Madu Yang Tak Semanis Madu

Madu Yang Tak Semanis Madu
Episode 59


__ADS_3

Kali ini Anisa mengejan dengan kuat ..


Anisa mengejan dengan sekuat tenaganya ,sambil menggenggam erat tangan suaminya . dan Fahri pun seperti terbawa suasana dan ikut mengejan seperti istrinya . Dan yang di tunggu-tunggu selama sembilan bulan akhirnya menampakkan wajah nya ke dunia .


Suara tangisnya terdengar dengan kuat di ruangan bersalin itu . Wajah tampan nan bersih itu begitu terlihat sehat. Anisa yang masih merasakan lelah yang begitu lelah hanya bisa menangis pelan tanpa suara dan berucap syukur dalam hatinya .


Sedangkan Fahri langsung sujud syukur dan menangis . Ia langsung berdiri dan menciumi dahi dan pipi Anisa berulang-ulang . " Trimakasih sayang " Fahri berkata pada istrinya .


Anisa hanya mengangguk sambil tersenyum dengan air mata yang terus mengalir .


Air mata bahagia yang keluar dari mata Anisa dan Fahri adalah pengungkapan rasa syukurnya . Fahri mengusap air mata istrinya . " Sayang kamu memang luar biasa " Ucap Fahri sambil mencium kening istrinya kembali .


" Sayang , aku keluar sebentar yah , aku mau memberitahukan pada Mamah dan Papah kalau anak kita tampan seperti Ayah nya ."


Anisa hanya mengangguk sambil tersenyum .


Sebelum keluar Fahri menyempatkan diri melihat bayi mungilnya yang sedang di bersihkan oleh suster . Ia pun keluar untuk menemui kedua orang tuanya .


" Mah " Fahri memanggil Mamah nya yang sedang duduk di depan ruangan bersalin bersama Papahnya , jelas sekali Fahri melihat raut tegang di wajah mereka .


Wina yang mendengar panggilan Fahri pun langsung berdiri dan menghampiri anak nya . Fahri langsung memeluk Mamahnya ia sampai menitikkan air mata bahagia di pelukan mamah nya .


" Selamat yah Nak , akhirnya kamu menjadi seorang ayah , dan Trimakasih telah memberikan kami cucu " Wina berbicara dengan tangis haru .


Fahri melepaskan pelukannya dan beralih pada Papah nya .


" Sekarang tanggung jawab mu bertambah Nak , jadi lah ayah yang baik ." Nasihat Dedy sambil menepuk pelan pundak anaknya .


" Apa kalian tidak ingin tahu apa jenis kelamin anak Fahri ? ." Fahri bingung tidak ada yang menanyakan jenis kelamin anaknya .


Wina dan Dedy pun tertawa . " Iya Mamah lupa , baby nya cantik atau tampan Nak ?" Wina bertanya


" Dia tampan seperti ayahnya Mah " Fahri tersenyum bangga .


" Alhamdulillah " Ucap Dedy dan Wina bersamaan .


" Apa kami boleh masuk Nak ? " Wina sudah tidak sabar ingin bertemu dengan cucu nya .


" Anisa sedang di bereskan dulu mah , sedangkan si Dede sedang di bersihkan suster , Fahri akan mengazani dulu mah , Sebentar lg Anisa juga akan di pindahkan ke ruang rawat " Fahri menjelaskan pada kedua Orang Tua nya . Fahri pun kembali ke dalam untuk mengazani anaknya . Sedangkan kedua orang tua nya tetap menunggu di luar sambil menunggu Anisa di pindahkan ke ruang perawatan.


***


Kini Anisa sedang berada di ruang rawat di temani kedua mertuanya dan juga suaminya .

__ADS_1


" Ka , apa Ibu sudah di beritahu ? " Anisa bertanya pada suaminya ,karena Ia belum melihat kedua orang tuanya.


" Sudah sayang , mungkin lusa Mereka akan ke sini , karena ibu bilang ada yang ingin di selesaikan dulu di sana , agar ibu dan ayah bisa lebih lama tinggal di sini . Ucap Fahri sambil terus memegang tangan istrinya .


Kedua Orang Tua Fahri sedang memandangi cucu mereka yang berada di box bayi . Terlihat sekali rona bahagia di wajah orang tua itu yang sekarang sudah menjadi seorang Kakek dan nenek.


Fahri dan Anisa memandanginya sambil tersenyum penuh arti .


" Oh , iya Ka siapa nama anak kita ? " Anisa menatap suaminya .


" Berhubung anak kita tampan seperti ayahnya , jadi aku namakan Adhitama Surya Pranata ." Ucap Fahri dengan bangga . Anaknya menyandang nama belakang ayahnya juga kakeknya .


Anisa mengangguk sambil tersenyum ,tanda ia menyetujui nama yang di berikan Fahri untuk anak mereka . " Nama yang bagus Ka , terdengar berwibawa ."


" Tentu saja sayang " Fahri menaik turunkan alisnya.


Anisa tertawa di buat nya . Menurut Anisa tingkah Suaminya ini semakin hari semakin bisa membuatnya tertawa , berbanding terbalik dengan sikapnya saat berada di kantornya .


" Nak , seperti nya anakmu ini mau menyusu " Wina membawa cucunya mendekati Anisa .


" Sini sayang " Anisa menerima anaknya .


Anisa sudah memutuskan untuk memberikan ASI pada anaknya tanpa bantuan dari susu formula .


Awalnya Fahri meminta istrinya untuk memberikan susu formula saja. Agar jika anaknya ingin menyusu tidak perlu mengganggu istirahat istrinya itu. Tetapi Anisa sendiri yang menolaknya ia ingin memberikan full ASI pada anak pertamanya ini sampai anaknya mencapai usia dua tahun. Fahri pun menuruti keinginan istrinya itu .


" Ka , sini biar aku bantu membereskan " Ujar Anisa .


" Sudah , kamu duduk saja sayang , biar aku dan Mbok saja yang membereskannya ." Fahri dan Mbok sedang membereskan barang bawaan mereka yang di rumah sakit , karena hari ini Anisa akan pulang ke rumah sedangkan Papah dan Mamah nya sedang bermain dengan thama .


Mereka pun pulang , dalam perjalanan pulang Fahri tidak pernah melepaskan genggamannya, sesekali ia juga mencium tangan istrinya .


Anisa hanya tersenyum saja melihatnya , ia sungguh amat bahagia merasa begitu amat di cintai oleh suaminya ini. Sedangkan anak mereka di gendong oleh neneknya di mobil yang lain bersama Mbok Minah.


" Ka , mengapa ibu dan bapak belum juga datang ? " Anisa bertanya dengan wajah sendu .


" Sayang , ibu dan bapak pasti datang kita tunggu saja nanti " Jawab Fahri santai .


Anisa memperhatikan jalan yang Ia lewati , tapi sepertinya ini bukan jalan yang biasa di lewati menuju Apartemen.


" Ka ? "


"Hemm"

__ADS_1


" Sepertinya ini bukan jalan menuju Apartemen kita " Ucap Anisa masih melihat ke arah luar .


" Memang bukan sayang " Fahri tersenyum kecil


" Ka , kita langsung pulang saja , kasihan dede nanti mau minum ASI " Ucap Anisa dengan gelisah .


" Iya sayang , kita akan pulang ."


Mereka pun masuk dalam kompleks perumahan mewah , di sambut dengan taman bunga terlebih dahulu ,dan melewati danau buatan ada taman bermain juga untuk joging . Indah sekali .


Anisa pun di buat takjub dengan pemandangan indah itu .


Mobil mereka melewati beberapa unit rumah mewah , rumah-rumah itu berhadapan dengan taman . Hanya ada 5 unit rumah di perumahan mewah itu dan mobil Fahri berhenti di rumah yang paling ujung .


Anisa masih terpaku dengan pemandangan sejuk nan rindang di hadapannya , karena selama tinggal di Apartemen jarang sekali Ia melihat pemandangan sejuk seperti ini . Hingga Anisa belum menyadari jika mobilnya sudah berhenti .


" Sayang , mau sampai kapan kamu ada di dalam mobil !" Fahri tersenyum pada istrinya , seperti nya ia berhasil dengan kejutan ini , karena istrinya terlihat begitu menyukainya .


" Eeh ,,,iya Ka " Anisa tersenyum malu .


Fahri turun lebih dulu dan membukakan pintu untuk istrinya .


" Subhanallah indah sekali ,Ka ini rumah siapa ? " Anisa memandang takjub rumah yang ada di hadapannya . Rumah tanpa pagar dengan dua lantai bergaya Eropa terlihat elegan . di sambut dengan taman bunga dan kolam ikan mini .


" Kita ke dalam saja dulu sayang " Fahri menuntun istrinya memasuki rumah mewah itu .


Saat mereka ada di depan pintu , pintu besar itu terbuka lebar ,


" Surprise ..." Ucap seseorang yang ada di dalamnya .


Ada ibu juga bapaknya , ada Boby dan Mbok Minah juga kedua mertuanya .


Anisa yang terkejut melihat ada kedua orangtuanya pun langsung memeluk erat ibunya . Ia pun menangis di pelukan ibunya begitu pun ibunya .


" Selamat yah Nak , kamu sudah menjadi seorang ibu ." Ucap ibu sambil mengelus punggung anaknya .


" Trimakasih Bu " Anisa melepaskan pelukannya dan beralih pada bapaknya .Ia pun langsung memeluk bapaknya .


" Ooweek owweek,,," Terdengar suara tangisan dari anak mereka ....


-


-

__ADS_1


-


jangan lupa like dan vote nya Kaka 😍😍...sampai ketemu di episode selanjutnya.😘😘


__ADS_2