Love Me My Wife

Love Me My Wife
Maaf sudah membuatmu khawatir.


__ADS_3

"Apa kau tidak memiliki sedikit saja keberanian, kenapa kau hanya diam saja saat wanita tua itu menghajarmu? kau memang lemah, "Ujar Michel kesal saat telah sampai di apartemennya.


"Dia sangat menakutkan, aku takut melihat wajahnya. "Jawab Mitha apa adanya.


"Cih.."Michel mendengus kesal . "Dasar lemah. "Omelnya, namun tangannya terus mengompres wajah Mitha yg terluka.


"Jangan di tekan, itu sangat sakit. "keluh Mitha.


"Aku heran kenapa wanita sangat lemah, "Cibir Michel.


"Karena wanita tulang rusuk, "Seru Mitha cepat.


"Kenapa semakin hari kau semakin banyak bicara? Dengarkan aku baik-baik, mulai dari sekarang kau harus menjadi wanita yg kuat, jangan pernah membiarkan orang lain menindasmu, apa lagi sampai melukaimu seperti ini, ingat ini untuk yg pertama dan terakhir aku menolongmu dari wanita tua itu, kedepannya kau harus menghadapinya sendiri. "Ujar Michel terus bicara.


"Kau mengatakan aku sekarang banyak bicara, apa kau tidak merasa jika kau juga sekarang sangat cerewet. "Jawab Mitha santai.


Tangan Michel berhenti mengopres Mitha, kemudia ia lempar handuk kecil yg berada ditangannya kedalam wadah yg berisikan air hangat untuk mengopres wajah Mitha, tanpa bicara apapun ia meninggalkan Mitha kemudian masuk kedalam kamarnya.


"Ada apa denganya? "Tanya Mitha pada dirinya sendiri.


"Ada apa denganku ? kenapa aku menjadi perduli pada wanita itu, dan kenapa belakangan ini aku sangat boros bicara dengannya? aih ini sangat membingungkan, ini seperti bukan diriku. "Keluh Michel terlihat frustrasi.


Hingga pukul dua belas malam Mitha masih diruang tamu, ia merasakan demam hingga tubuhnya menggigil. Mitha terdengar mengigau, Michel yg hendak mengambil air minum terdiam saat mendapati Mitha masih berada ditempat yg sama, tempat dimana tadi ia meninggalkannya.


"Mitha, "panggil Michel.


Tak ada jawaban.


"Mitha.. apa kau baik-baik saja? "Panggil Michel. kembali Michel memanggil Mitha namun kali ini Michel menepuk pipi kiri Mitha dengan pelan. "Astaga, Mitha.. kau demam tinggi. "Ujar Michel terkejut. Dengan cepat ia membopong tubuh Mitha membawanya masuk kedalam kamarnya, kemudian ia menghubungi dokter keluarga yg biasa memeriksa Michel jika Michel sedang sakit.


"Hei, apa yg harus aku lakukan? "Michel menepuk-nepuk pipi Mitha "Hei aku tidak mengerti cara merawat orang yg sedang sakit, bangun kau tidak boleh sakit, "Lanjut Michel terus berusaha membangunkan Mitha yg kesadarannya terus menurun.


Suara bell terdengar ditengah keheningan malam. Michel segera membuka pintu.


"Selamat malam tuan Michel. "Ucap dokter yg telah dihubungi oleh Michel.


"Hm..masuk dan periksa keadaan istriku. dia terlihat demam. "Ujar Michel memerintah.


"Baik tuan, "Dokter tersebut pun masuk, ia terkejut karena keadaan wajah Mitha terlihat berantakan karena di penuhi luka cakaran dan memar-memar biru. dokter tersebut melirik Michel seakan meminta jawaban akan luka yg berada pada wajah pasiennya.


"Tugasmu hanya memeriksa istriku, bukan untuk berkomentar atau bertanya.."Ujar Michel yg mengerti arti tatapan dokter yg akan memeriksa istrinya


"Ba-baik tuan.."Jawab dokter patuh. ia segera memeriksa tubuh Mitha,


"Bagaimana keadaannya? "tanya Michel


"Dalam kondisi normal, nyeri biasanya akan berkurang dalam dua hari setelah terjadi luka.


Namun, apabila nyeri menetap atau dirasakan semakin berat, bisa jadi luka tersebut mengalami infeksi. demam lebih dari 39 derajat Celcius, menggigil, dan sakit kepala atau tubuh lemah

__ADS_1


Kondisi tersebut dapat menjadi tanda infeksi yang sudah mencapai aliran darah, saya akan memberi antibiotik dan beberapa obat untuk diminum oleh nyonya, namun jika dua hari tidak ada perkembangan saya sarankan agar nyonya di bawa kerumah sakit agar mendapat perawatan yg lebih insentif. "Jelas dokter.


"Baiklah kau boleh pergi, "Usir Michel setelah dokter selesai menjelaskan.


"Baiklah... saya akan menyuruh seseorang untuk mengantarkan obat yg dibutuhkan oleh nyonya nanti, jika tidak ada lagi yg tuan Michel tanyakan, saya permisi. "pamit sang dokter.


"Hmm.."jawab Michel dengan gumaman.


Setelah kepergian dokter Michel mendekat pada Mitha, ia pandangi istrinya dengan lekat, ada rasa sakit melihat istrinya tidur dengan keadaan tak berdaya. "Kenapa kau sangat lemah? aku sudah memberimu kesempatan untuk melawan wanita tua itu, tapi kau malah diam saja. "Ucap Michel pelan, tangannya mengelus lembut rambut Mitha.


*


*


*


Di tempat lain gadis tertidur dengan tangan menggenggam tangan milik Raga, gadis membuka matanya secara perlahan saat merasakan ada pergerakan dari tangan milik suaminya. "Raga, "Ucap gadis dengan kesadaran yg belum sepenuhnya.


"Eum..Air..."ucap Raga lirih.


"Raga.."Sontak gadis terbangun dengan cepat. "Raga kamu sudah sadar..kamu sudah bangun. "Ucap gadis terkejut segaligus bahagia.


"Air.. "kembali Raga berucap meminta air.


"Air.."ulang gadis. "Kamu haus? sebentar aku panggil dokter dulu, "Gadis langsung menekan tombol untuk memanggil perawat, ia tidak mau memberi minum sebelum dokter memberinya ijin, karena takut terjadi apa-apa kepada suaminya.


Tak berselang lama dokter datang dengan dua perawat.


"Syukurlah jika tuan Raga sudah siuman, permisi ya saya periksa dulu.."Ijin dokter.


"Tuan Raga ingin minum? "tanya dokter. Raga menjawab dengan menganggukan kepalanya.


"Ok, nyonya gadis boleh membantu suaminya untuk minum, pelan-pelan dan sedikit-sedikit saja, "Ujar dokter memerintah.


"Sudah cukup nyonya. "Lanjut dokter. "Tuan bagaimana perasaan anda saat ini? "lanjut dokter bertanya.


"Saya merasa tubuh saya tidak merespon saya. . "Jawab Raga pelan.


Dokter tersenyum. "Tidak masalah tuan, karena beberapa hari ini anda tidur cukup lama itu mengakibatkan tubuh anda menjadi keram. saya akan melakukan pemeriksaan dan beberapa tes untuk anda, "Ujar dokter,


Setelah melalukan serangkaian pemeriksaan, akhirnya dokter pun memberikan hasil yg membahagiakan untuk gadis dan juga keluarga, karena seluruh tubuh Raga dapat merespon setelah melakukan serangkaian pemeriksaan hanya saja jika untuk berjalan saat ini kakinya masih belum dapat berdiri karena masih merasa lemas.


"Jangan di paksakan, pelan-pelan saja, kerena kedua kaki tuan Raga juga pernah mengalami cidera yg mengakibatkan kelumpuhan, mungkin itu salah satu penyebab kaki tuan Raga belum merespon dengan cepat, tapi tuan dan nyonya tidak perlu khawatir, tidak ada masalah serius dengan kedua kaki tuan Raga, semuanya baik-baik saja, jadi tidak perlu di paksakan dulu ya. sekarang istirahatlah, kami akan datang kembali untuk memeriksa keadaan tuan nanti.


"Dan untuk nyonya gadis, selamat doa anda telah di kabulkan oleh tuhan, jadi tidak usah bersedih lagi ya sekarang, karena suaminya sudah kembali bangun dan sebentar lagi akan sembuh seperti semula.


"Terima kasih dok.."Ucap gadis tersenyum bahagia.


"Sama-sama nyonya, baiklah tuan, nyonya saya permisi, jika ada sesuatu yg anda butuhkan anda dapat memanggil kami kembali. "pamit dokter bersama kedua suster yg membantu.

__ADS_1


Gadis langsung memeluk Raga dengan erat suaminya saat dokter telah pergi, ia sangat bahagia saat melihat suaminya sudah dapat tersenyum lagi. "Kenapa kamu melakukan ini pada ku ga, aku sangat takut, bahkan aku tidak pernah merasakan rasa takut sebesar ini sebelumnya. "Adu gadis menangis haru.


"Maaf sudah membuatmu khawatir, sekarang aku sudah kembali sembuh, kamu tidak perlu menangis lagi. hapus air matamu, karena setelah ini aku tidak akan pernah membiarkan satu tetes air mata pun yg jatuh dari kedua matamu. "Ucap Raga membalas pelukan gadis.


Gadis melepaskan pelukannya, lalu ia teringat kepada papa dan juga ayah dan ibu mertuanya. "Aku akan menghubungi mama, dia juga sangat mengkhawatirkanmu beberapa hari ini. "Ujar gadis langsung melakukan panggilan kepada ibu mertuanya.


Setelah tersambung gadis langsung menceritakan keadaan suaminya saat ini kepada ibu mertuanya, mama Serline yg berada disebrang sana sangat terkejut sekaligus bahagia, setelah selesai menceritakan keadaan suaminya, gadis pun mengakhiri sambungan telephonenya.


"Aku mendengarmu saat kamu bicara, dan berkata jika kamu sangat merindukanku, aku juga mendengar saat kamu berjanji tidak akan marah jika aku memarahimu. aku juga--


"Waktu itu kamu sedang tidak sadarkan diri, mana ada aku mau di marahi, "potong gadis


"Kamu sudah berjanji, jadi kamu harus tepati janjimu itu, "Raga mencubit hidung gadis.


"Sakit ga. "Keluh gadis manja.


"Hmm. aku sudah tidak sabar ingin cepat pulang dan menghabiskan waktu bersamamu. "Ujar Raga tersenyum menggoda.


"Ada apa denganmu ? kita sudah menghabiskan waktu sepanjang hari bahkan siang dan malam kita habiskan waktu berdua disini "Ujar Gadis mengerutkan dahinya melihat tatapan mesum suaminya.


"Itu waktu yg terbuang sia-sia, aku ingin menghabiskan waktu, yg akan membuat kita--


"Sayang "Panggilan mama Serline memberhentikan kata-kata godaan yg akan Raga ucapkan kepada istrinya.


Raga tersenyum begitu pula dengan gadis, gadis terlihat sangat bersyukur karena ibu mertuanya datang pada waktu yg tepat, karena jika tidak, Raga pasti akan terus menggodanya.


"Sayang kamu sudah bangun nak. kamu sudah kembali sehat, apa ada yg sakit, apa matamu dapat melihat dengan jelas? telingamu? atau ingatanmu? "Mama Serline membordir pertanyaan kepada Raga, ia masih mengingat betul penyampaian dokter beberapa jam yg lalu, jika pun Raga bangun, Raga akan mengalami beberapa masalah pada bagian-bagian tubuhnya, ntah itu pendengaran, ntah ituh penglihatan atau daya ingat. mama Serline sudah menguatkan diri dengan apapun yg akan disampaikan oleh dokter, namun semua itu hanya kemungkin dan ia sangat bersyukur, semua kemungkin yg dokter katakan tidak terjadi.


"Aku baik-baik saja mah, hanya kakiku saja yg masih terasa keram jika berdiri. "Jawab Raga menengangkan ketakutan ibunya.


"Mama sangat takut sayang, mama takut terjadi apa-apa kepadamu. "Ucap mama Serline mengusap sayang putra satu-satunya itu.


"Raga.."panggil Papa Ramond bergantian memeluk putranya. "Papa tau kamu putra papa yg paling kuat. "Ucap papa Ramond menepuk pelan punggung putranya .


"Terima kasih Pah, mah..sayang, kalian sudah ada untukku disaat aku seperti ini, terima kasih sayang sudah berada disisiku saat kondisiku tak berdaya. terima kasih tidak meninggalkanku. terima kasih. "Ucap Raga berulang-ulang mengatakan terima kasih.


Gadis langsung memeluk Raga, "jangan katakan itu lagi, aku berjanji akan selalu ada disaat kondisimu seperti apapun. "Ujar gadis menangis.


Mama Serline dan papa Ramond tersenyum saat melihat putra dan menantunya berpelukan, mama Serline mengusap punggung gadis, ia merasa tenang dan yakin sekarang jika gadis dapat membahagiakan putranya.


"Sayang dimana Nevan ? "tanya Raga yg baru mengingat keberadaan putranya.


"Nevan berada di hotel bersama bu Nam. "Sahut mama Serline.


*


*


*

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2