
" Sayang , barang bawaan kita sepertinya terlalu banyak , Kaka takut mubamazir nantinya ." Fahri tak bisa membayangkan sayuran dan buah-buahan juga beras sebanyak itu .
" Kita bagikan saja Ka nanti , atau kita sumbangkan di Rumah yatim yang kita lewati dalam perjalanan pulang ini ." Ucap Anisa yang merasakan hal yang sama dengan suaminya.
" Istri Soleha , sini cium dulu ." Fahri menggoda Anisa .
" Ka , fokus lah Kaka sedang mengemudi ."
Fahri hanya mengangguk sambil tersenyum.
" Sayang , jika kamu lelah bilang yah biar kita berhenti di hotel sejenak ." Fahri berkata pada Anisa .
" Iya Ka ."
Setelah beberapa jam dalam perjalanan akhirnya mereka pun telah sampai di Apartemen mereka .Fahri menuntun istrinya secara perlahan karena Anisa terlihat sangat kelelahan .
" Assalamualaikum "
Salam Fahri ketika masuk ke dalam Apartemen nya .
" Waalaikum salam , sudah pulang Den ?." Mbok Minah membantu memegang tangan Anisa dan menuntun nya duduk di sofa .
" Sebentar yah , Mbok buatkan teh hangat dulu ." Mbok Minah langsung berjalan menuju dapur.
" Sayang , aku panggilkan dokter yah ." Fahri merasa khawatir dengan keadaan istrinya yang terlihat kelelahan dan wajahnya yang memucat .
" Ka , aku hanya kelelahan , kan aku juga tidak pernah melewatkan meminum vitaminnya jadi ku rasa si Dede juga baik-baik saja." Jawab Anisa lemah .
Mbok Minah datang dengan membawakan 2 gelas teh hangat yang di campur Madu .
" Mbok tolong di bawa ke kamar saja yah , kita mau istirahat' di kamar saja ."
" Baik Den ."
Fahri membopong Anisa menaiki tangga menuju kamarnya . Setelah sampai Fahri langsung merebahkan Anisa di ranjang .
" Sayang , istirahat yah ." Ucap Fahri sembari melepaskan hijab yang di kenakan Anisa .
__ADS_1
Anisa hanya mengangguk saja .
Fahri pun berjalan menuju kamar mandi ,ia hendak membersihkan diri . Saat ia keluar dari kamar mandi , ia melihat Anisa yang sudah tertidur sambil memeluk guling . Fahri mencium kening Anisa dan mengelus perut nya .
Fahri keluar dari kamarnya ,menuju ruang kerjanya ia akan menghubungi anak buahnya guna memastikan pesan yang di kirim anak buahnya itu .
" Hallo , apa maksudnya ini ?."
" Apa tidak bisa di wakilkan ."
" Baiklah , tunggu kabar dari saya selanjutnya ."
Fahri menutup telfonya , sekarang ia sungguh dilema , lusa Ia harus ke Luar Negeri untuk meninjau proyek yang sedang ia tangani dan itu tidak bisa di wakilkan , tapi di sisi lain Ia juga tidak tega meninggalkan istrinya. Dan ia kini sudah tidak mempercayai lagi dengan jasa bodyguard .
" Siapa yah yang bisa saya percaya untuk menjaga Anisa ?." Fahri bertanya pada dirinya sendiri . " Apakah dia saja yah , kelihatannya dia anak yang baik ." Fahri sedang berkutat dengan fikiranya sendiri. Fahri pun kembali ke dalam kamarnya , ia ikut merebahkan diri di hadapan istrinya ,secara perlahan Fahri menyingkirkan bantal guling yang di peluk istrinya dan mengarahkan tangan nya agar memeluk tubuhnya , tentu saja Fahri ingin tidur dengan anaknya sambil mengelus dan mencium perut Anisa .
" Bagaimana ayah bisa tidur tanpa mu nanti de ." Fahri berkata di depan perut istrinya. Mereka pun terlelap bersama .
Mereka tidur hingga menjelang sore , Anisa terbangun dan merasakan sesuatu yang hangat di perut nya , ia tersenyum ketika melihat suaminya ini tertidur dengan wajah yang menempel pada perut nya . Anisa mengelus-elus perlahan rambut suaminya .
" Aku benar-benar sangat mencintaimu Ka , dan aku tidak akan sanggup jika harus kehilangan mu ." Anisa berkata dalam hati .
Anisa menunjukkan senyum manis nya .
" Apa badan mu sudah tidak pegal lagi ? ." Fahri bertanya pada istrinya karena Ia melihat Anisa sedikit lebih segar tidak sepucat tadi.
" Sudah lebih baik Ka , kan tadi aku bilang Dede hanya perlu istirahat ." Anisa tersenyum .
Fahri mensejajarkan posisi nya dan memeluk istrinya .
" Sayang ,ada yang ingin aku beri tahu pada mu ."
" Apa itu Ka ? ." Anisa melepaskan pelukannya dan memandang suaminya . Namun dengan segera Fahri memeluknya kembali ,membenamkan wajah Anisa di dadanya .
" Sayang , jika kamu tidak setuju katakanlah , aku rela kehilangan semuanya asal kamu tidak bersedih ." Fahri berkata lembut sembari mencium pucuk kepala Anisa .
" Ka , sebenarnya apa yang ingin Kaka bicarakan , jangan buat aku penasaran ." Anisa melepaskan pelukannya lagi.
__ADS_1
" Sayang , aku akan pergi ke Luar Negeri lusa ,untuk meninjau proyek di sana , dan itu tidak boleh di wakilkan dengan siapapun ." Fahri berbicara dengan pelan sembari menatap mata indah istri kecilnya ini. Fahri merasa heran dengan reaksi yang di tunjukkan oleh istrinya setelah mendengar apa yang dia katakan.
" Aku kira Kaka mau bicara apa ." Jawab Anisa santai.
Fahri menautkan kedua alisnya bingung dengan jawaban yang di katakan istrinya , karena biasanya untuk sebagian wanita melarang suaminya pergi jauh saat dirinya sedang hamil .
" Apa kamu tidak keberatan ? ." Pertanyaan Fahri membuat Anisa tertawa kecil .
"Untuk apa aku keberatan Ka , Kaka kan akan pergi bekerja mencari nafkah untuk aku dan anak kita , justru aku akan selalu mendukung mu dan mendoakan keselamatan mu di sana ." Ucap Anisa sambil mengelus lembut pipi suaminya itu .
Jangan di tanya bagaimana perasaan Anisa dalam hati ketika mendengar Suaminya akan pergi jauh .Namun sebagai seorang istri ia harus mendukung dan memberi kan semangat bukan malah menambah beban fikiran suaminya .
" Trimakasih sayang , kamu sungguh pengertian ." Fahri memeluk kembali istrinya . Sekarang yang menjadi beban fikiran Fahri adalah siapa yang akan menjaga dan mengawasi Istrinya. " Apa dia saja yah ." Ucap Fahri dalam hati , seperti nya hatinya sudah mantap untuk meminta lelaki itu menjaga istrinya . Yah walaupun dia harus berusaha menahan rasa cemburu nya .
" Ka , aku lapar ."
" Baiklah sayang , biar aku bawa makanannya ke kamar saja yah , jadi kamu tidak perlu keluar kamar ." Fahri melepaskan pelukannya dan beranjak bangun dari ranjangnya .
Anisa hanya mengangguk menyetujui perkataan Suaminya .
Fahri pun keluar dari kamarnya menuju dapur .Karena ada sesuatu yang mau ia bicarakan dengan Mbok dan juga ia mau menghubungi ke dua orang tuanya . Untuk memberitahukan tentang kepergiannya esok lusa .
Sambil menunggu suaminya Anisa menuju kamar mandi hendak membersihkan diri, karena saat pulang dari perjalanan tadi ia langsung tidur jadi tubuhnya terasa lengket .
Saat Fahri masuk ke dalam kamarnya Ia tidak melihat istrinya , namun terdengar gemericik air dari kamar mandi . Fahri lebih memilih duduk di sofa sembari memainkan ponselnya menghubungi sekretaris nya agar mempersiapkan keperluan berkas-berkas yang akan mereka bawa .
Anisa pun keluar dari kamar mandi dan berjalan di hadapan Fahri .
Plukk
Fahri menjatuhkan ponsel nya ketika melihat istrinya berjalan di hadapannya dan terutama apa yang di pakai istrinya , membuatnya susah menelan .
-
-
-
__ADS_1
Trimakasih yang sudah setia dengan novel ini. jangan lupa like dan vote nya yah Kaka Kaka😍😍, tunggu kelanjutannya esok hari 😘😘.