
"Ternyata kau cukup berani datang ke acaraku "Tiba-tiba suara yg paling Mitha takutkan berdengung di telinganya, ia ingat betul, bahkan sangat mengingat suara itu.
Mitha menggerakan kakinya hendak melihat pemilik suara, namun pemilik suara kembali bicara.
"Ternyata peringatanku waktu itu tidak berpengaruh padamu.
Dengan perlahan Mitha memutar tubuhnya menghadap wanita paling menakutkan, bahkan menakutkan wanita dihadapannya melebih si tuan tanpa ekpresi, yaitu suaminya sendiri. "Ke-kenapa ibu terus menggangguku. "Ucapnya terbata.
"Siapa kau berani memanggilku ibu! "Seru Ibu tiri Michel melangkah mendekat kepada Mitha.
"Ingat jika kau kalah dari wanita tua itu, aku akan meninggalkanmu disini " Tiba-tiba Mitha teringat akan kata-kata Michel.
"Aku bisa saja merusak wajahmu hingga tak membentuk jika kau tidak menggubris ucapanku. "Ancam ibu mertua Mitha.
"Ma-maksud i-ibu apa? .
"Ya Tuhan dia tidak pantas menjadi ibu tiri Michel, dia lebih pantas menjadi ibu kandung Michel, lihat saja cara dia memandangku, sangat menakutkan sama persis seperti Michel menyeramkan.."gumam Mitha takut, bahkan ia meggidikan bahunya berkali-kali.
"Sudah ku katakan, aku bukan ibumu, jadi berhenti memanggilku ibu.! "Ibu tiri Michel menatap tajam kepada Mitha.
"Ma-maaf...Nyo-nyonya, saya harus pergi, Michel sudah menunggu saya.."Ucap Mitha takut, Mitha dengan cepat melangkah hendak pergi meninggalkan ibu tiri Michel. namun ibu tiri Michel dengan cepat mencekal tangan Mitha dengan erat.
"Jangan pernah berpikir kau bisa lolos dariku. "Ucapnya penuh penekanan.
"Apa masalah anda? kenapa anda selalu mengganggu saya? saya bahkan tidak tahu apa kesalahan saya. "Ujar Mitha memberanikan diri menjawab ucapan ibu mertuanya.
"Kau masih bertanya kesalahan apa yg kau buat! dasar tidak tahu diri, apa pelajaran yg telah aku berikan padamu belum membuatmu jera. "Seru ibu tiri Michel kesal.
"Tapi aku tidak merasa membuat kesalahan atau pun menyinggung anda.
"Kau- "ibu tiri Michel kesal hingga menarik rambut Mitha dengan keras.
"Aww, ampun nyonya, ampun..."Mitha berusaha melepaskan cengkraman tangan ibu mertuanya yg menarik rambutnya dengan keras.
"Ampun! kau pikir aku bercanda dengan kata-kataku. biarku ulang kembali kata-kataku, aku tidak menyukaimu, dan aku ingin kau meninggalkan Michel, karena aku akan menikahkan Michel dengan wanita pilihanku. "
"Kenapa anda tidak bicara saja langsung kepada Michel agar Michel meninggalkan saya, kenapa anda repot-repot menyuruh saya yg harus meninggalkan Michel, "jawab Mitha ditengah sakitnya menahan rambutnya yg di tarik.
"Berani sekali kau menasehatiku.
"Saya hanya memberi anda saran, karena percuma jika anda bicara kepada saya, karena saya tidak memiliki keberanian untuk pergi meninggalkan Michel.
"Kurang ajar, "Ibu tiri Michel mencakar wajah Mitha hingga berdarah.."Beraninya kau padaku, "Ucapnya marah.
Tidak jauh dari Mitha dan ibu tiri Michel, Michel berdiri sambil bersandar didingding menyaksikan dua wanita beda generasi sedang bertengkar. ia tersenyum menyeringai saat kedua wanita yg tak jauh dari dirinya bersahutan saling membalas kata perkata. "Satu kesempatan yg telah ku berikan padamu, jadi pergunakan kesempatan itu dengan baik. "Gumam Michel menatap tajam kepada kedua wanita yg sedang bersitegang.
"Lepaskan saya, tolong jangan ganggu saya.. "lanjut Mitha memohon.
__ADS_1
"Aku akan melepaskanmu, asal kau mau menuruti semua keinginanku.
"Saya bukan pekerjamu, kenapa saya harus mengikuti keinginamu. "Jawab Mitha masih mencoba melepaskan cengkraman ibu mertuanya dari rambutnya.
"Kau memang wanita tidak tahu diri, aku akan membuat kau mengerti sedang berurusan dengan siapa kau sekarang "Ujar ibu tiri Michel semakin mengeratkan cengkramannya, "Rasakan ini, mati saja kau, "Ibu tiri Michel menampar, menginjak-nginjak tubuh Mitha, hingga Mitha terlihat limbung dan tersungkur dilalntai.
"Ah.."Rintih Mitha saat tubuhnya dihempaskan ke lantai hingga kepalanya terbentur di dinding ia terlihat tak berdaya, "Hentikan nyonya, saya mohon ampuni saya, saya mohon nyonya. "Mitha memohon dengan tubuh yg lemah.
"Apa sekarang kau sudah mengerti harus seperti apa? kau harus ingat baik-baik jika kau itu hanya seorang manusia bodoh dan lemah, jadi jangan pernah berpikir untuk melawanku. "Ucap ibu tiri Michel menakutkan. "Rasakan ini, kau harus lenyap karena aku tidak suka melihat wanita yg berani menentangku, "lanjutnya kembali hendak melayangkan pukulan kepada Mitha, namun sebelum tangannya sampai di tubuh Mitha, sebuah tangan mencekalnya.
"Kau sudah melakukan hal diluar batas Grace Bhalendra. "Ucap Michel menghempaskan tangan ibu tirinya hingga tersungkur. "Aku sudah katakan padamu, untuk tidak menyentuh milikku. tapi sepertinya kau mengabaikan ucapanku. "Lanjut Michel penuh dengan penekanan.
"Michel kau menyakitiku, kau tau jika ayahmu tau, kau telah menyakitimu, kau akan di hapus dari daftar penerima warisan. "Seru ibu tiri Michel.
"Coba saja jika kau ingin mengadu. aku tidak takut. "tantang Michel dengan sorot mata yg menyeramkan.
"Kau-- "Ibu tiri Michel menggeram kesal, namun ia tidak berani untuk melawan putra tirinya itu.
Michel memandang Mitha, kemudian menghembuskan napasnya secara kasar.."Kau tidak dapat diandalkan. "Ucap Michel, namun tangannya mengangkat hati-hati tubuh Mitha yg terlihat lemah.
"Aku masih bisa berjalan. "Ucap Mitha lemah mencoba turun dari gendongan Michel, karena saat ini Michel sudah menggendongnya.
"Berhenti bergerak, jika tidak akan ku jatuhkan kau ke lantai. "Ancam Michel, sambil berlalu meninggalkan ibu tirinya yg terlihat menahan kesal.
*
*
*
"Permisi selamat malam, Sendiri saja nyonya ? "Tanya Perawatan yg datang untuk memeriksa Raga.
"Eum..Iya sus, "Gadis mengusap air matanya yg masih tersisa.
"Nyonya harus sabar, pasien koma pada umumnya masih dapat mendengar, walau tidak merespon, beri semangat untuk pasien agar pasien dapat segera terbangun dari komanya. "Jelas suster.
"Apa itu benar sus? apa suami saya dapat mendengar apa yg saya katakan? "tanya gadis berbinar.
"Tentu saja, pasien koma masih dapat mendengar semua yg kita katakan, maka dari itu, kita harus selalu memberinya semangat, dan nyonya jangan menangis, karena itu akan membuat suami anda ikut sedih. "Jawab dokter tersenyum ramah.
"Tapi berapa lama lagi suami saya dapat bangun sus? saya tidak tega melihat suami saya terus terbaring lemah seperti ini. "
"Pasien koma akan mendapatkan kesadaran kembali secara bertahap walaupun pada kasus yang parah, pasien koma baru sadar setelah beberapa minggu. nyonya harus bersabar, dan banyak berdoa, saya yakin suami nyonya akan kembali sembuh dan bangun dari komanya. "jawab suster
"Terima kasih sus.
"Sama-sama nyonya, saya permisi dulu. "pamit suster.
__ADS_1
Darlan Tersenyum menyeringai di ruang kerjanya, ia nampak puas dengan kinerja anak buahnya.."Aku sudah memperingatkanmu ponakanku yg malang, agar kau tidak melawanku, tapi kau selalu melawanku, dan untuk kedua kalinya kau hampir kehilangan nyawamu di tanganku, bahkan sekarang bukan hampir, tapi sudah proses kematian.."Ucap Om Darlan tersenyum menyeringai.
"Pah, apa kak Ramond tidak akan mengetahui semua ini? mamah takut dia mengetahui semuanya. "Ujar istri om Darlan.
"Mereka hanya segerombolan manusia bodoh jadi kau tidak perlu takut, "Jawab Om Darlan meremehkan.
"Lantas bagaimana jika Raga benar-benar meninggal?
"Ada apa denganmu? jika Raga mati itu akan lebih baik, aku akan menguasai perusahaannya tanpa hambatan. "Seru Om Darlan serakah.
"Tapi pah, aku merasa kasihan pada Raga, dia sudah banyak membantu kita, dia juga selalu memberikan apapun untuk putri kita, apa ini tidak keterlaluan, seharusnya kita--
"Cukup Anita, "Bentak Om Darlan. "Bukankah kau tidak ingin hidup miskin! jika kau tidak ingin hidup miskin, maka ikuti semua permainanku, hilangkan rasa kasihanmu pada anak itu, dia memang seharusnya mati sejak empat tahun yg lalu, jika dia mati sekarang, itu memang sudah seharusnya dia mati, jadi berhenti berkata jika kau mengasihinya. "lanjut Om Darlan emosi.
Istri Om Darlan diam seketika saat suaminya membentak dirinya..
"Ingat jika aku mendengar sekali lagi kau berkata kasihan pada anak itu, aku akan membuat kau juga bernasib sama dengan bocah ingusan itu. "Ancam Om Darlan. lalu pergi meninggalkan istrinya.
Ditempat lain Nathan masih sibuk dengan urusannya, ia tidak dapat istirahat dengan nyaman jika ia belum mendapatkan bukti tentang kecelakaan tuannya.
"Tuan Nathan, ini laporan yg saya dapat, "salah satu anak buah Nathan datang memberikan sebuah Map yg berisikan informasi tentang keterlibatan Om Darlan.
"Hmm..."Nathan mengambil Map tersebut dari anak buahnya, ia membaca dengan seksama. "Oh jadi dia benar-benar terlibat, Baiklah mari kita bermain tuan Darlan. "Gumam Nathan dengan sorot mata yg tidak dapat ditebak.
Setelah Nathan menerima laporan yg ia butuhkan, ia pun pergi meninggalkan kamarnya, ia mengetuk salah satu kamar yg tak jauh darinya
"Ceklek.. "pintu terbuka setelah Nathan mengetuknya.
"Hm, informasi apa yg kau dapat. "tanya papa Ramond.
"Ini tuan, "Nathan memberikan Map yg berisikan informasi, dengan santai papa Ramond membuka map tersebut, wajahnya berubah menjadi gelap setelah membaca informasi yg di berikan oleh Nathan.
"Saya akan membawa tuan Darlan besok pagi--
"Kenapa harus menunggu pagi? aku ingin dia sekarang, dia harus membayar semuanya sekarang juga, karena aku akan membuat dia tidak dapat melihat matahari terbit lagi. "Ucapnya dingin
"Tapi tuan--
Papa Ramond memandang tajam kepada Nathan, Nathan yg mengerti akan tatapan tuan besarnya langaung berkata baik.
Bersambung
*
*
Tinggalkan jejaknya dengan like, komen, dan vote.
__ADS_1