Madu Yang Tak Semanis Madu

Madu Yang Tak Semanis Madu
Episode 23


__ADS_3

" Sayang kau sudah siuman ." Fahri melihat Anisa sudah membuka matanya .


" Ka ,aku di mana ?."


" Di kamar kita ." Fahri berkata dengan lembut sambil menggenggam tangan Anisa .


Anisa hendak bangun dari posisinya , Karena Ia ingin buang air kecil.


" Sayang kau mau ke mana ? ." Fahri memegang tangan Anisa


" Aku mau ke kamar mandi Ka , mau pipis."


" Biar saya gendong ya ."


" Ka ,aku masih bisa berjalan ." Anisa menyingkirkan tangan Fahri .


" Nis , saya takut kamu kenapa-kenapa ."


" Ka , aku ini hanya ke kamar mandi ,bukan ke Bandara ." lalu Anisa berjalan dengan perlahan menuju kamar mandi .


Fahri memilih mengalah , dan mengikuti dari belakang .


Fahri baru saja di beri tahu dokter ,kalau wanita hamil biasa nya emosinya tidak stabil efek dari hormon kehamilan . Ia di sarankan harus banyak bersabar . Ia juga belum memberi tahu kan Anisa kalau dirinya sedang hamil .


Anisa pun keluar dari kamar mandi , Fahri langsung menuntun nya kembali ke ranjang.


Anisa sendiri bingung dengan sikap suaminya , yang menurutnya terlalu berlebihan.


" Sayang apa kau ingin makan sesuatu ? ." karena setahu Fahri orang hamil biasanya menginginkan sesuatu yang aneh-aneh.


Anisa hanya menggeleng .Anisa teringat akan kata-kata yang di ucapkan Dewi saat di Restoran . Anisa mencoba menahan sesaknya , Ia tak ingin menangis di depan suaminya itu.


" Ka , apa Kaka tidak pulang ." tanya Anisa pelan


" Tidak Nis , saya akan menjaga kamu ." Karena sebenarnya Fahri tidak tega meninggalkan Anisa sendirian .


" Ka , pulang lah aku tidak apa-apa ."

__ADS_1


Fahri menatap dalam netra mata Anisa , seperti ada yang sedang di sembunyikan.


" Nis , apa ada sesuatu yang mengganggu fikiranya mu ? ."


Anisa hanya menggeleng . Ia enggan menatap suaminya itu .


Fahri sungguh sangat bingung kali ini, lusa Ia akan pergi dengan Dewi ,dan Ia juga harus mengantar Anisa ke dokter, tetapi Ia tidak tega untuk meninggalkan Anisa sendirian dalam ke adaan hamil , walaupun ada penjagaan di luar Apartemen nya ,tapi tidak di dalam .


karena itu Ia akan menelfon Mbok Minah yang masih berada di Kampung ,untuk menemani Anisa di sini .


" Nis , saya sudah memanggil mbok Minah untuk menemani kamu di sini ,agar kamu tidak merasa kesepian , dan akan ada dua orang yang akan membantu Mbok Minah juga di sini , dan satu orang supir yang akan mengantarmu kemana pun kamu mau pergi ." Ucap Fahri sambil membelai rambut Anisa yang menjadi favorit nya .


" Ka ,kenapa Kaka melakukan itu ." Anisa bingung karena Fahri terlihat berlebihan saat ini.


" Lusa saya harus pergi , saya tidak ingin kamu kesepian , dan tolong jaga kesehatan kamu yah ." Akhirnya Fahri memutuskan untuk menemani Dewi terlebih dahulu baru nanti mengantarkan Anisa ke Dokter.


Anisa jadi teringat lagi akan kata-kata Dewi di Restoran ,bahwa dia dan Ka Fahri akan berlibur ke Luar Negeri. Entah karena hormon kehamilan atau memang hati nya terlalu sakit rasa nya Anisa ingin sekali berteriak saat ini. Namun Ia masih menguasai kesadaran nya dan selalu berusaha istighfar dalam hati .


" Sayang , kau kenapa ? ." Fahri melihat wajah Anisa yang terlihat murung.


" Nis , saya tidak tahu apa yang sedang kamu Fikir kan , tapi saya mohon percayalah pada saya dan jangan dengarkan omongan orang lain ." Fahri mencoba menasihati Anisa .


" Pulang lah Ka , nanti Mba Dewi mencari Kaka ." entah mengapa Ia enggan melihat suaminya itu .


" Baiklah saya pulang dulu , saya sudah memesankan makanan untuk mu , jangan melakukan apapun yang membuatmu lelah, jika ada apa-apa tolong segera hubungi saya yah . " Ucap Fahri dengan berat hati ,sambil mencium kening Anisa . Fahri pun keluar dari Apartemen nya .


Setelah kepergian Fahri ,Anisa langsung menumpahkan tangis nya , Iya sungguh sedih karena dirinya di cap sebagai pelakor, perusak rumah tangga orang .Dan Ia merasa suaminya belum bersikap adil pada nya , Fahri selalu melarang nya keluar rumah hampir sebulan dia mengurung nya di Apartemen , sedang kan suaminya itu selalu pergi berdua dengan Dewi .Bahkan Ia mendengar lusa Mereka akan berlibur . dia juga mendengar kalau mereka akan mengadopsi seorang anak . Dan itu berarti suaminya tidak membutuhkan nya lagi ,mungkin tidak lama lagi suaminya akan menceraikannya .Itu lah yang ada di fikiran Anisa saat ini . Padahal apa yang di fikiran itu tidak lah benar .


" Di luar sana ,mungkin orang menanggap ku sebagai pelakor , dan simpanan , Mungkin itu yang membuat Ka Fahri malu mengajak ku keluar ." gumaman kecil Anisa sambil menangis terisak-isak.


Tak berselang lama bell Apartemen berbunyi .


Anisa segera membasuh mukanya dan memakai hijabnya untuk membukakan pintu , dia mengira yang datang adalah pengantar makanan yang sudah di pesan oleh suaminya .


Ceklekk , Anisa membuka pintu.


" Ooh ,, Jadi kamu tinggal di sini ? , Mewah sekali yah Apartemen suamiku ini , untuk menyimpan istri mudanya ." Dewi mendatangi Apartemen suaminya yang di tempati madu nya itu , Ia mendapatkan info itu dari selingkuhannya yang beberapa hari ini mengikuti Fahri.

__ADS_1


" Mba Dewi ." Anisa terkejut .


" Apa yang sudah kamu berikan pada suami ku ,hingga dia memberikan mu Apartemen ini ." Dewi sempat mencari tahu tentang Apartemen ini , ternyata baru beberapa hari ini Fahri mengganti nama kepemilikan Apartemen ini dengan nama madunya itu .


Anisa hanya diam saja . Ia sedang menahan gejolak rasa mual nya.


" Apa kamu sudah menyerah kan tubuh mu ini , sebagai imbalannya lalu kau di berikan Apartemen semewah ini ! ." Ucap Dewi dengan nada menghina .


" Cukup Mba , aku juga istri sah dari Ka Fahri , dan aku juga bukan simpanannya ." Anisa juga berteriak di depan Dewi . Entah Ia seperti mendapatkan kekuatan dari dalam untuk melawan penghinaan itu .


Plaakk,,


" Berani sekali yah kau sekarang berteriak padaku ." Dewi menampar pipi Anisa .


Anisa merasakan panas dan perih di pipinya yang di tampar oleh Dewi. Air matanya mengalir membasahi pipi yang sekarang memerah.


" Dan bersiap lah , mungkin tidak lama lagi Mas Fahri akan menceraikan mu , Dan kau pergilah sejauh mungkin ." Dengan tatapan sinis Dewi memandang Anisa dan berlalu pergi keluar Apartemen itu .


Badan Anisa merosot ke bawah , sudah tak sanggup menahan beban badanya yang lemas . Kondisi Anisa memang sedang tidak baik-baik saja di tambah lagi dengan pikirannya yang kacau setelah kedatangan istri pertama dari Suaminya.


Anisa mulai merasakan lagi kram di perut nya . Ia meremas kencang perutnya .Pandanganya mulai kabur .


" Ka , sakit , tolong aku Ka ." Rintihan Anisa yang memanggil suaminya , Ia juga merasakan ada sesuatu yang keluar dari bagian bawahnya .


***


Fahri berulang kali mencoba menghubungi Nomor Anisa , Namun tidak ada jawaban , bahkan pesanya pun tak ada yang di bacanya ...


-


-


-


-


Jangan lupakan like dan comenya ya kaka 😍😍, Trimakasih yang sudah like dan vote .😇😇

__ADS_1


__ADS_2