Love Me My Wife

Love Me My Wife
Anggap ini sebagai permintaan izin.


__ADS_3

Gadis tersenyum masam saat Raga masuk kedalam kamar menyusulnya yg telah masuk kedalam kamar terlebih dahulu.


"Wah sepertinya kau sangat bahagia dapat menikah denganku, "ujar Gadis tiba-tiba..


Ander tersenyum, lalu memutar kursi rodanya mendekat pada perempuan yg saat ini telah berubah status menjadi istrinya itu, "Tentu saja aku bahagia, aku dapat menikahi wanita cantik sepertimu, dan sekaligus dapat membahagiakan mama, "jawab Raga santai.


Gadis kembali tersenyum, "Kau memang bahagia tapi tidak denganku, aku menyesal telah menikah denganmu, aku malu, aku menyesal sudah menerima perjanjian pernikahan ini, semua teman-temanku mengejekku, mereka mencemohku, sekarang kau bilang senang,? dasar pria cacat tidak berguna, "Ujar Gadis kesal lalu pergi masuk kedalam kamar mandi..


Raga bergeming, ia semakin merasa bersalah, dan kali ini bukan hanya kepada ibunya, ia juga merasa bersalah kepada Gadis, yg harus menanggung malu karena memiliki pasangan yg cacat sepertinya.


"Tuhan apa yg harus aku lakukan.."gumam Raga..


Raga beralih duduk di tepi ranjang, ia memijat dahinya secara beruntun, rasa kantuk yg tadi ia rasakan hilang terganti rasa pusing karena luapan kekesalan Gadis.


Ditengah-tengah rasa pusingnya, Gadis keluar dari kamar mandi, setelah menghabiskan Tiga puluh menit lamanya di dalam kamar mandi, akhirnya Gadis keluar juga, ia melirik Raga yg terlihat memijat-mijat dahinya..."Karena ini kamarmu aku akan mengalah, aku akan tidur di kamar ganti, tadi aku melihat ada ranjang kecil di sana, aku akan tidur disana saja..anggap saja ucapanku ini sebagai permintaan ijin padamu.. "Ujar Gadis di tengah-tengah pemikiran Raga yg ntah kemana..


"Tidak perlu, aku yg akan tidur disana, sekarang istirahatlah disini, "jawab Raga lalu kembali duduk dikursi rodanya..Kali ini Raga tak ingin lebih menyulitkan Gadis lagi, ia tak ingin lebih banyak lagi menyakiti siapa pun..


Raga tertidur diruang ganti, ya ruang ganti ini akan menjadi tempat tidur barunya kedepannya, dan rasa kantuk dan pusing langsung membuatnya cepat tertidur..


***


Tok-tok-tok

__ADS_1


"Sayang, apa kalian masih tertidur? bangunlah ini sudah waktunya makan siang, tadi pagi kalian hanya makan sedikit, "panggil mama Serline dari balik pintu..


Gadis kelabakan, bagaimana jika mertuanya masuk dan mengetahui jika putra kesayangannya itu tidur di ruang ganti, ibu mertuanya bisa marah padanya dan melapor pada papa Darwin, dan semua kebohongannya akan terbongkar nanti..


"I-iya mah, ini aku sudah bangun, sebentar aku cuci muka dulu, nanti aku dan Raga akan menyusul, "Saut Gadis, lalu berlari menuju tempat dimana suaminya sedang tertidur, "


"Hei...Kau, bangun, "panggil Gadis, namun Raga nampak tak bergerak "Ya tuhan tidurmu seperti kerbau saja, "gerutu Gadis kesal..


"Hei..bangun, "sambung Gadis, namun kali ini Gadis menggoyangkan tubuh Raga..


"Eumm...Eh.."Raga terjolak kaget saat melihat wanita yg katanya tak ingin dekat-dekat dengannya kini ada dihadapannya, ia langsung terbangun dan terduduk, "Ada apa Dis? kenapa kamu berada disini? "tanyanya bingung..


"Buruan bangun, mamamu memanggil kita, dia menyuruh kita menyusul untuk makan siang, "jelas Gadis


"Baiklah, terima kasih, "jawab Ander lalu meraih kursi rodanya hendak berpindah duduk...


***


"Nah sayang, makan yg banyak mama sudah memasakan makanan kesukaanmu, ini..."mama Serline menyiapkan makanan untuk putranya itu, "Oya Gadis, kebetulan mama belum tahu makanan apa saja kesukaanmu, kamu bisa katakan kepada mama apa saja makanan kesukaanmu, jika kamu mau kita juga bisa masak bersama, agar mama tahu apa saja makanan kesukaanmu, "Jelas Mama Serline..


"Iya, mah. masakan yg mama masak aku suka semua, untuk memasak sebetulannya aku tidak bisa memasak, aku tidak pernah belajar memasak, "tutur Gadis jujur..


"Nanti mama akan mengajarimu memasak, harus kamu tahu, wanita harus bisa memasak, karena itu adalah kewajiban kita sebagai wanita yg telah memiliki suami, "Jelas mama Serline,

__ADS_1


Oh ya tuhan, drama apa lagi ini, untuk apa para pelayan-pelayan itu,? jika aku juga yg harus memasak, "gerutu Gadis dalam hati.


"Iya mah, "jawab Gadis singkat. namun didalam hatinya terus mengatakan ucapan mengumpat, ia benar-benar membenci dapur dan segala isinya, karena ia berpikir untuk apa menyewa banyak pelayan jika ia juga yg harus memasak, "dasar menyebalkan, gerutunya kembali


"Mah, jangan memaksa Gadis untuk bisa memasak, biarkan pelayan yg menyiapkan itu semua, "timpal Raga..


"Mama tidak memaksa sayang, mama hanya menawarkan, itu pun jika Gadis ingin belajar memasak, jika Gadis tidak ingin, tidak masalah kok, dirumah ini banyak pelayan yg akan menyiapkannya, "jawab Mama Serline.


Namun yg sedang di bicarakan nampak tak perduli dengan perdebatan antara suami dan mertuanya itu, ia tetap santai nemakan-makanan yg dibuat ibu mertuanya itu .


"Raga, Gadis, setelah mama dan papa pergi, tolong jaga diri kalian baik-baik, dan untuk kamu Sayang, "mama Serline melihat kearah Gadis dan menggenggam tangan menantunya itu.."Setelah mama pergi, mama sangat bergantung padamu, Mama titip Raga padamu, dia tidak akan merepotkanmu, namun ada beberapa hal yg Raga tidak dapat lakukan sendiri, hal-hal tertentu itu masih membutuhkan bantuan orang lain, semoga kamu tidak keberatan akan hal itu, "tutur Mama Serline, memelas..


"I-iya mah, te-tentu saja, aku akan menjaga dan membantu Raga, dia suami aku sekarang, jadi mama tidak perlu khawatir, "jawab Gadis terbata..


"Syukurlah, jika begitu mama jadi tenang untuk meninggalkan Raga, semoga kalian selalu diberi kebahagian, dan tentunya cepat diberi keturunan, "


Keturunan? yg benar saja, untuk di sentuh pun aku tidak sudi, bagaimana mungkin aku mau mengandung keturunan dari pria cacat sepertinya, jangan pernah bermimpi, karena sebelum itu terjadi aku akan mengakhiri drama ini terlebih dahulu ."Gumam Gadis.


"Oya Mah, kenapa mama mengatakan hal seperti ini? memangnya mama mau pergi kemana? "tanya Gadis heran.


"Sayang, dua hari lagi mama dan papa akan kembali ke Kanada, papa dan mama memutuskan akan kembali menetap disana.


"Oh..."jawab Gadis singkat, lalu kembali masukan makanan kedalam mulutnya.

__ADS_1


Tuhan memang baik, dia selalu berpihak padaku, ok, pernikahan ini memang musibah bagiku, namun kepergian mama dan papa akan memberiku sedikit kebebasan untuk untuk bernafas panjang. "Gadis kembali bergumam..


Bersambung


__ADS_2