Madu Yang Tak Semanis Madu

Madu Yang Tak Semanis Madu
Episode 28


__ADS_3

" Apa kamu yang membawa istri saya pergi ? ." Tatapan tajam Fahri tak lepas dari seorang pria yang kini tengah berada di dalam mobilnya .


" Istri tuan yang mana , saya sungguh tidak tahu ." Ucap lelaki itu gemetaran karena takut .


" Kamu bekerja di Restoran xxx kan ? ."


" Iya tuan , saya sebagai pengantar pesanan pelanggan yang memesan secara online ." Ucap lelaki yang kira-kira berumur 27 tahunan . Yaah seingat Fahri lelaki ini juga pernah mengantarkan makanan ke Apartemen nya .


" Jadi di mana istri saya ." Fahri mengulangi lagi pertanyaannya .


" Aduh ,,, saya sungguh tidak tahu tuan ." Ucap lelaki itu bingung .


" Kau jangan main-main , dari informasi yang saya dapat kamu telah membawa seorang wanita menggunakan motor mu , dan itu terekam cctv , apa kau masih mau mengelak ." tatapan tajam Fahri semakin terlihat menyeramkan .


" Apa tuan yang tinggal di Apartemen Mewah yang ada di jalan xx ." Lelaki itu mencoba mengingat-ingat .


" Benar , jadi benar kalau kau yang membawa istri saya ? ."


Pemuda itu pun terdiam , Ia mengingat kejadian hampir tiga Minggu yang lalu .


# Flasback #


" Permisi , paket , Bapak ibu ,paket ." sudah berkali-kali Ia memencet bel juga mengetuk pintu hingga mencoba memanggil penghuni Apartemen itu , namun tidak ada juga yang keluar . Hingga saat Ia hendak pergi ,terdengar suara rintihan seseorang yang terdengar minta tolong . Ia pun coba memberanikan diri untuk membuka pintunya , ternyata tidak di kunci , saat Ia buka ada seorang perempuan yang tergeletak dengan wajah yang terlihat pucat pasi .Ia pun panik sehingga Ia hendak keluar lagi untuk memanggil petugas ke amanan. Tapi langkahnya terhenti ketika wanita itu melarang nya memanggul siapapun .


" Mas ,tolong bawa aku ." Ucap Anisa sambil meremas perutnya yang terasa nyeri .


" Iya mba biar saya bilang ke petugas di sini agar segera memanggil ambulans."


" Aku tidak tahan lagi Mas , cepat ." Ucap Anisa dengan suara lemah .


Lelaki itu pun menjadi tidak tega , Ia pun lalu membantu Anisa.


" Mba , apa mba nya kuat boncengan dengan saya pakai motor ? ." Ucap lelaki itu yang memapah Anisa yang terlihat lemas.


" Astagfirullah , mba kaki mba itu keluar darah , itu darah dari mana mba ? ." lelaki itu terlihat panik ,


" Ga apa-apa Mas , cepat jalan ." Anisa sedikit kesal karena lelaki ini lambat sekali , Sebenarnya bukanya lambat hanya saja lelaki itu takut melihat darah jadi badanya juga terasa lemas .


Suasana malam itu sepi sehingga hanya beberapa gelintir orang saja yang terlihat , kebetulan petugas keamanan pun sedang tidak di tempatnya .


Anisa pun duduk di kursi belakang berboncengan dengan lelaki itu , saat hendak keluar dari Apartemen ,ada sebuah mobil yang membunyikan klakson ke arah mereka. Dan berhenti tepat di samping mereka .


" Mas , Neng Anisa kenapa ? ." Ucap ibu paruh baya itu setelah keluar dari mobil .

__ADS_1


" Tidak tahu Bu , Tadi tergeletak di lantai dalam Apartemen nya , apa Ibu mengenalnya ." Ucap lelaki itu


" Tentu saja , ayo bawa masuk ke dalam mobil ."


Anisa yang terlihat lemas pun hanya mengikutinya saja .


" Bu , Ibu siapanya yah ." lelaki itu penasaran .


" Saya Ibunya , Trimakasih ya mas ." Ucap ibu itu dan berlalu pergi membawa Anisa .


" Tadi ibu itu bilang kalau dia ibunya , tapi kenapa tidak mirip yah ." lelaki itu pun berlalu pergi .


" Cantik juga yah Mba yang tadi , tapi sayang sudah punya suami ." lelaki itu senyum-senyum sendiri di jalan sambil membayangkan wajah Anisa .


***


Lelaki itu pun menceritakan semuanya pada Fahri .


Dari pandangan Fahri kalau lelaki yang ada di sampingnya ini berkata jujur . Tapi siapa yang membawa nya pergi dan mengaku sebagai Ibunya Anisa .


" Baiklah Trimakasih , tapi suatu saat saya membutuhkan keterangan lagi dari mu ." Ucap Fahri pada lelaki itu .


Fahri pun mengambil beberapa lembar uang pecahan 100ribuan kepada lelaki itu .


" Trima lah ." Fahri menyodorkan uang itu .


" Trimalah , anggap saja ini sebagai rasa Trimakasih saya , karena kau telah membantu istri saya ." Fahri merasa yakin kalau Anisa berada di tempat yang aman .


" Trimakasih tuan ." Akhirnya lelaki itu pun menerima nya .


"Kalau begitu saya permisi ."


" Hemm." Jawab Fahri sambil mengangguk .


Tapi ,lelaki itu tiba-tiba duduk kembali setelah membuka pintu mobil yang baru saja Ia buka .


Fahri mengernyit bingung karena lelaki itu malah duduk kembali .


" Ada apa ? ." Tanya Fahri yang melihat ke wajah lelaki itu seperti ada yang ingin Ia katakan .


" Sebelum memasuki lobi Apartemen, saya melihat dua orang lelaki yang bertubuh tinggi besar dan berbadan tegap , dan seingat saya mereka pernah ada di depan pintu Apartemen tuan , saat saya mengantarkan makanan ke sana sebelum kejadian itu , dan saat itu bukankah tuan yang menerima pesanannya ? ." Lelaki itu masih mencoba mengingat-ingat nya .


Dan Fahri berfikir mungkin itu adalah dua bodyguard nya dulu . dan berarti dugaanya benar kalau dua bodyguard nya itu telah bersekongkol . Tapi bersekongkol dengan siapa itulah yang masih menjadi teka-teki sampai saat ini.

__ADS_1


" Baiklah Trimakasih banyak atas informasinya ."


" Sama-sama tuan ." Lelaki itu pun keluar dari mobil Fahri .


" Ternyata dia suaminya , saya pikir dia Kaka nya ." Gumam lelaki itu dalam hati .


***


Fahri pun pulang ke Apartemen nya , saat Ia masuk ke dalam Ia melihat Dewi dan Mamah nya sedang mengobrol di ruang tamu .


" Mas ." Dengan senyum sumringah Dewi menyambut Fahri .


" Hemm." Hanya itu yang keluar dari mulut Fahri .


" Nak duduk lah di sini , Ada yang ingin Dewi bicarakan dengan mu , Mamah tinggal ke dalam dulu yah ." Wina berpamitan dengan Dewi dan Fahri untuk memberi ruang pada mereka untuk membicarakan masalah yang mereka hadapi .


" Sabar yah Nak , jangan terbawa emosi , ingat Anisa sedang mengandung anak mu ." Ucap Wina berbisik pada Fahri saat hendak masuk ke dalam .


Fahri hanya mengangguk saja .Dan duduk di sofa yang berjauhan dengan Dewi .


" Mas ." Dewi bangkit dari duduk nya dan berjalan mendekati Fahri dan duduk di sebelah nya .


" Apa yang kamu mau ? ." Fahri berkata datar tanpa menatap Dewi yang berada di sampingnya.


" Aku mau kita kembali lagi seperti dulu Mas ." Dewi berkata dengan lembut sambil menggenggam tangan Fahri .


Fahri langsung melepaskan genggaman tangan Dewi .


" Lalu bagaimana dengan selingkuhan mu ." Fahri berkata dengan ketus .


" Aaku ,akan memutuskannya Mas , demi kamu ." Dengan gugup Dewi mengatakan itu pada Fahri.


" Kamu Fikir saya anak kecil yang mudah sekali kamu bohongi , dua kali kamu sudah menipu saya, alangkah bodohnya jika kali ini saya percaya lagi dengan kata-kata mu ." Fahri berdiri dan melangkah pergi meninggalkan Dewi yang terdiam .


Saat hendak menaiki tangga Fahri berhenti dan berbalik menatap Dewi. "Cepat tanda tangani surat cerai itu , atau akan saya buat malu dengan bukti perselingkuhan mu , termasuk rekaman cctv yang memperlihat kan adegan mesum mu di rumah ."


Mendengar perkataan Fahri Dewi menitikkan air matanya .


-


-


-

__ADS_1


-


Trimakasih untuk like,vote dan comenya . di usahakan Up setiap hari walaupun hanya 1 episode saja 😁😁.


__ADS_2