
" Apa ? , selingkuh kamu bilang ." Fahri menatap tajam istrinya itu.
" Bukan begitu Mas , aku hanya ..." Dewi kebingungan , sebenarnya kata-kata selingkuh itu bisa menjadi bumerang buat dirinya sendiri.
" Sebaiknya kau banyak berkaca pada dirimu sendiri ." Fahri langsung masuk ke dalam kamar mandi .
Hampir saja Ia terbawa emosi meladeni Dewi yang selalu memancing emosi nya , dengan membawa-bawa nama Anisa atas kesalahannya.
" Brengsek ." Dewi sungguh sangat kesal , Malam ini pun belum berhasil merayu suaminya itu untuk menceraikan Anisa , dan selalu saja berakhir dengan pertengkaran .
Dewi pun memilih pergi dari rumah dan menemui selingkuhannya .
Saat Fahri keluar dari kamar mandi , Ia tak melihat keberadaan Dewi . Lalu Fahri pun meraih ponsel nya yang berada di saku jas nya tadi .
" Di mana dia ?."
" Ok , potret semua yang dia lakukan di sana ."
Fahri baru saja menelfon seseorang , yang Ia bayar untuk mengikuti kemana pun Dewi pergi. Dan Ia mendapatkan Info bahwa Dewi sekarang sedang bersama selingkuhan nya .
" Aah ,, sial kenapa saya tidak memberikannya ponsel , kalau seperti ini saya kan tidak bisa melihat wajahnya malam ini ."
Fahri langsung mengambil kunci mobil yang ada di nakas . Lalu Ia keluar menuju parkiran mobilnya .
Yaah ,, Fahri kini sudah sangat ketergantungan dengan wajah istri kecilnya itu. Ia bahkan tidak bisa tidur kalau tidak menatap wajahnya terlebih dahulu.
Pukul 10 malam Fahri sampai di Apartemen nya . Ia langsung masuk ke dalam ,keadaan di dalam terlihat sepi . Fahri mengira mungkin Anisa sudah tertidur , Ia pun masuk kedalam kamar ,namun tidak ada siapapun .Ia pun berkeliling Apartemen namun istrinya itu belum terlihat, Fahri kini mulai cemas , dengan panik Ia pun mengelilingi Apartemen untuk yang kedua kalinya. Setiap sudut kamar yang tidak Ia tempati pun tak luput dari pencariannya . Ia sungguh benar- benar takut kalau Anisa kabur dari Apartemen .
" Apa kau meninggalkan saya lagi Nis ." batin Fahri .
Fahri pun menelfon anak buahnya yang Ia tugaskan untuk menjaga Anisa .
" Hallo , Apa kamu melihat Anisa keluar dari Apartemen ?
" Oke baiklah ." Fahri pun berfikir sejenak . anak buahnya bilang kalau Anisa sama sekali tidak keluar dari Apartemen . Bahkan tadi Anisa menemani orang suruhan nya yang membawakan keperluan Anisa .
Tiba-tiba Fahri teringat sesuatu . Ia pun mengecek cctv yang terhubung dengan ponselnya . Fahri pun tersenyum melihat gambar yang tertangkap kamera cctv nya.
Ia pun kembali lagi ke dalam . Lalu membuka gorden besar yang menutupi pintu menuju balkon kamarnya .
Yah ,, Orang yang baru saja membuatnya sangat panik itu sedang tertidur pulas di atas kursi panjang yang berada di balkon .
Rambut panjang yang hitam dan lebat itu membuat Fahri terpana , untuk pertama kalinya Ia melihat Anisa tanpa hijab nya .
Fahri sungguh sangat terpesona dengan kecantikan alami istri kecilnya itu. Ia pun menyingkirkan anak rambut Anisa yang menutupi sedikit wajahnya .
__ADS_1
" Dingin sekali ." Fahri menyentuh pipi Anisa .
Ia pun membopong Anisa masuk ke dalam kamar ,dan merebahkan nya .
Segitu pulasnya kamu tidur sampai tidak tahu kalau ada yang memindahkan mu.
Fahri pun merebahkan tubuhnya di samping Anisa . " Kamu hampir saja membuat saya membalikkan dunia ini jika kamu pergi meninggalkan saya lagi ." Fahri berkata pelan sambil memandang wajah cantik Anisa yang sedang tertidur pulas .
Tak lama kemudian Fahri pun menyusul Anisa masuk ke dalam alam mimpi.
***
"Ooh ternyata kamu di sini Mas bersama istri bodoh mu itu ."
" Dan kau perempuan bodoh , berani sekali kau menggoda suamiku ." Maki Dewi pada Anisa .
" Ka ,kenapa kau diam saja ." Anisa memandang suaminya itu yang hanya diam saja .
" Kau Fikir dia tulus mencintaimu , dasar perempuan bodoh , suamiku ini akan menceraikan mu nanti setelah kau melahirkan anaknya . Dan kita berdua yang akan mengurusnya ."
" Itu tidak mungkin , Ka , katakan padaku kalau itu semua tidak benar ."
Fahri hanya diam saja .
" Aaww ,,sakit mba ,, sakit ." Anisa terus saja menangis karena Dewi menjambak rambutnya dan menyeret nya dengan kasar ke luar dari Apartemen itu .
" Ampun mba ,, sakit . sakiiit...."
" Anisa ,, bangun ,, Anisa kamu kenapa. ?." Fahri menepuk-nepuk pelan pipi Anisa . Ia mendengar Anisa berteriak teriak kesakitan sambil menangis . Tubuh Anisa penuh dengan keringat .
Anisa pun terbangun dan terkejut dengan Fahri yang memegang wajahnya . " Aaakkh , Brukk ,,." Anisa terjatuh dari ranjang .
" Anisa kau kenapa ? ." Fahri terlihat khawatir ,melihat keadaan Anisa yang seperti orang yang ketakutan. Ia langsung mendekati Anisa .
" Astaghfirullah halazim ." Anisa mencoba mengontrol kesadarannya .
" Ka , apakah tadi aku bermimpi ? ." Anisa mencoba memastikan ,masih dengan nafas yang ngos-ngosan.
" Yah , kau tadi sedang tertidur , dan tiba-tiba saja kau terus berteriak-teriak ."
" Bangun lah Nis ." Fahri membantu Anisa tuk bangun dan kembali lagi ke ranjang mereka .
Dan Fahri memberikannya minum .
" Ka , kenapa Kaka ada di sini ?."
__ADS_1
" Apa tidak boleh ,saya ke sini ,heemm ? ."
" Bukan seperti itu Ka , bukan kah tadi pagi Kaka bilang tidak bisa tidur di sini ."
" Kalau saya tidak ke sini , kamu pasti sudah tertidur di balkon sampai pagi ." Fahri menatap tajam Anisa .
" Maaf Ka , aku ketiduran ." Jawab Anisa sambil menunduk .
" Sudah lah lupakan , tapi lain kali jangan seperti itu lagi , kau bisa membeku jika sampai pagi tidur di balkon ."
" Iya Ka ." Anisa terlihat lucu , seperti seorang anak yang sedang di marahi oleh ayahnya. Sampai Fahri mencoba menahan ketawanya .
" Sayang , coba ceritakan , kau tadi mimpi apa ? ." Fahri bertanya pada Anisa sambil membelai rambut Anisa .
Anisa baru tersadar kalau dirinya sedang tidak memakai hijab . Ia pun hendak bangun , namun Fahri mencegahnya , Anisa pun duduk kembali berhadapan dengan suaminya .
" Saya adalah suami mu , yang berhak melihat segala sesuatu yang ada dalam tubuhmu , termasuk ini ." Ucap Fahri seolah mengerti ke bimbangan istri kecilnya itu . Sambil terus membelai- belai rambut panjang Anisa yang terlihat indah.
Semburan rona pipi Anisa terlihat jelas , menandakan Ia sedang dalam mode malu saat ini .
" Kau tadi mimpi apa ? ." Fahri kembali bertanya .
Anisa terlihat ragu untuk menceritakan perihal mimpinya tadi . Anisa hanya diam sambil menunduk . Mimpi itu sungguh membuat dadanya sesak .
Fahri yang melihat itu pun menjadi ragu untuk bertanya . Ia tidak ingin memaksa Anisa untuk langsung bercerita sekarang . Yang pasti mungkin mimpi itu berkaitan dengan Nya juga dengan Dewi , karena tadi Anisa menyebut nama mereka .
" Nis , apa pun yang terjadi pada mimpi mu itu ,Jangan menarik kesimpulan bahwa itu akan terjadi suatu hari nanti , Itu hanya bunga tidur yang terjadi jika kau terus memikirkan sesuatu yang belum tentu terjadi , hingga sampai terbawa mimpi , paham ? ."
" Paham Ka ." Jawab Anisa pelan.
" Boleh cium ? ." Fahri mengangkat dagu Anisa agar menatap nya .
" Katanya Kaka tidak aka bertanya lagi ."
Wajah polos Anisa membuat Fahri gemas.
" Sini mendekat lah ....."
-
-
-
Jangan lupa like nya Kaka 😉, Sampai ketemu di episode selanjutnya ,Trimakasih 😇😇
__ADS_1