Madu Yang Tak Semanis Madu

Madu Yang Tak Semanis Madu
Episode 15


__ADS_3

" Bisa kita memulainya dari awal ? ." Fahri berucap lembut pada Anisa .


Anisa memandang lekat manik mata suaminya , Ingin rasanya Ia tidak mempercayai nya , namun Ia melihat sorot kejujuran yang ada di dalam mata itu.


" Aku pikir Kaka akan...." Anisa menghentikan ucapannya , Ia merasa tindak sanggup untuk mengatakannya .


"Akan apa ?."


" Aaku Fikir Kaka akan menceraikan ku ." Anisa berkata pelan ,sambil menahan sesaknya , karena itulah yang Ia fikirkan selama ini.


" Kenapa kau bisa berfikir seperti itu ."


" Karena selama ini Kaka selalu mengabaikan ku , dan pastinya Kaka tidak menyukaiku ."


Fahri terus memandangi Anisa yang terus saja menunduk . Fahri pun menyadari kesalahannya selama ini. Ia selalu mengabaikan Anisa bahkan terkadang menyakitinya dengan kata-kata ketus dari nya juga dari Dewi , Ia juga menyadari kalau Anisa begitu tersiksa hidup berada di antara dirinya juga Dewi . Padahal berada di antara kita adalah bukan pilihannya.


Yaah,,, Fahri kini menyadari semuanya. Ia sungguh ingin memulainya dari awal dengan Anisa . Tapi untuk sementara Ia akan menyembunyikan dulu Anisa dari Dewi . Tidak ingin sesuatu terjadi pada Anisa .


" Maafkan atas sikap saya selama ini ,saya hanya butuh waktu ." Fahri berkata dengan lembut pada Anisa , Fahri berusaha akan bersikap baik pada istri keduanya itu , sekaligus akan mengobati luka hatinya yang sudah terluka karena nya.


" Bisa kita memulainya dari awal ? ." Fahri mengulangi lagi pertanyaannya.


Anisa hanya mengangguk menjawab pertanyaan dari Suaminya itu . Dua tetes cairan bening jatuh menetes pada mukenah yang masih di kenakan nya .Air mata bahagia yang keluar dari dua mata indah Anisa. Hampir setahun lebih Ia menjadi istri Fahri ,baru kali ini Ia menangis karena bahagia . Dia sangat bahagia akhirnya suaminya ini bisa menerima nya .


Fahri pun senang ,ternyata Anisa masih mau menerimanya .


" Boleh peluk ." Fahri bertanya pada Anisa .


Anisa pun menggeleng .


" Boleh cium di sini ." Fahri menunjuk kening Anisa dengan telunjuk nya .


Anisa juga menggeleng .


Kening Fahri berkerut , Ia bingung kenapa Anisa terus saja menggeleng.


" Kenapa ?." Akhirnya Fahri pun bertanya .


" Aku malu Ka ." Anisa menjawab sambil terus saja menunduk . Namun semburan rona merah di pipi Anisa jelas sekali terlihat .


Fahri pun tertawa mendengar apa yang di ucapkan istri kecilnya itu. Ia tahu bahwa Anisa itu masih perawan dalam segala hal. Mungkin dia juga tidak pernah berpacaran sebelum nya. Jarang sekali ada wanita seperti Anisa yang bisa menjaga kehormatan nya. Dan kini Fahri sungguh sangat merasa beruntung.

__ADS_1


Tanpa aba-aba Fahri langsung menarik tubuh Anisa dalam pelukannya, Anisa yang terkaget pun langsung refleks ingin melepaskan pelukan itu. Namun Fahri tambah mengeratkan nya lagi. Anisa pun hanya pasrah saja , Ia tahu yang memeluknya ini adalah suaminya jadi Ia harus berusaha membiasakannya.


" Lain kali saya tidak akan meminta izin lagi jika ingin memeluk mu atau pun mencium mu, kalau semua jawabanmu hanya menggeleng saja ." Bisik Fahri di telinga Anisa yang masih menggunakan mukenah nya .


Namun rasa hangat hembusan nafasnya masih terasa di kulit telinga Anisa . Dan itu membuat Anisa merinding geli.


Fahri pun melepaskan pelukannya . Kini Ia bebas memandang wajah cantik istri keduanya ini.


" Istirahat lah ."


" Ka , apakah Kaka juga akan tidur di sini ." Anisa bertanya dengan Fahri.


" Menurut mu ?." Fahri bertanya balik . Tentu saja Ia merasa lucu dengan pertanyaan Anisa , Sepertinya Ia harus banyak bersabar menghadapi Anisa. Secara umur mereka berbeda jauh , Fahri yang sudah hampir kepala empat sedangkan Anisa baru 22 tahun . Kalau dulu Anisa bisa bersabar dengan sifat angkuhnya , sekarang giliran Fahri yang harus bersabar dengan sikap polos istrinya itu.


" Bukankah ada beberapa kamar di sini Ka ? ."


" Tentu saja ada , apa kau mengusir saya ? ." Fahri berkata datar dengan suara dingin nya .


Anisa pun menjadi gugup , Ia sungguh takut kalau Fahri tersinggung dengan kata-kata nya.


" Bu,,,bukan seperti itu Ka , hanya saja aku tidak terbiasa tidur berdua deng...." Anisa berhenti berbicara ketika Fahri menatap nya tajam.


" Maaf Ka ." Suara Anisa melemah .


" Dan mulai sekarang biasakan lah tidur bersama saya , karena saya adalah suami mu ,paham ? ." Fahri berbicara dengan tegas.


" Paham Ka ." Anisa beranjak dari duduknya dan berjalan menuju sisi kasur sebelahnya .


Fahri langsung merebahkan tubuhnya setelah Anisa bangkit dari duduknya.


Anisa melepaskan rok mukenah bagian bawahnya , namun Ia tak melepaskan bagian atas nya . Dengan takut-takut Anisa merebahkan dirinya di samping Fahri.


Anisa pun hendak tidur , memunggungi Suaminya nya .


" Jangan memunggungi saya ." Fahri berucap sambil memejamkan matanya dalam posisi terlentang.


" Iya Ka ." Anisa menjawab pelan . Ia pun memilih tidur terlentang dari pada menghadap wajah suaminya itu . Yang menurutnya justru membuatnya tidak bisa tidur.


Seperti nya Fahri harus bersabar lagi . Ia adalah lelaki normal yang tidak bisa menahannya terlalu lama, karena Ia kini sudah tidak bernafsu lagi dengan istri pertamanya itu , karena Ia tahu kalau Dewi sudah sering melakukan hubungan itu dengan selingkuhannya. Ia juga bisa melihat keindahan tubuh istri kecilnya itu , walaupun tertutup baju panjang yang selalu Anisa kenakan. Sebenarnya bisa saja Fahri memaksa untuk meminta haknya sebagai suami .Namun Ia tidak ingin memaksa yang justru akan membuat Anisa takut padanya nanti.


***

__ADS_1


Pukul satu dini hari Dewi belum juga tertidur , Ia terus menunggu Fahri hingga menjelang pagi. Ponselnya juga belum aktif sampai sekarang .


Sesuatu yang tidak pernah di lakukan Fahri sebelumnya . Semarah apapun Fahri pasti dia akan tetap pulang , itu lah yang membuat Dewi mulai curiga .


" Apa dia telah menemukan Anisa ." Tiba-tiba saja Dewi berfikir kalau suaminya sedang berdua dengan istri keduanya itu. Mungkin itulah yang di sebut filing seorang istri.


" Awas saja jika memang Mas Fahri benar-benar sedang bersama wanita aneh itu tunggu saja, aku akan membuat nya menderita ." Ucap Dewi


Dewi pun memutuskan untuk tidur saja , dari pada menunggu kepulangan Fahri yang tidak jelas .


***


Sebelum subuh Anisa sudah terbangun . Ia pun tersenyum ketika melihat ada sang suami yang tertidur di sampingnya .


" Hanya sebatas ini pun kamu sudah membuat aku bahagia Ka ." Anisa bergumam kecil .


Anisa pun menjalankan Ibadahnya , Setelah selesai Ia keluar dari kamar hendak menuju dapur , yang mungkin juga berada di lantai bawah . Setelah turun Anisa melihat sekeliling mencari tanda-tanda keberadaan dapur, karena semalam Ia langsung masuk menuju lantai atas .


Setelah berkeliling Ia pun menemukan dapurnya . Dapur yang sangat bersih , Mungkin karena memang jarang di pakai. Ia pun membuka kulkas ,namun hanya ada minuman kaleng dan makanan kecil saja. tidak ada sayuran ataupun sesuatu yang bisa di masak .


Di sebuah lemari kecil , Ia menemukan beras dan beberapa butir telur. Anisa pun memutuskan untuk membuat nasi goreng .


Setelah selesai Ia pun kembali ke kamar untuk membangunkan suami nya.


Anisa masuk kembali ke kamarnya dan melihat suaminya yang masih tertidur pulas .


" Ka , ,Ka bangun Ka ,ini sudah siang ." Ucap Anisa dengan lembut . Suaminya itu belum juga terbangun , Ia pun mencoba menyentuh pundak Fahri dan membangunkan nya lagi.


" Ka , Ka Fahri , bangun Ka ."


" Sebentar lagi Dew ." Fahri yang menyebut nama Dewi , membuat Anisa terdiam .


Fahri pun tersadar dengan kesalahannya. Matanya terbuka menatap Anisa yang terdiam di hadapannya.


-


-


-


-

__ADS_1


Hari ini sudah up 2 episode yah, besok saatnya libur πŸ˜‚πŸ˜‚.Jangan lupa like nya Kaka 😍😍, sampai ketemu di episode selanjutnya . terimakasihπŸ˜‡πŸ˜‡


__ADS_2