Love Me My Wife

Love Me My Wife
Menyentuh yang tidak seharusnya


__ADS_3

Hari, bulan telah berganti, kini gadis sedang menikmati perannya sebagai ibu baru. "Ayo sayang kita pergi jalan-jalan. "Seru gadis bicara kepada putranya.


Gerald Nevan Morgana, nama putra dari Raga dan gadis, kini usia Nevan Sudah memasuki usia tiga bulan, usia tiga bulan ,Nevan sudah dapat menendang Saat ini, Nevan juga semakin sering tersenyum pada setiap orang yg mengajaknya bicara, ia sering tersenyum dan menirukan ekspresi wajah , ia juga sudah mulai mengoceh dan menirukan suara seperti dapat membuat suara-suara seperti aah atau uuh yang dikenal dengan istilah cooing. dan itu membuat Nevan semakin terlihat menggemaskan.


"Ok let's go kita berangkat..."lanjut gadis berseru dengan sesekali menggoda putranya.


"Silahkan nyonya "Sopir membukakan pintu belakang kemudi untuk gadis.


Gadis telah sampai di salah satu mall yg berada di Jakarta, ia nampak sedang memilih-milih pakaian untuk dirinya, semenjak ia memiliki Nevan ia tidak pernah pergi ke mall, hari-harinya ia habiskan untuk bersama putrinya, dan baru kali ini ia ke mall setelah hadir putranya. "Sepertinya baju ini pas di tubuhku. "Gumam gadis tersenyum melihat indahnya pakaian yg ia pilih.


"Mba tolong bungkus yg ini, "Ujar gadis memberikan baju yg ia pilih.


Pramuniaga yg sedang menata pakaian dengan posisi membelakangi gadis berbalik,


"Kau ! "Ujar jeslyne


"Kau "Ucap gadis bersamaan.


Gadis terlihat tersenyum mengejek. "Kau....haha "Gadis menertawakan jeslyne. "Wow surprise..."Ujar gadis mengejek.


Jeslyne terlihat kesal, hingga menggemeretakkan giginya.."Sekarang kau puas! "Seru jeslyne menahan kesal.


Gadis kembali tersenyum, "Aku baru tahu, seorang model bisa merangkap menjadi pelayan juga "Cibir gadis.


Napas jeslyne memburu, rasanya ingin sekali ia menjambak dan mencakar rabut dan wajah gadis, namun ia takut jika itu ia lakukan, ia akan kehilangan pekerjaannya yg dengan susah payah ia dapatkan, karena Raga menyebarkan namanya ke seluruh network  dan menyebutnya tidak punya itikad baik dan membuat masalah yg tidak berkesudahan. setelah kehilangan pekerjaannya sebagai model, jeslyne juga harus menerima, jika ia tidak dapat melamar pekerjaan di tempat lain seperti perusahaan besar atau pun kecil, karena namanya sudah di blacklist oleh Raga, dan tidak tanggung-tanggung Raga juga menyebarkan nama jeslyne di setiap perusahaan.


Jeslyne meraih pakaian yg ingin di beli gadis dengan kasar, ia tidak dapat melakukan perlawanan apa-apa, karena jika itu terjadi, taruhannya pekerjaan.


"Sepertinya tuhan membuktikan kebesarannya, kau tau, saat ini aku sangat menyukai ke susahanmu, "Kembali gadis mencibir jeslyne,


Jeslyne yg kesal hanya melirik seraya menarik napas dengan memburu.. "Ya... tertawalah sepuasmu, karena saatnya tiba, aku akan membungkam mulutmu itu. "Geram jeslyne dalam hati.


"Opss.... sorry, jika perkataanku menyakitkan. "Ucap gadis menutup mulutnya, "tapi ntah kenapa melihat penderitaanmu, aku sangat suka, "lanjutnya seraya tertawa.


"Ya tertawalah sepuasmu, karena saat tiba waktunya nanti kau akan menyesal karena pernah menertawakanku. "Ujar jeslyne bernadakan ancaman karena sudah tersulut emosi.


"Ouwww. .takut, "Ejek gadis yg merubah mimik wajahnya menjadi takut di buat-buat.


Jaslyne mengempalkan tangannya hingga kuku-kukunya menembus kulitnya sendiri. "Lima belas juta untuk harga bajumu. "Ucap jeslyne berusaha tenang kembali.


"Baiklah, ini, "Gadis memberikan uang cesh kepada jeslyne, "Oya, lebihnya untukmu, "lanjut gadis merendahkan. Gadis pergi meninggalkan butik perlahan senyuman yg tadi tercetak di bibirnya menghilang dengan seraya langkahnya yg kian menjauh dari butik tersebut, bukan ia tidak merasakan kasihan atau merasa iba melihat keadaan sahabatnya yg ia kenal semenjak duduk di bangku menengah pertama itu, namun ia benar-benar kecewa sepuluh tahun lebih ia bersahabat dengan jeslyne dan selama itu juga ia telah dibohongi oleh sahabatnya itu.


"Dasar wanita sialan, "Umpat jeslyne kesal, setelah gadis pergi "Aku akan pastikan jika kau dan suamimu itu akan membalas semua yg telah terjadi padaku. "Lanjutnya kesal.

__ADS_1


"Apa yg kau lakukan jeslyne? "Bentak manager butik tiba-tiba.


"I-ibu..."Ucap jeslyne memungut pakaian yg ia lempar karena kesal.


"Apa kau ingin merusak baju-baju yg berada disini? kau tau bukan harga satu baju yg kau lempar ini! "Ucap sang manager marah.


"Maaf bu, saya tidak sengaja melemparnya, tadi saya melihat kecoa, dan saya reflek membuang baju-baju ini "Dusta jeslyne.


*


*


*


"Kau sudah kembali.. "Ucap Mitha tersenyum tulus kepada Michel.


"Hmm..."Jawab Michel bergumam.


"Mau makan dulu atau mau-- "Ucapan Mitha terhenti saat tak sengaja menangkap kemeja Michel basah karena darah.


"Michel ada apa denganmu? "tanya Mitha khawatir.


"Bukan urusanmu. "jawab Michel acuh.


"Bagaimana bisa kau berkata bukan urusanku, sedangkan aku melihatnya. "Sahut Mitha langsung menarik Michel untuk duduk.


"Aku akan memeriksa lukamu. "Jawab Mitha sambil terus menarik tangan Michel.


"Lepas, aku bisa berjalan sendiri. "Seru Michel menghempaskan tangan Mitha yg menarik tangannya.


Mitha terlihat biasa saja melihat wajah kesal Michel, pikirnya sudah biasa melihat mimik wajah Michel yg marah-marah. "Kau itu jangan suka marah-marah terus, kerutan didahimu akan semakin banyak jika kau selalu marah-marah. "Jawab Mitha terlihat biasa.


Michel memicingkan matanya, "Ada apa dengan wanita ini? semakin hari, dia semakin berani padaku, "Ucapnya dalam hati


"Buka bajunya. "perintah Mitha kepada Michel.


Michel diam, namun tatapannya tak lepas dari Mitha. "Aku akan membersihkannya sendiri, kau tidak perlu repot-repot mengurusku. "Jawab Michel hendak bangun dari duduknya.


"Isshh..kau ini, selain suka marah-marah, kau juga sangat keras kepala. "Sahut Mitha menarik kembali tangan Michel, dan mau tak mau kini Michel duduk kembali.


"Jika kau tidak mau membuka bajumu, sini biar aku saja yg membukanya, "dengan santainya Mitha membuka kemeja Michel.. Mitha membulatkan matanya seraya menutup mulutnya yg terbuka karena terkejut. "Oh Astaga.."Ucapannya terkejut.


"Bagaimana bisa kau mengatakan tidak apa-apa, sedangkan lukamu sangat besar dan sangat dalam, "Komentar Mitha terkejut akan luka yg didapat suaminya.

__ADS_1


"Sudah...aku bisa mengobatinya sendiri, jadi berhenti bicara dan tidak perlu memperdulikan aku. "kembali Michel hendak bangun, namun secara cepat Mitha langsung memegang tangan Michel, Michel mengerutkan dahinya, pikirnya ada apa dengan istrinya ini.


Mitha langsung menghimpit tubuh Michel dengan membelit kaki Michel dengan kakinya, Michel diam seketika saat bagian tubuh Mitha mengenai miliknya, Michel menelan ludahnya berulang-ulang, ntah mengapa ia merasa gugup. "Singkirkan kakimu "Perintah Michel dengan memandang kesembarang tempat.


Mitha pura-pura tidak mendengar, ia terus membersihkan luka yg berada di perut bagian kiri Michel, Mitha terus membersihkan luka Michel tanpa berani melihat pada wajah Michel, pasalnya dia juga merasakan malu karena tidak sengaja bagian kakinya mengenai milik suaminya. hening, keduanya sama-sama diam, rasa gugup tiba-tiba tercipta dari keduanya, hingga Mitha selesai memerban bagian perut Michel yg luka.


"Selesai, "Ucap Mitha, "Eum...ada baiknya lukamu di periksa oleh dokter, karena luknya cukup dalam, "Lanjut Mitha memberanikan diri untuk bicars dan memandang wajah Michel. dan perlahan ia juga melepaskan hempitannya.


Michel berdiri, tanpa melihat kepada Mitha ia langsung bergegas pergi masuk kedalam kamar, "Ada apa denganku? kenapa aku menjadi gugup saat hendak menatapnya. "Keluh Michel saat dirinya sampai didalam kamarnya.


Sementara Mitha mengumpat habis dirinya sendiri ketika Michel telah pergi meninggalkan ruang tamu, "Ya tuhan bagaimana bisa aku menyentuh bagian itu, dasar bodoh, bodoh...bodoh.. "Mitha terus mengumpat dirinya sendiri. "Arghh, "Teriaknya tanpa suara. "Aku malu, aku sangat malu. aku benar-benar malu.."lanjutnya benar-benar malu.


Pukul delapan malam seperti biasa, Michel akan menyantap makan malam, namun kali ini berbeda ia meminta Mitha untuk tidak melayaninya, alasanya ia ingin makan sendiri tanpa ada orang lain. namun pada kenyataannya ia masih merasakan gugup jika bertatapan langsung dengan Mitha.


Mitha menurut saja, karena pasalnya ia juga masih merasakan hal yg sama, akhirnya Mitha memutuskan kembali ke dapur ia mulai menyibukan diri di dapur, namun di tengah kesibukannya ia mendapati binatang yg sangat ia takuti "Aaaaaa. "Mitha mengejutkan Michel.


Michel yg mendenfar langsung berlari menghampiri Mitha. "Kenapa kau berteriak ? "tanya Michel heran, Michel melihat ke kiri dan ke kanan, namun ia tak menemukan hal yg aneh atau mencurigakan.


"Aaaa..."Mitha kembali berteriak, "I-itu- itu "Tunjuk Mitha pada binatang yg tak terlihat oleh Michel.


"Apa? "tanya Michel bingung.


"I-itu . "Mitha berlari kearah Michel.


"Apa?


"Itu..."Jawab Mitha kembali menunjuk pada binatang yg sedang berlari kearahnya. Michel yg baru dapat melihat hendak menghindar karena pasalnya dirinya juga geli melihat binatang hitam dengan dua kumis panjang itu..


Binatang itu mendekat pada Mitha, hingga membuat Mitha langsung naik keatas tubuh Michel, Mitha memeluk Michel dengan kaki di lilitkan pada tubuh Michel agar kakinya tidak menjuntai ke bawah.


Michel diam terpaku, pasalnya detak jantungnya kembali bedebar hebat, hingga suara detak jantungnya terdengar dengan jelas olehnya. Mitha yg baru menyadari jika dirinya saat ini sedang memeluk suaminya menjadi diam, suara detak jantung suaminya begitu nyaring terdengar di telinganya.


"Kecoanya sudah pergi, kau tidak perlu takut lagi, "Ucap Michel tidak bergerak.


Mitha tersenyum kaku, "Ma-maaf aku-aku tidak sengaja naik keatas tubuhmu. "Ujar Mitha terbata.


"Hmm, "Michel menurunkan Mitha dengan cepat, kemudian langsung pergi meninggalkan Mitha yg terlihat malu.


"Apa lagi ini, tadi aku menyentuh miliknya, sekarang aku memeluknya.. oohhh aku maluu. aku menyentuh yg seharusnya tidak aku sentuh "Gumam Mitha menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


*


*

__ADS_1


*


Bersambung


__ADS_2