
Hari ini Raga sudah berangkat ke Singapore untuk menyelesaikan permasalahan pada anak perusahaannya yg dengan sengaja di manipulasi oleh Om-nya sendiri, orang yg Raga percaya untuk memegang perusahaannya di Singapore, dia adalah Om Darlan adik dari papa Ramond papa Raga sendiri, namun kepercayaan yg Raga berikan dimanfatkan oleh Om-nya.
"Gara-gara pria tua itu, aku harus meninggalkan gadis yg sebentar lagi akan melahirkan, "grutu Raga kesal, "bahkan walaupun aku disini, tetapi pikiranku berada disana, "Gumam Raga tidak dapat berkonsentrasi dalam mengerjakan pekerjaannya.
"Raga...."Panggil Om Darlan, "akhirnya kau datang juga kesini, "Ucap Om Darlan masuk kedalam ruangan yg biasa ia gunakan.
"Aku merasa tempat ini menjadi asing saat aku masuki, ternyata tempat ini memang sudah berbeda pemiliknya "Sindir Raga dengan menaikan kakinya ke atas meja.
Om Darlan tersenyum menyeringai, "Aku hanya mengambil hak ku yg telah Ramond ambil dariku, "jawabnya santai.
"Selain tidak tau terima kasih, kau juga tidak tahu diri, aku mengasihimu, mengangkat derajatmu, memberi kehidupan yg baik dan layak, tapi kau malah menipuku, kau memang tidak tahu diri. "Singgung Raga terlihat santai namun penuh penekanan.
"Kau tidak mengangkat derajatku, aku memang memilki derajat yg tinggi, sebelum papamu mengambil semuanya. "Sahut Om Darlan yg sudah tersulut emosi.
"Kau benar-benar tidak tahu diri, apa kau tidak dapat bercermin? kau ingat-ingat dengan baik, siapa yg mengambil dan siapa yg menghabiskan, seharusnya kau buka lebar-lebar matamu, dan ingat-ingat betapa bodohnya dirimu dulu, menjual hampir enam puluh persen perusahaan papaku, tapi dengan ke uletannya papaku dapat mengembalikan saham yg telah kau jual, kenapa kau berasumsi jika papaku yg mengambil? papaku tidak mengambil, dia membeli, dan kau yg telah menjualnya. "jawab Raga mulai ikut emosi.
"Kau sama saja seperti papamu yg serakah itu! "cibir Om Darlan.
Raga tersenyum sinis, "Pantas saja papa keberatan saat aku memberi kepercayaan penuh kepadamu, ternyata kau memang tidak dapat di percaya, selain kau pembohong kau juga penipu ulung yg tidak dapat di remehkan, aku benar-benar tidak menyangka memiliki Om tidak tahu malu sepertimu. "Komentar Raga penuh dengan sindiran.
Om Darlan nampak biasa saja, ia duduk di sofa dengan menyilangkan kakinya, "Teserah apa katamu, tapi harus aku perjelas siapa yg paling berkuasa sekarang disini! Aku Darlan Morgan, pemilik perusahaan ini, jadi sebaiknya kau bersikap sopan terhadapku, karena jika kau tidak bersikap baik dan sopan padaku, aku akan meminta keamanan untuk menyeretmu keluar dari perusahaan ini.. jadi tinggalkan kursi itu dan keluarlah dari ruanganku, "usir Om Darlan santai.
Raga tersenyum masam, "Aku membangun perusahaan ini dengan susah payah, perusahaan ini aku dirikan sendiri tanpa bantuan siapapun, tapi kau dengan se enaknya mengambilnya dariku, jelas aku tidak akan membiarkan ini semua dengan begitu saja. dan lagi pula aku masih memiliki saham disini, jadi kau tidak bisa mengusirku.
Om Darlan membalas hanya dengan menaikan bahunya, ia sama sekali tidak terlihat menyesal, atau merasa kasihan kepada ponakannya yg telah mendirikan perusahaan tersebut.
"Baiklah karena kau yg memulai, jadi jangan salahkan aku jika aku membuatmu mengerti arti kata terima kasih! "lanjut Raga berdiri, ia tidak perlu meladeni terlalu banyak Om-nya itu, karena semakin ia meladeni makan akan semakin banyak waktu yg terbuang..ia pun bangun hendak keluar dari ruangan yg dulu menjadi ruangannya, namun kakinya terhenti sebelum ia membuka pintu ruangan tersebut.
"Bersiap-siaplah karen saham dua puluh persen yg kau milikmu sekarang, sebentar lagi akan jatuh ke tanganku, "Ucap Om Darlan tanpa melihat kearah Raga, dan itu berhasil memberhentikan langkah Raga.
"Aku tau itu, tapi yg aku tidak mengerti kenapa aku belum percaya jika kau serakus itu! namun kau harus ingat, seperti yg aku katakan tadi, Bersiap-siaplah untuk mempelajari arti terima kasih "ulang Raga, "karena jika waktu itu tiba tidak ada lagi kesempatan ketiga, "lanjutnya lalu pergi meninggalkan ruangan yg saat ini menjadi ruangan Om-nya.
*
__ADS_1
*
*
Jakarta
Gadis nampak gelisah ia merasakan sensai yg aneh pada tubuhnya, duduk merasa sesak, tidur terasa tak nyaman, beberapa hal ia lakukan agar membuatnya nyaman, namun tetap tidak nyaman, sesekali perutnya terasa kencang bahkan di barengi dengan mulas, kontraksi junior semakin nikmat terasa.
"Bu Nam, "panggil gadis yg sudah tidak dapat menahan rasa mulasnya.
..."Ya nona, eh nona kenapa ? "Bu Nam terlihat khawatir melihat majikannya yg meringis sambil mengelus perutnya....
"Bu Nam perut aku mulas dan keramnya terasa banget, "jawab gadis tersendat-sendat.
"Nona gadis mau melahirkan? tapi kan belum waktunya, bukankah perkiraan masih dua minggu lagi?
"Iya.. bu Nam, tapi aku gak tahan tolong aku, "Rintih gadis menahan sakit.
Gadis memang termasuk wanita hamil yg tidak banyak mengeluh, banyak mau, atau mengidam yg aneh-aneh, itu membuat Raga dan papa Darwin sama sekali tidak menyangka, mengingat sifat gadis yg keras kepala dan tidak bisa di atur, membuat papa Darwin berpikir jika putri satu-satunya itu tidak akan mau hamil, karena hamil akan membuat bentuk tubuhnya menjadi tidak bagus, dan walau pun hamil, pasti kehamilannya akan merepotkan semua orang, namun semua pemikiran itu berbanding balik, gadis yg dulu keras, tidak pernah mendengarkan pendapat orang lain, kini sudah berubah, hanya ada sedikit manja, dan itu masih dapat di maklumi oleh kedua lelaki yg selalu memberi perhatian lebih itu,
"Ayo nona, kita kerumah sakit sekarang, "Bu Nam langsung memapah gadis, membawanya kerumah sakit.
Di sepanjang jalan gadis berusaha menghubungi Raga, namun tidak terhubung, karena ponsel Raga sedang tidak aktif. "Raga angkat telphonenya, aku tidak mau melahirkan, jika kau tidak ada disampingku, "Ucap gadis yg sudah mulai frustrasi, karena tidak dapat menghubungi Raga, ia sudah mencoba berulang-ulang kali, bahkan sudah tak terhitung berapa kali ia menghubungi suaminya itu.
"Ya Nathan.. "Gadis teringat kepada Nathan, ia pun langsung menghubungi Nathan. setelah tersambung gadis langsung berkata, jika dirinya sudah mengalami kontrinasi, gadis berpesan agar Nathan dapat memberi tahu Raga jika saat ini ia akan melahirkan.
"Non, sebaiknya non tenangkan diri non, jika non panik itu tidak akan baik untuk nona dan juga junior, mungkin tuan sedang sibuk sekarang, tuan Nathan pasti bisa menghubunginya nanti. "Ucap bu Nam, mencoba menenangkan majikannya.
*
*
*
__ADS_1
Raga nampak fokus dengan pekerjaannya ia hanya menerima pesan melalui email, Raga sengaja tak menyalahkan ponselnya karena ia tidak ingin terganggu oleh panggilan-panggilam telphone yg tidak jelas, karena ia ingin cepat menyelesaikan pekerjaannya dan cepat pulang menemani istrinya yg sebentar lagi akan melahirkan. disaat ia mengecek satu persatu email yg masuk, ia nampak melihat email yg dikirim oleh Nathan,
"Tuan, Nona gadis dilarikan kerumah sakit, nona gadis mengalami kontrinasi, dan saat ini sedang di tangani oleh dokter, kemungkinan nona gadis akan melahirkan. "Pesan email Nathan.
Raga membulatkan matanya terkejut, baru ia berangkat tadi pagi, Raga langsung mengaktifkan ponselnya, benar saja seratus dua puluh satu panggilan tak terjawab, ia langsung menekan tombol hijau untuk menghubungi istrinya. satu kali, dua kali hingga enam kali, namun tidak mendapat jawaban. ia beralih menghubungi papa Darwin, dan baru sekali panggilan papa Darwin langsung mengangkat panggilannya.
"Raga, darimana saja kamu nak, papa dan gadis sudah menghubungimu sejak tadi siang, "jawab papa Darwin.
"Pah, maafkan aku, aku terlalu fokus dengan pekerjaanku hingga mematikan ponsel, dimana gadis pah? bagaimana keadaannya? aku akan pulang sekarang, tolong jagaian gadis, katakan padanya aku akan segera pulang. "Ujar Raga khawatir.
"Bicara dengannya, dia tidak bisa tenang, sedari tadi memanggil-manggil namamu saja, papa khawatir, kamu bicara padanya buat dia tenang, dia menangis sedari tadi. "Ucap papa Darwin mengkhawatirkan putrinya.
"Baik pah, berikan ponselnya pada gadis. "Papa Darwin langsung memberikan ponselnya kepada gadis dan langsung disambut senang oleh gadis.
"Ga, huwaaa.."gadis langsung menangis keras saat sudah dapat berbicara dengan suaminya.
"Sayang tenanglah, aku akan segera pulang, kamu jangan menangis ok, sekarang tenangkan dirimu, ikuti semua intruksi dokter ok.
"Aku tidak mau, aku mau meahirkan didamingi kamu, aku tidak mau berjuang sendiri, pokonya aku-- Aww "Rintih gadis merasakan mulas yg luar biasa.
"Sayang apa yg terjadi?
Hanya suara rintihan yg terdengar oleh Raga dan itu membuat ia menjadi frustrasi. Raga bergegas pergi untuk pergi ke bandara, namun ia melupakan sesuatu ia belum memesan tiket pesawat. ia langsung mengecek tiket pesawat untuk hari ini, namun sebelum ia memesan Nathan menghubunginya.
"Ada apa Nath? "tanya Raga setelah mengangkat sambungan telephone dari asistennya.
"Saya sudah pesankan tiket untuk anda kembali , dua jam lagi pesawat akan berangkat, "Jawab Nathan.
"Thanks, Nath, "Ucap Raga, Nathan memang dapat diandalkan dalam segala hal, bukan hanya urusan pekerjaan, bahkan urusan pribadinya pun dia dapat diandalkan. setelah menutup panggilan dari Nathan, Raga langsung pergi ke bandara, Singapore Changi International Airport, pesawat yg ditumpanginya lepas landas pukul tujuh lewat tiga puluh lima menit.dan sampai Jakarta sekitar pukul sembilan malam.
Sesampai di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, Raga langsung bergegas keluar dari bandara, dari kejauhan ia dapat melihat Nathan yg sedang menunggunya.
__ADS_1
Permisi si ganteng Nathan mau lewat, kalah ya gula sekilo, sama manisnya si Nathan. 😁😁
like komen dan vote untuk Raga dan gadis.