
Disebuah mall terbesar di jakarta gadis dan Raga terlihat sibuk memilih-milih dasi untuk Raga, ini untuk pertama kalinya mereka pergi bersama.
"Ga, ini terlihat bagus, "gadis melihatkan dasi pilihannya pada Raga,
"Hmm, yaudah aku ambil yg itu saja, sekarang gilaran kamu mau mencari apa?
"Ayo, "gadis menarik tangan Raga agar mengikuti dirinya,
"Buukk"
"Aww "Rintih seorang wanita saat tidak sengaja menabrak Raga,
"Maaf saya tidak sengaja, "Raga membantu wanita tersebut untuk bangun.
"Hei, apa yg kau lakukan pada istriku? "Suara menggema tiba-tiba menyerpa telinga Raga dan gadis.
Gadis yg mengenali suara itu, nampak diam mematung, "Alex ? "gumam gadis.
Raga berbalik, setelah dapat melihat pria yg memanggilnya Raga membulatkan matanya, ia masih mengenal betul pria yg ada dihadapannya saat ini adalah pria yg ingin melecehkan istrinya dulu, "Kau- "Wajah Raga menggelap setelah tau siapa yg bicara tadi.
Gadis ikut berbalik, lalu memeluk tangan suaminya, Raga melirik kearah tangannya, kemudian kembali beralih memandang pria yg ada di hadapannya saat ini. "Aku pikir aku salah mengenali orang, ternyata tidak, aku memang melihat seorang pria bajingan disini, "Ujar Raga menatap tajam kepada Alex.
Gadis memberanikan diri memandang Alex, begitu pun dengan Alex yg ikut memandang gadis, sesaat pandangan mereka terkunci, namun akhirnya gadis membuang pandang kearah lain. "Ga, ayo pergi, "gadis bicara pelan, diiringi dengan menarik tangan suaminya.
"Sepertinya kalian begitu terkejut melihatku, "Alex tersenyum mengejek saat melihat reaksi gadis dan Raga yg terkejut melihat dirinya.
"Tentu saja aku terkejut, "sahut Raga tersenyum sinis, "Aku terkejut, kenapa pria brengsek seperti mu dapat berkeliaran dengan bebasnya disini, seingatku, kau sudah di jatuhi hukuman selama dua setengah tahun, tapi kenapa belum setahun kau sudah berkeliaran di dalam mall, "Lanjut Raga berkomentar.
"Itu karena aku pintar, "jawab Alex percaya diri.
Raga tersenyum sinis, "Oya,
"Hai gadis, senang dapat bertemu lagi denganmu, "Sapa Alex tersenyum menyeringai.
"Aku pikir kau akan membusuk di dalam penjara, ternyata aku salah, aku melupakan beberapa hal dari dirimu, "Sindir gadis sinis.
__ADS_1
"Ayolah gadis jangan naif, kau tidak akan pernah tega melihat aku mendekam di jeruji besi seperti itu, bahkan jika aku tidak berusaha keluar sendiri pun, kau pasti akan datang mengeluarkanku dari saba, "Alex tersenyum mengejek, saat melihat gadis terlihat kesal. "Dan satu lagi, aku sudah memiliki istri, jadi untuk sekarang kau jangan pernah menggodaku, kau juga jangan terlalu serakah, lihat suamimu, dia terlihat tampan dan mapan, tapi kenapa kau selalu menggodaku. "Alex berusaha memprovokasi keadaan.
Raga sekilas melirik kepada gadis kemudian fokus kembali melihat kepada Alex, "Jika benar istriku yg menggodamu, kenapa kau mau menemuinya, harusnya kau sadar diri, saat ini statusmu adalah seorang suami, tapi kenapa dengan bejadnya kau ingin menjamah tubuh istriku dengan paksa, "Sindir Raga, tersenyum sinis.
"Alex, apa benar yg dikatakan mereka? jadi itu bukam jebakan wanita itu? jadi ini semua kau yg merencanakannya, "Istri Alex yg sedari tadi diam, menjadi berang saat mengetahui jika suaminya bukan di jebak melainkan, suaminya sendiri yg merencanakan semua itu.
"Sayang, kenapa kamu lebih percaya pada mereka, aku ini suamimu, kenapa kamu lebih percaya pada mereka, kamu tahu sayang, dia "Alex menujuk tepat di wajah gadis "Dia adalah wanita liar dan tidak memiliki rasa malu, dia adalah wanita murahan yg sering di jamah oleh pria mana pun, jadi jangan pernah berpikir aku menginginkan wanita murahan seperti dia.
"Tutup mulutmu Alex, dasar kau pria brengsek, akan ku robek mulutmu itu, "Gadis sudah bergerak hendak melakukan perlawanan kepada Alex, namun Raga dengan cepat mencegahnya.
Raga melangkah lebih dekat kepada Alex, kemudian tersenyum, tanpa mengucap apa-apa ia langsung melayangkan satu pukulan di wajah Alex. "Itu adalah balasan karena kau telah berani menyentuh istriku, "Raga meraih kerah kemeja Alex seraya membangunkan, kembali Raga hendak melayangkan tinjuan di wajah Alex, namun Alex yg sudah dapat membaca pergerakan Raga langsung menangkis kemudia membalas serangan yg Raga berikan, namun Alex tak berhasil membalas pukulan Raga, malah sebaliknya Raga yg kini dapat memukulnya kembali.
"Buuk, dan itu untuk omong kosong yg kau tuduhkan kepada istriku, "kembali Raga menggempalkan tangannya, "Buuk, dan itu untuk hinaan yg kau berikan kepada istriku. "Raga menyudahi pukulannya terhadap Alex, karena ada dua petugas yg memisakan mereka.
"Dengarkan aku baik-baik, jika sekali lagi kau berani mengusik, menemui, atau menampakan wajahmu di hadapan istriku, akan ku pastikan, matamu tidak akan dapat melihat lagi, dan mulutmu tidak akan dapat berkata lagi, camkan ucapanku, dan untukmu, "Raga beralih kepada istri Alex, "Jaga suamimu, atau jika perlu kau awasi kemana dia pergi, agar kau tau betapa bejadnya suamimu itu. "lanjut Raga memperingatkan. sekaligus mengancam.
Gadis memandang Raga dengan tatapan haru, ia tidak menyangka jika Raga akan membelanya setelah Alex mengatakan hal-hal yg sebagian benar adanya.
"Raga, "Gadis menarik lengan suaminya kemudian memandang wajah Raga yg masih terlihat menahan marah, "Terima kasih, Tapi- "gadis diam sesaat, kemudian ia kembali melanjutkan ucapannya, "Yg dikatakan Alex itu--
"Itu masa lalumu, "potong Raga. "Aku menikahimu untuk masa depanku, "Raga menyentuh rambut gadis kemudian membelainya penuh sayang, "Semua manusia memiliki masa lalu, aku pun sama, namun untuk menjadi lebih baik, itu datangnya dari diri kita, aku tidak ingin tahu atau mau dengan masa lalumu, yg aku mau, dimasa depan kamu bisa jauh lebih baik dari masa lalumu, jadi lah gadis seperti sekarang, aku tidak memintamu menjadi sempurna, aku hanya ingin di masa depan kamu selalu ada di sampingku, disaat susah dan senang. "Ujar Raga panjang.
Gadis langsung memeluk Raga, ia tidak menyangka akan mendapatkan suami sebaik Raga, "Aku berjanji akan menjadi lebih baik lagi, "ucapnya.
Di tempat lain, Mitha terlihat melamun, ia teringat kembali dengan perkataan Raga yg mengatakan jika tidak ada hubungan lagi di antara mereka, dan yg lebih menyakitkan lagi Raga tidak ingin bertemu lagi dengannya, Mitha meneteskan air matanya, "Apa kamu sebenci itu padaku, ga..Aku tidak pernah berniat untuk meninggalkanmu, karena hingga sekarang perasaan ini tidak pernah berubah, perasaan ini tetap sama.
"Mitha apa yg kamu lakukan? ganti pakaianmu, dan berdandanlah, akan ada teman mama datang kesini bersama putranya, jadi bersikaplah baik dan tidak membuat masalah. "Ucap mama Mitha tiba-tiba memerintah Mitha.
Mitha memandang sinis kepada ibunya, "Apa lagi ini mah? mama ingin menjodohkan aku, mah, kenapa mama tidak bunuh saja aku, sampai kapan mama ingin menghancurkan kebahagiaanku, sudah cukup mah, aku sudah cukup menderita karena keinginan-keinginan mama. aku tidak akan menuruti keinginan mama lagi, aku tidak akan pernah lagi mengikuti keinginan mama, sudah cukup aku menuruti semua keinginan mama sekarang tidak lagi, "Tolak Mitha tegas.
"Kau, kau berani membantah mama, kau harus sadar, jika bukan karena mama kamu tidak akan tumbuh seperti sekarang,
"Mah, itu memang tugas mama sebagai seorang ibu membesarkan dan memberi kasih sayang kepada putrinya, tidak ada yg salah dengan itu, "sahut Mitha
"Ya itu semua memang tugas seorang ibu, kepada putri kandungannya, tapi kau bukan putri kandung--
__ADS_1
"Cukup Misya, jangan melewati batasanmu. "Bentak papa Mitha tiba-tiba.
Mitha yg terlanjur mendengar perkataan mamanya memandang tak percaya, "Apa yg mama katakan itu benar mah? "tanya Mitha dengan menahan tangis.
"Tidurlah, kamu pasti lelah, "perintah papa
"Tidak pah, katakan padaku, apa yg dikatakan mama itu benar, kalau aku bukanlah putri kandung mama? "Tanya Mitha memelas.
Hening, semua nampak diam, tak lama papa Mitha bicara "Mitha kamu adalah putri papa dan mama, tidak ada yg bisa menyangkal itu, sudah sekarang kamu istirahat.
"Kalian membohongiku, "Ucapnya menghentikan langkah papa dan mamanya.
Papa memandang Mitha dengan rasa bersalah, "Sayang, kamu adalah putri papa, sampai kapan pun tidak akan ada yg bisa mengubah itu, tidak perduli kamu terlahir dari wanita mana pun, dan tidak perduli jika tidak ada darah papa di tubuhmu, kamu akan tetap menjadi putri papa yg papa besarkan dengan penuh kasih sayang.
"Jadi siapa orang tua kandungku? kenapa kalian merahasiakan hal sebesar ini dariku?
"Mereka--
"Kami tidak tahu siapa orang tua kandungmu, kami menemukanmu di halaman depan rumah, pada malam hari, pukul sebelas malam kami mendengar tangisan di halaman rumah, mama dan papa menemukanmu, waktu itu kamu baru saja dilahirkan, karena waktu itu tali pusarmu masi menyatu di perutmu, "potong mama Mitha.
Seperti tertancap sembilah belati, Mitha menangis sejadi-jadinya..
Di dalam mobil Raga dan gadis nampak diam, keadaan didalam mobil begitu sunyi, hanya ada suara mesin mobil yg menyala. "Dis "panggil Raga, seraya meraih buku jari istrinya. "Apa yg kamu pikirkan? "tanya Raga.
"Ga, aku--
"Sudah jangan dipikirkan lagi masalah tadi, "potong Raga yg mengerti akan diam istrinya.
"Aku tidak memikirkan pernyataan Alex tadi, aku hanya sedang berpikir, bagaimana caranya aku dapat membungkam mulutnya, "jawab gadis kesal, ternyata gadis menaruh dendam terhadap Alex.
"Sayang, jauhkan pikiran seperti itu, biar semua aku yg urus, kamu tidak perlu khawatir, aku akan memberinya pelajaran jika dia berani mengganggumu lagi.
:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
Dua chapter hari ini, jangan lupa jejaknya.
__ADS_1