
" Sayang bagaimana mana kabar anak kita ." Fahri mengelus pipi Anisa yang semakin terlihat caby . Selama kehamilan tidak ada kendala, hanya saat awal-awal saja Anisa sering sekali kram pada perutnya , Fahri dan Anisa sedang bersantai di atas ranjang .
" Sayang , apa selama aku pergi dede menyusahkan bunda nya ? ."
" Tidak Ka , Dede sangat pengertian , Boby juga selalu sigap menjaga ku ."
" Sayang , jangan terlalu dekat dengan Boby ."
" Loh mangnya kenapa Ka ? ." Anisa heran dengan suaminya ini .
" Karena aku bisa cemburu sayang ." Ucap Fahri sambil mencium kening istrinya .
" Ka ."
" Iya sayang ."
" Bulan depan kita beli perlengkapan buat Dede yah , kan sudah 7 bulan Ka." Anisa begitu tidak sabar .
" Kita beli online saja yah ." Ucap Fahri .
Wajah Anisa berubah sendu , ia langsung membalikkan badannya membelakangi Fahri . Ia sungguh kesal pada suaminya yang jarang sekali mengajak nya keluar . Setiap hari liburnya selalu di habis kan di rumah .
" Sayang ." Fahri merangkul pinggang istrinya dari belakang dan mengelus-elus perut nya .
" Ka , apa Kaka malu mempunyai istri seperti ku ." Anisa berkata dengan pelan namun terdengar jelas di telinga Fahri
Sontak saja perkataan Anisa membuat Fahri terkejut .
" Sayang , mengapa kamu berbicara seperti itu ." Fahri masih memeluk erat istrinya dari belakang .
" Dulu aku sering lihat Kaka dan Mba Dewi jalan-jalan ke Mall , bahkan kalian sering pergi berdua ." Anisa berkata sambil menahan sesak di dadanya , ia menjadi memutar memori masa lalu nya yang menyakitkan.
Hati Fahri seperti tertancap belati mendengar perkataan istrinya itu . Ia pun bangkit dari tidurnya menuruni ranjang dan berjongkok di sisi ranjang menghadap istrinya , ia melihat air mata istrinya mengalir tanpa suara .
" Sayang , maaf kan aku , bukan maksud aku seperti itu . hanya saja aku tidak ingin orang memandang rendah dirimu , aku mencintaimu bahkan berkali-kali lipat di banding perasaanku dulu terhadap Dewi . Apa lagi sekarang ada anak ku di dalam rahim mu ." Fahri berucap sambil menatap mata indah istrinya yang berurai air mata .
" Sayang ku mohon jangan punya fikiran seperti itu , kamu dan Dewi jelas-jelas sangat berbeda ." Ucap Fahri sambil menghapus air mata istrinya itu .
Anisa bangkit dari tidurnya secara perlahan .Ia mencoba berdiri .
" Sayang kumohon , jangan marah , maaf kan aku , ayo kita ke Mall dan beli apa pun yang kamu mau , bahkan kamu boleh borong satu toko sekaligus . tapi jangan kamu pergi lagi sayang aku tidak akan sanggup ." Fahri berucap sambil memegang kedua tangan Anisa .dengan Posisi Anisa yang berdiri dan Fahri bersimpuh di hadapannya .
" Ka , lepas ." Anisa berusaha melepaskan tangannya .
__ADS_1
" Tidak sayang , aku tidak akan melepaskan mu , sebelum kamu memaafkan aku ." Fahri berucap dengan perasaan sangat bersalah .
" Ka , mengapa Kaka begitu drama ." Anisa berkata santai .
Fahri menautkan kedua alisnya bingung .
" Sayang . . . ? ."
" Ka , aku bisa pipis di celana jika Kaka terus menghalangi ku ."
Seketika Fahri melepaskan genggaman tanganya .Menatap punggung Anisa yang berjalan ke arah kamar mandi .
" Kamu sudah membuat jantung ku hampir lepas Nis ." Gumam Fahri dalam hati sambil melihat ke arah kamar mandi . Fahri duduk di sisi ranjang menunggu istrinya keluar dari kamar mandi .
Anisa keluar dengan wajah segar , ia berjalan ke arah lemari dan mengambil pakaiannya , masuk kembali ke arah kamar mandi dan keluar dengan pakaian rapi . Ia duduk di depan kaca merias tipis wajahnya . Menggunakan hijab nya .
" Tadi bilangnya mau pipis ,ternyata ia mandi ." Gumam Fahri dalam hati .Fahri terus saja melihat setiap gerakan istrinya . Namun yang di lihatnya justru cuek saja .
" Ayo Ka , aku sudah siap ." Ucap Anisa sambil menatap suaminya yang menatap nya datar .
" Ki,,kita mau ke mana ? ." tanya Fahri bingung .
" Tadi Kaka bilang kita mau ke Mall dan memborong satu toko ." Jawab Anisa santai .
" Baiklah , biar aku pergi dengan Boby saja ." Anisa mencoba menggoda suaminya .
" Tidak,, tidak , tunggu di situ sebentar ." Fahri menunjuk sofa yang ada di kamarnya . Ia pun berjalan menuju kamar mandi .
Anisa tersenyum melihat suaminya. Sudah tidak ada keraguan lagi dalam diri Anisa atas cinta suaminya terhadap nya .Awalnya ia memang kesal tapi setelah mendengar ucapan suaminya rasa kesalnya hilang.
Fahri keluar dengan handuk di pinggangnya , Untuk pertama kalinya Anisa merasa tergoda. Ia pun langsung memalingkan wajahnya nya .
Fahri tersenyum melihat reaksi Anisa .
" Sepertinya lucu jika menggoda nya ." Gumam Fahri dalam hati , ia berniat menjahili istrinya.
Fahri tidak jadi mengambil baju nya . Ia malah duduk di samping Anisa dengan masih menggunakan handuk dan memainkan ponselnya .
Anisa melihat ke sisinya ternyata suaminya belum juga menggunakan pakaian . " Ka , pakailah baju mu ." Anisa terlihat gugup ,untuk hal seperti ini Anisa memang selalu gugup padahal mereka sudah sering melakukanya .
" Nanti saja ." Fahri masih menatap ponselnya .
" Ka ," Anisa terkejut ketika suaminya itu melakukan sesuatu .
__ADS_1
Yaaaah,,, pada akhirnya mereka tidak jadi ke Mall .
***
Saat makan malam tiba , mereka pun makan bersama ,namun hanya bertiga karena Boby sudah kembali ke rumah nya .
Anisa yang kesal dengan suaminya , karena ulahnya , ia tidak jadi pergi ke Mall , suaminya itu melakukanya sore hari hingga malam . Namun tetap dalam posisi aman .
" Neng , apa Eneng sakit ? ." Mbok Minah bertanya apa Anisa , karena wajah Anisa terlihat pucat .
" Tidak ,Mbok ." Anisa tersenyum .
Fahri yang melihatnya pun menjadi merasa bersalah .
" Sayang , kita ke dokter yah ." Fahri berkata lembut pada istrinya.
" Ka Fahri tidak tahu apa , aku begini itu kan karena dia ." batin Anisa sambil menajamkan pandangan nya pada suaminya .
Mbok Minah pun tersenyum melihat dua sejoli di hadapannya ini . Ia pun undur diri ke belakang .
" Ka , apa tadi Kaka bilang akan membawa ku ke Dokter , berarti kita jalan-jalan keluar dong ." Anisa merasa ini adalah kesempatannya .
" Dokter nanti yang ke sini , aku tidak ingin kamu jalan-jalan di rumah sakit, di sana banyak virus aku tidak ingin kamu dan dede nanti kenapa-kenapa." Jawab Fahri .
" Iiih ,,,, menyebalkan ." Anisa beranjak dari duduknya ia berjalan menuju sofa .
Fahri akan mengajak Anisa kemanapun Anisa mau , tapi kalau Dewi sudah masuk penjara , ia tidak ingin mengambil resiko atas kelalaian nya nanti menjaga istrinya itu. Untuk sementara biarlah istrinya itu mendiamkannya yang penting dia aman.
Saat malam tiba ,Anisa sudah tertidur lebih dulu , mungkin efek kegiatannya sore tadi .
Fahri keluar dari kamarnya , menuju ruang kerjanya ,ia memeriksa Ponsel istrinya dan benar saja tebakkanya .
Dewi mengirimkan beberapa video juga foto vulgar dirinya dan Dewi yang berada di hotel saat itu . tentu saja itu hanya ulah licik Dewi . Dewi juga mengirimi beberapa pesan singkat yang meminta istrinya untuk bertemu dengan nya , dan Fahri pun membalas pesan itu ada rencana tersendiri yang membuat Fahri menyetujui ajakan Dewi , dan Dewi pasti mengira Anisa lah yang membalas pesan nya .
Fahri memeriksa beberapa pesan dalam ponsel istrinya .
Ada satu pesan yang memancing amarah nya . Namun seketika Fahri tersenyum bangga dengan balasan yang Ia baca .
-
-
Trimakasih untuk like , vote ππ dan juga comenya π. jangan bosan-bosan baca nya readers terlopehπ€π€
__ADS_1