
Gadis masih bergeming, tidak lama kemudian ia lirik Raga yg terlihat frustrasi, ia meneguk ludahnya berulang-ulang, ntah mengapa melihat Raga yg tidak berdaya membuatnya sakit. ini kali pertama ia melihat Raga terlihat begitu frustrasi dan tidak berdaya, bahkan disaat Raga dulu tidak berdaya hanya duduk dikursi roda, dan seribu kata sumpah serapah darinya, Raga tidak pernah terlihat tidak berdaya seperti sekarang.
Gadis ingin menghampiri suaminya, namun kembali ia urungkan, ia tetap harus memberi ultimatum untuk suaminya agar suaminya itu tidak mengulangi lagi kesalahan yg sama, gadis tahu betul suaminya itu memiliki hati bak malaikat, namun menolong mantan kekasih itu hal yg tidak bisa ia terima, selain Raga menolong mantan kekasih, Raga juga menyembunyikan nya darinya, itu membuat hati gadis merasa sakit, suami yg sekarang ia anggap adalah seorang malaikat tanpa sayap itu, dapat membohonginya.
Gadis merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, berdebat dengan suaminya membuat energynya banyak terkuras, bahkan rasa nyeri di perutnya juga kembali timbul, akhirnya ia lebih memilih merabahkan tubuhnya dan istirahat dengan berbaring membelakangi suaminya.
Raga masih diam, ia perhatikan gadis yg sudah merebahkan tubuhnya, Raga menarik napas lega, "Semoga dia sudah tenang, dan tidak memiliki keinginan untuk pergi lagi. ."gumam Raga, ia mulai mendekat memeriksa keadaan istrinya ia ingin memastikan apakah istrinya sudah tertidur apa belum.
Melihat istrinya sudah tertidur Raga menarik selimut hingga ke atas dada istrinya. dan kembali ia pandangi wajah istrinya yg terlelap, semakin ia lama memandang istrinya, semakin besar pula rasa bersalahnya. "Tolong jangan pernah mengatakan ingin meninggalkanku, karena aku tidak tahu apa aku akan sanggup jika harus kehilangan kamu dan bayi kita, tolong tetaplah berada disampingku untuk selamanya, jangan pernah berpikir untuk meninggalkanku. "gumam Raga membelai lembut pipi istrinya.
Gadis membuka matanya saat Raga pergi meninggalkan kamarnya, Ntahlah perasaan apa yg saat ini menghinggapinya, rasa tidak tega, atau rasa kesal, gadis benar-benar tidak dapat membedakan rasa yg ada pada dirinya saat ini, namun satu yg saat ini ia rasakan sakit.
Jam sudah menunjukan pukul delapan malam, namun gadis belum juga keluar dari kamarnya, "Bu Nam tolong siapkan makan malam untuk gadis, setelah selesai menyiapkan, berikan kepada saya, "perintah Raga.
"Baik tuan, "Bu Nam pun pergi kedapur, tidak lama kembali dengan satu nampan menu makan untuk nona mudanya, "ini tuan. "
"Terima kasih bu Nam. "Ucap Raga, Raga segera membawa makanan untuk istrinya kedalam kamar, sesampainya didalam kamar, Raga tersenyum, ternyata istrinya sedang duduk bersender dengan sebuah majalah ditangannya.
"Kenapa tidak keluar untuk makan malam. "Ucap Raga tersenyum, kemudian ia meletakan makanan yg ia bawa di atas nakas. "Ayo makanlah dulu, setelah itu minum vitaminnya. "Lanjut Raga, namun tidak ada tanggapan dari gadis, gadis nampak tidak memperdulikan kehadiran Raga, suara Raga pun seperti angin lalu baginya.
"Aku suapi ya. "Kembali Raga bicara. "Ayo makan dulu, "Raga menyodorkan sendok yg berisikan nasi dan sayur mendekat kepada mulut gadis. bukan membuka mulut namun gadis memandang Raga dengan tatapan tidak suka. Raga yg mengerti akan tatapan istrinya hanya dapat memelas kepada istrinya.
"Setidaknya makan sedikit saja, "Pinta Raga.
Gadis meraih sendok yg berisikan nasi dan sayur yg di pegang suaminya, lalu kemudian menaru kembali kedalam piring, "Aku akan memakannya nanti, sekarang kamu boleh keluar, karena aku sedang tidak ingin di ganggu, dan satu lagi, menjauh dariku, jika kamu tidak ingin melihat aku pergi dari rumah ini, "Usir gadis.
Raga memandang gadis dengan tetapan sayu. setelah itu ia bangkit dari duduknya. "Baiklah, makan yg banyak, "Raga hendak menyentuh perut gadis, namun gadis dengan cepat menghindar.
"Sudah ku katakan jangan menyentuhku, dan jangan berani-berani menyentuku jika aku tidak mengijinkannya. "gadis memberi ultimatum untuk suaminya.
Tidak ada upaya untuk Raga saat ini, melihat istrinya masih berada di dalam rumahnya saja sudah membuat Raga sangat bersyukur, pasalnya istrinya itu memiliki watak yg sangat keras, jika sudah memutuskan sesuatu maka ia akan lakukan, tidak perduli dengan apa yg dikatakan orang lain,
__ADS_1
"Aku akan tidur di ruang kerja, jika kamu membutuhkan sesuatu, panggil aku. "Ucap Raga, mengalah hanya itu yg dapat Raga lakukan saat ini.
Gadis memalingkan wajah, aura angkuhnya terlihat begitu ketara saat ini, Raga tersenyum bodoh, kemudian pergi meninggalkan kamarnya. "Gadis dengan kamu sudah tidak pergi dari rumah saja, itu sudah membuktikan padaku, jika kamu sudah banyak berubah, maaf untuk kata-kataku tadi "gumam Raga kembali.
*
*
*
Sedangkan ditempat lain Mitha berusaha pergi ketempat yg tidak dapat orang lain menemukannya, ia memandang kota yg baru saja ia datangi. lega itulah yg Mitha rasakan saat ini, namun sedih mengingat kebahagian orang yg selama ini ia cintai harus mengalami pertengkaran karenanya. Mitha menghembuskan napasnya secara perlahan, lalu masuk kedalam rumah sederhana yg telah ia sewa, rumah sederhana itu akan menjadi tempatnya bertedu, untuk waktu yg tidak dapat ia pastikan, dan disinilah ia akan memulai kehidupannya yg baru.
Diwaktu yg sama, namun di kota yg berbeda, kedua orang tua Mitha sedang berdebat, mereka yg mendapat ancaman dari menantunya nampak ketakutan pasalnya Michel akan melaporkan mereka kepada polisi, dan akan mengambil alih semua perusahaan milik orang tua Mitha, jika Mitha tidak kembali dalam waktu satu minggu,
"Aku tidak ingin hidup susah, pah "Teriak mama Mitha. kepada suaminya.
"Hentikan misya!, "Bentak papa Mitha, "bukan aku sudah katakan sebelumnya, agar kau tidak memaksa Mitha untuk menikah dengan Michel, tapi kau terlalu serakah, dan akhirnya seperti ini, tidakkah kamu memikirkan keadaan Mitha saat ini? apa dia baik-baik saja diluar sana, atau dia sedang kesulitan saat ini, kenapa yg ada dalam pikiran hanya uang dan kesenangan, tidakkah kau memikirkan keadaan Mitha saat ini, kau terlalu egois hingga tidak memikirkan sedikitpun tentang putrimu, "Ujar papa Mitha emosi.
Mama Mitha diam seketika saat bentakan keluar dari mulut suaminya, ia berulang-ulang kali menelan salvianya yg terasa pahit. ia memang sangat menyayangi putrinya, namun untuk kehilangan kemewahan itu adalah mimpi terburuknya yg tak pernah ia bayangkan seumur hidupnya.
*
*
*
Gadis terbangun dari tidurnya, ia merasakan haus, namun persediaan air habis di tempatnya, dengan malas ia berjalan keluar dari kamarnya menuju dapur, namun sebelum sampai kedapur ia di kejutkan oleh pemandangan suaminya yg sedang meringkuk tidur di atas sofa. gadis mencoba tidak perduli kepada suaminya, namun hatinya terasa sakit melihat suaminya tidur di atas sofa seperti itu.
Dengan wajah angkuhnya ia mendekat pada Raga, ia pandangi suaminya yg sedang terlelap, suara dengkuran halus terdengar berirama ditengah lelapnya tidur. "Raga "panggil gadis, namun Raga terlihat begitu nyenyak hingga tidak mendengar panggilan istrinya.
"Raga "panggil gadis kembali dengan intonasi tinggi.
__ADS_1
Raga terkejut ia bangun dari tidurnya, dan langsung terduduk . "Sayang... ada apa? kenapa ? apa perutmu sakit? "tanya Raga khawatir, Panik bercampur terkejut.
"Tidak, masuklah kedalam kamar, tidurlah di dalam kamar, aku menyuruhmu masuk kedalam kamar, bukan karena aku sudah memaafkanmu, itu semua aku lakukan karena aku tidak mau semua orang yg berada di rumah ini menganggapku istri yg kejam. "Ujar gadis datar.
Raga mengulas senyum, "Aku mengerti, terima kasih. "jawab Raga senang.
Ketika Raga hendak melangkah masuk kedalam kamar, gadis malah melangkah ketempat yg berbeda, dan sontak itu memberhentikan langkah Raga, "Sayang kamar kita ada disini. "Ujar Raga mengingatkan istrinya.
"Kau pikir aku sudah pikun hingga tidak mengingat dimana kamar dan dimana dapur, "seru gadis kesal.
"Aku tidak mengatakan jika kamu pikun, aku hanya takut kamu sedang melantur karena mengantuk, "Jawab Raga tersenyum bodoh.
Gadis
Mitha
Raga
Nathan
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
Bersambung
__ADS_1
Terima kasih untuk semua yg sudah ber kenan memberikan dukungan melalui like komen dan vote-nya othor sangat terharu untuk semua dukungan kalian.
happy reading.