
Raga menemui gadis yg terlihat lemas tak bertenaga didalam ruangan kesakitan. "Sayang bagaimana keadaanmu ? "tanya Raga membelai sayang rambut istrinya.
Gadis mengangguk lemah, tanpa mengucap apa pun.
"Ada yg kamu rasakan? sakit, pusing, mual, atau melilit perutnya seperti tadi? "Raga membordir pertanyaan untuk istrinya.
Gadis kembali menggeleng, ia seperti tidak berupaya walau hanya sekedar tersenyum.
"Aku panggilkan dokter ya, "Ujar Raga khawatir melihat gadis yg hanya dapat tertidur lemah.
Gadis menggerakan tangannya menggenggam tangan suaminya, ia menggeleng lemah sembari menutup matanya perlahan kemudian membukanya kembali.
"Tapi Kamu terlihat begitu lemah, sayang.
Gadis nampak memandang Raga dengan tatapan nanar, "Aku haus "ucapnya pelan.
"Haus, "ulang Raga..Raga kemudian mengambil air mineral untuk istrinya seusai istrinya minum, Raga bicar "Sayang terima kasih. "Ucapnya bahagia.
"Untuk apa? "jawab gadis bingung.
"Untuk ini, "Raga mengelus perut istrinya yg sudah terlihat menyembul.
Gadis memicingkan matanya.."Kenapa dengan perutku? "Gadis berpikir kemudian teringat pada perutnya yg sedikit membuncit. "Kau, kau mau mengatakan jika perutku buncit, terus tubuhku gendut begitu. "Ketus gadis kesal, namun dengan suara yg rendah.
"Memang kenapa jika kamu buncit atau gendut? bukankah itu malah akan bagus untuk perkembangan bayi dalam perutmu, "Ujarnya seraya mengelus perut istrinya.
"Ba-bayi "ulangnya terkejut....."Bayi ..maksudmu aku hamil? didalam perutku ada bayi.."lanjutnya, gadis langsung meneteskan air mata haru.
"Iya sayang, sebentar lagi kita akan menjadi orang tua.
"Tapi aku tidak merasakan ada hal yg aneh pada diriku, aku tidak mual, aku juga tidak pusing seperti wanita hamil pada umumnya.. lantas bagaimana sekarang dengan bayi di perutku? aku berolahraga berat beberapa hari ini, dan tadi-- "gadis menjeda ucapannya ia mengingat jika tadi ia mengalami pendarahan, gadis menutup mulutnya dengan mata yg terbelalak. "Bayi, ya bayi..bagaimana keadaan bayinya, tadi aku pendarahan..Ga bagaimana dengan keadaan bayi yg ad--
"Ssttt...tenanglah sayang, "Raga memotong ucapan istrinya, kemudian memeluknya penuh perhatian, "semuanya baik-baik saja, bayi yg ada didalam perutmu saat ini baik-baik saja. hanya saja kamu harus bad rest. . Selama kehamilanmu. kamu jangan stres atau cape, karena jika itu terjadi, itu akan membahayakan untuk calon anak kita. "jelas Raga.
__ADS_1
Gadis menggenggam buku jemari miliik Raga yg ada di atas perutnya.."Aku tidak menyangka jika tuhan akan menitipkan malaikat kecil secepat ini pada kita. terima kasih.. terima kasih telah menemaniku hingga sekarang, menerima segala kekuarangnku, menerima keburukanku dan menerima masalaluku. "Ujar gadis menangis haru.
"Selamat siang nyonya gadis, bagaimana perasaan anda saat ini? "tanya dokter yg baru saja tiba
"Baik dok.
"Syukurlah, memang harus lebih baik ya, harus sehat demi bayi yg ada di dalam perut nyonya.. baik nyonya untuk mengetahui kondisi bayi anda saya akan melakukan pemeriksaan dan USG ya. ayo baringkan tubuh nyonya senyaman mungkin.."Perintah dokter ramah.
Setelah gadis berbaring, Dokter mengoleskan jel keatas perut gadis yg terasa dingin, setelah itu dokter memutar benda diatas perut gadis secara perlahan.."Nah ini dia malaikat kecilnya, "dokter menunjuk gambar yg terlihat masih sangat keci, bayinya sedikit lemah, tapi jangan khawatir, jika nyonya dapat istirahat dengan benar dan memberi asupan gizi yg baik, bayi anda akan kembali sehat dan untuk usia kandungan nyonya saat ini sudah sepuluh minggu ya. "Jelas dokter.
Raga tersenyum bahagia, ia begitu senang mendengar ada nyawa didalam perut istrinya yg sudah berusia sepuluh minggu, yg berati saat ini istrinya hamil hampir tiga bulan.
"Tapi dok, kenapa saya tidak merasakan tanda-tanda kehamilan seperti wanita pada umumnya? yg saya tahu, wanita hamil akan mengalami pusing, mual, dan lemas, tapi saya tidak merasakan itu, saya tidak merasakan hal yg aneh, hanya perut saya yg terlihat sedikit membuncit, saya pikir ini karena saya belakangan ini sering sekali makan dan nyamil, dan ini dampaknya. "tanya gadis penasaran.
"Tubuh ibu hamil butuh tambahan dua ratus kalori per hari di awal kehamilan. tidak heran bila salah satu masalah ibu hamil yakni merasa mudah lapar, dan nafsu makannya meningkat. Dan hamil tanpa mual merupakan hal yang normal nyonya, karena setiap wanita hamil mengalami kondisi yang berbeda-beda. Jika nyonya tidak merasakan mual, kemungkinan hal tersebut disebabkan oleh Tubuh yang dapat beradaptasi dengan cepat, Perbedaan pola makan, dan Kurangnya sensitivita" jelas dokter. "Jadi nyonya tidak perlu khawatir ya. "lanjut dokter
"Begitu ya dok, saya tenang sekarang mendengarnya dok, dari tadi saya bertanya-tanya, mungkinkah kehamilan saya bermasalah,? karena saya tidak mengalami morning sickness. "Tutur gadis lega.
"Untuk sekarang jauhi olahraga berat,dulu ya nyonya, banyak istirahat dan tidak boleh cape atau stres, karena jika anda stres atau banyak pikiran itu sangat berpengaruh pada si jabang bayi. Ok tuan Raga dapat menebus vitamin untuk nyonya gadis di bagian apotek ya, " Ujar dokter, setelah dokter menyampaikan beberapa saran dan masukan untuk ibu hamil, dokter pun pamit
*
*
*
Di apartemen lama Raga, Mitha nampak diam dengan pandangan tanpa arah, ia memutar kembali obrolanya bersama Raga sewaktu berada didalam pesawat.
Sekarang kita sudah memiliki kehidupan masing-masing, jika kamu masih memilki perasaan itu terhadapku, atau seperti katamu bahwa perasaan itu masih sama, sebaiknya kamu membuangnya. karena hatiku sudah terisi oleh wanita lain, wanita yg mau menerimaku dengan semua kekuranganku.
Kata-kata itu terus terngiang di telinganya, "Huhh.." Mitha menghebuskan napasnya dengan berat. "Maafkan aku Raga jika kembali membuatmu repot. aku berjanji setelah aku mendapat jalan keluar dari permasalahanku ini, aku akan pergi dari kehidupanmu untuk selamanya, aku bahagia melihatmu bahagia. aku tidak pernah menyesal telah mengenalmu, kau pria terbaik yg pernah aku kenal. maaf jika aku akan merepotkanmu untuk beberapa saat, tapi aku janji ini hanya sebentar, "Ucapnya dengan pandangan nanar.
Setelah lama terdiam, Mitha pun mengambil hanphonenya, ia berencana akan mencari pekerjaan, ia akan mencari pekerjaan setelah itu pergi dari apartemen dan kehidipan Raga.
__ADS_1
Suara bell memecah kehening didalam apartemen yg saat ini ditempati oleh Mitha, Mitha langsung berjalan menuju pintu, sebelum membuka pintu, Mitha memeriksa terlebih dulu siapa yg datang, Mata Mitha terbelak hingga hendak keluar dari ronggang penglihatannya, ia terkejut dengan tamu yg datang berkunjung ke apartemen milik mantan kekasih itu.
Mitha berjalan mundur dengan tergesa-gesa, hingga tubuhnya terbentur didinding, pandangannya nanar, kaki dan tubuhnya bergetar, "Dari mana dia tahu aku berada disini.? "gumamnya takut dan terkejut. kini napasnya memburu, rasa takut dan terkejut membuat ia menjadi lemas tak bertenaga. Setelah diam cukup lama, ia berjalan lunglai menuju kamarnya, ia segera meraih hanphonenya kemudian menekan tombol hijau setelah mendapat nomor kontak nama Nathan.
Mitha menunggu beberapa saat namun panggilannya belum juga terjawab, Mitha pun kembali menekan tombol hijau dan lagi-lagi telphonenya tak dapat jawaban juga, ia mendengus kesal, lalu kemudian ia kembali berjalan menuju pintu, Mitha kembali mengintip, ternyata sesorang yg tadi datang menekan bellnya Sudah pergi, Mitha kembali menarik napasnya, namun kali ini ia menarik napas lega.
*
*
*
Dua hari berlalu gadis yg saat ini dirawat sudah di perbolehkan pulang karena kondisinya sudah stabil, ia hanya perlu banyak istirahat saja dirumah untuk pemulihannya. "Terima kasih dok, "ucap gadis setelah dokter selesai memeriksa dan mengijinkannya untuk pulang hari ini.
"Sama-sama nyonya, jaga selalu kesehatan anda, "Jawab dokter.
Setelah menyelesaikan adminitrasi Raga dan gadis pun pergi meninggalkan rumah sakit, Empat puluh lima menit mereka pun sampai dikediaman morgan. "Besok kita sudah dapat menggunakan kamar itu. "Raga menunjuk kamar tamu yg ada di bawah, dua kamar yg berada di bawa di jadikan menjadi satu sehingga kamar itu menjadi luas, bahkan lebih luas dari kamar utama yg biasa digunakan oleh kedua orang tua Raga.
"Kamu menyatukan dua kamar itu? "tanya gadis tidak percaya.
"Ya, setelah aku mengetahui kamu hamil, dan kamu juga harus bad rest , aku langsung menghubungi bu Nam untuk mengubah kamar tamu menjadi kamar utama, karena mulai besok kita akan menggunakan kamar itu seterusnya. "jawab Raga santai.
"Baiklah, lakukan apapun yg kamu mau, sekarang aku lapar, aku ingin makan, "Pinta gadis mengelus perutnya.
"Baiklah tuan putri, apa yg tuan putri inginkan sekarang? "Canda Raga, seperti pengawal yg akan mengabulkan segala keinginan ratunya.
"Eum, spaghetti sepertinya enak. "Jawab gadis cepat
"No, tuan putri, anda dilarang keras memakan-makanan seperti itu, anda harus banyak makan sayur dan buah, anda hanya memiliki dua pilihan, makan nasi pakai ikan dan sayur, atau makan nasi pakai daging dan sayur. "Jawab Raga menolak makanan yg diinginkan oleh istrinya.
"Hei, aku ini sedang mengandung anakmu, bagaimana bisa kamu menolak keinginan aku dan anakmu, "Seru gadis.
"Ok jika begitu ayam dan sayur, "Raga tidak menggubris keinginan gadis ia malah memberi pilihan ayam dan sayur untuk istrinya.
__ADS_1
"Hei, itu tidak ada dalam dua pilihan, "Sahut gadis tidak terima, karena gadis tidak terlalu menyukai daging ayam. "Baiklah aku mau wagyu dan sayur, "lanjutnya pasrah.
"Nah gitu dong, jika kamu bersikap baik dan penurut, selain kamu, bayi kita juga akan terlihat manis. "Ujar Raga memuji istrinya, yg di puji terlihat memajukan bibirnya dengan menggerutu pelan.