Love Me My Wife

Love Me My Wife
Sifat yg berubah-rubah


__ADS_3

Seusai meeting Raga langsung memutuskan untuk pulang, menunggu nanti malam akan bicara dengan gadis itu terasa masih sangat lama, semakin cepat ia bicara dengannya, akan semakin cepat permasalahan selesai, belajar dari pengalaman, segala masalah jika tidak langsung diselsaikan pasti akan semakin besar, dan akan ada banyak permasalahan baru.


Sesampai dikediamannya, Raga langsung bertanya kepada asisten rumah tangga tentang keberadaan istrinya. "Dimana istriku ? "tanyanya .


"Nona masih di kamar tuan, sejak pagi nona belum turun. "jawab asisten rumah tangga Raga.


"Hmm, baiklah. "Raga langsung menapakan kakinya menuju anak tangga yg menghubungkan ke kamarnya. sampai di atas ia langsung membuka pintu kamar,


Gadis melihat kearah pintu yg terbuka, setelah tahu siapa yg membuka pintu, gadis langsung memalingkan wajahnya kesembarang tempat, gadis masih kesal atas apa yg di lakukan suaminya, pemblokiran nomor telephone tanpa sebab, itu membuat gadis terlihat acuh kepada Raga.


Raga melihat pada istrinya, kemudian beralih melihat kepada piring yg ada di atas nakas, ia menarik napas pelan, ternyara masih berisikan sandwich yg ia berikan tadi pagi, saat ini istrinya benar-benar sedang kesal pikirnya "Kenapa tidak makan? "tanya Raga mendekat.


Gadis tidak bergeming.


"Masih marah? "lanjut Raga mengelus rambut hitam istrinya.


Masih tidak merespon, namun kali ini gadis melirik sinis kepada Raga, berbarengan dengan itu, ia juga menghempaskan tangan Raga yg berada di atas kepalanya.


Raga kembali membuang napas dengan berat, "Maaf jika perkataanku melukai hatimu, hanya saja aku tidak rela jika wanitaku di sentuh oleh pria lain. terlepas kamu sadar atau tidak semalam, aku tetap tidak dapat menerima itu. "Jelas Raga merasa bersalah.


Gadis melebarkan matanya terkejut, ia meneguk ludahnya berulang-ulang seraya mencerna apa yg di ucapkan suaminya barusan. "Maksudmu--


"Gadis aku akan memberimu ijin jika hanya untuk minum satu atau dua gelas vodka, tapi jika kamu pergi bersamaku, kamu tau bukan pria diluaran sana seperti apa, jika aku terlambat sedikit saja, para pria brengsek itu ntah akan melakukan apa terhadapmu


.


"Tapi aku pergi kesana bersama jaslyne, jaslyne tidak akan membiarkan itu terjadi padaku--


"Tapi dia yg membuatmu menjadi hilang kesadaran, "Potong Raga.


"Raga, jaga ucapanmu. jaslyne bukan orang seperti itu, dia sahabatku, dia tidak akan melakukan hal serendah itu. "Gadis terlihat marah saat suaminya mengatakan jika penyebab dirinya tidak sadarkan diri itu karena sahabatnya.


"Itu lah kamu dis, kamu terlihat angkuh dihadapan orang lain, tapi kamu mudah di bodohi oleh sahabatmu sendiri. "Komentar Raga begitu saja.


Gadis melotot tak terima dikatakan angkuh dan gampang di bodohi. "Apa maksud dari perkataanmu? jadi selama ini kamu menganggapku wanita bodoh dan angkuh begitu? iya seperti itu? "Tanya gadis marah tak terima.


"Tidak dis, bukan itu maksudku, maksudku--

__ADS_1


"Keluar, keluar dari kamar ini, "usir gadis marah.


"Dis, dengarkan aku, tidak ada maksudku, mengataimu bodoh ata--


Aku bilang keluar, aku tidak ingin melihat wajahmu, aku benci padamu, aku benci. "Usir gadis emosi.


"Seharusnya aku tidak berkata seperti itu, tapi kenapa mulut ini tidak terkenedali, "Ucap Raga dalam hati.


Bukan pergi Raga malah memeluk gadis yg sedang marah padanya, "Maaf, aku tidak bermaksud berkata seperti itu, aku hanya ingin kamu mengerti arti teman seperti apa, maaf, maaf ." Raga berulang-ulang mengatakan kata maaf seraya memeluk istrinya.


Gadis merontak, ia tak terima, bagaimana bisa suaminya sendiri menilai ia seperti itu,


"Gadis tenanglah."Raga mengeratkan pelukannya. "tenang, "lanjut Raga.


"Gadis diam dari meronta, ia hanya bisa terisak dipelukan Raga, ntah kenapa ia selalu luluh dengan pria yg sedang mendekapnya saat ini, "Ga, jaslyne tidak mungkin melakukan itukan terhadapku? aku mengenal dia seperti apa, dia adalah sahabat yg riang, dia tidak pernah menyingguku, dia memang suka asal bicara, namun dia tidak pernah menyakitiku. "Gadis bicara diiringi isakan.


"Dengarkan aku, "Raga mendorong pelan tubuh istrinya hingga kini mereka saling memandang, "Gadis, dia yg membuatmu tidak sadarkan diri, aku melihat sendiri dia menertawakanmu saat kamu tidak berdaya, bahkan dia membiarkan pria-pria bajingan itu menyentuhmu.


Gadis hanya memandang Raga dengan tatapan tidak percaya.


Gadis kembali membenamkan kepalanya di dada bidang suaminya, ia tidak tahu harus percaya atau tidak, ia ingin menyangkal namun hatinya mengatakan jika perkataan suaminya adalah kebenaran.


"Aku akan mencari tahu apa motif dia melakukan ini terhadapmu, yg aku ingin saat ini kamu menjauhi dia, tidak baik untukmu menemui atau bertemu dengannya, karena aku melihat, dia seperti menaruh dendam padamu, namun aku tidak tahu dendam apa yg dia miliki terhadapmu . "lanjut Raga menjelaskan apa yg ia lihat.


"Ga-- "gadis teringat kejadian beberapa bulan yg lalu saat ia hendak di perkosa oleh Alex, saat itu ia pergi bersama jaslyne, namun kenapa wanita itu tidak mencarinya saat dirinya tidak ada? bahkan tidak, walau hanya sekedar menanyakan kabarnya, "Ga, "kembali gadis memanggil nama suaminya. "Apa kejadian waktu itu juga ada kaitannya dengan jaslyne ? aku merasa ada yg salah dengan peristiwa waktu itu, jaslyne tidak menanyakan atau mencariku waktu itu. "Ujar gadis sambil berpikir.


"Sudah kamu tidak perlu banyak berpikir, sekarang makan dulu ya, kamu belum sarapan ini juga sudah waktunya makan siang, ayo turun dulu, biar masalah temanmu aku yg akan menyelesaikannya. "bujuk Raga.


Sesampainya di meja makan, Raga langsung menuangkan nasi kedalam piring milik gadis, "makan yg banyak, jangan sekali-kali mogok makan, karena itu akan merugikan dirimu sendiri. "Ujar Raga sambil mendorong piring kehadapan gadis.


Gadis hanya mendelik, tidak ada niat untuk membalas, ia mulai memasukan makanannya dengan malas, namun beberapa detik kemudian ia berujar "Aku ingin makan ketoprak. tidak mau makan ini "Ujarnya menaruh sendok dan garpu yg di pegangnya.


"Hah, makanan apa itu? "tanya Raga bingung, "Makanan itu terdengar familiar, tapi aku tidak pernah membeli atau pun memakannya.


"Aku juga. "jawab gadis santai.


"Kau tau bentuk makanan itu? "tanya Raga

__ADS_1


"Tidak, hanya saja aku menginginkannya. "


"Kau itu sangat aneh, bagaimana bisa menginginkan sesuatu tanpa tahu bentuk dan rasanya, sudah makanlah, kita akan carinya nanti, tapi sekarang makanlah dulu "ucap Raga memerintah.


"Aku tidak mau makan ini, aku mau makan yg tadi aku katakan. "


"Tapi harus mencari dimana makanan seperti itu,? restoran apa yg menyajikan makanan seperti itu ? "Raga nampak berpikir


"Eum, coba kau tanya pada bu Nam, dia pasti tahu. "saran gadis-


"Kenapa tidak nyuruh bu Nam saja untuk membuatnya? aku akan menyuruh bu Nam untuk membuatnya, diamlah disini, "kembali Raga memerintah istrinya.


"Aku ingin membelinya, aku tidak ingin di buatkan oleh bu Nam, ayo kita pergi keluar sekarang, kita makan diluar, "rengek gadis manja.


Raga mengerutkan dahi bingung, ini kali pertama gadis merengek meminta sesuatu padanya, "Sayang, kau terlihat manis saat merengek seperti itu, "goda Raga tersenyum nakal kepada gadis.


"Raga, aku ingin makan, kenapa kau melihatkan wajah menyebalkan seperti itu, "Seru gadis keras, hingga bu Nam yg berada didapur tersentak kaget.


"Sayang, bagaimana bisa suaramu begitu nyaring? sedangkan perutmu belum terisi apapun, seharusnya kau lemas tanpa dapat mengeluarkan suara, tapi apa. kau bersuara begitu keras, hingga semua orang dapat mendengar suaramu. "komentar Raga.


"Aku tidak perduli, yg aku mau sekarang kita pergi mencari ketoprak, "Paksa gadis.


"Ok, ok...ayo kita pergi sekarang, tapi sebelumnya aku akan menyakan dulu kepada bu Nam, restoran apa yg biasa menyajikan makanan seperti itu, "Jawab Raga sabar.


"Walaupun aku belum pernah memakan atau membelinya, tapi aku tahu, makanan itu berasal dari mana, ayo kita pergi aku tahu sekarang dimana yg menjual makanan itu, "Gadis langsung menarik suaminya, membawanya masuk kedalam mobil.


"Suasana hati yg aneh, terkadang dia tidak terkendali, terkadang juga menjadi wanita yg penurut, dan sekarang dia merengek, aku tidak tahu mana karaktermu yg sebenarnya, tapi satu hal, bagaimana pun karaktermu aku tetap mencintaimu, "gumam Raga dalam hati, Raga mengulas senyum saat ia mengingat karakter berbeda-beda istrinya.


"Ada apa? "tanya gadis menatap heran suaminya.


"Tidak, "Raga menarik istrinya agar semakin merapat padanya, Raga mendekap erat istrinya penuh dengan sayang. "Aku mencintaimu Gadis Patricia "Bisiknya di barengi dengan ciuman di dahi istrinya.


Gadis tersenyum bahagia, kini pipinya bersemu merah , "A-aku juga mencintaimu, "jawabnya malu-malu.


:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2