Love Me My Wife

Love Me My Wife
Kenapa kau tersenyum?


__ADS_3

Pukul enam pagi gadis sudah terbangun, ia tersenyum malu saat mengingat aktivitas yg dilakukan dirinya dan Raga tadi malam,



Ia pandangi wajah Raga yg masih tertidur lelap, gadis berpikir bagaimana mungkin ia bisa mengabaikan pria sebaik suaminya selama ini, "Aku tidak mengerti kenapa aku bisa membencimu saat itu, "gumamnya.


Gadis memandangi wajah tampan Raga, ia mulai menyentuh bagian wajah Raga tanpa ia sadari, mulai dari rambut, hidung berakhir di bibir , gadis kembali tersenyum takala ingatannya kembali ke kepada malam tadi, "Aku malu, bagaimana bisa aku seliar itu melakukannya, "kembali gadis bergumam.


"Sudah cukup memandangnya? "Suara serak khas bangun tidur mengejutkan aktivitas gadis yg sedang berseslancar membayangkan pergemuruhan semalam.


"Eh, "gadis lekas bangun dan memosisikan duduk tegap disamping Raga,


Namun Raga tidak membiarkan itu, ia menarik tubuh gadis hingga terjatuh kedalam dekapannya, "Kenapa kau sudah bangun, apa tidurmu tidak nyaman? "tanya Raga sambil mendekap erat tubuh gadis.


"Ti-tidak, hanya saja tadi aku, aku ingin ke kamar mandi. "dustanya. yg membuat Raga tersenyum


"Kenapa kau tersenyum ? "lanjut gadis heran.


"Begituhkah, kau ingin ke kamar mandi?


"Ya, a-aku ingin ke kamar mandi, "jawab gadis terbata, seperti maling yg tertangkap basah gadis terlihat sangat gugup.


"AC di kamar ini cukup dingin, kenapa kau berkeringat? "Raga menaikan bibir atasnya membentuk senyum, Raga mengerti dengan ke gugupan gadis, hanya saja dengan menggoda istrinya akan menjadi pagi yg menyenangkan baginya.


Gadis mengusap keringat di dahinya, kemudian tersenyum bodoh dihadapan Raga, "Mungkin karena aku belum mandi, jadilah aku berkeringat seperti ini, kalau begitu aku mandi dulu, "Ucapnya, dengan gerakan cepat ia turun dari atas tempat tidur,


Raga membiarkan saja istrinya pergi, ia bahagia karena dapat melihat kegugupan dari istrinya, "Aku tahu di balik dinginmu, ada banyak kelembutan, hanya saja egomu sering mencegah untuk melakukan itu, "gumam Raga melihat kearah pintu kamar mandi, yg tadi gadis masuki.


Di dalam kamar mandi gadis nampak mengumpat dirinya sendiri, harusnya ia tidak menyentuh Raga tadi, "Bodoh-bodoh, apa yg di pikirkan Raga terhadapku sekarang, pasti dia berpikir aku ini wanita yg sangat liar, semalam saja aku, Arghh.."Gadis berteriak tanpa suara, ia kembali mengingat bagaimana ia bergantian memimpin permainan.


"Aku seperti wanita yg berpengalaman dalam hal seperti itu semalam, bahkan aku yg membuat Raga kelelahan, ah aku malu, "Gadis mengacak-ngacak rambutnya, membayangkan aktivitas semalam membuatnya ingin menenggelamkan wajahnya agar Raga tak dapat melihatnya, "Aku ingin menghilang sekarang, "kembali gadis mengeluh akan aktivitasnya semalam.


"Tok


"Tok

__ADS_1


"Tok


"Gadis..."panggil Raga.


"Gadis, kamu baik-baik saja? "panggil Raga kembali, Raga terlihat khawatir, bagaimana tidak, tiga puluh menit gadis di dalam kamar mandi, namun tidak terdengar sedikitpun aktivitas yg di lakukan gadis didalam sana.


"Sebentar lagi, perutku sedang tidak bersahabat "Teriak gadis di balik pintu.


"Ok, aku pikir terjadi sesuatu padamu, karena aku tidak mendengar suara apapun didalam situ, "sahut Raga, lalu kembali duduk di atas tempat tidur.


*


*


*


"Mana Raga mah,? "Tanya Mitha kepada ibunya.


"Mitha.. berhenti memikirkan dia, dia sudah menikah, bahkan dia telah melaangsungkan kembali resepsi pernikahan kemarin, mama tidak ingin mendengar kamu memanggil-maanggil nama dia lagi, mama akan mencarikan suami yg baik dan pantas untukmu,


"Tapi mah, pernikahan Raga hanya pernikahan keterpaksaan, aku yakin Raga tidak menginginkan pernikahan ini, Raga terpaksa menikahi wanita itu, Raga menikah karena paksaan dari orang tuanya, Raga tidak bahagia mah, aku tidak ingin melihat dia sedih, "Ujar Mitha menangis.


"Hentikan Misya, "Bentak papa Mitha dengan sorot mata yg tajam. "Aku memang tidak akan mendukung jika anakku menjadi orang ketiga dalam rumah tangga siapa pun, namun bisakah kau menyampaikannya dengan cara yg lembut? tidak kah kau kasihan melihat putrimu terbaring lemah seperti ini? "Ujar papa Mitha marah.


Mama Mitha diam seraya memandang putrinya yg saat ini terbaring lemah, wajah serta tubuhnya terlihat banyak sekali perban.


"Pah, mah sudah jangan bertengkar, maafkan aku telah membuat kalian bertengkar , "Potong Mitha menyesal.


sudah kamu istirahat, papa akan mencoba bicara kepada Raga nanti


Mama Mitha melirik sinis kepada suaminya, namun ia tidak berani berkomentar lagi.


*


*

__ADS_1


*


Sementara di tempat lain Raga terlihat sedang duduk berhadapan dengan gadis, saat ini mereka sedang sarapan bersama di restoran mewah yg berada disebuah hotel ternama di jakarta.


"Mari pergi berbulan madu, "Ucap Raga di tengah mengunyah makanannya.


"Apa itu harus? "


"Tentu saja, aku ingin menghabiskan waktu denganmu tanpa keluar dari kamar, siang, malam, bahkan hanya sekedar untuk makanpun aku tidak ingin meninggalkan kamar, "Seru Raga dengan mengedipkan sebelah matanya menatap genit kearah gadis.


"Ya tuhan sejak kapan dia memiliki sifat seperti ini? dia jadi pria yg sangat prontal sekarang, ini bukan dia yg aku kenal, Raga yg aku kenal sebelumnya adalah pria yg ramah, pendiam, dan tidak banyak tingkah, tapi apa sekarang, dia berubah menjadi pria yg sangat bar-bar, sekarang dia lebih banyak menakutkan dari pada menyenangkan, "gumam gadis dalam hati.


"Khmm, kamu tidak perlu berpikir kalau aku ini ganas, "Raga menembak apa yg saat ini sedang di pikirkan oleh gadis, "kau harus ingat semalam, kau lebih ganas dariku, "Ejek Raga, dengan senyuman menyeringai.


Gadis Meneguk ludahnya dengan susah payah. ia sangat malu jika mengingat kembali aktivitas semalam yg ia lakukan, tapi kenapa dengan santainya Raga mengingatkan kembali tentang itu,


"Haha, "Raga tertawa keras saat melihat ekpresi wajah gadis yg terlihat memerah, "Kau sangat lucu saat malu seperti itu, walau pun kau sangat ganas, tapi aku sangat menyukainya, "lanjutnya berbisik dengan suara sensualnya.


"Hentikan Raga! kau membuat selera makanku hilang, "rajuk gadis berdiri dengan kasar, kemudian pergi meninggalkan Raga yg masih tertawa


Melihat gadis yg pergi begitu saja meninggakannya, Raga pun segera bangun, lalu mengejar istrinya yg pergi dengan kekesalan. Raga menarik pergelangan tangan istrinya, lalu berucap "Maaf, aku tidak bermaksud membuatmu kesal, "Ujar Raga merasa bersalah.


"Aku ingin pergi, jangan mengikutiku, karena kau selalu membuatku kesal, "Seru gadis merajuk.


"Mana ada perintah seperti itu, aku tidak mungkin bisa jauh darimu, setelah kejadian semalam, karena mulai sekarang kau akan selalu berada di sisiku, kemana pun aku pergi. "jawabnya santai.


"Sudah jangan ngambek seperti itu, jika kamu banyak merajuk kamu akan terilhat cepat tua, apa kamu mau terlihat tua sebelum waktunya,? "lanjut Raga mencoba untuk menenangkan istrinya.


Gadis tidak menggubris perkataan Raga, ia lebih memilih pergi meninggalkan Raga yg terus menggodanya,


"Gadis tunggu, "dan kembali Raga mengejar gadis yg sudah melangkah sedikit jauh darinya dengan kekesalan.


"Ok, aku minta maaf, aku tidak akan lagi menggodamu, sekarang ayo kembali sarapan, kamu hanya baru sedikit memakan sarapannya, "lanjut Raga mengajak gadis untuk kembali memakan sarapan yg ditinggalkan begitu saja oleh mereka.


"Tidak mau, aku tidak lapar, aku mau pulang,

__ADS_1


::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::


Tinggalkan jejaknya


__ADS_2