
Suara teriakan para wanita membuat Michel berulang-ulang kali menarik napas, ia tidak suka, keramaian, dan wanita wanita adalah mahluk yg paling ia benci..ada pun ia pernah bermain wanita, itu ia lakukan agar Mitha tahu jika dirinya bukan wanita satu-satunya, Michel hanya ingin membuat Mitha tak jatuh cinta padanya, dan ia juga ingin memperlihatkan seberapa penting Mitha didalam kehidupan Michel dulu, namun lain sekarang lain dulu, bahkan ia terjebak oleh jebakannya sendiri, bahkan sekarang membagi senyum istrinya pun ia tidak rela, seakan senyuman, tawa, bahkan pandangan, hanya miliknya sendiri.
Michel memeluk erat pinggang ramping milik Mitha agar semakin merapat..
"Chel, aku tidak dapat bernapas dengan baik jika kamu memelukku seperti ini.."protes Mitha mencoba melonggarkan pelukan suaminya.
"Kau itu sangat lemah, bagaimana bisa, hanya di peluk seperti ini saja tidak dapat bernapas dengan benar.."Ketus Michel
"Begini saja, "Mitha melonggarkan tangan Michel yg melilit di pinggangnya, kemudian ia ikut merangkul tubuh Michel.
"Hah, dia seperti aktor professional, kenapa dia tidak ikut dalam pemilihan aktor terbaik di piala oscar.."Gumam Mitha yg melihat berbeda suaminya.
Sementara Raga dan gadis yg baru sampai langsung menyapa satu persatu sahabatnya. dengan senyuman manisnya Raga berjalan sambil menggandeng mesra istrinya, seakan ingin mengatakan kepada seluruh sahabatnya, ini adalah istriku, dia adalah wanita tercantik di antara wanita-wanita yg berada disini..
Saat Raga menyapa salah satu sahabatnya, tak sengaja ekor matanya melihat kearah Mitha. "Mitha. "Gumam Raga.
Kenapa Mitha berada disini,? aap Michel yg membawanya kesin? "lanjutnya bergumam..
Michel yg berada tak jauh dari Raga, mengeratkan rangkulannya pada Mitha, setelah tak sengaja melihat Raga berada tak jauh dari dirinya, dan ntah mengapa ia merasa takut jika istrinya bertemu dengan Raga, rasa tidak rela tiba-tiba menerpa dirinya..
"Mit...apa kamu ingin memakan sesuatu? "Tawar Michel.
"Kau serius! "jawab Mitha berbinar.. "kenapa tawaran itu tidak kau berikan sejak tadi padaku, "Lanjut Mitha hendak pergi ke arah dimana Raga dan gadis berada.
"Ets...kita kesana.."Tarik Michel, membawa Mitha ke tempat dimana Raga dan Mitha tidak dapat saling bertemu.
"Tapi aku mau ke-- "Ucapan Mitha terhenti saat matanya bertemu mata Raga..Mitha bergeming, ia tidak menyangka kini dapat berjumpa lagi dengan pria yg pernah menguasai hatinya itu, namun anehnya pertemuan ini tidak seperti pertemuan-pertemuan sebelumnya yg selalu membuatnya senang dan seakan ingin mendekapnya.
"Ayo, apa yg ingin kamu makan? "Mitha memutar tubuhnya menghadap suaminya, ia tersenyum seraya menarik pelan pergelangan suaminya.
"Kenapa! apa kau tidak ingin menyapanya? "Ucap Michel ketus.
"Apa itu boleh? "tantang Mitha tersenyum menyeringai.
"Silahkan jika kau berani. "Ketus Michel pergi mendahului Mitha.
"Hei...mana mungkin aku menemui mantan kekasihku, sedangkan suamiku berada didekatku.."Ujar Mitha sedikit berteriak dengan melangkah besar mengejar suaminya.
"Buukk..Aw.."Keluh Mitha menyentuh kening dan hidungnya yg terasa sakit karena meabrak punggung Michel yg berhenti secara tiba-tiba. "Kenapa kau berhenti tiba-tiba "protes Mitha.
"Jadi jika aku tidak bersamamu, kau akan menemuinya. "kini wajah Michel sudah terlihat mendung.
"Eh...Ti-tidak akan, aku tidak akan seberani itu.. "Jawab mita cepat dengan sedikit terbata.
"Ya kau memang harus bersikap baik, jika sedikit saja kau-
__ADS_1
"Jika sedikit saja kau membuat aku kesal, kau akan tau akibatnya.."potong Mitha, meneruskan ucapan Michel.
Michel tersenyum menang, "Istri yg baik.."Pujinya di barengi dengan mengacak rambut Mitha.
"Ga, apa mereka adalah sahabatmu semua? "tanya gadis ditengah keramaian suara dan musik.
"Hmm..kenapa! apa kamu tidak nyaman berada disini? "tanya Raga membelai sayang rambut gadis.
"Aku kok jadi kepikiran Nevan ya, ini pertama kalinya aku meninggalkan Nevan pada malam hari. "Jawab gadis.
"Kita akan pulang setelah menyapa semua sahabat-sahabatku..ayo kita kesana.."Raga menarik pelan pergelangan tangan istrinya, membawanya pada keramaian.
Sesampainya di tempat perkumpulan, Raga tak sengaja berdiri tepat dihadapan Michel, kemudian ia beralih melihat pada Mitha.."Hai, kalian datang juga.."Sapa Raga.
"Hmm..bukan semua wajib datang. "jawab Michel ketus.
Gadis yg berada di sebelah Raga membulatkan matanya, ia tidak menyangka dapat berjumpa kembali dengan wanita yg pernah membuat dirinya dan Raga bertengkar, "Kau-- "tunjuk gadis marah. Mitha hanya menunduk pasrah.
"Kau wanita yg telah membuat aku dan Raga bertengkar, kau juga wanita yg berani menggoda suamiku. kenapa kau berada disini? apa kau ingin mencoba menggoda suamiku lagi. "tuduh gadis marah, gadis masih kesal dengan Mitha, walau Raga sudah menjelaskan pada dirinya jika tidak ada hubungan lagi antara mereka, tetap saja gadis tidak percaya, karena waktu itu Raga telah membohonginya.
"Maafkan saya, saya tidak --
"Tidak apa? "potong gadis kesal.
"Owh...kau memanggilku seakan-akan kita saling mengenal dan sudah sangat dekat. "kembali gadis memotong ucapan Mitha.
Raga hanya dapat menarik napasnya dengan berat, istrinya tidak akan diam sebelum dia mendapat penjelasan dengan sejelas-jelasnya. "Sayang, beri dia kesempatan untuk bicara. "Raga mencoba menenangkan istrinya.
"Huh..sudah lama aku ingin bertemu dengannya, aku masih kesal terhadap dia. "Ujar gadis kesal.
"Ok aku mengerti, tapi setidaknya biarkan dia bicara sebentar. "Raga berusaha menenangkan istrinya.
"Gadis.."Mitha meraih tangan gadis, "Aku minta maaf atas kejadian waktu itu, aku tidak pernah berpikir untuk mengambil Raga darimu, hanya saja waktu itu, aku sangat membutuhkan pertolongannya. maaf jika sudah membuat kalian bertengkar. namun sumpah demi apapun aku tidak pernah berniat untuk merebut Raga darimu. kau juga harus tau jika aku juga sudah memiliki suami, jadi tolong jangan pernah mencurigai suamimu lagi, Raga adalah pria yg baik, pengertian dan penyayang..dia sangat mencintaimu, dia tidak pernah menghianatimu. jadi jangan pernah ragu terhadapnya. "Mitha mencoba menjelaskan semuanya.
"Cih...apa-apan dia, dia dengan beraninya memuji pria lain di hadapanku, apa dia juga tidak dapat melihat kebaikan ku selama ini..lihat saja akan ku beri kau pelajaran sesampainya tiba di hotel.. "Gumam Michel penuh dengan ancaman.
Michel memandang Mitha dengan penuh intimidasi. Mitha yg mengerti tatapan Michel menarik napas pelan. "Dan kau harus tau, aku juga sudah memiliki suami, dan ini suamiku. "Mitha memeluk lengan Michel dengan mesra, Mitha mengenalkan Michel dengan penuh semangat.
Gadis mereda, ia nampak diam..namun beberapa menit kemudian ia teringat bukankah Raga mengatakan jika mantan kekasihnya itu menikah dengan pria psikopat? tapi jika di lihat-lihat pria yg berada di sebelah Mitha tidak terlihat menakutkan, atau kasar, malah pria yg di kenalkan sebagai suaminya itu terlihat kalem, namun memang terlihat sedikit pendiam.
"Aku tidak melihat pria yg bersama mantan kekasihmu itu seperti pria psikopat. "Bisik gadis yg terlihat penasaran.
"Bukan sudah aku jelaskan padamu waktu itu, jika suami Mitha adalah pria baik, namun ntah kenapa dia berubah menjadi seperti itu, mungkin dulu ada salah paham antara mereka, sudahlah, kita tidak perlu ikut campur, "Ujar Raga merangkul istrinya.
"Oy oy yg disebelah sana, sepertinya persahabatan kalian memang tidak pernah terpisakan ya ."Teriak MC dari tempat yg telah disediakan untuk MC.. "Ayo Raga sang idola di masanya..maju berikan sedikit sambutan untuk sahabat-sahabat kita yg sudah lama tidak berjumpa. "panggil MC.
__ADS_1
Raga hanya melambaikan tangan sebagai sapaan. namun ia menolak untuk naik ke atas panggung yg tersedia.
Waktu sudah menunjukan pukul sebelas malam, Raga Michel, gadis dan Mitha mengobrol bersama, seakan lupa dengan pertikaian tadi, Mitha sudah terlihat akrab bersama gadis, mereka pun tertawa bersama.. dan itu tidak luput dari pengawasan Michel.
"Chel, datanglah ke kediamanku, aku masih tinggal di tempat yg dulu.. mama sering menanyakanmu, kau pergi tidak memberi kabar, membuat mama sering bertanya tentangmu padaku.. "Ujar Raga, mengundang Michel.
"Aku tidak bisa berjanji. "jawabnya pendek.
"Tolong jangan Salah paham akan hubunganku bersama Mitha, dia hanya masalaluku, karena masa depanku adalah istriku. "Raga melirik gadis, seakan mengatakan jika dia adalah miliku, dia adalah wanitaku sekarang..."kita bisa bernostalgia dirumahku, kita bisa panggil Rio, Jordan dan Boy untuk datang kerumahku. "Kembali Raga menawarkan.
"Akan aku pikirkan. "Jawab Michel bangun dari duduknya.
"Hubungi aku nanti ."Ujar Raga memberikan kartu namanya pada Michel.
"Hmm.. "Michel mengambil kartu nama yg di berikan Raga pada dirinya. setelah itu menghampiri istrinya.
"Ayo kita pulang, aku cape ingin istirahat. "Ujar Michel mengajak Mitha pulang di tengah asik mengobrol bersama gadis.
"Sekarang. "Tanya Mitha yg terlihat tak rela menyudahi obrolanya bersama gadis.
"Ok mith, aku juga sama harus pulang, sampai jumpa lagi, hubungi aku nanti kita atur waktu untuk bertemu dan mengobrol lagi. "Ujar gadis semangat.
"Ok.. "Jawab Mitha, kemudian meninggalkan gadis dan Michel.
Gadis tersenyum senang, ia senang karena mendapat sahabat baru, ternyata Mitha tidak seburuk seperti yg ia bayangkan, bahkan Mitha asik di ajak mengobrol, mereka juga memiliki banyak kesamaan dari segala kesukaan, dan itu membuat gadis dan Mitha bisa langsung akrab, walau sebelumnya mereka bertengkar.
"Aku senang kamu dapat bersahabat dengan Mitha, "Ucap Raga tiba-tiba.
"Ya, aku senang dapat mengobrol bersama dia, kamu tahu ga, banyak kemiripan dari kami berdua, "Seru gadis antusias... "Tapi ingat bukan berarti aku dekat dengannya, kamu malah memanfaatkan semuany, awas saja jika kamu lirik-lirik padanya..aku akan membuat perhitungan denganmu. "Ancam gadis mengingatkan suaminya..
,
Untuk visual Michel dan Mitha gak ada foto bareng ya soalnya mereka baru dekatnya sekarang wkwkwk..
Jangan lupa tinggalkan jejaknya..
dan jika berkenan boleh baca karya baruku ya
__ADS_1