
"Kenapa ingin makan-makanan seperti ini? "Raga bertanya setelah sampai di restoran yg menyediakan makan yg di inginkan istrinya.
"Ntahlah pengen aja, aku inget aja dulu punya temen suka sekali makan ketoprak, dia hanya bilang suka makan ketoprak, tapi dia belum pernah makan, makanan ini bersamaku. "Jawab gadis antusias sambil memasukan satu sendok penuh ketoprak kedalam mulutnya, "Enak. "komentarnyan
Raga yg tidak yakin akan rasanya, hanya mengerutkan dahi tidak percaya.
"Aaa..."Gadis menyodorkan satu sendok penuh mendekat ke mulut Raga. "Aaaa, ini enak loh. "kembali gadis memerintah Raga untuk membuka mukutnya.
"Tidak, ini untukmu saja, "tolak Raga.
Gadis menaruh sendoknya dengan kasar, lalu memajukan bibirnya menandakan dirinya sedang kesal akan penolakan Raga.
Raga yg melihat perubahan raut wajah istrinya, menghembuskan napas dengan berat, ia tidak pernah memakan-makanan seperti itu, ia ragu akan rasanya, namun dengan terpaksa ia menerima makanan yg tadi hendak di beri istrinya. "Tapi sepertinya enak juga, boleh aku mencobanya? "Raga mencoba membuat istrinya kembali tersenyum.
"Sungguh.."Ucap gadis berbinar.
"Hmm..
Dengan semangat gadis menyendok kembali makanan yg sempat ia abaikan itu, lalu kemudian memasukan kedalam mulut suaminya. "Bagaimana? "Tanya gadis menunggu komentar Raga akan rasa makanan yg baru saja ia suapkan kepada suaminya.
"Enak, "jawab Raga mengunyah cepat kemudian kembali meminta gadis untuk menyuapinya. gadis dengan antusias menyuapi suaminya, tanpa terasa satu piring penuh ketoprak di habiskan oleh Raga sendiri.
"Ahh... aku sangat kenyang. "Ujar Raga memegang perutnya. Raga mengerutkan dahinya, "Apa satu piring itu habis olehku sendiri? "tanya Raga tidak percaya.
Gadis mengangguk di barengi dengan senyuman berbinar. "Aku kenyang melihatmu makan dengan lahap. "Komentarnya.
"Bagaimana mana bisa, aku yg makan kamu yg kenyang, "Protes Raga, "ayo pesan makanan lagi untukmu, kamu belum makan. "lanjutnya memerintah gadis.
"Eum, aku ingin ice cream saja, ice cream blueberry dengan toping srikaya, "Gadis terlihat menelan ludahnya membayangkan sedang menikmati ice cream yg ia suka..
"Memang ada? "Jawab Raga, Raga yg baru mendengar ice bertoping srikaya, sedikit ragu mengiyakan.
"Ada, asalkan kita request, pasti ada, ayo kita pergi ke tenan ice cream, "Ajak gadis menarik tangan suaminya. yg di tarik menurut saja.
Sesampainya di kedai ice cream, gadis langsung memilih ice yg ia inginkan, "Caramel mix dengan rasa mint. "pesan gadis kepada pelayan yg melayaninya.
"Sayang, kenapa berubah, tadi kamu meminta ice cream, blueberry dengan toping srikaya, tapi kenapa disini pesannya Caramel mix dengan mint? "tanya Raga bingung,
"Ga, kamu lihat deh, poster orang itu, "Gadis menunjuk poster yg ada di depannya, gambar itu sedang memegang dua ice cream, sebelah kiri memegang ice cream rasa mint, sebelah kanan memegang ice cream rasa Caramel, "Jika di satukan pasti rasanya akan terasa lebih enak. "Ujar gadis.
"Ya, ok survai membuktikan untuk rasanya. "Tutur Raga mengikuti saja keinginan istrinya.
Setelah mendapatkan ice creamnya gadis langsung nenjilat-jilat ice creamnya. "Eummm enak. Ga sini Cobain deh, ini enak banget.."gadis memosisikan duduk berhadaapan dengan suaminya, "caobain Aaa, "Dan lagi makanan yg ia beli di paksa masuk kedalam mulut suaminya. yg di beri hanya dapat tersenyum paksa saat makanan masuk kedalam mulutnya.
"Enak kan? "Ulang gadis tidak sabaran mendengar penilaian rasa yg akan Raga berikan.
"Hmm, "jawab Raga dengan gumaman. "Oh ****, ini sangat manis. aku tidak suka makanan manis seperti ini. "gumam Raga mengumpat kesal, namun tidak dapat memprotes.
__ADS_1
"Apa aku bilang apa, yaudah ini untukmu saja, "Dengan santainya gadis memberikan ice creamnya semua kepada Raga,
Raga melebarkan matanya, makan satu jilatan saja sudah membuat ia ngilu dan terasa tidak enak di mulutnya, ini suruh makan satu cone besar ice creamnya, "Sayang, ice cream ini memang enak, tapi perutku sudah tidak dapat menampung makanan lagi, sungguh aku sangat kenyang, Eum bagaimana kalau lain kali kita kesini lagi dalam keadaan perut aku tidak kenyang. "Raga mencoba memberi alasan untuk menolak memakan ice cream, karena ia sangat tidak suka dengan makana-makanan yg manis.
"Tapi bagaimana dengan ice creamnya, aku sudah tidak berselera untuk memakannya. "Jawab gadis melihat sayang pada ice cream yg ia tadi beli.
"Aku tidak mungkin membuangnyakan, bukankah kamu sendiri yg mengatakan agar tidak membuang makanan, lantas bagaimana dengan ini, aku ingin sekali menghabiskannya, namun aku sudah tidak berselera, "lanjut gadis memandang ice cream yg sudah mulai meleh.
Dan lagi-lagi Raga menghembuskan napas kasarnya, jika saja tidak takut istrinya merajuk, ingin sekali ia mengomeli istrinya. "Ya tuhan dis, ada apa denganmu? dalam waktu satu jam kau sudah memberi makanan asing masuk kedalam perutku. tidak mungkin aku menghabisakan ice cream sebesar itu, "Gumam Raga menelan ludahnya berulang-ulang.
"Sayang sebenarnya aku tidak terlalu suka dengan makanan manis, rasa Caramel itu sangat ngilu pas masuk kedalam mulutku, mulutku tidak bersahabat dengan rasa manis, jadi kamu saja ya yg menghabisakannya ya, "tolak Raga lembut.
"Aku juga tidak suka. "jawab gadis santi.
"Wow dia hebat sekali, dia tidak merasa bersalah sedikit pun telah membeli ice cream ini, dan jika memang dia tidak suka, kenapa dia membeli ice cream yg super besar seperti ini.. "Kembali Raga bergumam kesal.
"Jika kamu tidak suka, kenapa membelinya? "rasa penasarannya akhirnya keluar juga.
"Tadi aku membayangkan makan ice cream ini sangat enak, tapi ternyata sama saja seperti ice cream-ice cream yg lainnya.
Raga rasanya kesal saat mendengar alasan gadis kenapa membeli ice super big, namun ia mencoba tersenyum, ia tidak ingin mengacaukan suasana hati istrinya, "Baiklah kemarikan, biar aku yg menghabiskannya.."Raga mengambil ice cream yg berada di tangan istrinya dengan terpaksa, kemudian dengan rasa kesal didalam hati ia dorong paksa ice cream tersebut masuk kedalam mulutnya. dengan cepat Raga memasukan kedalam mulutnya, ia terus memasukan ice cream kedalam mulutnya tanpa jeda,
Gadis yg menyaksikan suaminya memakan ice cream tersebut berbinar senang, "Ayo sedikit lagi, "Lah dia malah ngasih semangat, yg di semangatin terlihat sangat kesal, namun tetap tersenyum dengan bodoh.
"Cukup aku menyerah, "Ucap Raga setelah menghabiskan setengah cone ice creamnya.
"Ya ini aku sisain untuk kamu, ayo habiskan, "kini Raga yg nampak memaksa gadis untuk memakan ice cream yg hanya tinggal setengah cone tersebut, dengan gerakan cepat Raga mendorong ice cream tersebut kedalam mulut istrinya. "Enak bukan, habiskan ya, "lanjut Raga tersenyum menyeringai.
Gadis melebarkan matanya saat ice cream yg ia beli tadi masuk dengan cepat kedalam mulutnya.
"Enak kan. "Kembali Raga mengatakan hal yg sama. dengan senyuman samar terpatri di bibirnya.
"Kenapa kau memaksa aku untuk memakannya? "ujar gadis kesal.
"Aku tidak memaksamu, aku hanya bermaksud untuk membaginya denganmu, "jawab Raga santai, "ayo cepat habiskan ice cream itu, karena setelah ini aku akan mengajakmu untuk menonton, "lanjutnya santai, yg di ajak bicara hanya dapat menggerutu kesal.
*
*
*
Di tempat lain Mitha terlihat menunduk pasrah, kini ibu dan calon mertuanya sudah mendapatkan tanggal yg pas untuk pernikahannya bersama pria yg tidak ia kenal.
"Mitha apa kau senang, sayang? "tanya mama Mitha bahagia, dan itu berhasil membangunkan Mitha dari lamunannya.
"Ah ya.."Mitha terkejut dengan pertanyaan ibunya, dengan gugup dan terkejut, ia mengatakan iya.
__ADS_1
Mama Mitha tersenyum bahagia, begitupun dengan keluarga pria yg akan dinikahkan dengan dirinya.
"Mitha bolehkah aku meminta waktumu sebentar,? ada yg ingin aku bicarakan denganmu. "pinta calon suami Mitha.
"Tentu boleh dong sayang, "Bukan Mitha, melainkan ibunya yg menjawab permintaan pria yg akan menikahi Mitha. "Sayang ajak Michel ke taman belakang, disana kalian akan mengobrol dengan santai, "Perintah ibu Mitha.
Mitha menghembuskan napasnya secara perlahan, kemudian tersenyum paksa, "Mari ikut denganku. "ajak Mitha kepada calon suaminya.
Di taman belakang Mitha terlihat sungkan, ia terus menunduk tanpa berani memandang wajah tegas pria yg akan menjadi suaminya.
"Aku berada dihadapanmu, "suara bariton membuat Mitha langsung menoleh kearah pria yg saat ini dihadapannya. "Aku hanya ingin nenegasakan padamu, jika pernikahan ini berlangsung, jangan pernah ikut campur dengan urusan pribadiku, dan setelah kita menikah aku akan membawamu untuk tinggal bersamaku di kota surabaya. ingat jangan pernah membuatku kesal, jika sekali saja kau membuatku kesal, aku akan membuatmu menyesalinya. "Pesan Michel calon suami Mitha yg memberi ultimatum sebelum pernikahan.
Mitha hanya memandang pria yg ada dihadapannya saat ini, tanpa berniat untuk membalasnya.
*
*
*
"Sumpah aku ingin tertawa, aku tidak pernah menonton film komedi seperti itu. "Ujar gadis tertawa hingga setelah dirinya keluar dari bioskop.
"Kamu senang, "tanya Raga mengusap lembut rambut istrinya.
"Tentu saja. "jawab gadis cepat.
"Baiklah karena suasana hatimu saat ini sedang senang, sekarang kamu harus makan, mari kita membeli makan untukmu, "Ajak Raga, ternyata Raga masih ingin membelikan makanan untuk istrinya, karena pasalnya istrinya itu belum makan dengan benar sedari pagi.
"Kita pulang saja, aku ingin makan-makanan buatan bu Nam saja, "jawab gadis menolak untuk membeli makanan,
"Baiklah, tapi kamu harus janji, kali ini harus makan dengan benar, "pesan Raga.
*
*
*
::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
Bersambung .
__ADS_1
Jangan lupa jejaknya.