Madu Yang Tak Semanis Madu

Madu Yang Tak Semanis Madu
Episode 13


__ADS_3

" Aa,,aku , Ingin tetap di . . ." kruuk,,kruuk , Anisa begitu malu ketika suara gendang di perut nya terdengar jelas.


" Makan lah , Saya sudah membeli kan makanan yang bergizi untuk mu , setelah itu minum juga obat mu ." Ucap Fahri sambil menunjuk sebuah kantong transparan yang berada di atas meja kecil di samping Anisa .


Anisa jadi teringat dengan kata-kata yang baru saja Fahri katakan , " Makanlah " , seperti kata-kata yang selalu tertulis di atas box makanannya , yang selalu di kirim dari seseorang yang misterius.


" Apa selama ini Ka Fahri lah yang selalu mengiriminya makanan ." Anisa mencoba menebaknya.


" Makan lah ," Fahri mengulangi perintahnya lagi . Karena melihat Anisa hanya bengong saja sambil melihat kotak makanannya.


" Aku tidak lapar Ka ." Anisa menjawab pelan .


" Jadi menurut mu , siapa yang sedang berbohong ? , kamu atau perutmu yang sedang berbohong ." jelas-jelas Fahri mendengar alarm perut Anisa berbunyi namun masih saja Dia mengelaknya.


" Makan lah , atau kau ingin saya yang menyuapimu ." Fahri mengulang perintahnya lagi.


" Baik lah Ka , aku makan ." Akhirnya Anisa menuruti perintah nya .


" Hemm Alhamdulillah , , enak sekali makanan ini, seumur-umur aku belum pernah memakan makanan se enak ini ." Anisa memuji makanan yang Ia makan saat ini.


Fahri menatap Anisa yang sedang memakan makanan nya dengan lahap . Ia pun tersenyum kecil dalam hatinya. Karena Ia masih terlalu gengsi untuk menunjukkan senyumannya terhadap istri kecilnya itu.


Setelah selesai Anisa membereskan bekas makanya , membuang sampahnya dalam tempat sampah . Namun sejenak Ia terhenti melihat beberapa bungkus mie instan miliknya ada di tempat sampah .


" Biarkan. di situ , tempatnya memang di situ ." Fahri berbicara pada Anisa saat Ia melihat Anisa akan mengambil kembali mie instan itu dari tempat sampah.


" Tapi Ka ini . . ." Anisa menghentikan ucapannya setelah mendapatkan tatapan tajam dari Suaminya.


Anisa pun kembali duduk . Sungguh kali ini Ia merasa canggung berada di kamar sempit berdua dengan suaminya. Yah walaupun lelaki yang ada di hadapannya ini adalah suaminya tetap saja Ia merasa canggung karena Ia tidak pernah sedekat ini sebelumnya.


" Ka ." Anisa mencoba untuk berbicara dengan Fahri.


" Hemm ." hanya itu jawaban Fahri yang masih setia memainkan ponselnya.


" Iini sudah malam , Apa Kaka tidak pulang ."


Tatapan Fahri langsung beralih pada Anisa . Ia menatap dalam netra mata istri kecilnya itu. " Apa kamu mengusir saya ."


" Bu, ,bukan begitu Ka ." Anisa menjadi gugup bingung harus berkata apa.


" Lalu ?."

__ADS_1


" Mm,, Maksud aku , nanti Mba Dewi mencari Kaka ." Dengan pelan Anisa berbicara pada Fahri.


" Apa kau lupa status mu ?." Fahri berkata datar , namun terdengar seperti sebuah peringatan di telinga Anisa .


" Haahh ,, memangnya apa status ku, bukankah selama ini Dia tak pernah mengganggap ku ada ." Batin Anisa.


" Baiklah , saya ingatkan lagi , status mu masih istri saya ."


" Lalu apa Kaka akan menginap di sini , Uups..." Anisa langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya. karena Ia merasa itu sangat tidak mungkin , dan lagi suaminya itu akan tidur di mana nanti , kasur tipis ini juga hanya muat untuk satu orang saja.


" Kenapa tidak ." Fahri menjawab acuh .


" Haah,, Tapi Ka , di sini sungguh tidak nyaman ." Anisa mencari alasan agar Fahri tidak benar-benar menginap di kamar kost an nya . Apa kata para tetangga nya nanti kalau mereka tahu ada seorang lelaki menginap di kamarnya , karena yang mereka tahu bahwa dirinya belum menikah.


" Kalau begitu , pindah dari sini ."


" Tapi Ka ."


" Tadi kamu bilang di sini tidak nyaman ." Fahri menatap Anisa , Ia tahu bahwa Anisa sedang mencari-cari alasan .


" Bu,,bukan seperti itu Ka , hanya saja mungkin ini tidak akan nyamaman buat Ka Fahri ."


" Selain itu ?." Fahri berkata dengan tatapan menyelidik pada Anisa .


" Bukankah saya adalah suami mu ?." Fahri menautkan kedua alisnya ,Ia mulai di buat kesal oleh alasan yang di katakan Istri keduanya itu.


" Iya Ka, tapi selama ini mereka tidak tahu kalau aku sudah menikah ."


" Kalau begitu keluar lah , katakan pada mereka kalau saya adalah suami mu ."


" Astagfirullah , , , bagaiman sih cara bicara dengan orang dewasa macam suaminya ini ." Gumam Anisa dalam hati.


" Bukankan tidak menuruti ke inginan suami adalah Dosa ?."


" Iya Ka ." Sambil menunduk Anisa menjawab pertanyaan fahri itu.


" Kemasi barang mu ."


" Tapi Ka , besok pagi aku harus bekerja ."


" Dengan keadaan lemah seperti ini ."

__ADS_1


Fahri bangkit dari duduknya . Iya berjalan menuju lemari kecil . Ia membukanya dan memasukkan semua pakaian Anisa ke dalam ransel yang ada di atas lemari kecil itu. setelah selesai iya pun berjalan menuju pintu . Fahri menoleh ke belakang Ia masih melihat Anisa diam terpaku di tempatnya .


" Apa kamu ingin saya gendong ." Ucap Fahri pada Anisa.


Anisa pun langsung bangkit dari duduknya secara perlahan , karena Ia masih merasakan pusing di kepalanya.


Fahri yang melihatnya pun langsung mendekati Anisa , dan merangkul pinggang kecil Anisa dengan sebelah tangan nya , karena yang sebelah tanganya lagi memegang ransel pakaian Anisa . seraya membantu untuk memapah nya berjalan.


" Tidak perlu begini Ka , aku masih bisa sendiri ." Jawab Anisa gugup , Ia hendak melepaskan tangan Fahri dari pinggang nya .Namun Fahri justru malah semakin erat memeluk nya , tubuh mereka kini saling menempel ,hembusan nafas suaminya begitu terasa di sisi wajahnya . Dan itu sungguh membuat Anisa merinding .


Apalah daya tenaga Anisa di bandingkan suaminya itu , Ia pun kini hanya bisa pasrah saja . Mereka pun keluar dari kamar kost an itu. Di luar masih ada beberapa anak muda yang sedang nongkrong-nongkrong .


"Mba Anisa itu pacarnya yah ." Tanya salah satu dari anak-anak nongkrong itu.


Anisa hanya tersenyum menjawab nya.


" Yah baru mau aku jadiin pacar ." dan anak-anak nongkrong itu pun tertawa .


Fahri menghentikan langkah nya , dan menatap tajam para anak muda yang sedang tertawa itu. Sontak saja mereka langsung terdiam karena mendapatkan tatapan tajam dari Fahri. " Dia istri saya ." Fahri menjawab dengan penuh penekanan .


" Ooh , maaf Om kita tidak tahu , kita malah berfikir kalau Om itu kakak nya ." Ucap salah satu anak nongkrong lainya .


Fahri hendak menghampiri anak-anak muda tersebut namun Anisa menahan nya.


" Sudah Ka , tidak usah di ladeni ." Lalu Fahri dan Anisa pun masuk ke dalam mobil .


Fahri melajukan mobilnya nya dengan kecepatan sedang .Dia akan membawa Anisa tinggal di Apartemen nya saja, Ia tidak ingin mengambil resiko membawa Anisa ke rumahnya dan Dewi bisa memberlakukan Anisa dengan semena-mena.


Mereka berdua pun turun dari dalam mobilnya . Dan masuk ke dalam lobi Apartemen mewah . Tolong parkiran mobil saya . Fahri memberikan kunci mobilnya kepada security di sana .


Mereka pun telah sampai di dalam Apartemen . Fahri langsung berjalan menuju kamarnya , sedangkan Anisa masih terdiam terpaku melihat kemewahan Apartemen ini.


" Kau masih punya banyak waktu untuk memandanginya , sekarang ikut saya ke kamar ."


" Ke kamar ." Anisa mengulangi kata-kata suaminya .


-


-


-

__ADS_1


-


Jangan lupa like nya yah Kaka 😍, sampai ketemu di episode selanjutnya, Trimakasih 😇😇


__ADS_2