Madu Yang Tak Semanis Madu

Madu Yang Tak Semanis Madu
Episode 56


__ADS_3

" Dewi !!."


Fahri sungguh sangat terkejut karena tiba-tiba Dewi ada di hadapannya . Kali ini ia sungguh khawatir dengan keselamatan istrinya . Fahri menggenggam erat tangan Anisa .Dan Anisa pun terlihat takut ketika melihat Dewi . Karena Dewi terus saja memandangnya tajam.


" Kamu masih mengingat ku Mas ?, yah ,,,aku mantan istri mu yang sudah kamu campakkan setelah kamu mendapatkan tikus kecil seperti dia ." Ucap Dewi sambil menunjuk Anisa .


" Cukup Dewi !!, kau sendiri yang berulah , kau yang lebih dulu berselingkuh , apa kau lupa itu !!." Fahri berkata tegas pada mantan istrinya itu.


" Yah ,, tapi semua ini karena dia ." Dewi mulai terlihat emosi .


" Jangan menyalahkan orang atas kejahatan yang kamu lakukan sendiri ." Fahri mulai terpancing .


" Jika bukan karena pelakor ini , kita pasti masih bahagia bersama Mas ." Ucap Dewi mulai melemah .


" Jangan sebut Anisa dengan pelakor , dia ada di antara kita dulu itu dengan status sah sebagai istri ku ."


" Pelakor tetap lah pelakor ." sinis Dewi sambil memandang rendah Anisa .


Fahri melihat Anisa yang tertunduk diam , namun jelas sekali Anisa sedang menahan tangisnya , Fahri langsung memeluk Anisa . " Tenang lah sayang , ada aku di sini ." Fahri berusaha menenangkan istrinya .


" Lebih baik kau pergi Dewi ." Fahri takut terjadi sesuatu pada istrinya .


" Untuk apa aku pergi , mari kita selesaikan semua nya sekarang , aku sudah terlanjur jahat ." Dewi mengeluarkan sesuatu dari dalam tas nya .


Fahri begitu terkejut melihatnya . Ia ingin menghubungi kepolisian namun ponselnya tertinggal di mobil.


" Dewi saya mohon jangan lakukan itu ,tenanglah , mari kita bicarakan ini baik-baik."


" Apa kamu takut Mas ? ." Dewi tertawa seperti orang tidak waras .


Tentu saja itu menjadi pusat perhatian dari orang-orang sekitar . Mereka pun menjadi ketakutan .Ada yang berusaha untuk menyadarkan Dewi , ada juga yang memvidiokan kejadian itu .


Tak berselang lama beberapa petugas ke amanan pun datang .


" Nona tolong letakkan itu ." Ujar salah satu petugas keamanan.


" Diam kalian !! Jangan ikut campur , aku ingin selesaikan hari ini juga ." Dewi berteriak .


" Dew , tenang lah ." Fahri mencoba berbicara lembut dengan Dewi .


" Kau telah membuatku seperti ini Mas ."


Sekilas Fahri melihat Anisa yang berada di belakangnya .Wajah istrinya terlihat memucat ketakutan . " Ya Allah tolong jaga istri ku ." Fahri berdoa dalam hati .


" Apa yang kamu mau Dew ." Fahri berusaha setenang mungkin.


" Aku ingin kamu menceraikan tikus kecil itu ." Dewi berkata sambil memandang benci Anisa .


Fahri terdiam sejenak . Ia harus memikirkan keselamatan istrinya.


" Baik lah , Aku akan menuruti kemauan mu ." Ucap Fahri mencoba santai

__ADS_1


" Ka ." Suara lemah Anisa terdengar.


" Maaf kan aku sayang , aku ingin kamu selamat ." Batin Fahri .


" Kamu dengar itu tikus kecil ." Dewi tertawa keras, saat keadaan lengah salah satu anggota kepolisian menyergap Dewi .


" Hei ,, lepas , lepas aku mau pulang dengan Mas Fahri ." Dewi terus meronta-ronta dari cekalan anggota kepolisian .


" Mas , tolong aku , aku minta maaf ." Dewi memohon pada Fahri agar dilepaskan .


" Bawa saja Pak ." Fahri memerintahkan pada petugas kepolisian .


" Pak , cepat tolong istrinya ." Ucap seorang ibu yang sedang memegangi Anisa.


Fahri pun terkaget dan baru teringat akan Anisa yang berada di belakangnya.


" Sayang ." Fahri sungguh sangat khawatir ,Anisa terlihat pucat . Ia pun langsung menggendong Anisa keluar dari taman hiburan itu dan menuju parkiran.


" Pak cepat ." Fahri menyuruh supir nya agar lebih cepat lagi melajukan kendaraannya.


Mereka pun sampai di Rumah Sakit Fahri langsung membawa Anisa masuk ke dalam UGD .


" Maaf pak , silahkan tunggu di luar ." Ucap salah satu suster dan langsung menutup pintu ruang UGD .


" Sayang , aku mohon kuat lah , maafkan aku telah membuatmu seperti ini ." Fahri berbicara pada dirinya sendiri . Ia terus saja mondar-mandir di depan ruangan UGD.


"mengapa lama sekali sih ." Hampir 1 jam Fahri berdiri , pintu ruangan belum juga terbuka.


" Bagaimana ke adaan istri saya Dok ? ." Dengan cemas Fahri bertanya pada dokter .


" Istri bapak mengalami pendarahan ringan , beruntung dia segera di bawa ke sini jika tidak mungkin akan mengganggu keadaan janin dalam kandungan nya ." Dokter itu menjelaskan pada Fahri .


" Alhamdulillah ." Ucap Fahri , paling tidak istri dan anaknya dalam ke adaan baik-baik saja.


" Trimakasih Dok ."


" Baiklah Pak saya permisi , sebentar lagi Ibu akan di pindahkan ke ruang rawat.". Dokter itu berlalu pergi .


Fahri bisa bernafas lega saat ini , karena anak dan istrinya baik-baik saja , ia sempat berucap jika terjadi sesuatu pada istri dan anaknya ia jamin Dewi akan di hukum seumur hidup . Fahri masih menunggu di depan ruangan UGD ,menunggu suster membawa istrinya ke ruang rawat . ia juga meminta istrinya itu di rawat di ruang VVIP agar istrinya itu merasa nyaman .


Anisa kini sudah berada di ruang rawat .Namun Ia masih tertidur efek dari obat bius yang di berikan dokter. Fahri duduk di sisi istrinya sambil menggenggam tanganya erat ,sesekali ia mencium tangan lembut istrinya yang terasa dingin.


" Sayang , maafkan aku , karena aku kamu jadi seperti ini , sekarang semuanya sudah aman ." Ada perasaan lega dalam hati Fahri , karena Dewi berhasil di tangkap .


Anisa mengerjapkan matanya , ia mulai sadar dan memandang sekeliling . Pandangannya berhenti pada suaminya yang sedang beribadah di samping ranjangnya .


Awalnya Fahri ingin pergi ke masjid yang ada di Rumah Sakit , namun ia khawatir pada istrinya , takut kalau dia sadar tidak ada siapapun di sampingnya , karena Fahri belum mengabari siapapun tentang kejadian ini .


Anisa mengingat kejadian tadi ,di mana ia mendengar bahwa suaminya itu akan menceraikan nya .Anisa pun menjadi menangis dan isak tangisnya itu terdengar oleh suaminya yang baru saja selesai beribadah .


" Sayang , kamu sudah sadar ." fahri mendekati istrinya dan memegang tanganya .seketika Anisa mengibaskan tangan suaminya itu Anisa memalingkan wajahnya tidak ingin menatap suaminya ,dan itu membuat Fahri bingung .

__ADS_1


" Sayang , ada apa ? ."


Anisa masih diam saja .


" Apa ada yang sakit ? ." Fahri mengelus perut Anisa .


" Ka , apa yang Kaka bilang tadi itu benar ?." Anisa bertanya dengan suara bergetar .


" Yang , mana sayang ."


" Kaka akan menceraikan aku ." Anisa menjadi terisak kecil menahan tangisnya.


" Astagfirullah Anisa , itu tidak akan pernah terjadi , sampai aku matipun itu tak akan terjadi." Dengan tegas Fahri mengatakan itu.


"Tapi ."


" Yang kamu dengar tadi itu hanya untuk mengalihkan Dewi saja , aku tidak ingin terjadi sesuatu pada mu dan anak kita ."


Anisa menatap manik mata suaminya , yah dia begitu jelas melihat kejujuran di sana .


" Maaf kan aku Ka , aku ...."


" Aku mengerti perasaan mu sayang, yang terpenting sekarang kamu harus segera sehat ." Fahri mencium kening istrinya.


" Ka , bagaiman dengan mba Dewi ? ."


" Biarkanlah dia menerima konsekuensi dari perbuatanya ."


" Ka ."


" Heemm."


" Mungkin benar apa yang di katakan mba Dewi padaku ."


" Yang mana ? "


" Aku adalah penyebab rumah tangga Kaka dan Mba Dewi berantakan , sebelum ada aku kalian selalu bahagia ." Anisa berkata pelan sambil menahan sesak di dadanya .


" Tidak Nis , ini adalah takdir Allah memang sudah di gariskan untuk kita jalani , soal perceraian aku dan Dewi kalaupun kamu tidak hadir di antara kami , aku akan tetap menceraikan Dewi karena sudah berulang kali Dewi melakukan kesalahan yang sudah tidak bisa termaafkan lagi ." Fahri mencoba menjelaskan pada Istrinya agar tidak merasa bersalah akan perceraian nya dengan Dewi.


" Assalamualaikum . . . .


-


-


-


Trimakasih untuk yang setia menunggu .


Untuk like ,vote juga comenya 😍😍😘.

__ADS_1


tunggu yah episode selanjutnya.


__ADS_2