidak seburuk yg ia pikirkan, dulu ia pikir ia akan disekap, di siksa, dan di perlakukan tidak baik oleh Michel, namun ia salah, Michel orang yg tidak menyukai urusan orang lain, jika orang lain tidak mengganggu, tidak mengusik, dan tidak membantah, maka ia akan bersikap biasa saja, seperti sekarang, Michel tidak melakukan hal-hal diluar nalar.
"Nyonya, tuan Michel akan tiba sekitar empat puluh menit lagi, sebaiknya nyonya menyiapkan makanan untuk tuan makan siang ini. "Ujar kepala pelayan mengingatkan Mitha untuk menyiapkan menu makan siang.
"Oh astaga, aku lupa saking asiknya melihat pemandangan bunga-bunga yg berada disini.. "jawab Mitha bergegas berdiri lalu berjalan menuju dapur, sesampainya didapur ia langsung melihat daftar menu hari ini. "Kenapa dia suka sekali makan-makanan seperti ini, ok let's go kita buat makanan untuk si muka tanpa expresi. "Ucapnya cekikikan , "Oh Aku sangat bahagia bisa mengumpatnya walaupun hanya dibelakangnya tapi aku puas, "Lanjutnya kembali tertawa pelan.
Mitha diam terpaku, antara takut dan terkejut, "Astaga apa dia mendengar umpatanku tadi? "gumam Mitha takut.
"Siapkan makanan untukku sekarang, aku tunggu dalam lima belas menit, jika dalam lima belas menit kau tidak menyiapkan makanan di meja makan, maka bersiaplah untuk hukuman yg akan aku berikan. "ancam Michel dengan aura gelapnya.
Mitha menelan salvianya dengan susah payah. "Ah i-iya baik.."jawab Mitha gugup, dengan sigap ia memasakan menu yg akan ia masak.
Michel duduk di ruang makan dengan mengetuk-ngetuk meja dengan telunjuk jarinya, ketukan itu terlihat biasa, namun di telinga Mitha, ketukan itu bagaikan bom nuklir yg siap meledak kepadanya. "Lima menit lagi "Ucap Michel, pelan namun menusuk.
Mitha tak menjawab, ia memilih fokus untuk memasak, dan tepat pukul dua belas siang makanan yg di buat Mitha akhirnya selesai, "Harusnya tidak masalah bukan hanya lewat tiga menit saja. "gumam Mitha. Mitha menyiapkan makanannya diatas meja, sebelum ia menaruh semua menu Michel menatapnya dengan tajam.
"Prraang "Suara pecahan piring terdengar nyaring, dan seluruh masakan yg tadi di buat Mitha sudah berserakan di lantai. "Kau pikir aku main-main dengan waktu? harus kau ingat peraturan disini, AKU TIDAK SUKA WAKTUKU TERBUANG WALAU HANYA SATU DETIK SAJA " Ujar Michel penuh dengan tekanan.
"Maafkan saya Mic-- eh tu-tuan.."jawab Mitha gugup.
Michel mendekat lalu mencengkram wajah Mitha dengan keras, "Waktuku adalah waktu yg berharga, jika sedikit saja kau membuat waktuku terbuang, maka kau harus bersiap-siap untuk waktuku yg terbuang. dan ingat kau tinggal disini bukan sebagai nyonya yg dapat melakukan hal apa pun, kau disini, adalah penebus hutang keluargamu, sedikit kau membuat ku kesal, bukan hanya kau yg mendapat akibatnya, tapi kedua orang tuamu juga akan merasakan dampak yg kau buat. "Ancam Michel, lalu melepaskan cengkramannya dengan kasar.
Setelah membuang seluruh makanan dan membuat peringatan kepada Mitha, Michel keluar dari kediamannya, ia pergi kesebuah lestoran western dimana menu western adalah menu favoritenya ."Kenapa wanita selalu membuat semuanya menjadi rumit? rasanya aku ingin sekali menghajarnya tadi, tapi aku -- "Michel menghentikan ucapnya seraya membuang napasnya
Mitha masih diam mematung, hanya cairan bening yg terus meluncur dari ujung matanya sebagai jawaban jika dirinya sekarang sedang tidak baik-baik saja, bukan cengkraman, bukan pula sifat kasar Michel yg membuatnya menangis, namun kata-kata Michel yg mempertegas jika ia hanya penebus hutang, ntah kenapa ia merasa sakit saat Michel berkata demikian, walau yg Michel katakan itu benar adanya.
__ADS_1
"Nyonya "panggil Bik Sussi.
"Nyonya, "kembali bik Sussi memanggil Mitha.
"Ah iya, "Mitha langsung menghapus air matanya, "I-iya bik. "jawabnya tersenyum paksa.
"Tuan Michel memiliki sifat yg tempramental sejak usianya meranjak dewasa, bahkan tuan tidak pernah ingin tinggal bersama kedua orang tuanya semenjak memasuki usia enam belas tahun, tuan selalu menyendiri, beliau juga tidak dapat mempercayai orang lain, beliau suka melakukan hal yg tidak dapat kita duga, namun percayalah nyonya, tuan Michel adalah orang yg baik, beliau memiliki hati yg baik, hanya saja terkadang beliau tidak dapat mengontrol dirinya sendiri. "Tiba-tiba bik Sussi menceritakan sifat Michel, dan Mitha dapat langsung mengerti dengan apa yg diceritakan oleh bik Sussi.
"Pasti ada yg membuatnya menjadi seperti ini bik, "tebak Mitha,
"Mungkin saja..
"Yasudah bik, saya mau membereskan ini dulu, "Mitha melihat kearah pecahan piring yg berserakan dimana-mana.
"Tidak perlu nyonya, sebaiknya nyonya istirahat saja, biar ini, maid yg akan membereskan. "ucap bik Sussi sopan.
"Tapi--
"Tidak masalah nyonya. "Potong bik Sussi.
*
*
*
"Surabaya I'm coming "Ucap gadis setengah berteriak.
"Sepertinya kamu sangat bahagia. "Ucap Raga mengelus rambut istrinya dengan lembut.
"Tentu saja, aku sudah lama tidak beranjak dari Jakarta, itu membuatku bosan, "Keluh gadis.
"Baiklah nikmatilah liburanmu, aku janji setelah urusanku selesai, kita akan mengunjungi beberapa tempat wisata yg berada di kota ini. "Janji Raga. "Baiklah ayo kita bergegas pergi ke hotel, setelah sampai kamu harus istirahat, besok kamu baru boleh jalan-jalan. hari ini hanya istirahat saja. "perintah Raga.
"Baiklah- baiklah.. "jawab gadis malas di buat-buat.
*
*
*
Bersambung
__ADS_1
Terima kasih untuk like komen dan vote kalianš¤