Madu Yang Tak Semanis Madu

Madu Yang Tak Semanis Madu
Episode 60


__ADS_3

" Ka , istirahat lah , biar aku yang jaga thama " Anisa yang melihat suaminya sedang mengajak ngobrol anaknya yang berada di box bayi .


" Tidak sayang , anakku ini masih ingin mengobrol dengan ayah nya , jangan ganggu kalau laki-laki lagi ngobrol " Fahri berkata seolah-olah anaknya sudah besar .


" Huufff ,, " Anisa menghela nafasnya , begitulah Fahri saat ini kalau sudah bermain dengan anaknya tidak boleh ada yang mengganggu.


Anisa dan Fahri sangat menikmati peran baru mereka sebagai orang tua . Fahri yang selalu menemani Anisa bergadang di malam hari jika anak mereka sedang rewel , setelah dua bulan Orang Tua mereka pulang ke rumahnya masing-masing .


Saat tengah malam terdengar tangisan anaknya , Fahri yang baru saja tertidur bangun kembali .


" Cup,,cup ,, Dede Bobo yah , kasihan bunda baru Bobo ." Setengah sadar Fahri berbicara pada anaknya dan menggendong nya .


Karena Thama terus saja menangis akhirnya Anisa terbangun . Anisa tidak bisa menahan tawanya melihat apa yang di lakukan suaminya .


Ia bangun dari tidurnya dan berjalan ke arah box bayi dan mengambil anaknya yang masih menangis . Thama pun terdiam dalam gendongan nya . Anisa masih berusaha menahan tawanya .


" Nah , anak pintar ." Fahri tak lagi mendengar tangis anaknya , ia pun menaruh sesuatu yang ia timang-timang sejak tadi .


" Kenapa ringan sekali yah " Fahri pun menajam kan pandanganya ke arah box bayi anak nya .


" Astagfirullah Thama mengapa berubah jadi bantal guling ." Ucap Fahri terkejut.


" Hahahaha " Anisa sudah tak sanggup lagi menahan tertawanya .


" Sayang , kamu ini yah bukanya bilang " Fahri menjadi sangat malu di depan istrinya.


" Makanya ayah , kalau mau gendong aku itu jangan sambil tidur " Anisa berkata dengan menirukan suara anak kecil .


" Kamu ini yah ."


Mereka pun tertawa bersama di malam yang menjelang pagi itu .


***


" Thama , ayo makan dulu , jangan lari-larian seperti itu , nanti jatuh sayang " Anisa mengejar-ngejar anaknya yang sudah semakin aktif , usia Thama kini menginjak 1,2tahun pada usia 11 bulan ia sudah bisa berjalan . Thama termasuk anak yang aktif namun ia sedikit sekali bicara.


Brukk ,, Thama menabrak Fahri yang baru saja pulang dari kantor.


" Iiss jagoan ayah , tampan sekali ini " Fahri mengangkat anaknya ke atas .


" Ka , awas jatuh " Anisa begitu ngeri melihatnya jika kedua lelaki tersayangnya sudah mulai bermain .


" Iya sayang " Fahri menghampiri Anisa dan mencium keningnya .


" Thama dengan bunda yuk ? , biar ayah mandi dulu " Anisa mengambil Thama dalam gendongan suaminya .


Thama pun menurutinya dan berpindah ke dalam gendongan bundanya .


" Anak pintar , tunggu yah ayah mandi dulu setelah itu kita main lagi " Fahri mengusap lembut putranya . Yang membuatnya selalu ingin pulang ke rumah dan cinta pada istrinya yang membuatnya tidak pernah lagi memandang wanita lain .


Mereka kini hanya tinggal bertiga saja ,dua orang security yang berjaga secara bergantian itu pun mereka pulang ke rumah nya masing-masing setelah sift nya selesai ,ada asisten rumah tangga Dua orang yang membantu Anisa ,namun mereka hanya datang pagi dan pulang sore hari , Hanya Boby yang kadang tinggal di rumah itu sebagai supir Fahri , yah kini Fahri sudah berdamai dengan perasaanya , ia kini menganggap Boby sudah seperti adiknya , begitu pun Boby perasaan yang dulu di milikinya secara diam-diam pada Anisa kini sudah berganti perasaan tulus sebagai adik . Anisa memilih mengurus sendiri anaknya daripada menggunakan jasa babysister . Dan Mbok Minah kini sudah pulang ke kampungnya untuk beristirahat Karena Mbok Minah sudah memasuki usia senja .


"Sayang , apa anak kita sudah tidur ? " Fahri masuk ke dalam kamar anaknya yang juga tembus dari kamarnya , ia memeluk Anisa dari samping , Anisa sedang menyusui Thama ,


" Sudah Ka , tapi sepertinya belum nyenyak " Karena Thama belum melepaskan ASI nya . Ba'da magrib Thama sudah merengek saja karena sepertinya dia sudah mengantuk .


" Tumben sekali baru jam segini sudah tidur ? " Fahri mengendus-endus tengkuk istrinya .


" Ka , diam lah ,nanti Thama bangun lagi" Anisa kesal suaminya ini tidak mau diam .

__ADS_1


Fahri pura-pura tidak mendengar ucapan istrinya , ia terus saja melakukan nya .


Anisa pun mencubit sebelah kaki suaminya yang bertumpu pada badannya .


" Aawww ,, sakit sayang " Fahri berteriak pelan sambil memegangi kakinya .


" Habis kamu itu tidak bisa diam sih , nanti anakmu ini bangun lagi " Ucap Anisa kesal .


" Sayang , kayanya Thama sudah cocok deh kalau punya adik "


" Ka , umur anak kita belum genap dua tahun , dia juga masih Asi ,kasihan kalau harus punya adik ." Anisa berbicara lembut pada suaminya . Kini posisi mereka saling berhadapan karena Thama sudah melepaskan ASI-nya dan tertidur pulas .


" Sayang , umurku sudah tua , aku ingin punya anak banyak , dan membesarkan mereka bersama-sama dengan mu " Ucap Fahri dengan wajah yang berubah sendu .


" Sayang , siapa bilang kamu sudah tua ? , kamu itu semakin berumur semakin tampan " Anisa berkata sambil mengelus pipi suaminya . suaminya kini terlihat lebih berisi di bandingkan dulu .


" Sayang , kamu lagi gombalin aku yah " Fahri pun tertawa .


" Ka ,jangan berisik nanti thama bangun" Anisa menutup mulut suaminya dengan jarinya .


Fahri hanya mengangguk sambil menahan tawa nya .


Mereka pun keluar dari kamar anaknya dan ,turun ke bawah untuk makan malam .


" Bob , Boby " Anisa memanggil Boby yang sedang menginap di rumahnya .


" Iya mba " Jawab Boby dari arah belakang .


" Ayo kita makan dulu " Anisa mengambil piring dan menyendokkan nasi beserta lauk untuk suaminya .


" Mba , di mana baby boy ? " Boby memanggil thama dengan sebutan baby boy .


" Yaah , sepi banget kalau si baby boy itu sudah tidur , ga ada teman main ." Ucap Boby lesu.


" Saya sudah bilang kalau Thama itu sudah bisa kalau punya adik biar rumah ini semakin ramai " Fahri berkata sambil menatap istrinya .


" Cocok itu pak Bro , aku setuju , kalau perlu 3 atau 4 lagi mba , biar tambah rame " Boby berkata seolah-olah sedang berfikir .


" Uhhukk,,, uhhukk,," Fahri kaget dengan ucapan Boby barusan . Tapi Fahri mengangguk tanda setuju .


Anisa memberikan suaminya itu minum. ia menatap Boby tajam .


Boby yang melihat tatapan dari Anisa pun hanya cengengesan ga jelas .


" Kamu itu juga harus nya segera menikah biar bisa punya baby boy sendiri "


Boby hanya menggaruk tengkuknya ,ia jadi salah tingkah sendiri .


Setelah selesai Ia mereka pun masuk ke kamarnya masing-masing .


***


" Ka aku mau mangga yang itu "


" Sayang aku ga bisa memanjatnya " Sebenarnya pohon itu tidak terlalu tinggi namun Fahri takut kalau harus memanjat pohon .


Tak berselang lama Boby datang sambil menggendong Thama ,mereka baru saja pulang dari taman yang ada di perumahan itu sambil membawa bola .


" Bob " Fahri memanggil Boby .

__ADS_1


Boby pun menurunkan Thama dari gendongannya . Dan berjalan ke arah Fahri dan Thama juga berlari ke arah bundanya .


" Ada apa pak Bro ? " Boby seperti baru saja melihat orang yang di terpa badai .


Anisa dengan wajah cemberut nya dan Fahri dengan wajah yang kusut dan rambut acak-acakan .


" Tolong petikan mangga itu ." Fahri menunjuk pohon mangga di halaman depannya yang sedang berbuah .


Boby mengerutkan keningnya ." Tumben sekali Anisa minta mangga muda , atau jangan-jangan " Bantin Fahri pikirannya jadi melayang jauh , ia merasa ini seperti thejavu .


" Cepat ambilkan , sebelum terjadi badai lagi " Fahri membisikannya di telinga Boby .


Boby pun mengangguk mengerti sambil tersenyum . " Akhirnya Thama punya adik juga " Batin Boby .


***


" Bob cepat ambilkan cabainya ."


" Ka , ulek dong cabenya , jangan lupa terasinya yah , pokoknya harus seperti buatan Mbok Minah loh " Anisa terus saja mengoceh sambil memakan cemilanya dan menonton TV dengan anaknya .


Sedangkan di dapur dua orang pria tengah berusaha memenuhi permintaan ratu mereka .


" Bob , ini bagaimana caranya "


" Gini pak Bro campurkan semuanya jadi satu , lalu di ulek "


" Tak ,,tok,,tak ,,tok "


" Pak Bro santai nanti ulekan dan mejanya bisa pecah kalau caranya seperti itu " Boby ngeri melihat cara mengulek Fahri .


" Ya sudah ini kamu kerjakan saja " Ucap Fahri ,ia sama sekali belum pernah menyentuh benda itu .


" Ka , aku maunya buatan kamu loh yah sambalnya ." Anisa berteriak .


" Iya sayaang " Ucap Fahri lesu .


" Semangat Pak Bro "


***


" Ayo cepat , aku sudah tidak kuat lagi "


" Nak ayo , kita ke rumah sakit sekarang"


Fahri terus saja mondar-mandir ,dirinya masih saja panik menghadapi proses persalinan istrinya yang ke dua .


" Nak , kamu cari apa sih ? " Wina kesal dengan anaknya itu .


" Fahri lupa menaruh kunci mobil Mah .."


" Fahriiiii.......!!!!"


THE AND


Trimakasih yang sudah setia membaca novel Madu Yang tak semanis madu . Tak ada cinta yang berakhir bahagia yang ada hanya perjalanan cinta yang bahagia ,karena pada akhirnya setiap yang saling mencintai akan di pisahkan jua oleh kematian . Begitu pun dengan kisah cinta rumit antara Anisa dan Fahri . Karena pada akhirnya maut jua lah yang memisahkan mereka .


Author sedih akan berpisah dengan pembaca setia novel ini 😢. Trimakasih atas like nya. terutama yang sudah memberikan vote nya . dan Comen kalian yang sudah membuat Author jadi tambah semangat. Sampai ketemu di novel Author yang lainya , akan ada seson 2 tentang anak-anak Anisa dan Fahri . tetap ikuti Author yah😘😘😘


Terimakasih readers ter love love love

__ADS_1


__ADS_2