Madu Yang Tak Semanis Madu

Madu Yang Tak Semanis Madu
Episode 33


__ADS_3

" Jangan Ka , aku mohon ." Anisa berteriak sambil memegang perutnya dan memandang Fahri penuh dengan rasa takut .


" Sayang , sayang , mengapa kamu seperti ini ." Fahri terlihat panik , karena Anisa terus saja menolak untuk Ia sentuh .


" Nak , panggilkan Dokter cepat ." Wina dan Mbok Minah pun panik dan mencoba menenangkan Anisa .


" Pergi Ka , pergi , ini anak aku ." Anisa terus saja berteriak sambil memeluk Mbok Minah dari samping .


" Nak ,sebaiknya kamu tunggu di luar dulu , biarkan Anisa tenang , ini sungguh tidak baik untuk kandungannya ." Ucap Wina pada Fahri .


Dengan terpaksa Fahri pun keluar dari ruangan Anisa , dan duduk di ruang tunggu yang tepat berada di depan ruangan itu . Kepalanya bersandar pada tembok , " Sayang , kenapa kamu bisa seperti itu ." Fahri sungguh tidak habis pikir ,apa yang di katakan Dewi hingga Anisa begitu takut pada nya .


" Bukankah saya sudah bilang sayang Jangan dengarkan orang lain , cukup kamu percaya pada saya saja ." Fahri berkata dengan lirih .


Dokter pun keluar dari ruang rawat Anisa . " Bagaiman Dok ,keadaan istri saya ? ." Fahri bertanya langsung pada dokter .


" Istri Bapak mengalami depresi , jadi untuk sekarang turuti saja permintaanya , yang sabar pak demi anak yang sedang di kandungnya ." Dokter itu menepuk bahu Fahri dan berlalu pergi .


Fahri menyandarkan badanya pada tembok , tubuhnya merosot ke bawah Fahri menjambak rambutnya sendiri dengan kedua tangannya . " Kenapa jadi seperti ini sayang ." Perasaan Fahri sungguh sangat kacau hari ini .


Rasa senang yang Ia rasakan beberapa jam lalu kini tergantikan dengan perasaan sedih yang luar biasa ,Ia sudah menemukan istrinya tapi Ia tidak bisa memeluk nya .


Wina pun keluar dari ruang rawat Anisa , dia melihat anaknya yang terduduk di lantai ,sambil memegang kepalanya dengan kedua tangannya . " Sungguh malang nasib mu Nak ." Ucap Wina dalam hati .


" Nak ." Wina memanggil Fahri .


" Mah , bagaimana ke adaan Anisa Mah ." Fahri langsung berdiri dan berhadapan dengan Mamah nya.


" Dia sudah tenang , sekarang sedang istirahat ."


Saat Fahri hendak masuk ke dalam , tangan Wina mencegah nya . Fahri pun terhenti .


" Nak , kamu harus bersabar , mungkin untuk sementara kamu jangan menemuinya dulu , demi kesehatan Anisa juga anakmu , seperti nya kata-kata Dewi menoreh kan luka yang teramat dalam pada Anisa ." Dengan lembut Wina mencoba berbicara pada Fahri .


Fahri pun terdiam , dan duduk di kursi tunggu bersama Mamahnya .


" Mah , kenapa jadi seperti ini , saat Anisa sudah di temukan ,kini Dia malah takut pada Fahri , Fahri ingin memeluknya Mah ." Ucap Fahri dengan lirih .


" Nak , kamu harus bersabar ,mungkin Allah sedang menguji cinta mu terhadap Anisa Nak ." Wina sampai menitikkan air matanya.


Mereka pun berpelukan ,saling memberi kekuatan , karena Fahri sudah terlihat rapuh saat ini .

__ADS_1


" Nak , jika kamu ingin menemuinya , temuilah sekarang ,selagi Anisa belum sadar dan kamu harus segera keluar sebelum Anisa melihatmu ." Wina mencoba memberi solusi agar anaknya itu bisa melihat istrinya .


" Baiklah Mah , Fahri masuk dulu ."


Fahri masuk ke dalam , Ia melihat Mbok Minah sedang berada di samping Anisa .


Mbok Minah yang melihat kehadiran Fahri pun langsung berdiri dan berjalan keluar , ia ingin memberikan waktu pada Fahri untuk berdua dengan Anisa .


" Nis ,saya sungguh minta maaf sudah membuat mu menjadi seperti ini ." Fahri berkata sambil menggenggam lembut tangan Anisa .Ia sungguh menyesal dengan apa yang Dewi ucapkan pada Anisa , hingga membuatnya jadi seperti ini.


" Saya sungguh merindukan senyum mu , tawa mu , dan harum dari rambut indah mu ." Fahri mengelus kepala Anisa yang masih tertutup hijab .


" Kuat lah demi anak kita sayang , jangan pernah lagi pergi menjauh Nis ." Fahri berbicara sendiri sambil mengelus perutnya Anisa yang terlihat sedikit menonjol .


" Anak ayah , yang kuat yah di sini , rayu lah bunda agar selalu ingin dekat dengan ayah , agar ayah bisa menjaga kalian berdua ." Fahri berbisik pelan di perut Anisa .


Fahri langsung beranjak berdiri dan keluar dari ruangan Anisa , karena Ia melihat Anisa mulai tersadar , Ia tidak ingin Anisa histeris kembali jika melihatnya .


" Mah , Anisa sudah sadar , Fahri titip Anisa dulu yah Mah ."


" Kamu mau kemana Nak ? ." Tanya Wina penasaran .


" Ingat Nak , jangan melakukan apapun yang dapat merugikan kamu nantinya ."


" Iya mah ." Fahri pun langsung berjalan meninggalkan Mamahnya Dan Mbok Minah yang masih berdiri di tempatnya.


Fahri melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi , hatinya sungguh di penuhi rasa emosi " Kau sungguh wanita ular yang tidak tahu diri , awas saja jika terjadi apa-apa pada Anisa dan anak ku , akan kubuat kau menyesal seumur hidupmu ."


Tak berselang lama Fahri pun sampai , Ia langsung menerobos masuk , walaupun sudah di halangi dengan security . Namun nyali security itu pun menciut setelah Fahri menatapnya dengan penuh amarah , Ia hanya mengikuti nya saja dari belakang , takut terjadi sesuatu pada kedua majikanya nanti .


" Dewi , Dewi , keluar kau ." Fahri memanggil mantan istrinya dengan penuh emosi .


Dewi yang mendengar teriakan Fahri pun langsung terbangun . Ia melihat jam pada nakas nya , Waktu masih menunjukkan Pukul 3 dini hari .


" Dewi ."


Suara Fahri pun terdengar lagi . Dewi pun terbangun dan berjalan keluar kamar , Dewi Begitu senang saat melihat kedatangan Fahri di rumah nya .


" Mas , akhirnya kamu ke sini juga , aku sangat merindukanmu ." Ucap Dewi yang langsung mendekati Fahri .


Fahri pun menahan tubuh Dewi yang hendak memeluk nya .

__ADS_1


" Mas ."


" Apa yang kau katakan pada Anisa ." Fahri langsung bertanya pada Dewi .


" Aaaku ,,,tidak mengatakan apa pun Mas ." Jawab Dewi gugup yang melihat kilatan amarah dari mata mantan suaminya itu .


" Kau jangan bohong Dewi ." Bentak Fahri.


" Apa Anisa sudah ketemu ? ." Dewi malah balik bertanya .


" Itu bukan urusan mu , cepat jawab pertanyaan saya ."


" Ooh,, jadi wanita sialan itu sudah ketemu , bisa gawat ini kalau sampai Fahri tau tentang kejadian saat itu ." Ucap Dewi dalam hati .


"Aaaku , sungguh tidak mengatakan apa pun Mas ." Dewi masih mencoba mengelak .


" Jadi kau tidak mau mengakuinya kalau kau juga terlibat dengan kepergian Anisa saat itu , bahkan selingkuhanmu juga ikut membantu mu , Iya kan !! ." Fahri kembali membentak Dewi .


Kini Dewi merasa takut , kalau sampai Fahri mengetahui semuanya .


" Dan kau juga sudah mengancam Anisa akan membunuh Anak nya , iya kaan !! ."


Dewi hanya terdiam membisu ,Ia bingung harus menjawab apa , yang terlintas di fikiranya saat ini adalah kabur pergi jauh untuk sementara .


Melihat Dewi yang hanya diam saja ,membuat Fahri kesal , Ia pun berjalan mendekati Dewi namun di cegah oleh security yang sejak tadi berada di belakang nya .


" Sabar tuan , tidak perlu dengan kekerasan ." Ucap security itu .


Fahri pun menjadi tersadar , Ia teringat akan Anisa dan calon anaknya . Fahri kini sudah meredam emosinya .'


" Ingat Dewi , saya tidak akan memaafkanmu ." Fahri pun langsung beranjak keluar dari rumah itu .


" Bagaiman ini , aku harus segera pergi dari sini ." Dewi berkata pelan sambil berjalan cepat menuju kamarnya .


-


-


-


Hari ini Up 2 episode dulu yah Kaka😉, Trimakasih untuk like dan comenya , terutama untuk vote nya 😍😍😍.

__ADS_1


__ADS_2