
Michel kembali tersenyum menyeringai, ia sudah tidak ingin bermain-main lagi dengan wanita yg saat ini dihadapannya yg tak lain adalah istrinya sendiri. "Aku tidak ingin pusing mengurus kau lebih lama lagi, jika kau tidak ingin ikut denganku aku tidak akan memaksa, tapi jika sesuatu terjadi kepada kedua orang tuamu, jangan pernah menyalahkan aku, karena ini adalah pilihanmu, yg berarti kau sendiri yg menyulitkan kedua orang tuamu. "Ujar Michel santai namun penuh penekanan.
Mitha memejamkan matanya kemudian kembali membukanya, sejauh apapun ia pergi, tetap saja ia akan kembali kepada pria yg saat ini menjadi suaminya. "Baik aku akan ikut bersamamu, tapi aku ingin memastikan terlebih dulu keadaan kedua orang tuaku. "jawab Mitha tak ada pilihan lain.
Michel tersenyum menang, kemudian ia ambil hanphonenya dari dalam saku celananya. setelah itu ia tekan tombol hijau yg langsung mendapat jawaban disebrang sana.
"Halo..."Ujar mama Mitha disebrang sana.
"Halo ibu mertua, aku sedang bersama putrimu yg bodoh ini, dia ingin mendengar suara sedihmu saat ini, "jawab Michel tersenyum mengejek.
"Apa? apakah Mitha telah ditemukan? bagaimana keadaannya,? saya mohon jangan sakiti dia, "Pinta mama Mitha disebrang sana.
"Kenapa aku tidak boleh menyakitinya! aku akan melakukan apapun terhadapnya jika aku menginginkannya. dia milikku, kalian telah menjualnya, dia harus membayar setiap apa yg dia lakukan, namun jika dia bersikap baik, aku akan berusaha memperlakukannya dengan baik.
"Tolong jangan berkata begitu, kami tidak pernah menjualnya, sekarang Mana Mitha, Michel, biarkan aku bicara dengan putriku, "pinta mama Mitha.
"Baiklah, aku akan memberikan kalian waktu beberapa detik, oh tidak beberapa menit untuk meluapkan rasa rindu kalian, "Setelah berujar, Michel langsung memberikan hanphonenya, lalu berdiri melipat tangannya di depan dada serasaya memperhatikan Mitha.
*
*
*
"Eum..."Raga terbangun dari tidurnya , ia nampak mengerjap-ngerjapkan matanya karena terkena kilauan matahari yg menyeruak masuk kedalam kamarnya. "jam berapa ini? "gumamnya masih belum sempurna membuka matanya.
"Bangunlah, aku sudah membuatkan sarapan untukmu, "Ujar gadis tiba-tiba muncul ditengah malasnya Raga membuka mata.
"Hah, benarkah? "ucap Raga berbinar seraya terkejut. pagi ini istrinya bukan hanya menyapanya namun dia juga memasakan sarapan untuknya, dengan perasaan bahagia Raga langsung bangun dan masuk kedalam kamar mandi..
"Ok, hari yg baik harus menyambutnya dengan semangat, "Ujar Raga bicara sendiri, ia bahkan lupa untuk mengatakan sesuatu pada istrinya karena saking senangnya. "Oh, kenapa aku tidak menyapanya tadi. "gumamnya semangat.
Raga menghampiri istrinya yg sudah mulai sarapan terlebih dulu, dengan senyuman bahagia Raga menyapa istrinya. "Good morning sayang.."sapanya semangat.
Gadis hanya melirik tanpa membalas sapaan suaminya.
"Eum...menu pagi ini terlihat begitu lezat, "lanjut Raga, berkomentar akan menu sarapan pagi ini.
Tetap tidak mendapat respon, Raga tersenyum bodoh, "Sayang, aku akan pulang terlambat malam ini, akan ada acara di perusahaan sahabatku, aku akan menghadirinya nanti, "Ujar Raga memberi tahu istrinya, namun tetap istrinya terlihat cuek dan tidak meresponnya.
Tiba-tiba rasa lapar dan semangat hilang seketika takkala satu ucapannya tak mendapat respon sedikitpun dari istrinya, Raga mengambil menu sarapan yg dibuat istrinya, hanya dua suapan yg masuk kedalam mulutnya, kemudian ia sudahi, aku berangkat sekarang, terima kasih untuk sarapan hari ini, "ucapnya mendorong kursi yg ia duduki, kemudian ia langsung meninggalkan kediamannya,
Raga nampak memijat-mijat keningnya yg terasa pusing, ia pikir dengan gadis membuatkan makanan pagi ini, istrinya itu sudah dapat memaafkannya, namun ia salah, bahkan keberadaannya dihadapnya tak di anggap sama sekali, "kenapa wanita memiliki sifat merajuk begitu lama, "Ucap Raga tiba-tiba ditengah keheningan didalam mobil yg di kendarai oleh Nathan.
__ADS_1
Nathan menaikan sebelah alisnya bingung, "Maksud tuan? "tanya Nathan tak mengerti.
"Apa kau pernah jatuh cinta?
Bukan hanya alisnya yg terangkat namun kini keningnya pun ikut mengeriting hingga hingga terlihat beberapa lipatan, Nathan melirik kaca yg ada di hadapannya memastikan tuannya itu bicara padanya bukan sedang melakukan panggilan bersama orang lain. setelah yakin jika tuannya bicara padanya, Nathan pun berucap, "Itu, say--
"Apa kau pernah bertengkar? "Belum terjawab satu pertanyaan, Raga sudah melontarkan pertanyaan lain dengan memotong kalimat yg akan di ucapkan oleh Nathan.
"Tentu saja tuan, setiap manusia yg menjalin sebuah hubungan pasti akan mengalami hal seperti itu, ntah hubungan pasangan kekasih, atau pasangan suami istri, pasti sebuah hubungan akan mengalaminya. "jawab Nathan tanpa melihat kepada tuannya.
Raga tersenyum sinis, "Kau bertingkah seperti pria yg berpengalaman saja, aku tidak yakin jika ada wanita yg menyukai pria lurus tanpa expresi seperti mu, "Cibir Raga.
"Kau sangat menyebalkan tuan, bukan kau tadi bertanya, aku hanya menjawab pertanyaamu, tapi kau malah mencibirku. "gumam Nathan menggerutu.
*
*
*
Siang ini gadis berencana akan datang ke tempat dimana teman-temannya akan mengadakan kumpul bersama. gadis bersiap, ia sudah mencoba pakaiannya lebih dari sepuluh kali, namun tidak ada satu pun yg cocok untuknya, "Arghh...."Teriaknya kesal, karena tidak ada satu pakaianpun yg terlihat cocok d8kenakannya, "Kenapa baju ini tidak terlihat bagus saat ku pakai, "ucapnya frustrasi.
"Nona, apa ada masalah? "tanya bu Nam, menghampiri majikannya dengan khawatir, karena mendengar majikannya teriak.
"Bu Nam, kenapa pakaian ini terlihat jelek saat aku pakai, "keluhnya mengadu..
"Apa maksud bu Nam ? "Seru gadis kesal, "Bu Nam mau bilang jika sekarang aku gendut, dan tidak pantas memakai pakaian ini! "lanjutnya sudah kesal siaga dua.
"Ehh, "Bu Nam terkejut dengan tanggapan majikannya, "Bu-bukan seperti itu nona, maksud saya-- "Bu Nam terdiam ia bingung harus bicara apa, sedangkan pada kenyataannya majikannya itu memang terlihat gemuk dan perutnya sudah terlihat membuncit.
"Begini non, nona terlihat cantik dengan bentuk tubuh seperti apapun, jika berat badan nona bertambah itu berarti nona dan bayi yg ada didalam kandungan nona saat ini sehat. "lanjut bu Nam hati-hati.
Gadis terlihat berpikir, kemudian mengelus perutnya yg terlihat sudah membuncit, "Huh, aku sampai lupa jika didalam perutku ada mahluk hidup, "Ucap gadis mengelus perutnya diselingi senyuman.
Bu Nam bernapas lega, biasanya majikannya ini jika sedang marah sulit untuk di kendalikan, "Oya non, kenapa tidak memakai baju yg tuan belikan waktu itu, itu terlihat bagus di gunakan oleh nona, "Saran bu Nam.
"Ah ya, aku lupa dengan pakaian itu, tolong ambilkan ya, "Ujar gadis meminta tolong pada bu Nam. bu Nam dengan semangat langsung mengambilkan baju yg majikannya inginkan.
Gadis langsung menggunakan pakaian yg Raga belikan beberapa hari yg lalu sebelum ia dan suaminya itu bertengkar, gadis tersenyum saat melihat dirinya yg terlihat cantik di pantulan cermin. "Huuh, kenapa aku tiba-tiba merindukan Raga, "Keluhnya. gadis terdiam, ia mengingat kecerian suaminya tadi pagi, namun beberapa menit kemudian suaminya kembali tidak bersemangat.
"Nona gadis! "panggil bu Nam, membuyarkan lamunan majikannya.
"Heumm..."jawab gadis tidak semangat.
__ADS_1
"Nona, saya dan dua orang pengawal akan memenemani anda, "Ucap bu Nam.
"Hah, apa? bu Nam pikir aku mau berdemo mengajak kalian, aku akan pergi ke pesta, bukan untuk berdemo, aku ingin pergi sendiri, aku tidak mau ada yg menemani, jadi berhenti bersikap posesif padaku. "tolak gadis kesal.
"Jika anda tidak ingin kami ikut, setidaknya nona beritahu tuan, jika hari ini nona akan menghadiri sebuah acara, tuan akan sangat marah jika beliau tidak tahu, kami tidak ikut bersama anda, "Bu Nam mencoba meminta pengertian dari nonanya.
"Huh, kenapa hidup Raga begitu rumit, aku hanya pergi kepesta, lagi pula aku sedang malas bicara dengannya, bu Nam saja yg menghubunginya, aku sedang tidak ingin bicara dengannya. "Ucap gadis memerintah bu Nam.
"Baik non, saya akan mengubungi tuan, "jawab bu nam meninduk sopan.
Disebrang sana Raga terkejut setelah mendengar laporan bu Nam, jika siang ini istrinya akan pergi ke pesta tanpa ingin ada yg menemani, "Kenapa keras kepalanya datang lagi, "gumam Raga khawatir akan kepergian istrinya, pasalnya disana pasti akan ada temannya dan juga mantan kekasihnya yg berulang-ulang kali ingin membuat masalah dengan istrinya.
Raga keluar dari ruangannya, sembari berjalan ia melontarkan perintah pada asistennya. "Nath, undur semua pertemuan hari ini, aku akan pergi, ada urusan yg harus aku selesaikan, kau tetap berada disini, urus semua kekacauan "Perintah Raga.
Nathan yg terkejut langsung terbangun, "Tapi tuan, bagaimana dengan Soraya group, kita sudah menunda pertemuan dengan perusahaan itu berulang-ulang kali. "jawab Nathan takut-takut.
"Kecuali itu, kau akan menemuinya, katakan maaf ku pada mereka, katakan jika aku tidak bisa datang karena ada urusan yg tidak dapat aku tinggalkan, untuk yg lain, buat jadwal baru lagi. "perintahnya kembali.
"Tapi tuan, so--
"Apa sekarang pendengaranmu bermasalah! "potong Raga kesal.
"Baik tuan.. "Jawab Nathan patuh.
*
*
*
Gadis telah sampai di sebuah bar mewah yg sudah di reservasi oleh teman-temannya, ia terlihat cantik dan anggun dengan gaun berwarna biru muda, walau kini tubuhnya tak seindah dulu, namun hamil menambah aurah kecantikan untuknya. ia berjalan dengan santai menuju kerumunan sahabat-sahabatnya, ia menyapa satu persatu sahabatnya, tak sedikit yg kagum akan kecantikan gadis walau dengan keadaan perut yg sudah terlihat membuncit.
Ditengah-tengah obrolanya bersama sahabat-sahabatnya, tak sengaja ia menangkap sosok sahabat yg telah menghianatinya, gadis menghampiri jaslyne dengan senyuman menyeringai.
"Wah, setelah sekian lama akhirnya aku dapat bertemu dengan penghianat, "Ejek gadis tersenyum sinis.
*
*
*
Bersambung
__ADS_1
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
Like dan komen