
"Kita akan mencari tahu semuanya setelah Raga sadarkan diri, kau harus sabar.. "Papa Darwin menepuk pundak besan sekaligus sahabatnya.
"Aku sudah menyuruh seseorang untuk menyelidiki ini semua, aku merasa ada ke ganjilan disini, karena kecelakaan ini sama persis dengan kecelakan Raga empat tahun yg lalu. "jawab papa Ramond menelisik ingatannya kepada empat tahun yg lalu.
Sementara gadis terus berada di sisi Raga ia terus bicara seakan Raga dapat mendengar apa yg ia katakan..
"Sayang, kembalilah ke hotel, Nevan menangis karena haus. "Ucap mama Serline.
Gadis mengangkat wajahnya melihat ibu mertuanya, tatapannya tetlihat sayu dan lelah, "Mah, katakan pada bu Nam agar bu Nammembawa Nevan kesini, aku tidak bisa meninggalkan Raga, aku takut Raga bangun dan dia akan mencariku. "Jawab gadis kembali melihat sendu suaminya.
"Sayang, jangan menyiksa Nevan karena ke egoisanmu, bukan hanya Raga yg membutuhkanmu, tapi Nevan juga butuh kamu, dia tidak akan nyaman berada disini, kembalilah ke hotel, biar mama yg menjaga Raga, mama janji jika Raga bangun, mama akan menghubungimu, kembalilah ke hotel, Nevan pasti merindukan kamu juga. "Jelas mama mencoba membujuk gadis. "Dan setelah di hotel istirahatlah sebentar, kamu juga butuh istirahat, jika kamu sakit siapa nanti yg akan memberi semangat kepada Raga. "lanjut mama Serline.
"Mah...Hik-hik...aku tidak tega melihat Raga seperti ini, aku ingin Raga bangun mah. "Ujar gadis menangis.
"Suttt...tenangkan dirimu, jangan seperti ini, jika kamu seperti ini Raga pasti sedih. "Mama Serline menangkan gadis dengan memeluk kembali menantunya itu.
"Baiklah aku ke hotel dulu, tolong kabari aku jika ada perkembangan terhadap Raga, "ucap gadis lalu pergi setelah mencium wajah Raga yg terlihat damai.
Sesampainya di hotel gadis langsung membersihkan tubuhnya, setelah itu memberi asi kepada Nevan. setelah Nevan kenyang dan tidur, gadis langsung menemui Nathan.
"Bagaimana ? "tanya gadis setelah Nathan ada dihadapannya.
"Nona, semua bukti sudah di hilangkan oleh orang yg telah membuat tuan mengalami kecelakaan, namun saya menemukan bukti lain nona. Bukti ini memang tidak terlalu kuat, namun saya dapat memastikan jika ini adalah perbuatan tuan Darlan. tuan Darlan menyewa sebuah mobil, saya menemukan nota pembayaran yg di lakukan tuan Darlan dikantor. dan setelah saya selidiki, tidak ada keluarga atau kerabatnya yg menggunakan mobil sewaan itu, namun mobil itu menghilang. saya sudah mendatangi tempat dimana tuan Darlan menyewa mobil tersebut. namun pihak penyewa menyangkal telah menyewakan mobil tersebut kepada tuan Darlan.
"Nona tenang saja, saya akan menyelidiki hingga menemukan pelakunya. setelah saya dapat membuktikan semuanya, saya akan bawa orang tersebut kehadapan anda, saya janji. saya akan mengusut tuntas kasusu ini, "Jelas Nathan meyakinkan majikannya agar percaya padanya.
"Baiklah, aku percaya padamu, jika kau sudah mendapatkan buktinya segera hubungi aku. "Ujar gadis lalu pergi meninggalkan Nathan. dan setelah berpamitan kepada bu Nam gadis kembali ke rumah sakit yg tidak jauh dari hotel yg ia tempati sekarang.
"Mah, "panggil gadis setelah sampai di ruangan kesakitan Raga. "Pulanglah bersama papa, kalian juga butuh istirahat, "Ujar gadis
"Loh..Kenapa kamu sudah kembali sayang? kenapa kamu tidak istirahat saja dulu..
"Aku akan tidur disini bersama Raga, sekarang mama kembalilah ke hotel, aku titip Nevan ya. aku akan tidur menemani Raga disini. "Ujar gadis.
Mama Serline menarik napasnya pelan, menantunya ini keras kepala, sekeras apapun ia melarang, gadis pasti akan tetap memaksa. "Baiklah, mama akan kembali ke hotel. kabari mama jika ada perkembangan kepada Raga. "pesan mama Serline.
Gadis mengangguk dengan sedikit tersenyum.
__ADS_1
Seusai mertuanya pergi, gadis merubah wajahnya menjadi sendu..."Hik-hik.."Ia langsung menangis sesegukan saat ibu mertuanya pergi.."aku tidak bisa setegar itu ga, aku mohon bangunlah, aku membutuhkanmu, kamu sudah pergi beberapa waktu, apa kamu tidak merindukan aku dan Nevan? kamu tahu ga, aku sudah menyusun begitu banyak rencana untuk kita pergi menghabiskan waktu bersama. tapi kenapa kau malah memilih tidur panjang dibandingkan menghabiskan waktu denganku. tolong bangun katakan sesuatu padaku, bangunlah.."Ujar gadis menagis dengan menggenggam tangan Raga.
Sementara di tempat lain papa Ramond dan Nathan sedang bicara serius, ternyata bukan hanya Nathan yg memiliki kecurigaan terhadap Darlan namun papa Ramond juga memiliki kecurigaan yg sama kepada adiknya itu.
"Tuan, saya merasa janggal dengan semua yg terjadi kepada tuan Raga, saya merasa kecelakan saat ini kenapa mengingatkan saya pada kecelakaan empat tahun yg lalu. empat tahun yg lalu tuan Raga juga mengalami pusing sebelum kecelakaan. apa menurut tuan besar ini hanya kebetulan saja? "Jelas Nathan.
"Kau benar nath, selidiki lagi dengan benar dan teliti, jika benar adikku yg berada di balik kecelakaan putraku, akan aku pastikan dia akan menerima balas yg tidak akan pernah dia lupakan seumur hidup, "Geram papa Ramond.
"Baik tuan, jika tidak ada lagi yg tuan butuhkan saya permisi undur diri. selamat malam selamat beristirahat. "Ujar Nathan sopan.
"Darlan, aku sudah memberimu banyak kesempatan, jika memang dugaanku benar kau yg berada di balik semua yg terjadi pada putraku, habislah kau. "Ucap papa Ramond dengan sorot mata yg tidak dapat di artikan.
"Pah.."panggil mama Serline.
"Hmm.."
"Apa ada kemungkinan Raga akan kembali sembuh? "tanya mama Serline yg pesimis. mendengar penjelasan dokter tadi sebelum kembali ke hotel membuat tubuh mama Serline menjadi lemas. karena pasalnya dokter mengatakan jika kondisi Raga saat ini tidak dalam kondisi baik, bahkan dokter menyarankan jika kondisi Raga tidak ada kemajuan dalam waktu sepuluh hari, dokter menyarankan agar keluarga mengikhlaskan pasien, dan dokter akan melepas semua alat yg ada ditubuh Raga,
Flash on.
Ada banyak kasus, seseorang akan terlihat lebih baik sekitar enam bulan setelah cedera. lama waktu yang dibutuhkan menyebabkan perawatan dapat dilakukan di rumah dan terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membantu pemulihan dari pengidapnya. namun itu pun jika pasien ada sedikit merespon apa yg ada disekitarnya,
Pembuluh darah pasien pecah terjadi di otak, maka hal ini akan menimbulkan perdarahan otak atau biasa disebut brain hemorrhage. pendarahan ini akan berakibat fatal karena bisa mengakibatkan pembengkakan otak dan matinya sel-sel otak
Gejala ini bisa ditandai oleh kehilangan fungsi mental secara tiba-tiba dalam jangka waktu pendek setelah mengalami benturan pada kepala. Kejang-kejang. Masalah dengan panca indera, seperti gangguan pendengaran atau penglihatan ganda. dan semua penjelasan saya itu pun harus di sertai pasien sadar dari komanya, namun masalahnya tuan Raga tidak dapat merespon peralatan yg bekerja membantu dirinya.."jelas dokter panjang.
flashback.
"Pah mama takut Raga akan benar-benar tidak dapat melihat dan mendengar setelah sembuh dari komanya, lalu bagaimana dengan gadis? "Tangis mama Serline pecah takala bayangan Raga sembuh namun dengan keadaan tanpa bisa melihat dan mendengar.
"Hei, kenapa mama berpikir seperti itu, itu hanya sebuah kemungkinan, yg belum tentu terjadi, papa yakin Raga dapat melewati ini semua, Raga pernah mengalami hal seperti ini dulu mah, dulu dia bisa melewati ini semua, dan papa yakin, jika sekarang Raga juga sedang berjuang untuk sembuh demi istri dan putranya. "jawab Papa Ramond menenangkan istrinya.
*
*
*
__ADS_1
Masih di pesta ulang tahun pernikahan orang tua Michel. Michel Dan Mitha masih berakting layaknya aktor professional.
"Ayo kita pergi dari tempat ini, "Ajak Michel.
"Pergi? maksudnya pulang? "tanya Mitha tak mengerti.
Michel mendelik kesal. "Tolong usahkan otak mu berjalan dengan baik disaat kondisi tertentu. "Seru Michel kesal, dan secara reflek ia juga menoyor kening Mitha.
Mitha memanyunkan bibirnya takala mendapat toyoran di kening.."Aku kan hanya bertanya. "Ucapnya pelan.
"Cih.."Michel mendesah kesal. "Aku heran kenapa kau menyandang status mahasiwa terbaik di paris, sedangkan otakmu sering tidak berjalan. "cibir Michel.
"Kau menyalahkan otakku, otakku menjadi tersumbat karenamu, karena kau telah mengisi otakku dengan semua rasa takut.."Ingin sekali Mitha berkata hal demikian namun keberaniannya tidak sampai sebesar itu.
"Aku minta maaf, "dan akhirnya kata maaf yg mampu keluar dari mulutnya, kata sumpah serapah, umpatan hanya dapat ia sampaikan kedalam dirinya sendiri.
"Aku tidak butuh maafmu, yg aku butuh kepintaranmu, "dan kembali Michel menoyor kening Mitha.
"Ya tuhan, apa dia pikir keningku ini tempat berselancar, hingga dia selalu menoyor keningku yg mulus ini.."gumamnya kembali. "Michel. Bolehkah aku ijin ke toilet sebentar? "ijin Mitha.
Michel menghembuskan napasnya secara kasar, "Sepuluh menit waktu untukmu di toilet, "jawab Michel
"Sepuluh menit "ulangnya..."Bahkan aku tidak tahu toilet nya dimana..aku harus bertanya dan aku--
"Sembilan menit tiga puluh detik lagi waktu yg kau punya, "Potong Michel sambil melihat jam yg berada di pergelangan tangannya.
"Aishhh...Kau itu sangat menakutkan.."Ucap Mitha sambil berlari..
Michel menggelengkan kepala dengan melengkukangkan senyum dibibirnya, ntah mengapa membuat istrinya sulit itu membuatnya senang.."Kau terlihat manis saat tertindas. "Ucap Michel sambil menggelengkan kepalnya.
*
*
*
Ayoo tinggalkan jejaknya biar aku semangat nulisnya.
__ADS_1