
Sudah hampir 2 hari Fahri belum juga menemukan keberadaan Anisa , Ia seperti sudah tak mempunyai semangat hidup .
" Mas kamu sudah membatalkan liburan kita hanya demi wanita bodoh itu , biarkan saja dia pergi bukan kah itu kemauan dia sendiri ." Dengan kesal Dewi berbicara pada Fahri , kini Fahri sudah tidak lagi memperdulikan nya itu lah yang membuat Dewi kesal .
" Diam kau Dewi , dan jaga mulutmu jangan lagi kau sebut Anisa dengan kata itu ." Bentak Fahri pada Dewi .
" Kenapa kamu sekarang berubah Mas , aku juga istrimu , sekarang perhatianmu hanya untuk Anisa ,wanita pengganggu rumah tangga orang ."
Plaakk ,
Tamparan tangan Fahri mendarat di pipi mulus Dewi .
" Jangan sebut dia wanita pengganggu , dia juga istri sah ku ." Bentak Fahri.
" Mas , kau menamparku hanya demi dia , tega sekali kamu Mas ." Dewi menangis sambil memegang pipinya yang terasa perih.
Dalam hati Fahri pun timbul rasa kasihan pada Dewi , ini adalah untuk pertama kalinya tanganya itu kasar terhadap istrinya .
" Bagus Dia pergi ,jadi tidak ada lagi yang mengganggu Rumah tangga kita Mas, mari kita kembali seperti dulu Mas , aku janji akan berubah untuk mu ." Masih dengan Isak tangisnya Dewi mencoba membujuk suaminya itu.
" Dengar Dewi sikap saya ini bukan karena dia , kenapa kau selalu menyalahkan nya , kenapa kau tidak berkaca pada dirimu sendiri ."
" Sampai kapanpun aku tidak akan rela Mas kalau kamu hidup dengan dia , apa lagi berada di antara kita ." Ucap Dewi
" Kau tenang saja Dia tidak akan ada di antara kita , Tapi hanya ada saya dan dia dan itu tanpa kau di antara kami ." Dengan tatapan tajam Fahri memandang Dewi .
" Apa maksudmu Mas ? ." Dewi terlihat bingung dengan ucapan Fahri.
" Jangan bilang kamu akan memilih dia dari pada aku Mas ." teriak Dewi .
" Kenapa tidak ." jawab Fahri datar .
" Mas aku sudah bersama mu lebih dulu , aku selalu setia selama ini pada mu ,dan aku juga tidak pernah meninggalkan mu , seperti yang dia lakukan ." Dewi mencoba untuk membela diri .
" Setia kau bilang ." Tatapan tajam Fahri seperti hendak menerkam jantung Dewi .
Dewi yang baru pertama kali melihat kemarahan Fahri yang sebegitu nya pun menjadi merinding takut .
" Setia kau bilang ! , setia yang bagaimana yang kau maksud dengan berselingkuh saat suami pergi bekerja , bercinta dengan lelaki lain di hotel bahkan kau berani membawa selingkuhanmu itu ke rumah ini ." Ucapan datar Fahri namun begitu tajam terdengar.
__ADS_1
Perkataan Fahri terdengar seperti Sambaran petir untuk nya , Ia mulai ketakutan , Ia bingung apa yang harus Ia ucapkan sekarang.
" Kenapa kau diam , apa sekarang kau mengakuinya ? ."
" Mas aaaku . . . " Dewi terlihat gugup
" Apa sekarang kau sadar , apa perbedaan mu dengan Anisa ? , dan kau selalu menyalahkan orang lain akan kesalahanmu ."
" Maaf Mas Aku khilaf ." Mau tidak mau Dewi meminta maaf , Ia yakin kalau suaminya memiliki bukti kelakuanya , karena itu dia lebih memilih mengalah sekarang dari pada nanti Fahri menceraikannya .
" Apa sekarang kau mengakuinya ? ."
" Maaf kan aku Mas , aku benar-benar khilaf ." Dewi langung bersimpuh di hadapan Fahri sambil menangis , masih berusaha untuk membuatnya luluh.
" Khilaf yang menyenangkan bukan ? , hingga kau terus mengulanginya ." Ucap sinis Fahri pada Dewi . Yaah seperti nya sudah tidak ada cinta lagi untuk Dewi , tempat di hatinya kini sudah di huni oleh Anisa sepenuhnya .
" Dan kau tahu , Anisa kini telah mengandung anak saya , anak yang selama ini saya idam-idamkan , dan beruntungnya saya calon anak saya ada di rahim wanita baik-baik ." Fahri pun berlalu keluar dari kamar nya.
Setelah beberapa langkah Fahri menghentikan langkahnya , Ia kembali berbalik menghadap Dewi . " Jika kau terlibat dengan kepergian Anisa ,saya pastikan kau akan mendapatkan ganjaran nya ." Entah lah Ia seperti mencurigai istrinya itu ,namun Ia tidak memiliki bukti . Fahri pun melanjutkan langkahnya ke luar .
Dewi mematung di tempatnya , madunya itu sedang hamil , itu berarti Fahri akan berpaling dari nya ,dan lebih memilih bersama dia , dan sekarang Fahri juga sudah mengetahui perselingkuhan nya .dan jangan sampai Fahri juga mengetahui kalau Ia menemui Anisa pada malam itu , Fahri pasti akan meninggalkannya .
" Tidak ,tidak , ini tidak boleh terjadi , aku akan mencari cara ,agar fahri tidak bisa menemukan Anisa ." Niat jahat Dewi timbul kembali .
***
Fahri pun mencoba menghubungi orang tua nya , untuk segera datang ke Apartemen nya , yang sebelumnya Ia sudah mengirimkan alamat Apartemen nya .Entah lah Ia sekarang enggan sekali pulang ke rumahnya .
Ia juga akan membicarakan tentang niatnya untuk menceraikan Dewi .
" Nis , bagaimana ke adaan mu Sekarang dan juga calon anak kita ." Fahri berbicara pada dirinya sendiri. Ada rasa takut kalau Anisa melakukan hal-hal aneh karena dia tidak mengetahui kalau dirinya sedang mengandung . Bercak darah itu pun menjadi tanda tanya untuknya .
" Berarti selama ini ada seseorang yang telah memata-matai Anisa dan juga saya ." mungkin kecurigaannya benar tentang dua bodyguard yang baru bekerja padanya , karena Ia sempat menelfon agensi tempat nya merekrut dua bodyguard itu mengatakan tidak lagi mengetahui keberadaan dua bodyguard itu .
" Berarti selama ini saya memperkerjakan orang yang salah , maafkan saya Nis ." Fahri mengusak rambutnya .
Fahri sudah tidak pergi bekerja semenjak kepergian Anisa , keadaannya sudah terlihat tak terurus , Ia lebih banyak memegang ponselnya mencari-cari informasi dari orang-orang suruhanya .Ia pun sudah tidak perduli lagi dengan Dewi .
Namun kini Fahri menjadi lebih taat dari sebelumnya .
__ADS_1
***
Dua hari kemudian orang tua Fahri mengunjungi Apartemen anaknya sesuai yang di inginkan Fahri .
" Assalamualaikum ." Mamah memberi salam setelah masuk ke dalam Apartemen .
" Waalaikum salam, Mah ." Fahri langsung mencium punggung tangan Mamahnya .
" Nak , apa kamu baik-baik saja ? ." Mamah melihat ada yang berbeda dari anaknya , badanya terlihat kurus dan tak terurus .
" Fahri baik Mah , Papah mana Mah ? ." Papahnya tak terlihat bersama Mamah nya .
" Papah sedang ada urusan Nak , oh iya di mana Dewi dan Anisa ." Wina mencoba bertanya karena sedari tadi Ia tidak melihat kedua mantunya .
" Dewi ada di rumah Mah , sedangkan Anisa ..." Sejenak Fahri berhenti berbicara .
" Di mana Anisa , Fahri ." Ucap Wina penasaran, karena melihat raut wajah anaknya itu yang berubah sendu.
" Anisa pergi dari rumah Mah ." Ucap Fahri dengan suara melemah .
" Apa maksudmu pergi dari rumah ? , apa kalian tidak memperlakukannya dengan baik ."
Kata -kata Wina sudah terdengar kesal .
Akhirnya Fahri memutuskan untuk berkata jujur kepada Mamah nya . Dengan penjelasan panjang lebar Fahri menceritakan sikap nya dan Dewi yang lalu pada Anisa .
Wina yang mendengar nya pun sudah mulai emosi ,
Plaakk,
Sebuah tamparan keras di layangkan Wina pada anaknya itu .
" Kamu sungguh keterlaluan Fahri ." Ucap Wina penuh emosi .
-
-
-
__ADS_1
-
Terimakasih untuk like dan vote nya Kaka Kaka semua 😍😍, hari ini Up 2 episode besok Minggu libur ya Ka 😀😀.