
Raga terlihat fokus pada hanphonenya, ada dua berita yg ia dapatkan hari ini, pertama tentang Alex, kedua tentang Mitha, ya..walau pun Raga telah mengatakan jika hubungan mereka telah berakhir, dan ia juga menegaskan kepada Mitha agar Mitha tidak lagi menemuinya, namun rasa penasarannya masih besar , Raga masih mencari tahu kenapa Mitha pergi meninggalkannya tanpa kabar.
"Tok
"Tok
"Tok
Suara ketukan pintu mengalihkan fokusnya dari ponsel , "Ya masuk, "Teriak Raga.
"Tuan, ada beberapa informasi yg ingin saya sampaikan,
"Hmm, katakan.
"Nona Mitha telah di jodohkan dengan putra tuan Rafael, info yg saya dapat, keluarga tuan Rafael ingin segera menikahkan putranya dengan nona Mitha. dan untuk Alex, dia adalah putra dari tuan Dion, saya sudah mengirim orang untuk menarik saham anda dari Pesona group, saya yakin setelah penarikan saham, pesona group, akan mendapat banyak kerugian. "Lapor Nathan detail.
"Kemana Mitha pergi selama dua tahun ini? "Ternyata Raga lebih tertarik dengan berita Mitha dibadingkan dengan berita Alex, tanya Raga tanpa mengalihkan pandangannya terhadap Nathan.
"Paris. nyonya meysa mengirim nona Mitha kesana untuk melanjutkan S2- nya,
"Tapi kenapa dia tidak mengabariku selama dua tahun lebih,?
"Itu karena- "Nathan menjeda ucapannya, selang beberapa detik kembali meneruskan ucapannya, "Karena nyonya mesya ingin menjauhkan nona Mitha dari anda tuan,
"Apa-apaan tuan ini, dia menanyakan tentang mantan kekasihnya, kenapa tidak dari dulu jika ingin mencari tahu tentang nona Mitha, kenapa baru sekarang setelah dirinya memiliki istri? "Nathan bergumam dalam hati.
"Baiklah, kau bisa pergi, "usir Raga, setelah mendapat informasi.
"Ada apa denganku ? kenapa aku mencari tahu tentang Mitha ? ini tidak boleh terjadi, aku tidak boleh terpancing untuk mencari tahu tentang dia lagi hanya karena air matanya kemaren, saat ini aku hanya akan fokus kepada gadis, ya. gadis sudah banyak berubah, dia banyak berubah untuku, aku tidak boleh mengecewakannya.. "gumam Raga.
*
*
*
Di kediaman Morgan, gadis terlihat senang dengan kedatangan sahabatnya jaslyne, gadis dan jaslyne sudah membuat rencana pergi beberapa kali, namun selalu saja batal, karena ada saja kendala di antara mereka untuk bertemu, disaat senggang, jaslyne menyempatkan diri mampir ke kediaman sahabatnya.
"Yg sudah menjadi nyonya Morgan sampai gak pernah ada waktu walau hanya sekedar makan bersama, "singgung jaslyne, sedikit kesal kepada sahabatnya ini, karena setiap melakukan janji, selalu saja gadis membatalkan secara sepihak.
"Sorry, sorry...bukan maksud gw tidak ingin bertemu, itu karena belakangan ini gw selalu sibuk menemani suami gw berpergian acara kantor, "Jawab gadis, "Yaudah sekarang kita pergi jalan-jalan, hari ini gw free, "lanjut gadis mengajak sahabatnya untuk pergi.
"Seriusan? suami lo gak nyariin ntar? "
"Yakin, sebentar ya, gw ganti baju dulu, "Setelah berkata , gadis pun beranjak pergi ke kamarnya. didalam kamar ia menghubungi suaminya untuk meminta ijin akan pergi bersama sahabatnya, setelah mendapat ijin dan mengganti pakaiannya, gadis pun kembali keluar menemui sahabatnya
__ADS_1
"Let's go. "Seru gadis senang karena dapat pergi bersama sahabatnya .
Sesampainya Di dalam mall seperti biasa gadis dan jaslyne langsung menyerbu tas dan berbagai kebutuhan wanita. melihat ini dan itu bagus, gadis pun memborong.
"Hey.... mulai keluar deh gilanya. "Tegur jaslyne melihat tumpukan barang yg akan di beli oleh gadis, jaslyne menggeleng heran, pikir jaslyine perubahannya yg banyak terhadap sahabatnya ini berdampak juga dengan kebiasaan buruk masalah melanja, ternyata tidak, urusan belanja gadis adalah gadis. dia ternyata tidak bisa berubah dalam hal itu.
"Slyine, gw kangen shopping, beberapa bulan ini gw gak pernah shopping lagi, ada pun kemaren gw mau shopping, belum dapat apa-apa sudah bertemu si Alex, jadilah malah ribut bukannya shopping, "Gadis mengingat kembali pertemuannya dengan Alex, hingga membuat Raga memukuli Alex, dan itu membuat gadis terlihat kesal.
"Apa? lo ketemu Alex ? bukankah Alex di penjara? bukankah dia di jatuhkan hukuman dua tahun enam bulan? kenapa dia berkeliaran di dalam mall,? sedangkan masa tahanannya belum usai"Jaslyne terlihat sangat terkejut mendengar jika Alex sudah bebas. ia pun memborong banyak pertanyaan kepada gadis.
"Lo terkejut? apa lagi gw, dia berbelanja dengan istrinya yg katanya tidak ingin dia nikahi itu, tapi lo tau, dia sangat mesra, bahkan tidak ada kata tanpa sayang, itu sangat menggelikan, "jelas gadis, mengomentari kemesraan mantan kekasihnya dulu.
"Lo cemburu ? "Jaslyne mengerutkan dahi bingung melihat reaksi gadis yg berlebihan.
"What's? sorry ya Slyine, gw udah punya Raga, lagi pula gw gak sudi mencintai pria brengsek seperti dia, gw hanya bingung saja, kenapa gw bisa mencintai pria brengsek seperti dia, sedangkan gw mengabaikan cinta suami gw demi pria brengsek seperti Alex. "Gadis mengingat kembali pertengkaran demi pertengkaran yg ia datangkan hanya karena ia mencintai Alex, ia pun dengan kasarnya selalu menghina dan mencaci Raga, hanya karena ingin pergi dari Raga, gadis menarik napas lalu membuangnya dengan kasar.
"Menurut lo, apa gw terlihat begitu jahat waktu itu? "Lanjut gadis bertanya kepada jaslyne.
Jaslyne bukan menjawab, namun ia malah tersenyum saat sahabatnya mengatakan hal demi kian, sifat arogant dan keras kepala sahabatnya itu sangat besar, untuk menyadari jika dirinya salah, sepertinya itu adalah hal yg tidak mungkin, "Lo tau dis, gw seperti melihat bayangan dewi kebijaksanaan dari kerajaan yunani kuno, melihat perubahan lo besar seperti ini, gw jadi iri ingin terbebas dari dunia malam.."puji jaslyne memeluk sahabatnya dari samping. namun setelah itu pandangannya menjadi menggelap.
"Apaan sih, lebay deh.. memang perubahan apa didiri gw, gw tetap gadis yg lo kenal, gak ada yg berubah, "sangkalnya.
"Banyak lah dis, lo sekarang itu memiliki karakter baru, seperti sekarang, lo manis dalam berbicara, tidak minuman-minuman lagi, tidak pulang pagi lagi, tidak-- eum banyak deh, dan lo tau apa bonusnya? lo
semakin cantik sekarang, "kembali jaslyne memberi pujian terhadap sahabatnya itu.
"Woy woy, biasa aja dong mukanya, jangan di buat mendung gitu, nanti cantiknya hilang, gw lagi proses, lo doain dong biar gw cepat taubat dari dunia malam. "Seru jaslyne, jaslyne terlihat senang dengan perubahan gadis, namun setelah pandangannya beralih ketempat lain wajahnya berubah menjadi menggelap.
"Eum, ngomong-ngomng setelah ini kita mau kemana? minum yuk, sedikit aja, lo pasti kangen kan dengan minuman-minuman yg ada di Skye. "ajak jaslyne.
Gadis berpikir sesaat, kemudian mengangguk "Tidak masalah kan jika hanya minum sedikit, Raga pasti bisa memakluminya, "seru gadis mengiyakan ajakan sahabatnya.
*
*
*
Pukul sebelas malam gadis belum juga kembali, dan itu membuat Raga menjadi khawatir, setelah menunggu dan yg di tunggu tak kunjung datang Raga pun menghubungi Nathan untuk mencari tahu keberada istrinya saat ini.
"Nat, tolong cari tahu dimana keberadaan istriku sekarang, aku tidak dapat menghubunginya dari sore tadi, "Perintah Raga, setelah panggilan telephonenya terhubung.
Disebrang sana Nathan yg sudah tertidur, langsung mengangkat malas panggilan telephone, dan ketika ia tau yg menghubungi adalah bosnya Nathan langsung bangun dan berkata baik.
"Ya tuhan kenapa nona gadis pergi tanpa memberi kabar kepada tuan, ah ini akan menjadi malam yg panjang untukku membuka mata, "keluh Nathan sambil mengendarai kemudinya.
__ADS_1
"Kemana kau pergi nona? tolong jangan mempersulit pencarianku nona, karena masih banyak pekerjaan yg harus saya kerjakan besok, "Nathan terus bicara sendiri, sambil menghubungi orang-orang yg sedang membantunya dalam pencarian istri tuannya,
Setelah menunggu beberapa saat, orang suruhan Nathan pun menghubunginya, mereka sudah melacak plat mobil milik istri dari bos mereka, dan mengetahui jika Mobil tersebut terparkir di hotel mewah yg menyediakan club.
"Halo tuan, mobil nona gadis berada di hotel A, menurut saya kemungkinan nona gadis sedang berada di club yg berada di lantai enam puluh lima. "lapor Nathan setelah mendapat info dari orang kepercayaannya.
Setelah melaporkan tentang keberadaan istri dari bosnya, Nathan memutar mobilnya menuju kediaman Morgan, dimana saat ini bosnya berada. karena Raga meminta Nathan datang untuk menjemputnya.
Sesampainya di kediaman Morgan, Nathan langsung keluar dari mobilnya kemudian, memubuka pintu belakang kemudi, karena ternyata Raga sudah menunggu kedatangan Nathan sejak tadi.
"Kau begitu lama, "Keluh Raga kesal setelah masuk kedalam mobil yg di kendarai oleh Nathan.
"Maaf tuan sudah membuat anda menunggu lama, "jawab Nathan merasa bersalah.
"Lebih cepat lagi, "perintah Raga dingin.
"Baik tuan, "jawab Nathan patuh, dengan kecepatan di atas rata-rata Nathan membawa mobil yg di tumpangi bosnya.
Sesampainya di hotel, Raga lekas pergi ke lantai dimana club itu berada, Raga tidak kesulitan mencari dimana letak club tersebut karena dirinya dulu juga sering mendatangi tempat tersebut. Raga mengedarkan pandangannya kesemua tempat, setelah beberapa menit tak menemukan istrinya, ia kembali melangkah mencari di ruangan yg terpisah.
Raga membulatkan matanya saat masuk keruangan lain, pasalnya istrinya sedang duduk mabuk dikeliling beberapa pria, dan satu wanita yg sedang tertawa keras melihat ketidak berdayaan istrinya, Raga menggempalkan tangan, ia berjalan menuju tempat dimana istrinya berada di ikuti oleh Nathan.
"Minggir kalian, "Seru Raga marah menarik para pria yg sedang mengelilingi istrinya, "berani sekali kalian menyentuh istriku, dan kau--"Raga menatap tajam kepada jaslyne , "Kau harus bertanggung jawab untuk ini. "lanjut Raga marah.
Jaslyne meneguk ludahnya berulang kali, ia tidak dapat menyangkal atau membela diri dihadapan Raga, .
"Kau akan aku bereskan nanti, "tunjuk Raga tepat di wajah jaslyne.
"Tunggu, dia mabuk bukan keinginanku, dia mabuk karena keinginannya sendiri,
"Kau pikir aku percaya.
"Kau terlalu naif, apa kau pikir dia bahagia hidup penuh dengan tekanan? asal kau tau dia tertekan hidup denganmu, kau menuntut dia untuk berubah, kau membuat dia menjadi istri rumahan, kau menekannya agar dia menjadi wanita seperti yg kau inginkan. bagaimana mungkin wanita angkuh, arogant, dan pemabuk seperti dia dapat berubah dalam waktu singkat, kau pikir gadis benar-benar berubah? kau salah, dia adalah gadis, dia akan tetap menjadi gadis. "Ujar jaslyne tersenyum menyeringai.
"Begituhkah, "jawab Raga tersenyum sinis,
"Ya, memang seperti itu, kau jangan berbangga diri karena mendapat cinta darinya, dia mencintaimu karena kau sembuh dari cacatmu, ingat jika seuatu saat kau kembali cacat, tidak menutup kemungkinan dia akan membuangmu.
*
*
Bersambung
:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
__ADS_1
Tinggalkan like, komen dan vote kalian.