
"Ka, ayo bangun kita sholat subuh ." Anisa mengguncangkan pelan tubuh suaminya yang berbalut rapat dengan selimut. Fahri masih saja tidak bereaksi malah semakin erat memeluk gulingnya . Akhirnya Anisa pun mengalah ,ia melaksanakan ibadah nya lebih dulu. Anisa telah selesai namun suaminya itu belum juga bangun . Tiba-tiba Anisa tersenyum terlintas ide jahil di kepalanya. Ia menggunakan hijabnya juga berganti pakaian .
" Ka , aku pergi dengan bapak yah ." Anisa sengaja menaikkan sedikit intonasi suara nya.
Fahri yang memang hanya berpura-pura pun langsung terbangun.
" Stop , diam di situ ." Fahri memberikan kode dengan tanganya , menghentikan langkah istrinya yang hendak membuka pintu kamarnya .
" Jangan keluar tanpa aku ." Ia tidak ingin istrinya ini keluar tanpanya dan akhirnya bertemu lelaki itu , tentu saja ada sedikit rasa khawatir , dalam pandangan nya lelaki itu tampan juga berkarisma dan tentunya jauh lebih muda di bandingkan dari nya .
Anisa tersenyum penuh arti , ia menuruti keinginan suaminya ,Anisa pun menunggu Fahri selesai beribadah sambil memainkan ponselnya .
" Sayang ,bisakah kita diam di kamar saja ? ." Fahri mengatakanya dengan mengerlingkan mata nya mencoba menggoda istrinya.
Anisa mengerutkan keningnya " Ada apa dengan nya ." Batinnya .
" Ka , aku ingin jalan-jalan lihat sawah dan perkebunan ,liat ikan-ikan kecil yang ada selokan ."Ucap Anisa seraya anak kecil yang sedang merayu ,sambil menggelayut manja pada lengan suaminya.
" Tapi ada syaratnya ." Seringai licik di wajah Fahri pun terlihat . Fahri membisikkan sesuatu di telinga istrinya .
" Ka , aku malu ." Anisa malu dengan permintaan konyol suaminya .
" Kenapa harus malu ? , aku kan suami mu , kalau begitu Baiklah aku tidak akan mengizinkan mu keluar dari kamar ini ." Fahri langsung berjalan lagi menuju ranjang nya .
" Baiklah Ka ." Ucap Anisa pelan .
Senyum mengembang di bibir Fahri . "Yess ,aku Menang ." Fahri bersorak dalam hati.
Merekapun berpamitan dengan ibu dan bapaknya . Saat Fahri hendak membuka penutup mobil nya ,Anisa berjalan mendahului .
" Sayang , mau ke mana ? ."
" Ka , kita mau jalan-jalan bukan mau mobil-mobilan , jadi kita perginya jalan kaki saja ." Ucap Anisa .
" Tidak sayang , nanti kamu lelah ." Fahri berkata tegas pada istrinya.
__ADS_1
Entah lah , Anisa merasa suaminya ini begitu menyebalkan .Kalau sudah begini mau tidak mau ia harus menurutinya .
Tiba-tiba ada sepeda motor yang berhenti di pekarangan rumah Anisa . Fahri dan Anisa pun menengok ke arahnya . Suasana hati Fahri menjadi kacau setelah kedatangan lelaki yang sejak awal pertemuan membuat nya kesal . " Sayang , ayo masuk kita berangkat ." Fahri menyuruh Anisa masuk ke dalam mobilnya .
" Assalamualaikum Nis ." Salam Jaka sambil berjalan menghampiri Anisa dan Fahri.
" Waalaikum salam ." Jawab Fahri dan Anisa .
" Kalian mau kemana ? ." Tanya Jaka basa-basi.
" Kita mau berkeliling saja ." Jawab Anisa lembut . " Oh iya Jaka , kenalkan ini Ka Fahri suami ku ." Anisa mencoba memperkenalkan suaminya agar suasananya tak canggung.
Jaka dan Fahri pun saling berjabat tangan ,
" Oh iya , bapak ada Nis ? ." Tanya Jaka .
" Ada di dalam , silahkan masuk saja Jaka ." jawab Anisa.
" Kamu masih tidak berubah , masih sama seperti dulu yah Nis ." Jaka mengatakan itu sebelum masuk ke dalam rumah Anisa .
Fahri mengepalkan tangannya kuat , entah mengapa kata sederhana itu terdengar seperti genderang perang di telinga Fahri. ia sungguh terbakar api cemburu , ingin rasanya ia menarik paksa istrinya pulang hari ini juga agar Ia tak lagi melihat lelaki itu memandangi istrinya. Tanpa sadar ia masuk ke dalam mobil dan menjalankannya ,Fahri memundurkan mobilnya agar bisa putar arah . Setelah itu dia menjalankan tatapannya lurus ke arah jalan ,tak berselang lama ia pun baru menyadari sesuatu , hingga membuatnya mengerem mendadak .
" Astagfirullah , mengapa aku bisa melupakannya ." Ucap Fahri sambil menepuk dahinya . Fahri pun memutar balik kan kendaraanya ia menyesal dan menyadari kebodohannya hingga ia lupa pada istrinya .
***
" Kamu tidak jadi berangkat Nis ? ." Jaka yang tiba-tiba ada di belakang Anisa.
" Jadi , hanya saja Ka Fahri sedang memanaskan mobilnya dulu ." Anisa beralasan ,ia juga tak tahu mengapa suaminya itu pergi begitu saja ada sedikit rasa sedih di hatinya .
" Apa kamu bahagia Nis ? ." Jaka memberanikan diri untuk bertanya. Karena sepengetahuan nya Anisa menikah karena di jodohkan, bahkan ia juga mendengar kalau Anisa menikah dengan lelaki yang sudah beristri. Saat itu Jaka sedang menempuh pendidikan nya di kota , ia juga berniat akan melamar Anisa ketika ia sudah sukses . Namun apalah daya ketika ia pulang ke kampung nya ia mendapat kan kabar dari orang tuanya kalau Anisa sudah menikah . Betapa kacau perasaanya saat itu , ia bahkan belum sempat menyatakan cintanya pada Anisa . Saat pertama kali bertemu Anisa kembali ada perasaan senang ,sekaligus kecewa dalam hatinya . Seorang wanita yang ia cintai secara diam-diam juga sebagai cinta pertamanya itu kembali pulang dengan membawa suaminya. Yah ia merasa hatinya seperti di tusuk ribuan jarum. Tapi ia mencoba mengiklankan semua yang terjadi pada dirinya .
" Tentu saja aku bahagia ." Ucap Anisa , walaupun di awali dengan penderita kini sudah tergantikan dengan rasa bahagia.
" Beritahu aku jika kamu tidak bahagia , aku akan setia menunggu mu, biar aku yang akan memberikan mu kebahagiaan ." Ucap Jaka dalam hati . Ia hanya Manusia biasa kadang bisa mengikhlaskan kadang pula begitu amat menyesali .
__ADS_1
Jaka tersenyum menanggapi jawaban dari Anisa . Entahlah senyum bahagia atau senyum kecewa.
Tiin..
Bunyi klakson mengagetkan mereka berdua , terutama Anisa Ia takut kalau suaminya itu salah paham padanya .
" Sayang maafkan aku ." Ucap Fahri mendekati Anisa dan mencium kening istrinya ,tentu saja ia sengaja melakukan itu di hadapan Jaka .
Jaka langsung memalingkan wajahnya ke segala arah , adegan di hadapannya ini hanya menambah luka hatinya . Entah mengapa Jaka merasa lelaki di hadapannya ini dengan sengaja melakukan itu di hadapannya .
Begitu pun Anisa yang menjadi sangat malu , dengan apa yang di lakukan suaminya ini di hadapan Jaka . Namun ia tidak bisa mengelak nya , karena Ia juga tidak ingin membuat suaminya ini malu .
" Tidak apa-apa Ka , aku hanya menunggu nya sebentar ." Anisa berkata lembut .
" Kami permisi yah ." Pamit Fahri pada Jaka . Lalu Fahri dan Anisa pun menaiki mobilnya dan berlalu pergi dari hadapan Jaka.
" Orang bilang , ketika orang yang kita cintai hidup bahagia ,kita jadi ikut merasa bahagia , tapi ini mengapa begitu sakit ." Jaka berkata pada dirinya sendiri , Sembari memegang dadanya yang terasa nyeri.
***
" Ka , mengapa tadi Kaka meninggalkan ku sendiri ." Ucap Anisa sambil memanyunkan bibirnya .
" Maaf sayang , tadi aku lupa ." Fahri tersenyum malu .
" Sayang boleh aku tanya sesuatu ? ." Raut wajah Fahri berubah serius.
" Mau tanya apa Ka ? ."
" Apa kamu pernah menaruh hati pada lelaki itu ?."
-
-
-
__ADS_1
Jangan lupa like , vote nya Kaka😘😘 , comen kalian juga membuat Author jadi semangat, mohon maaf hari ini hanya bisa up 1 episode yah . Trimakasih 😍😍