
" Ka , Fahri ."
Langkah Fahri terhenti ketika Anisa menyebut namanya . Fahri menengok ke arah Anisa . " Huufff." ternyata Anisa hanya mengigau ,tapi hati Fahri menghangat .
Getaran ponsel Fahri terasa di saku celananya . Ia pun mengangkat nya .
" Hallo , ada apa lagi Dew ." Suasana hati Fahri seketika memburuk mendapat kan telfon dari mantan istrinya yang kini Ia benci .
" Ka , kenapa pergi ? ." Anisa berucap pelan . Saat Fahri melangkahkan kakinya keluar dari kamar rawat itu.
Air mata Anisa mengalir lagi . Ia mengelus perutnya " De , ayah sudah tidak sayang lagi sama kita ." perasaan Anisa sekarang sangat sensitif.
Pagi pun menjelang , Anisa terus saja merengek minta segera pulang seperti anak kecil .
Mbok Minah dan Wina pun menjadi bingung.
"Mah , aku mau pulang , tolong bilang sama Dokter Mah ." Anisa memohon pada Wina .
" Nanti Mamah bilang pada Dokter yah Nak, sekarang kamu sarapan dulu yah ." Rayu Wina . Dan Anisa pun menurutinya .
" Mah , boleh aku pulang ke rumah Mbok saja ? ." Anisa berkata pelan pada Ibu mertua nya.
Wina terdiam sejenak , Ia sedang memikirkan bagaiman caranya Anisa mau pulang ke Apartemen Fahri , agar mereka bersama kembali .
" Mah , kenapa Mamah menangis ." Anisa terkejut melihat mertuanya menyeka air matanya Di hadapan nya .
" Apa kamu sudah melupakan Mamah , sehingga tidak ingin pulang bersama Mamah ." Ucap Wina dengan raut muka sedih .
" Tidak Mah , bukan seperti itu ." Anisa bingung harus menjawab apa .
" Kamu tahu kan Nak , ini adalah cucu pertama Mamah tentu saja Mamah ingin selalu dekat dengan cucu Mamah ini ." Ucap wina sambil mengelus perut Anisa .
Itu membuat Anisa menjadi tidak tega , tapi Ia belum mau bertemu dengan suaminya .
" Baiklah Mah , Anisa pulang dengan Mamah saja ." Akhirnya Anisa mengalah .
" Yess , akhirnya ." Ucap Wina dalam hati . Ia berhasil membuat menantunya ini pulang bersama nya .
" Tapi Mbok Minah bagaiman Mah ? , di sana Ia tinggal sendirian ." Anisa tidak tega juga meninggalkan Mbok Minah , walaupun kadang Boby lah yang menemani .
" Nanti Mbok Minah ikut dengan kita Nak ."
Anisa pun tersenyum mendengar ucapan dari mertuanya itu .
__ADS_1
" Trimakasih yah Mah ."
" Iya sayang , tunggu di sini sebentar yah , Mamah akan menemui Dokter dulu , sebentar lagi juga Mbok Minah datang ."
" Iya Mah ."
Setelah kepergian mertuanya Anisa kembali merebahkan tubuhnya . Mata nya menatap langit-langit kamar rawat ,
" Bu , aku kangen ." Anisa sudah lama tidak bertemu dengan ibu dan bapak nya di kampung , semenjak menikah hingga saat ini Ia belum bertemu lagi, mereka hanya berhubungan lewat ponsel saja . Anisa juga tak pernah lupa mengirimi uang dari hasil kerjanya . Padahal tanpa sepengetahuan Anisa , Fahri selalu mengirimi uang yang lebih dari cukup untuk ibu mertuanya.
Setelah bertemu dengan Dokter , Wina lebih dulu menghubungi Fahri guna memberitahu kan kalau Anisa sudah di perbolehkan pulang hari ini.
Di ujung telepon Fahri sungguh sangat senang , akhirnya Anisa di perbolehkan pulang dan yang paling membuatnya bahagia adalah ketika Mamah nya memberitahu kalau Anisa mau kembali lagi tinggal di Apartemen .
" Mbok , nanti Mbok ikut aku kan ? ." Anisa bertanya pada Mbok Minah yang sedang membereskan baju- baju yang akan di bawa pulang , dan di bantu oleh Mamah mertuanya .
" Iya Neng ." Jawab Mbok Minah sambil tersenyum .
Tiba-tiba Anisa turun dari ranjang nya dan berjalan dengan cepat ke toilet , "Hueekk,,,Hueekk,, " Anisa begitu merasakan mual di perutnya yang sudah beberapa hari ini tidak Ia rasakan .
Wina dan Mbok Minah pun langsung bergegas menuju kamar mandi .
" Sayang , kamu kenapa ? ." Wina terlihat panik , melihat wajah Anisa yang pucat ."
" Ga tau Mah , tiba-tiba aku mual sekali ."
" Lebih baik kita tunda saja yah Nak , nanti saja pulang nya ." Wina menjadi tidak tega .
" Ini hanya mual Mah , aku sudah tidak betah di sini ." Anisa merasakan ada sesuatu yang berbeda di pagi ini. Seperti ada yang kurang .
***
Pagi ini Fahri di sibukkan dengan urusan perusahaanya yang beberapa hari ini terbengkalai ,karena dirinya sibuk mengurusi Anisa , belum lagi Dewi yang selalu menghubunginya untuk meminta nya untuk menemui Dewi , namun hingga saat ini belum juga Ia tanggapi .
" Sayang , maaf kan ayah yah , pagi ini tidak bisa mengelusmu ." Ucap Fahri sambil memandangi foto Anisa yang tengah berbaring di ranjang . Fahri sengaja memotret nya agar Ia bisa selalu memandangi wajah cantik Anisa dan mengelus perutnya yang berada di layar ponselnya .
***
Anisa pun pulang ke Apartemen nya bersama Mbok Minah dan juga mertuanya , Anisa di paksa oleh mertuanya untuk menggunakan kursi roda karena saran dari dokter Anisa tidak boleh kelelahan karena kandungannya yang lemah .
" Mah , Anisa jalan saja yah ." Anisa merasa malu karena orang selalu memandang ke arahnya yang menggunakan kursi roda .
" Sudah , duduk saja Nak ." Ucap Wina lembut .
__ADS_1
Anisa pun pasrah saja . Saat sudah sampai di depan pintu Apartemen nya Anisa meminta Mamah untuk berhenti.
" Mah ." Anisa menengadah kan kepala nya menatap mertuanya .
" Ada apa Nak ."
" Anisa takut Mah ." Entahlah tiba-tiba saja bayang-bayang wajah jahat Dewi saat menamparnya kembali dalam ingatannya .
" Di sini ada Mamah Nak , ada Mbok Minah juga yang akan menjaga mu , Juga suamimu ." Ucap Wina sambil mengelus punggung Anisa .
Mereka pun masuk ke dalam . Dalam hati Anisa ,Ia sungguh sangat merindukan Apartemen ini .
Wina dan Mbok Minah membantu Anisa menaiki tangga menuju kamarnya .
" Istirahat' yah Nak , kalau ada apa-apa panggil Mamah atau Mbok Minah yah ."
" Iya Mah ." Anisa memandangi kamarnya yang nyaman , tidak ada yang berubah di sini . " Mas , kamu dimana , rasanya si Dede pingin di elus oleh ayahnya ." Anisa sudah mulai merasakan rindu dengan suaminya . Namun ketika melihat suaminya ketakutannya timbul . Yah sudah dua kali Dewi mengancam akan membunuh anaknya jika dia mendekati Fahri kembali .
***
Sudah Pukul 8 malam , Fahri pulang ke Apartemen nya ,namun sebelumnya Ia menghubungi dulu orang tuanya menanyakan apakah Anisa sudah tidur atau belum .Dan Setelah Mamah bilang kalau Anisa sudah tertidur Fahri pun langsung masuk ke dalam Apartemen nya .
Wina menyuruh Fahri membersihkan diri di toilet bawah ,takut kalau nanti Anisa terbangun jika di atas . Setelah selesai Wina dan Fahri dusuk di ruang tamu .
" Nak , sepertinya cucu Mamah merindukan ayahnya ." Ucap Wina
Fahri menautkan kedua alisnya, berusaha mencerna maksud Mamahnya.
" Tadi pagi tiba-tiba saja Anisa muntah-muntah kembali ."
" lalu , bagaimana keadaannya sekarang mah ? ." Fahri terlihat panik
"Tenang Nak , sekarang sudah tidak apa-apa , mungkin karena kamu tidak mengelus anakmu pagi ini sehingga istrimu menjadi mual-mual kembali ."
" Anak pintar ." Dan mereka pun tertawa bersama , tentu saja dengan pelan Karena mereka tidak ingin Anisa mendengar nya .
Fahri pun memutuskan untuk menemui Anisa di kamarnya .Ia merebahkan tubuhnya di samping Anisa secara perlahan , mereka saling berhadapan , Fahri mengelus perut Anisa secara perlahan yang tertutup selimut . Ia terus memandangi wajah cantik istrinya dan tanpa sadar Fahri pun ikut tertidur .
-
-
Trimakasih untuk like dan vote nya 😍😍, Apapun comen Kaka Kaka semua itu membuat Author menjadi semangat 😘. Hari ini sudah Up 2 episode yah Ka 😊
__ADS_1