Madu Yang Tak Semanis Madu

Madu Yang Tak Semanis Madu
Episode 48


__ADS_3

" Ka " Anisa bingung mengapa suaminya itu menatap nya seperti itu .


" Sayang ,kamu sexi sekali ." Fahri mendekati Anisa yang duduk di samping ranjang .


" Apa sih Ka ." Anisa mengabaikan tatapan suaminya itu , ia lebih memilih makan makanan yang di bawakan suaminya tadi.


" Sayang , kamu cantik sekali ." Fahri masih saja menggoda istrinya itu.


" Ka , diam lah aku sedang makan ." Anisa risih karena suaminya ini terus menciumi rambut nya .


" Sayang , aku baru lihat kamu pakai baju seperti ini ." Fahri baru pertama kali melihat Anisa menggunakan hotpants dan kaus tanpa lengan berbahan satin longgar memang namun tetap membentuk di tubuh Anisa. Anisa sungguh terlihat lebih cantik saat sedang mengandung ,


" Ka , ini hanya baju biasa saja , ini aku ambil dari kampung waktu itu ." Anisa membawa sebagian baju lama nya yang biasa Ia pakai dulu saat tidur . Walaupun sebentar lagi tidak akan muat karena perutnya yang terus membesar.


" Sayang , nanti aku belikan lingeri yah , agar kamu terlihat lebih sexi lagi ." Fahri berbisik di telinga Anisa .


" Jery ? , baju apa itu Ka ? ." Anisa tidak tahu .


" Lingeri sayang , yang biasa di pakai wanita saat tidur ." Fahri menjelaskan pada Anisa sambil menahan senyumnya , Anisa memang polos .


" Ooh iya , yang bahanya tipis itu kan Ka ? ." Anisa mencoba mengingat-ingat.


" Tapi jadi sexi sayang kalau kamu menggunakan itu ."


" Aku aneh dengan fesyen orang-orang kaya , padahal kalau di kampung ku bahan seperti itu biasa di pakai anak-anak untuk mencari ikan ." Anisa berucap sambil menggeleng-gelengkan kepalanya .


" Dan aku sering lihat itu saat aku mencuci milik mba Dewi ."


Fahri terdiam ketika Anisa menyebut nama mantan istrinya .


" Ka , maaf ." Anisa menyadari kesalahan nya .


" Tidak apa-apa sayang , ayo aku mau menengok Dede ."


" Ka " Fahri mendapat tatapan tajam dari Anisa .


***


" Ka , aku sudah membereskan keperluan mu , apa ada yang mau Kaka bawa lagi ." Tanya Anisa sembari memasukkan beberapa pakaian suaminya ke dalam koper .


Fahri yang sedang sibuk mengerjakan sesuatu pada laptop nya pun melihat ke arah istrinya . " Masukan juga pakaian yang biasa kamu pakai tidur sayang ."


Anisa menautkan kedua alisnya bingung apa maksud dari perkataan Suaminya itu . " Untuk apa baju ku juga Kaka bawa ."


" Agar aku bisa tidur di sana sayang ." Fahri menutup laptopnya dan menghampiri Anisa . Ia memeluk Anisa dari belakang, mencium rambut Anisa yang harum , " Sayang jaga diri baik-baik selama aku pergi , Dede jaga bunda yah , ayah hanya pergi sebentar ." Fari juga mengelus-elus perut Anisa .

__ADS_1


"iya ayah ." Anisa menirukan suara seperti anak kecil .


Tokk


Tokk


"Den , ada Boby datang ." Ucap Mbok Minah dari arah luar .


" Iya Mbok suruh tunggu sebentar ." Fahri langsung berdiri .


" Ka , untuk apa Kaka memanggil Boby ? ." Anisa bingung bukankah terakhir kali suaminya itu mengusir Boby . Lalu mengapa sekarang ia sendiri yang memanggilnya .


" Sayang ayo kenakan hijab mu , kita temui Boby sekarang ."


Anisa menurutinya walaupun sebenarnya ia bingung . Mereka berdua berjalan menuruni tangga ,berjalan menuju ruang tamu .


Boby menunggu dengan gelisah , karena Ia sendiri pun tidak tahu kenapa Mbok Minah memanggilnya ke mari , jika saja Fahri bukan pemilik Perusahaan tempatnya bekerja mungkin ia tidak akan datang . Mengingat kejadian saat itu ia melihat bos nya itu seperti ingin menerkamnya hanya karena Ia memandangi istrinya .


" Hai ,Bob bagaimana kabar mu ? ." Anisa menanyakan kabar Boby .


" Baik ,mba Nur ." Jawab Boby sambil berdiri .


" Duduk lah ." Fahri langsung menyuruh Boby duduk kembali . Anisa dan Fahri pun duduk di hadapan Boby .


" Kamu tahu mengapa saya menyuruh kamu datang ke mari ? ." Fahri bertanya datar pada Boby .


" Baiklah biar saya jelas kan , saya menyuruh mu datang kemari untuk menjaga Anisa selama saya pergi , lusa saya akan ke Luar Negeri ."


" Kenapa dia menyuruh ku , kenapa tidak membayar jasa bodyguard saja ." Gumam Boby dalam hati .Tentu saja Boby senang bisa berdekatan dengan Anisa . Tapi ia sangat takut dengan Bos nya itu .


" Saya mengerti dengan apa yang sedang kamu pikirkan , kenapa saya tidak membayar jasa pengamanan kan ? ." Ucap Fahri seolah-olah tahu apa yang ada di fikiran lelaki muda di hadapannya.


Boby terbengong-bengong . " Mengapa dia bisa tahu ." Gumam Boby


" Saya sudah tidak percaya lagi dengan jasa bodyguard dan sebagainya , karena itu yang membuat Anisa kabur dari rumah ." Fahri menatap istrinya sendu , ia tidak bisa membayangkan betapa kacaunya dirinya saat kehilangan Anisa saat itu .


Anisa hanya membalas pandangan mata suaminya dengan tatapan cinta, sambil memegang sebelah tangan suaminya .


" Benar-benar caople goals banget , andai yang di pandang Mba Nur itu aku ." gumam Boby dalam hati


" Jadi bagaimana , apa kamu mau ? , tentu saja kamu harus mau , saya akan membayarnya 3 kali lipat dari gaji mu di perusahaan hanya dalam 4 hari ." Fahri menjawab sendiri pertanyaannya .


Boby menelan salivanya kasar , seolah-olah itu perintah yang tidak bisa di tolak .


" Ini baca lah ." Fahri mengambil kertas yang ada di saku celananya dan memberikannya pada Boby .

__ADS_1


Boby pun membukanya dan mulai membaca nya . " Astagfirullah , apa ini !!." Boby terkejut dengan isi keras yang Ia baca . Boby langsung menatap Bos nya itu .


" Ada apa ? , Apa ada yang tidak kamu mengerti ." Tanya Fahri datar .


" Pak , apa maksudnya kalau tidak boleh sering-sering komunikasi dengan ..."


" Kamu tidak boleh terlalu banyak bicara dengan istri saya .". Fahri memotong pertanyaan Boby .


" Gila ini Bos , pergi 4 hari aja bikin peraturan sebegini banyak ." Yah ,, Boby bisa apa selain menuruti keinginan Bos nya ini , karena kalau ia membantahnya bisa-bisa masa depanya suram .


" Ka , Kenapa harus seperti itu sih ." Anisa merasa tidak enak pada Boby , padahal dulu selama ia tinggal dengan Mbok Minah ,dirinya selalu menyusahkan Boby Dengan menuruti kemauannya saat ngidam .


" Sayang , aku hanya mau kamu aman ." Jawab Fahri santai .


" Memangnya aku penjahat apa ." batin Boby .


" Ka , apa Kaka tahu dulu saat aku tinggal dengan Mbok Minah ? , aku sering sekali menyusahkan Boby ,karena keinginan dari anak mu ini , bahkan lihat lah bekas luka di kening Boby itu adalah karena terjatuh di pohon mangga saat anakmu menginginkan mangga muda pada malam hari ." Anisa mencoba memberikan pengertian pada suaminya agar tidak bersikap kaku pada Boby , karena biar bagaimanapun Boby adalah keponakan dari Mbok Minah .


" Huufff ,, Baiklah , kemarikan kertas itu ." Fahri mengalah , bukanya ia tidak berterima kasih akan hal itu , hanya saja ia sangat cemburu jika ada lelaki yang dekat dengan istrinya .


Boby memberikan kembali kertas itu pada Bosnya. Dan Fahri meremas kertas itu dan menaruhnya di atas meja .


" Saya hanya ingin kamu tahu batasannya , dan Anisa adalah istri KESAYANGAN saya , jadi jaga dia dengan baik ." Fahri menekankan kata kesayangan .


" I,iiya Pak ." Boby terlihat bertambah gugup .


" Ka , jangan menakutinya begitu ." Anisa kasihan pada Boby yang terlihat ketakutan .


" Kamu bisa kembali lagi esok pagi sebelum saya berangkat ."


" Baik Pak , tapi bagaimana dengan pekerjaan saya ." Karena Boby belum izin secara resmi di tempat perusahaanya bekerja .


" Apa kamu lupa , perusahaan itu milik siapa ? , Nanti Sekertaris saya yang akan mengurusny.


Setelah urusannya selesai pun Boby undur diri ,ia akan kembali lagi esok pagi.


Fahri ,Anisa dan Mbok Minah makan malam bersama .


" Mbok , nanti Boby yang akan menjaga kalian saat saya pergi , biar dia menempati kamar tamu yang ada di bawah ." Ucap Fahri pada Mbok Minah .


" Ia Den , nanti biar Mbok beres kan dulu ."


Fahri melihat pesan masuk pada ponselnya ,yang kebetulan di taruh di atas meja . Fahri terkejut dengan nama yang tertera di ponselnya ,karena Anisa pun membaca dengan jelas nama itu .


-

__ADS_1


-


Maaf 🙏🙏, telat up nya maklum yah Author lagi sibuk bikin prakarya bocil😂😂.


__ADS_2