Love Me My Wife

Love Me My Wife
Menginginkanmu


__ADS_3

Khusus Emak-emak berdaster dan yg memiliki pasangan, yg gak punya pasangan di Skip aja.


~happy reading~


Setelah kemarahan Raga, Om Darlan di di bawa beberapa perawat untuk mendaptkan perawatan, karena Raga tidak dapat menahan amarahnya lagi, kejadian demi kejadian yg terjadi pada dirinya ternyata itu tidak lepas dari rencana omnya sendiri.


"Raga, apa kamu baik-baik saja nak, "Papa Ramond mendekati putranya yg terlihat terengah-engah, papa Ramond yg tadi sempat melerai dan menghentikan aksi Raga hanya dapat menarik napas, karena ia juga baru melihat kemarahan putra yg benar-benar besar.


"Tenangkanlah dirimu, jangan seperti ini, papa memang akan memberi pelajaran pada Om mu itu, namun tidak se--


"Rasanya aku ingin membunuhnya saat ini juga pah, "Potong Raga yg masih emosi.


"Papa mengerti, tapi jika kamu melakukan itu, bagaimana dengan istri dan putramu, apa kamu tidak memikirkan perasan gadis dan Nevan! mereka akan malu dan menjadi buah bibir orang lain jika kamu menjadi seorang pembunuh.


"Raga.. "Panggil gadis panik dan khawatir. "Ga, apa yg terjadi? anak buah papa memberi kabar jika kamu sedang berkelahi bersama om mu, apa itu benar? "Gadis menatap suaminya penuh dengan kekhawatiran.


"Aku baik-baik saja, tadi aku hanya memberi sedikit pelajaran pada pria berengsek itu. "Jawab Raga mengusap punggung tangan istrinya menenangkan.


"Kamu sepertinya sangat kelelahan, minumlah dulu. "Gadis mengambilkan air putih yg tersedia di nakas, kemudian membantu Raga untuk meminumnya.


*


*


*


Satu bulan kemudian.


Raga dan gadis telah kembali ke jakarta, rumah tangga mereka juga semakin bahagia, "Sayang..Ponsel, dompet dan laptop aku sudah siap belum. "Teriak Raga sudah terlambat, hari ini ia dan gadis akan mengeluarkan produk baru di perusahaannya. dan untuk kali ini gadis ikut andil di perusahaan karena Nathan tidak dapat lagi membantu Raga, Nathan di percaya untuk memegang perusahan Raga yg berada di singapore, perusahan yg sempat diambil alih oleh Omnya beberapa bulan yg lalu.


"Ya tuhan Raga, bisa tidak, tidak untuk berteriak-teriak. "Jawab gadis kesal.


"Sayang, ini sudah pukul depan, kita akan terlambat, ayo buruan.. "Raga menarik tangan gadis selayaknya menarik anak kecil yg susah untuk di beri pengertian.


"Raga, "Gadis menarik tangannya dari tarikan Raga, "Aku mau berpamitan dulu pada Nevan. "Ujar gadis kesal.


"Ya tuhan aku melupakan putraku. "Ucap Raga menepuk keningnya. Raga dan gadis segera masuk kedalam kamar Nevan.


"Sayang baik-baik ya dirumah, jangan nakal. "pesan gadis sambil mencium seluruh wajah putranya.


"Kau dengar jagoan pesan mama mu, jangan nakal ya, karena namamu hari ini akan menghabiskan waktu bersama papa sehari penuh. "Ujar Raga menghujani putranya dengan ciuman.


"Bu Nam, suster, saya titip Nevan ya, hubungi saya jika ada apa-apa "pesan gadis.


Sesampainya di kantor gadis langsung menyiapkan dokumen yg di perlukan oleh suaminya, sementara Raga mengecek kembali isi dari dokumen yg akan ia presentasikan nanti. Gadis nampak sibuk membolak balikan berkas satu demi satu, itu semua ia lakukan agar tidak ada kesalahan sedikit pun sisaat suaminya nanti mengenalkan produk baru yg akan mereka luncurkan pekan depan.


Raga menarik lengan gadis hingga terduduk di pangkuannya "Maaf sudah membuatmu lelah, aku berjanji akan segera mencari pengganti Nathan, agar kamu tidak usah membantu aku lagi, "Ujar Raga tak tega melihat istrinya kelelahan.


"Kamu tenang saja ga, jika aku lelah aku akan berhenti dan pulang, aku harus mengasah otak ku lagi, aku jenuh jika harus dirumah seharian penuh, hanya makan dan tidur, "Jawab gadis, membelai lembut wajah suaminya yg mulus.


"Sayang apa kau berniat menggodaku? itu membuat aku menginginkan yg lebih, "Ucap Raga berbisik dengan godaan.

__ADS_1


"Kau itu, kita harus bekerja hari ini, waktumu hanya tersisa empat puluh menit lagi, ayo bersiap-siap. "Gadis bangun dari pangkuan suaminya, namun Raga kembali menariknya.


"Bagaimana bisa kamu meninggalkanku, saat membuat yg dibawa sana terbangun, "Ucap Raga menarik istrinya, kemudian langsung memangut bibirnya.


"Eum.. "gadis berusaha melepaskan pangutan suaminya. karena tak di indahkan gadis pun memukul pelan dada bidang suaminya. "Raga.. Kita akan mengadakan rapat sebentar lagi.. "ucap gadis setelah Raga melepaskan pangutannya.


"Aku tahu, rapat masih empat puluh menit lagi, kita akan melakukannya lima belas menit saja, ya aku janji lima belas menit saja, "Pinta Raga. "aku yakin setelah melakukan itu, seluruh energi dan otakku akan berjalan dengan baik, bahkan lebih baik, karena seluruh energi sudah terisi dengan baik. "Bisik Raga.


"Tapi ga, ini kantor.. "jawab gadis menggeleng tak mengerti dengan suaminya yg semakin hari semakin mesum.


"Aku tidak mengatakan jika ini hotel. "Seru Raga.


"Tapi kita tidak mungkin melakukan itu disini.


Raga langsung menggendong istrinya membawanya masuk kedalam ruangan, yg biasa Raga gunakan untuk istirahat dikala lelah


"Raga, apa yg kamu lakukan? "Gadis dengan refleksi memeluk leher suaminya.


"Sayang, kita akan melakukannya disini. "Ucap Raga yg langsung membuka pakaian istrinya dengan cepat.


"Ya tuhan Ga, kenapa kamu menjadi ganas seperti ini. "keluh gadis setelah suaminya berhasil membuka seluruh pakaiannya.


*


*


*


Michel mengerutkan dahinya bingung. "Ada apa denganmu? kenapa kau berada di depan pintu kamarku? "Tanya michel bingung,


"A-aku--


Tidak ingin pusing, michel pergi tanpa mendengarkan lebih lanjut ucapan mitha yg terlihat terbata.


"Aku akan pulang terlambat malam ini, "Ujar michel di tengah-tengah sibuk mengoles rotinya dengan selai.


"Memang kau mau kemana? apa pekerjaanmu begitu banyak hingga akan pulang terlambat? dan eum-- "mitha memberhentikan ucapannya. karena merasa terlalu banyak bicara.


"Dan apa? "tanya michel mengulang ucapan mitha yg terhenti.


"Tidak ada.. "Jawab mitha tersenyum paksa.


Michel yg tidak mau pusing hanya menaikan bahunya tanda tidak perduli. "Hubungi orang tuamu, semalam papamu menghubungiku, dia mengatakan jika dia ingin bicara denganmu. "Ujar michel baru mengingat jika ayah mertuanya menghubungi dirinya semalam.


"Baiklah terima kasih . "Jawab mitha tak bersemangat.


Michel yg menyadari ada yg aneh pada istrinya, memandang intens wajah istrinya. "Apa ada masalah? "tanya michel di tengah suapan terakhirnya.


"Hah.. ti-tidak ada. "jawab mitha gugup.


Michel menghembuskan napas kasarnya, "Apa kau mencurigaiku? "Tebaknya.

__ADS_1


"Me-mencurigaimu? "ulang mitha, "Ti-tidak. mana berani aku mencurigaimu. "jawabnya masih terbata.


"Memang siapa aku, berani mencurigaimu "batin mitha.


"Wanita yg menghubungiku tadi, namanya Imelda, dia adalah sahabatku di waktu aku duduk di bangku sekolah menengah, dia mengundangku untuk datang ke acara reuni. malam minggu nanti di jakarta, "Ujar michel menjelaskan.


"Kenapa aku jadi menjelaskan ini, kepadanya? "Batin michel


"Oh.. "Jawab mitha satu kata.


"Oh, "ulang michel, "apa kau tidak berniat ingin ikut, atau bertanya, aku akan pergi dengan siapa, setidaknya kau bicara, apa kau tidak ingin mengajakku.. "Ujar michel kesal.


"Eh.. "Mitha terkejut, kenapa dengan suaminya, kenapa suaminya jadi marah terhadapnya.?


"Apa boleh. "jawab mitha polos.


"Tidak boleh. "Seru michel ketus.


"Kau itu, tadi kau memintku untuk bicara seperti itu, tapi sekarang kau malah terlihat marah, "Ujar mitha sedikit memajukan bibirnya.


Michel menarik bibir atasnya membentuk senyuman. melihat Mitha merajuk itu terlihat menggemaskan untuk Michel, michel mendekat lalu mengacak rambut mitha, mitha tertegun, ini pertama kali michel melakukan itu, dan mitha sangat menyukai sikap michel yg sekarang, mitha membalas senyuman michel dan keduanya sama-sama saling memandang hingga pandangan keduanya terkunci.


Michel dan mitha terus saling memandang satu sama lain, ntah siap yg mendekat terlebih dulu, mereka tidak ada yg merasa karena saat ini benda kenyal itu sudah menempel satu sama lain. Mitha memejamkan matanya saat bibir michel semakin menempel, michel melihat wajah mitha, merasa tidak ada perlawanan, michel pun melanjutkan aksinya, ia pangut bibir istrinya pelan, namun pangutan itu semakin lama semakin memanas dan liar, tangan michel sudah berselancar kemana-mana. dan ntah kapan michel melakukannya, pakaian atas yg di kenakan oleh mitha sudah jatuh di atas lantai.


Lengkuhan, erangan terdengar menggema diruang makan "Aku menginginkamu, apa kau siap? "Bisik michel yg sudah tidak dapat menahan birahinya lagi. Mitha mengangguk malu tanda setuju. dengan cepat michel membopong tubuh mitha membawanya masuk kedalam kamar milik michel. setelah sampai didalam kamar, michel kembali menyatukan bibirnya bersama bibir mitha, pangutan itu beralih pada leher jenjang milik mitha, lalu naik ke ketelinga michel menggigit pelan telinga mitha, hingga sang pemilik merasakan sensai yg berbeda, mendengar mitha mengeluarkan lengkuhan, michel pun dengan segera menarik kain persegi yg tersisa di tubuh mitha.


Mitha menahan tubuh Michel yg hendak menyatukan keduanya. Michel memandang Mitha dengan intens, dari pandangannya Mitha dapat menebak, jika Michel ingin bertanya kenapa..


"Pe-pelan-pelan "Pesan Mitha ujar malu, yg mengerti arti tatapan Michel.


Tak menjawab, michel langsung melancarkan aksinya


Udah dulu ah.. panas dingin kalau nulis beginian, tapi nanti di terusan lagi.😂 tinggalkan jejak like dan komennya. ada yg kangen Raga, gadis michel dan mitha gak nih, aku kasih visualnya ya.. happy reading..


Raga



Gadis



Michel



Mitha



Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2