
Sudah tiga hari semenjak kejadian malam itu , Fahri belum juga melihat Anisa di rumahnya. Karena setiap Ia ingin bertanya pada Mbok Minah selalu ada Dewi di sampingnya ,Ia tidak ingin berdebat lagi dengan Dewi.
Seperti malam ini sebenarnya Ia ingin bertanya, pada Mbok Minah setelah makan malam selesai. Namun Dewi selalu mengekorinya.
"Mas besok aku minta izin yah , mau ke rumah Mamih, tadinya aku mau ngajak kamu ,tapi sepertinya kamu sedang sibuk."
" Tumben sekali dia ingin pergi sendiri , biasanya dia selalu memaksa saya untuk ikut." batin Fahri.
" Memangnya ada apa di rumah Mamih .Apa Mamih sakit ?"
" Tidak kok Mas, Mamih hanya kangen sama aku katanya, boleh ya Mas ," Dewi berbicara dengan nada merayu . Karena Ia melihat Fahri yang diam saja.
" Boleh , berapa hari ?"
" Ga lama kok sayang , cuma 3 hari ."
Fahri hanya manggut-manggut menanggapi nya. Ini bisa jadi kesempatan nya untuk berbicara pada Anisa ,dan meminta maaf padanya.
" Tapi ingat Mas selama aku pergi , Mas ga boleh macam-macam." Dengan tatapan tajam Dewi berbicara pada Bagas .
" Ya tidak lah ,sayaang ." sekilas Fahri mengecup bibir istrinya itu agar tidak curiga padanya.
" Kita Bobo yuuk Mas, Besok Mas kan harus kerja ,dan aku juga akan pergi pagi-pagi."
Mereka berdua pun masuk ke dalam kamar.
Ke esokan pagi nya , Dewi menuju dapur Hendak menemui Mbok Minah, karena Ia sendiri juga penasaran beberapa hari ini tidak melihat Anisa. Dia pun sebenarnya tidak perduli ke mana perginya Anisa , bahkan Ia senang Anisa pergi tanpa Ia harus usir. Dengan begitu Ia lebih mudah jika mertuanya menanyakan perihal Anisa.
" Mbok." Dewi bertanya pada Mbok Minah yang sedang memasak di dapur belakang.
" Eeh , iya non Dewi ," Mbok Minah langsung berbalik dan menghadap Dewi.
" Di mana perempuan aneh itu ."
" Perempuan aneh siapa yah non," Mbok Minah mengernyit bingung.
" Huuff,, Si Anisa itu ." Dengan nada malas Dewi menyebut nama Anisa.
" Ndak tau Non, tiba-tiba saja waktu itu Neng Anisa tidak ada di kamarnya ."
" Dalam hati Dewi merasa senang , jadi tidak ada yang mengganggu rencananya kali ini." gumam Dewi sambil tersenyum jahat.
" Oh iya Mbok, Sini ." Dewi memberikan kode dengan jarinya pada pembantunya itu untuk mendekat ke arahnya.
Dewi pun membisikkan sesuatu kepada Mbok Minah.
" Ta,,,tapi Non . . ." Mbok Minah merasa ragu .
" Apa Mbok sudah tidak berminat lagi bekerja di sini ?" Dengan tatapan mengancam Dewi menakut-nakuti Mbok Minah.
" Masih Non," Ucap mbok Minah sambil menunduk takut .
__ADS_1
" Baiklah kalau begitu , kerjakan apa yang aku perintahkan tadi ." Dewi pun berlalu pergi.
**
" Duuh, bagaimana ini, masa saya harus berbohong." Mbok Minah terlihat kebingungan.
" Neng Anisa maaf kan Mbok yah, Mbok terpaksa berbohong, ini demi keselamatan Eneng juga." Ucap Mbok Minah dalam hati.
Fahri dan Dewi pun menuruni anak tangga . Dewi membawa beberapa baju dalam tas nya, karena hari ini Ia akan mengunjungi Mamih nya. Dan tentu saja itu tidak benar, itu hanya alasan untuk membohongi suaminya itu.
Dan Fahri bersiap-siap untuk berangkat ke kantor.
" Sayang , kamu benar ga mau Mas antar ." Fahri bertanya pada Dewi sambil merangkul pinggangnya.
" Tidak perlu sayang ,Aku naik taxi online saja ."
" Kalau sudah sampai sana kabari Mas yah."
" Iya Mas."
Tiinn
Tiinn
Klakson mobil berbunyi dari luar pagar rumah Fahri.
" Sayang , itu pasti taxi online nya, aku berangkat dulu ."
" Tidak sempat Mas , nanti aku mampir saja di jalan, takut keburu malam ." Dewi mencium bibir Fahri dan berlalu pergi.
" Seperti ada sesuatu yang Dia sembunyikan !"
Fahri kembali lagi masuk ke dalam ,dan menuju ruang makan.
Mbok Minah yang tengah mentata makanan di meja pun, seketika gugup di pandangi oleh Fahri.
" Silahkan den , sarapannya sudah siap ."
" Heemm,,, Trimakasih Mbok ."
" Sama-sama den, Mbok permisi dulu yah ."
" Mbok tunggu ." Fahri memanggil kembali Si Mbok.
Mbok Minah yang merasa di panggil pun ,seketika menjadi gugup.
" Aduuh,,, bagaimana ini, kalau den Fahri nanya soal Anisa ." Dengan ragu Ia pun berbalik lagi menghadap Fahri.
" Ii,,iya Den." Mbok Minah menunduk.
" Duduk laah Mbok."
__ADS_1
" Mbok Minah pun menuruti perintah majikanya itu."
" Di mana Anisa ." Fahri langsung menanyakan maksud nya.
" Mbok Minah benar-benar gugup, karena ini untuk pertama kali nya Ia harus berbohong pada majikanya itu.
" Aa,anu Den." Mbok Minah terlihat ragu-ragu.
Fahri menatap dalam Mbok Minah , Ia sudah sangat mengenal pengasuh nya sejak masih kecil itu. Yah saat ini Ia tahu betul apa yang sedang terjadi pada Mbok Minah.
" Di mana Anisa Mbok." Dengan lembut Fahri mengulangi kembali pertanyaannya.
" Aa,,anu Den , Anisa di jemput oleh seseorang tiga hari yang lalu." Dengan terbata-bata Mbok memberi tahu Fahri.
Fahri mengernyit bingung dengan jawaban dari Mbok Minah.
Rasa nya tidak mungkin .Setahu nya selama Anisa di sini, Dia tidak memiliki teman siapa pun . Dan Ia yakin Anisa bukan gadis semacam itu. Fahri pun menatap Mbok Minah, " Kenapa Si Mbok mesti berbohong," pasti ada yang membuat nya untuk melakukan itu,gumam Fahri.
" Baik lah Mbok Trimakasih ." Fahri berpura-pura mempercayai perkataan Mbok Minah.
Mbok Minah pun kembali ke dapur. Dalam hatinya Beliau sangat menyesal, sudah berbohong pada majikanya itu. Tapi mau bagaimana lagi Ia tidak punya pilihan lain.
Fahri pergi ke kantor dalam perjalanan Ia masih saja memikirkan Anisa.
Yaah,, Dulu dia memang sangat membencinya . Memandang nya pun enggan.
Tapi seiring berjalannya waktu Ia memiliki rasa iba pada gadis itu. Rasa iba itu berubah menjadi rasa kagum, kagum dengan kesabaranya , kagum dengan kelembutan nya . Dan yang terakhir Ia juga kagum dengan kecantikannya.
Jujur saja sebagai lelaki normal Ia juga ingin menyentuh tubuh Anisa, Merasakan bibir ranum itu , yang mungkin belum tersentuh lelaki manapun.
Anisa halal untuk nya , Karena Ia juga suaminya. Namun Ia sangat mencintai Dewi , Ia tidak ingin menyakiti Dewi ,sehingga membuat Ia mengabaikan Anisa selama ini.
Apakah rasa kagum itu sudah berubah menjadi rasa cinta ?, Tanpa sadar Fahri tersenyum kecil.
***
" Seperti nya aku harus mencari pekerjaan , Uang tabunganku hanya cukup untuk beberapa bulan saja." Anisa berbicara pada dirinya sendiri.
Anisa beristirahat di kasur lantainya yang tipis ,jauh dari kata nyaman.
Ia memandang langit-langit kamar kost annya .Fikiranya menerawang jauh kebelakang.
Di paksa menikah dengan lelaki beristri dan sialnya lagi sekarang dirinya sudah jatuh cinta padanya.
Dan sekarang apa yang terjadi pada dirinya ?. Tersisih setelah berusaha untuk menerima keadaan.
-
-
-
__ADS_1
Jangan lupakan like nya yah 😍, tekan tombol lovenya juga😅. sampai ketemu di episode selanjutnya. Terimakasih😇😇