Madu Yang Tak Semanis Madu

Madu Yang Tak Semanis Madu
Episode 19


__ADS_3

"Kakaaaa ." Anisa kesal karena suaminya ini terus saja menggodanya .


" Kemari lah Nis , kita lanjut kan tidur kita ." Fahri menepuk-nepuk ranjang .


" Ka , ini sudah siang , apa Kaka tidak bekerja ." Anisa mengingatkan suaminya itu ,karena sudah hampir pukul setengah tujuh pagi .


" Hari ini saya tidak bekerja ." Jawab Fahri santai , sambil merebahkan tubuhnya kembali menggunakan dua tanganya sebagai bantalan dan menatap langit-langit kamarnya.


" Loh , kenapa Ka , apa Kaka sakit ? ." Tanya Anisa dengan nada sedikit panik . Anisa pun mendekati suaminya ,Ia memegang kening Fahri ,namun dengan cepat Fahri menarik tangan Anisa hingga jatuh tepat di atas tubuhnya.


" Bisa kita mengulanginya lagi ?." Fahri menatap manik mata indah istri kecilnya itu .


" Tidak akan sakit lagi kali ini ." Fahri pun mengubah posisi ny . Saat Ia hendak melakukan sesuatu bell Apartemen nya berbunyi .


Tingg...


Fahri memejamkan matanya ,menahan kesal karena ada gangguan .


" Biar aku saja Ka ." Anisa mendorong pelan tubuh suaminya .


Fahri pun berbaring di samping tanpa kata . Yah Karena Fahri sedang menahan kesalnya .


Anisa pun menggunakan hijabnya terlebih dahulu ,setelah itu Ia keluar kamar .


Setelah Anisa keluar dari kamarnya , Fahri mengecek cctv melalui ponselnya . Sedetik kemudian Fahri melempar ponselnya asal . Ia segera berlari menuju lantai bawah .


" Stop Nis ." Fahri menghentikan langkah Anisa yang baru saja menuruni anak tangga.


" Diam di situ ." Fahri menunjuk Anisa guna memberi kode agar Anisa diam di tempatnya.


Anisa menautkan kedua alisnya ,bingung dengan tingkah Suaminya itu. Namun Ia menurutinya .


Fahri pun membuka pintu Apartemen nya . Lalu Ia pun memberi beberapa lembar uang pecahan lima puluh ribuan. Dan menutup kembali pintu nya . Lalu fahri berjalan menuju dapur ,membawa makanan yang tadi Ia pesan .


" Sayang Ayo kita sarapan ." Langkah Fahri pun terhenti ketika melihat Anisa masih diam di tempat nya Dan menatap datar ke arahnya .


" Gadis pintar ." Fahri pun mendekati Anisa dan menggandeng tangan mungil itu menuju ruang makan .


# flasback #


Saat Anisa pergi keluar kamar , Fahri mengecek cctv yang berada di luar pintu nya , melalui ponselnya.


Dia melihat lelaki tampan dan muda tentunya, yang membawakan pesanan makanan yang di pesanya dari Restoran .


Yah sifat posesif Fahri mulai kelihatan terhadap Anisa , Ia tidak ingin ada lelaki lain yang memandang istri imutnya itu. Mungkin juga ada rasa sedikit trauma dengan perselingkuhan istri pertamanya .


Timbul lah rasa berlebihan dirinya pada Anisa . Ia tidak ingin ada lelaki lain yang memandang Anisa dan Ia juga tidak ingin Anisa memandang lelaki lain selain dirinya .


###

__ADS_1


" Ka , kenapa Kaka tadi melarang ku , untuk membukakan pintu ? ." Anisa begitu penasaran .


" Tidak ada apa-apa , hanya saja jika saya sedang di sini biar saya yang membukakan pintu jika ada tamu ." Alasan Fahri ,karena tidak mungkin Ia berkata jujur pada Anisa .


" Lalu jika ,Kaka sedang tidak di sini bagaiman ?."


" Kau tidak boleh menerima tamu siapapun , dan tidak boleh membukakan pintu untuk siapapun kecuali saya ." Dengan tegas Fahri berkata pada Anisa .


" Iya Ka , aku juga tidak akan menerima tamu tanpa seizin suami ku ." Jawab Anisa lembut . Dan jawaban dari Anisa itu membuat Fahri merasa tenang , dan Ia juga percaya pada Anisa .


Mereka pun makan bersama . Mungkin karena kegiatan semalam yang menguras tenaga , membuat mereka berdua makan dengan begitu lahap.


Setelah selesai makan , Anisa membereskan bekas makanya dan langsung mencuci piring-piring itu.


Dan semua itu tidak luput dari perhatian Fahri, pemandangan indah yang tidak pernah Ia lihat di lakukan oleh Dewi.


Setelah selesai mereka berdua pun bersantai di ruang tengah sambil menonton tv. mereka duduk dengan posisi Anisa bersandar bahu suaminya dan tangan mereka saling menggenggam.


" Ka ."


" Heeemm ."


" Apa Kaka tidak pulang , menemui mba Dewi ? ." Anisa bertanya dengan sangat hati-hati , takut kalau suaminya itu tersinggung.


Fahri pun terdiam , Ia tidak mungkin membicarakan masalahnya dengan Dewi pada Anisa , Ia takut kalau Anisa jadi justru merasa bersalah .


" Dewi sudah mengetahui kalau saya di sini ." Fahri berbohong pada .


Fahri hanya mengangguk menjawab pertanyaan Anisa .


" Ka , tidak apa-apa kalau kaka ingin pulang , aku sungguh tidak enak dengan mba Dewi ."


Fahri sungguh mengerti apa yang di rasakan oleh Anisa saat ini . Karena Anisa adalah wanita yang baik dan perasa .


" Kalau nanti malam saya pulang ke rumah , kau tidak apa-apa ? ." Dengan lembut Fahri bertanya pada Anisa.


" Tidak apa-apa Ka ." jawab Anisa sambil tersenyum.


" Kalau begitu ,saya minta sekarang jatah malam nya ." Fahri tersenyum smirk pada Anisa , sambil membopong tubuh Anisa membawanya ke kamar mereka.


Mereka pun telah berada di kamar .


" Ka ."


" Iya sayang ." Fahri menjawab sambi menciumi rambut Anisa yang harum .


" Ka , apa setelah aku nanti hamil dan memiliki anak , apa Kaka akan mengambil anak ku dan meninggalkan ku ." Anisa bertanya dengan sangat hati-hati . Ia memberanikan diri untuk bertanya apa yang Ia takutkan selama ini.


Mendengar pertanyaan dari Anisa Fahri pun langsung menghentikan aktivitas nya .

__ADS_1


Ia menarik tubuh Anisa agar menghadap nya.


" Sayang , dari mana kau bisa berfikir sejauh itu ? ." Fahri memandang lekat wajah Anisa yang terlihat berubah menjadi sendu.


" Aku hanya takut Kaka akan meninggalkan ku ."


" Mulai sekarang buang jauh-jauh fikiran buruk mu itu , sampai kapanpun saya tidak akan pernah meninggalkanmu , dan kita akan memiliki anak banyak ." Ucap Fahri dengan senyum smirk nya .


" Banyak ? ." Tanya Anisa dengan wajah polosnya.


" Yah banyak , rumah kita akan ramai nantinya , kita akan memiliki anak banyak karena itu kita mulai dari sekarang ." Fahri langsung memeluk erat istri mungilnya itu.


" Kakaaaaa , aku tidak bisa bernafas ."


###


Dewi tidak tahu kalau semalam Fahri tidak pulang ke rumah . Karena Ia juga tidak pulang ke rumah karena kesal dengan suaminya.


Dewi berfikir kalau hari ini suaminya itu sedang bekerja .Jadi Ia memutuskan untuk tetap berada di Apartemen selingkuhannya itu .


" Sayang bagaimana perkembangan dengan suami mu ? ."


" Sepertinya dia mulai aneh akhir-akhir ini ."


" Aneh bagaimana ? ."


" Dia sudah tidak lagi perduli padaku , bahkan dia tidak lagi menuruti kata-kata ku , aku jadi curiga padanya ."


" Curiga ? ."


" Yah , aku curiga kalau dia sudah menemukan istri bodohnya itu ."


" Dari mana kamu bisa tahu ."


" Ini hanya filing seorang istri , dan biasanya tak pernah salah ."


" Sayang , mau kah kau membantu ku ? ."


" Caranya ? ."


" Ikuti kemanapun suamiku pergi setelah pulang dari kantornya ."


" Ok sayang , mari kita bekerja sama ."


-


-


-

__ADS_1


Maaf lama up nya , sudah di kirim dari subuh tapi proses reveuw nya sampai seharian 😁😁, Trimakasih atas like dan vote nya jangan lupa di tambah ya 😍😍, sampai ketemu di episode selanjutnya.


__ADS_2