Madu Yang Tak Semanis Madu

Madu Yang Tak Semanis Madu
Episode 10


__ADS_3

Hari ini Anisa sudah mulai bekerja. Pagi- pagi sekali Anisa sudah mempersiapkan semuanya . " Aku harus semangat bekerja , mengumpulkan uang untuk ibu di kampung."


Batin Anisa .


Pukul 6 pagi Anisa sudah berangkat dari kost-kostan menuju mini market tempat nya bekerja. Ia lebih memilih berjalan kaki ketimbang naik ojek .Selain tidak terlalu jauh Ia juga bisa mengirit ,lumayan uangnya bisa di tabung.


Setelah sampai di tempatnya bekerja Anisa bergabung bersama teman-teman nya yang lain. Ia termasuk anak yang mudah bergaul jadi baru sehari saja mereka sudah terlihat akrab.


Jam kerja Anisa mulai dari jam 7 sampai jam 5 sore. Ia sangat beruntung ada tetangga kost an nya yang memberitahu kan tentang lowongan pekerjaan ini. Hampir setahun lebih selama Ia tinggal di rumah suaminya tak pernah sekalipun Ia keluar dari sana. Tetapi itu tak membuat nya canggung berada di luar yang bukan daerahnya.


Tidak ada yang tahu kalau dirinya sudah menikah . Karena Anisa mencoba menyembunyikan identitas nya. Mana ada yang percaya kalau sebenarnya Ia adalah istri kedua dari seorang pengusaha kaya pemilik Perusahaan , tetapi bekerja di sebuah Mini Market kecil dengan gaji yang pas-pasan .


Ia tahu kalau dirinya sungguh sangat berdosa meninggalkan rumah dan suami begitu saja.Tetapi Ia juga tidak ingin terus tersiksa dengan terus berada di sana .


Dan soal pernikahan nya ,Entahlah bagaimana takdir membawanya .Kalaupun Ia harus berpisah dengan suaminya ,Ia harus rela menerima nya . Karena yang Ia tahu kalau suaminya tidak menginginkan nya apa lagi mencintainya ,itu sungguh sangat tidak mungkin.


Sebentar lagi jam kerja Anisa berakhir .Ia dan teman-teman nya yang Sift pagi tengah beberes menyelesaikan pekerjaan mereka.


" Nis Kamu pulang dengan siapa ?." tanya salah satu teman kerjanya yang satu sif dengan nya.


" Aku pulang sendiri Mba ."


"Oh ..aku kira di jemput pacar ."


Anisa hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum kecil menjawab pertanyaan teman barunya itu.


" Mau bareng aku ga ?." temannya menawarkan pulang bersama dengan motor metiknya.


" Terimakasih Mba , rumah aku Deket kok ."


" Oh gitu ya sudah aku duluan yah ."


" Iya mba hati-hati yah ." Anisa melambaikan tanganya pada temanya yang berlalu pergi.


Ia berjalan menyusuri komplek perumahan sebagai jalan alternatif untuk lebih cepat sampai ke tempat kost-an nya. Tak lupa Anisa mampir ke sebuah Warteg kecil untuk membeli makan malam untuk nya nanti. Karena siang tadi Ia hanya makan roti dan air mineral saja.


Setelah sampai Anisa langsung membersihkan diri karena hari sudah hampir Magrib.

__ADS_1


Setelah menjalani kan sholat magrib Ia segera menyantap nasi bungkus yang Ia beli tadi.


***


Di tempat lain ada pasangan selingkuh yang tengah menikmati kegiatan ranjang mereka . Desahan- desahan dosa saling bersahutan .


Semenjak tidak ada nya Anisa dan Mbok Minah yang sedang pulang kampung , Dewi semakin berani membawa selingkuhannya ke rumah .


Bahkan dia mengancam satpam rumah mereka untuk tidak mengadu pada Fahri .Jika Fahri sampai tahu maka Ia akan di pecat.


Tiga hari ini Fahri sedang ke Bali untuk meninjau proyek baru nya . Momen itulah yang di manfaatkan Dewi untuk membawa selingkuhannya nya ke rumah.


" Sayang , aku mau lagi ." Dengan suara parau yang masih di liputi nafsu .


" Baiklah cantik aku masih kuat walaupun sampai pagi ." bisik menggoda lelaki itu di telinga Dewi . Dan itu langsung membuat Dewi semakin bernafsu.


Entahlah semenjak Ia membohongi Fahri saat itu ,Fahri jadi terlihat tak bernafsu bercinta dengan nya. Itu yang membuat dirinya lebih memilih melakukanya dengan selingkuhannya. Karena lebih memuaskan menurut nya.


Mungkin kalau bukan karena harta Ia sudah meninggalkan Fahri sejak dulu . Ia berharap bisa memiliki anak sehingga Ia bisa dengan mudah merebut harta Fahri . Namun yang terjadi Justru Ia di fonis mandul oleh Dokter.


Karena itu Ia mencari jalan lain , yaitu dengan tetap bersama Fahri dan mengeruk hartanya secara perlahan . Tetapi rencananya sedikit tersendat ketika Mamah mertuanya menikahkan Fahri kembali dengan Anisa.


Biar bagaimanapun Dewi merasa ada sedikit rasa cemburu di hatinya , melihat suaminya menikah dengan gadis belia , Ia akui Anisa memang sangat cantik , kulitnya putih mulus senyumnya manis dan itu juga yang membuat Dewi khawatir kalau suaminya akan jatuh cinta pada Anisa. Karena itu Ia berusaha menjauhkan Fahri dari Anisa .


Sejauh ini rencana nya untuk memisahkan Fahri dan Anisa berhasil , karena Anisa sudah keluar dari rumah itu. Tetapi Dewi masih belum tenang , rencana selanjutnya adalah Ia ingin membuat Fahri menceraikan Anisa .


***


Sudah hampir satu bulan Fahri mencari keberadaan Anisa . Dan kali ini membuahkan hasil . Setelah orang suruhannya mengirimkan foto-foto lewat ponselnya.


" Akhirnya saya menemukan mu Anisa ." Dengan senyum mengembang Fahri menatap foto di layar ponselnya.


Fahri kini sudah tidak perduli lagi dengan apa yang di lakukan oleh Istri pertama nya itu. Dan Dewi juga masih belum mengetahui bahwa Fahri sudah mengetahui semua kelakuanya .


Setiap pagi sebelum ke kantor , dan sore hari setelah pulang dari kantor Fahri selalu memandangi Anisa dari kejauhan . Sepertinya Ia sudah mengetahui secara detail tentang jam kerja Anisa dari anak buahnya , yang Ia bayar juga untuk menjaga Anisa dari kejauhan.


" Saya tak pernah melihat senyum itu .Tawa itu , sungguh bisa membuat hati ini bahagia hanya dengan melihatnya saja ." Fahri berbicara pada dirinya sendiri , ketika melihat Anisa sedang bercanda dengan teman kerjanya.

__ADS_1


Mungkin selama di rumahnya Anisa tidak pernah merasakan kebahagiaan . sehingga Ia tak pernah melihat Anisa tersenyum lepas.


Tiba-tiba raut wajah Fahri berubah , rahangnya mengeras , tangannya mengepal kuat , sorot matanya tajam memandang lelaki yang sedang mendekati Anisa dan memberikan nya minuman ,terlihat jelas bahwa lelaki itu menyukai Anisa dari senyumnya dan gestur tubuh nya. Yah terlihat jelas sekali karena Mini Market itu berkaca transparan dengan lampu yang begitu terang . Sehingga apapun yang mereka lakukan itu mudah terlihat.


" Awas saja kau , berani menyentuh milik saya , akan saya pastikan kau akan menyesal seumur hidup." seringai jahat keluar dari raut wajah Fahri.


Tanpa Fahri sadari ternyata dirinya sudah jatuh hati pada Anisa.


***


Anisa sedang melayani banyak costumer .


Matanya hanya fokus pada komputer .


" Apa lagi Pak , atau hanya ini saja ."


" Hemm."


Anisa pun segera membungkus beberapa kaleng minuman . Setelah sebelumnya mengetikkan harganya di mesin kasir .


" Delapan puluh ribu Pak."


Anisa pun menerima Satu lembar uang 100 ribuan . Namun saat Ia hendak memberikan kembalinya ,Orang itu langsung bergegas keluar tanpa membawa minuman ataupun kembalinya .


" Loh ,, Pak ,Ini minumannya dan kembalinya belum di bawa ." Anisa pun mengejar lelaki itu sampai keluar Mini Market.


Namun Ia sudah tak melihatnya lagi.


" Duh ,,, cepet banget sih tuh orang , Lalu ini bagaimana ." Anisa melihat belanjaan di tanganya. Ia pun masuk kembali ke Dalam Mini Market.


" Minum lah , Jangan menerima pemberian dari Lelaki mana pun , kecuali saya !."


-


-


-

__ADS_1


Jangan lupa like nya yah Kaka , tunggu episode selanjutnya . Terimakasih 😇😇


__ADS_2