
Mereka pun sudah sampai di Apartemen .
" Assalamualaikum ." Salam Anisa saat berada di Apartemen .
" Waalaikum salam , sudah pulang Neng ." Ucap Mbok Minah .
" Sudah Mbok , Anisa ke kamar dulu yah ." Anisa langsung berjalan menuju kamarnya . Meninggalkan suaminya
" Sayang , hati-hati jalan nya , jangan cepat-cepat ." Fahri berjalan cepat menyusul istrinya .
Mbok Minah hanya geleng-geleng saja melihat nya .
" Kalian itu pasangan yang lucu ." Gumam Mbok sambil tersenyum kecil.
Anisa langsung menuju kamar mandi . Fahri menunggu nya di depan pintu kamar mandi .
Sudah hampir 20 menit Anisa belum juga keluar dari kamar mandi .
" Tokk,,tokk,, Sayang , kamu sedang apa ? ." Fahri mencoba memanggil Anisa .
Tidak ada sahutan dari dalam .
" Sayang ." Fahri mencoba memanggil kembali .
" Sayang ." Fahri mulai cemas
" Sayang , aku dobrak yah pintunya jika kamu tidak keluar juga ." Fahri takut terjadi sesuatu dengan istrinya di dalam.
1
2
3
Fahri mencoba memberi aba-aba . Namun saat hitungan ke 3 Anisa sudah membuka pintunya .
Anisa mengabaikan suaminya yang menatapnya .ia berjalan menuju sofa .
Fahri menelan salivanya melihat pakaian yang di kenakan istrinya , pakaian favorit nya yang Ia belikan saat di luar negeri. Fahri menyusul istrinya duduk di sampingnya. Saat ia ingin memegang tangan istrinya , istrinya itu bangkit dari duduk nya dan berjalan menuju ranjang. Baru kali ini ia di abaikan istrinya dan baru kali ini juga istrinya itu menunjukkan sifat itu padanya .
" Huuff,,, gara-gara rendang ." Batin Fahri.
Anisa merebahkan tubuhnya membelakangi suaminya . Ia kesal sekali dengan suaminya ini .
" Sayang , aku sudah pesankan makanan yang kamu mau , mungkin sebentar lagi datang." Fahri mencoba mengajak Anisa berbicara. Namun Anisa tidak memberi respon apa pun .
__ADS_1
" Sayang , jangan marah dong ." Fahri memeluk Anisa dari belakang . Tetap belum ada respon dari istrinya itu .
" Sayang ,kamu boleh marah padaku asal kamu tetap menjaga hatimu untuk Ku ." Fahri mencoba merayu seperti anak-anak muda zaman sekarang .
Anisa mencoba menahan tawa nya mendengar kata-kata yang di ucapkan oleh suaminya tadi , Tak biasanya Suaminya selebay itu .
" Sayang , aku mohon jangan seperti ini , aku bisa hampa tanpa mu ." Fahri berucap seperti orang yang sedang membaca puisi .
" Hahahaha... ." Akhirnya tawa anisa pecah juga ,ia sungguh lucu dengan ucapan suaminya yang ingin mencoba merayu malah terdengar lucu di telinganya .
" Ka , Kaka belajar dari mana sih ,ngegombal kaya gitu ." Tanya Anisa masih Dengan tawa nya .
" Sayang , kok kamu malah tertawa sih , biasanya kan kalau perempuan di rayu seperti itu mereka terharu , kamu justru malah tertawa ." Tanya Fahri dengan raut wajah penasaran ,dan sebenarnya ia pun malu melakukan itu .
" Aku ga selebay itu Ka ."
" Jadi menurut kamu , kata-kata ku tadi itu lebay ."
Anisa menjadi tidak enak dengan suaminya .
" Tidak Ka , bukan seperti itu ,hanya saja aku merasa seperti ada dalam sinetron ." Anisa kembali tertawa.
Fahri sangat bahagia melihat tawa Anisa . " Akhirnya kamu tertawa juga sayang ." Batin Fahri.
Setelah canda tawa mereka sore itu hingga Anisa akhirnya memakan nasi Padang dengan rendangnya , mereka pun hanya menghabiskan waktu di kamar ,karena Anisa sudah terlihat lelah .
" Menggoda apa nya Ka ? , bukankah tadi Kaka sendiri yang menggoda ku dengan rayuan alay ." Anisa tertawa kecil .
" Sayang , apa kamu pikir dengan pakai pakaian seperti ini tidak termasuk menggoda ." Bisik Fahri di telinga istrinya.
" Bukankah baju ini Kaka belikan untuk aku pakai ? ." Tanya Anisa bingung .
" Iya sayang ,dan itu membuat aku jadi tergoda ."
Akhirnya mereka pun tertidur setelah obrolan panjang mereka tentang baju, dan itu berakhir dengan terlepasnya baju itu .
***
" Ka , akhir pekan nanti kita pergi ke taman hiburan yah ? ." Ucap Anisa setelah mereka selesai sarapan .
" Sayang , nanti kamu kelelahan , dede ini sudah semakin berat ." Jawab Fahri sambil mengelus perut Anisa ,yang sekarang sudah semakin aktif dengan tendangan-tendangan kecil anak mereka .
" Tapi aku ingin sekali Ka , bukan kah Kaka bilang akan pergi ke manapun yang aku mau ? ."
" Iya tapi jangan terlalu sering sayang , nanti kamu kelelahan ."
__ADS_1
" Aku janji tidak akan terlalu lelah nantinya , inikan juga kemauan Dede Ka ." Anisa mencoba meyakinkan suaminya dengan membawa nama anak nya agar suaminya itu menuruti.
" Baiklah- baiklah , terserah kamu dan dede saja ."
***
Beberapa hari ini Fahri terlihat sibuk menyelesaikan pekerjaannya , karena bulan depan ia sudah harus cuti . Ia ingin menemani istrinya dan menanti kelahiran anaknya yang tinggal 1 bulan lagi , bulan depan kandungan istrinya sudah memasuki usia 8 bulan .
Ada satu perasaan yang masih mengganjal di fikiranya . pihak kepolisian masih belum menemukan keberadaan Dewi .
Bahkan pihak Kepolisian juga menutup akses agar Dewi tidak pergi ke Luar Negeri, kali ini kasus Dewi lebih berat karena Fahri juga menjeratnya dengan kasus penggelapan dana Perusahaan .
***
Tiba lah akhir pekan ,mereka pun pergi mengunjungi taman hiburan yang di inginkan Anisa , hanya saja kali ini Anisa harus menuruti perintah suaminya dengan menaiki kursi roda nya dan tidak menaiki wahana apapun . Tidak masalah buat Anisa yang terpenting dirinya bisa merefres pikirannya .Sudah beberapa bulan ini Ia tidak di izinkan suaminya itu keluar Apartemen , jadi ia memanfaatkan momen ini sebelum dirinya melahirkan .
" Ka kita ke sana yuk ." Anisa menunjuk danau buatan yang ada di sudut taman itu . Agak sedikit jauh namun terlihat nyaman .
" Ayo , sayang ." Fahri pun mendorong kursi yang di naiki istrinya menuju danau kecil itu melewati taman-taman kecil dan bunga-bunga yang indah . Hanya ada beberapa orang di sana. Mereka pun duduk di kursi taman yang berada di sisi danau .
" Ka , aku ingin saat melahirkan orang tuaku juga ada di sini , menemaniku nanti ." Ucap Anisa duduk berdampingan dengan suaminya tangan mereka saling bertautan .
" Iya sayang , aku akan menyuruh supir menjemput orang tua mu nanti ."
" Ka , maaf kan aku jika aku memiliki salah pada mu ." Anisa berucap pelan .
" Sayang ,mengapa kamu berbicara seperti itu ." Fahri menegakkan duduk nya dan menatap istrinya .
Begitupun Anisa Ia juga menatap manik mata suaminya .
" Ka , orang bilang melahirkan itu antara hidup dan mati , Jadi aku ingin meminta maaf padamu ." Anisa agak sedikit takut menjelang semakin dekatnya waktu melahirkan ,mungkin karena ini adalah untuk yang pertama dan Anisa tidak di dampingi orang tuanya dalam proses kehamilan .
" Sayang , semua akan baik-baik saja , jangan berbicara seperti itu." Fahri memeluk anisa dan mengelus lembut punggungnya .
Mereka pun menikmati kebersamaan itu.Dengan memandangi danau dan larut dengan pikiran mereka masing-masing.
***
" Indah sekali yah pemandangannya , kalian sungguh pasangan romantis , tapi apa kalian tahu ! , di balik kebahagiaan yang kalian rasakan sekarang ada orang yang menderita karena kalian !!, sungguh miris bukan , dulu aku sangat bahagia bersama suamiku , sebelum ada pelakor seperti tikus kecil masuk dalam rumah kami dan mengacak-acak semuanya ."
" Dewi !! ."
-
-
__ADS_1
-
Trimakasih untuk like,vote juga comenya 😍😍, Sampai jumpa esok hari 😘.