
Begitu senang nya Anisa yang sudah mendapat kan izin keluar dari Apartemen nya . Sehingga Ia sudah mempunyai beberapa rencana . Siang ini Ia berencana akan pergi ke Mall yang tidak begitu jauh dari Apartemen nya Karena suaminya itu juga tidak mengizinkannya pergi jauh-jauh.
" Aaah segarnya ." Terdengar lebay memang ,tapi buat Anisa yang baru di perbolehkan keluar sungguh beda rasanya .
Sepanjang jalan senyum tak pernah lepas dari bibir mungilnya .
Beberapa pasang mata begitu mengagumi kecantikan Anisa , bahkan mereka tidak tahu kalau ada bidadari berkerudung yang tinggal di Apartemen itu . Anisa keluar dari lobi namun langkah nya terhenti ketika ada dua lelaki orang yang menghampiri mereka .
" Silahkan non ." Salah satu lelaki itu membukakan pintu mobil nya , mempersilahkan Anisa agar masuk ke dalam mobil .
" Om siapa ." Anisa sedikit takut
" Saya di tugas kan tuan Fahri untuk mengantar Nyonya , kemanapun Nyonya pergi ."
" Aku bisa pergi sendiri Om , dan jangan panggil aku nyonya , lagi pula tempatnya tidak terlalu jauh kok ." Anisa kesal , padahal Ia ingin pergi sendiri .
" Ini perintah Nyonya , silahkan masuk Nyonya." Ucap bodyguard itu tanpa mendengarkan yang Anisa katakan .
Anisa memberengut kesal namun Ia tetap menurut masuk ke dalam mobil .
Tak lama pun mobil Anisa sudah memasuki area Mall .
" MassyaAllah indah nya , puji Anisa yang memandang Mall yang terlihat mewah itu . Tentu saja Itu adalah Mall terbesar di Kota ini . Semua barang-barang Branded ada di sini .
" Om apa Om mau mengikuti ku terus ? ." Tanya Anisa yang sejak tadi lelaki itu terus mengikutinya .
" Tentu saja non ."
" Ka Fahri sungguh keterlaluan ." Anisa kesal dan terus saja berjalan, mencoba mengabaikan lelaki di belakang yang selalu mengikutinya .
***
" Mas hari ini kan ulang tahunku , dan kamu kan libur hari ini , kita jalan-jalan yuk .". Dewi membujuk Fahri agar mau menemaninya belanja.
" Memangnya kau mau kemana ? ." Tanya Fahri datar sambil memainkan ponselnya , Sebenarnya Fahri sedang menulis pesan pada orang suruhannya agar jangan lengah menjaga istri kecilnya itu .
" Kita ke Mall yuk Mas , temani aku belanja ."
Dengan malas Fahri menuruti ke inginan Dewi itu , Karena esok Ia ingin menghabiskan waktu dengan Anisa , sudah 3hari ini Ia tidak bertemu dengan nya .
__ADS_1
Mereka berdua pun pergi ke sebuah Mall mewah , Yah Dewi akan memuaskan hasrat belanjanya mumpung Fahri menemani .
Mereka berdua sampai di Mall itu .Sepanjang jalan Dewi selalu merangkul mesra tangan Fahri , padahal Fahri sendiri justru sangat risih . Setelah lelah berkeliling Dewi pun mengajak Fahri untuk makan di sebuah Restoran . Mereka duduk saling berhadapan .
" Sayang , Trimakasih yah sudah menemani ku belanja , Indah yah hidup ini tanpa pelakor , Oh iya apa jadi lusa kita keliling Eropa sayang ." Dewi sengaja menaikan sedikit intonasi suara nya , agar orang yang di belakang Fahri bisa mendengarnya dengan jelas .
Fahri menautkan kedua alisnya bingung dengan perkataan Dewi itu , Ia memilih diam dari pada harus ribut di tempat umum.
Dewi langsung beranjak dari duduknya dan beralih di samping Fahri , Ia memeluk lengan fahri .
" Sayang kita jadi kan untuk mengadopsi anak ? , keluarga kita pasti sangat bahagia , terlebih lagi tidak ada pelakor di antara kita ."
Yah Dewi sengaja berbicara seperti itu , Karena tanpa sengaja Dia melihat Anisa duduk di belakang Fahri , Fahri tidak mengetahuinya karena posisi mereka saling memunggungi . Namun tidak dengan Dewi dan Anisa . Anisa sempat menengok ke belakang ketika ada seorang yang menyebut nama suaminya . Ternyata yang Ia lihat benar , itu adalah suaminya dan Istri pertama nya .
Anisa berusaha acuh , namun perkataan Dewi Begitu menyakitkan , secara tidak langsung Dewi menyebutnya pelakor , dan Ia juga mendengar bahwa mereka akan mengadopsi seorang anak dan itu artinya suaminya akan meninggalkan nya kelak ketika mereka sudah mengadopsi anak .
" astagfirullah ,,aaww, Anisa meremas perutnya yang tiba-tiba saja terasa kram dan sakit ." Keringat dingin mengucur dari dalam hijabnya .
Ia berusaha untuk bangkit dengan perlahan , Ia berharap suaminya itu tidak mengetahui keberadaanya .
Anisa berhasil keluar dari Mall itu , Ia sungguh tidak bisa menahan air matanya , Di dalam mobil Anisa menangis terisak . Bodyguard itu bisa melihat kalau majikanya di belakang itu sedang menangis . Namun dia lebih memilih diam saja , karena bos mereka melarang mereka untuk sering berinteraksi dengan istri muda bos nya ini .
Setelah sampai Anisa langsung buru-buru turun dari mobilnya .Namun baru beberapa langkah Anisa berhenti Ia kembali merasakan sakit di bagian perut nya . Anisa pun berjongkok guna meringankan rasa sakitnya .
Anisa hanya menggeleng menjawab pertanyaan dua lelaki itu .
" Ayo saya antar ke Rumah Sakit Nyonya ? ."
" Tidak perlu ." Jawab Anisa dengan suara lemah .
Anisa mencoba bangkit dari jongkoknya , tetapi saat berdiri Ia merasa pandangannya berputar-putar dan tidak jelas melihat sekitar.
Brukk ,,,Anisa terjatuh pingsan namun satu bodyguard sempat menangkupnya jadi Anisa tidak sampai terjatuh ke lantai .
Mereka pun langsung membawanya masuk ke dalam Apartemen . Dan merebahkan Anisa di sofa ,karena mereka tidak berani membawa nya masuk ke dalam kamar majikanya .
Salah satu dari mereka menghubungi Fahri .
Fahri sedang berada di rumah dengan Dewi , sepulang dari Mall perasaan Fahri memang tidak enak ,Ia terus saja memikirkan Anisa . Dan kenapa sampai saat ini Anda Anisa belum mengirimkan kabar padanya .
__ADS_1
" Sayang , aku mandi dulu yah , aku akan memberikan mu yang spesial malam ini ." Ucap Dewi dengan gaya genitnya .
Fahri sungguh jengah melihat tingkah Dewi . Ia hanya perlu memergoki perselingkuhan Dewi secara langsung setelah itu ,baru Ia akan menceraikan nya ,dengan bukti rekaman cctv dan foto-foto lainya .
Ponsel Fahri berdering , dengan cepat Fahri langsung menggeser tombol hijaunya .
" Haloo."
" Apaaa !!! ."
Fahri langsung mengambil kunci mobilnya tanpa berpamitan dulu pada Dewi .Sepanjang jalan Fahri sangat khawatir ,karena Ia mendapat kabar bahwa Anisa pingsan saat pulang dari Mall. Di dalam mobil pun Ia langsung menelfon Dokter agar segera datang ke Apartemen nya .
Setelah sampai Fahri langsung masuk ke dalam Apartemen nya , Ia melihat Anisa tertidur di sofa ,
" Apa dia belom sadar ? ." Tanya Fahri pada anak buahnya itu .
" Belum tuan ."
" Baiklah kalian boleh keluar ." Fahri memberi kode pada Mereka untuk keluar .
Meraka pun hanya mengangguk lalu keluar.
" Sayang ,mengapa kau bisa seperti ini ." Fahri memandangi wajah pucat Anisa ,sambil menggenggam tangan Anisa yang terasa dingin .
Tak berselang lama dokter pun datang .
Dokter langsung memeriksa secara menyeluruh . Senyum terpancar dari dokter yang memeriksa Anisa .
" Ada apa Dok ." Fahri menatap tajam Dokter yang tiba-tiba tersenyum itu, Kalau Dokter itu masih muda mungkin Fahri akan menghajarnya karena cemburu.
" Selamat ya tuan ." Dokter itu menjabat tangan Fahri ,
Fahri menerima jabatan itu dengan bingung "Sepertinya istri bapak sedang hamil ."
-
-
-
__ADS_1
-
Jangan lupa like dan vote Kaka😍😍 , Trimakasih 😇😇