
Fahri pun menyadari kesalahannya . Anisa berbalik hendak keluar kamar .
Namun Fahri mencekal tangan Anisa , Anisa pun berhenti dan berbalik lagi menatap Fahri.
" Maafkan saya Nis ." Ucap Fahri dengan rasa bersalah.
" Tidak perlu minta maaf Ka , Karena selain aku ada juga mba Dewi di hati Kaka ." Anisa berkata dengan senyum dan Tutur kata yang lembut . Ia tidak ingin suaminya itu jadi merasa sangat bersalah terhadap nya . Ia juga harus mengerti mungkin suaminya belum terbiasa dengan nya .
Anisa hendak berbalik lagi ke dapur , namun tangan Fahri belum lepas dari tanganya.
" Ka , lepas , aku mau kembali lagi ke dapur, Kaka mandi saja dulu ." Namun Fahri belum juga melepas kan tanganya. mata Fahri masih setia memandangi wajah cantik Anisa .
" Mornig kiss ."
"Haahh." Anisa terpaku dengan yang suaminya itu ucapkan .
" Ka , Ini sudah siang ." Anisa mencoba mencari alasan.
" Morning kiss."
" Ka , Nanti Ka Fahri bisa kesiangan .
" Morning kiss."
Anisa sungguh sangat gugup . Karena suaminya terus mengatakan itu.
Anisa pun memegang tangan kanan suaminya , lalu Ia mencium punggung tangan suaminya itu Dan berlalu pergi meninggalkan kamar .
Fahri pun terbengong-bengong melihat tingkah Anisa . Ia hanya menggelengkan kepalanya ,
" Baru tahu kalau mencium tangan juga termasuk morning kiss ." Fahri tersenyum sendiri sambil melangkah kan kakinya menuju kamar mandi .
Di ruang makan Anisa sedang menyiapkan sarapan untuk suaminya . Ini bukan pertama kalinya Ia menyiapkan sarapan untuk suaminya , yang membuat berbeda adalah Ia dan suaminya kini bisa makan bersama dalam satu meja.
Fahri pun menuruni anak tangga dan Ia kini telah berpakaian rapi untuk pergi ke kantor.
Anisa yang melihatnya , begitu terpana melihat ketampanan suaminya itu. Jauh lebih muda jika di bandingkan dengan umurnya.
" Kalau hanya memandang ,tidak akan ada rasanya ." Fahri mencoba menggoda istri kecilnya itu.
Anisa langsung gelagapan karena ketahuan mencuri-curi pandang pada suaminya.
Fahri pun duduk .Ia melihat di meja sudah tersedia nasi goreng dan telur ceplok.
" Maaf Ka , aku hanya masak ini, karena di dalam kulkas tidak ada apa-apa ."
__ADS_1
" Tidak masalah , nanti akan aku suruh seseorang mengantar kan keperluan mu ke sini ."
Fahri menyuapkan nasi goreng itu ke mulutnya , Fahri terdiam sejenak seraya berfikir.
" Ka , apa nasi goreng nya tidak enak ? ." Anisa mencoba bertanya , karena Ia melihat suaminya itu berhenti mengunyah.
" Apa semenjak di rumah ,Kamu yang selalu memasak ? ." Fahri malah balik bertanya .
" Iya Ka , apa tidak enak ? ."
" Tidak , justru ini sangat lezat , pantas saja masakan mu rasanya berbeda dengan masakan ,Mbok Minah ." Fahri kembali memuji Anisa hingga rona pipi Anisa kian terlihat jelas , karena malu .
Anisa hanya tersenyum kecil ,menanggapi pujian dari Suaminya itu.
" Sayang , mungkin nanti malam saya tidak bisa tidur di sini ."
" Uhhukk,,, uhukk,, ."
" Hati-hati dong sayang ,makanya ." Fahri langsung memberikan minum pada Anisa .
Anisa pun menerima air yang di sodorkan Fahri . Yah Anisa tiba-tiba saja tersedak ketika mendengar Suaminya memanggil nya dengan sebutan sayang .
" Baiklah Ka , tidak apa-apa aku mengerti , Kaka memang harus bersikap adil pada kita , karena aku juga tidak ingin menyakiti hati mba Dewi ."
" Suatu saat kau akan menjadi satu-satunya di hati saya Nis ." Fahri berkata dalam hati .
Setelah selesai sarapan ,Fahri pun bangkit dari duduknya , begitu juga Anisa yang mengikuti suaminya itu dari belakang , Fahri pun menggandeng tangan Anisa agar berada di sampingnya.
Anisa masih terlihat malu-malu ketika tanganya di genggaman oleh suaminya, Fahri yang melihatnya pun menjadi gemas sendiri.
" Ingat jangan keluar kemanapun , apalagi berencana untuk kabur , nanti akan ada orang yang kemari untuk mengantarkan keperluan mu ."
" Iya Ka ." Anisa menjawab pelan.
Fahri menyodorkan tangan kanan nya dan di sambut oleh Anisa yang mencium punggung tangan suaminya .
" Jaga diri baik-baik , selama aku tidak di rumah ." Fahri berpesan pada Anisa sebelum pergi.
" Iya Ka , hati-hati di jalan ."
***
Sesampainya di kantor Ia kembali menyalakan ponselnya yang sejak kemarin siang Ia matikan .Hampir 50 panggilan tak terjawab dan 30 pesan dari Dewi . Fahri hanya melirik nya sekilas tanpa berniat membalas pesannya ataupun menelfon balik Dewi.
Namun ada satu pesan yang membuat nya terkejut . Yaitu pesan dari orang tuanya , mereka bilang lusa akan berkunjung ke rumah nya.
__ADS_1
Bagaiman jika orang tuanya tahu kalau Anisa pergi dari rumah . Dan lagi itu akan sulit untuk Fahri menjelaskan pada orang tuanya , bahwa Anisa kini tinggal di Apartemen nya , karena Dewi yang selalu menempel pada nya jika sedang di rumah ,terutama jika ada Mamahnya .
" Bagaiman ini ." Fahri mengusak rambutnya kasar ,Ia harus segera berfikir bagaimana caranya agar kedua orang tuanya tidak jadi datang .
Di saat Fahri sedang memikirkan kan bagaimana cara nya mencegah orang tua nya datang kemari , tiba-tiba saja ponselnya berdering. Tertera nama Mamah di ponsel nya dengan ragu-ragu Fahri menggeser tombol hijau .
" Hallo , Assalamualaikum mah ? ."
" Alhamdulillah baik Mah ."
" Memang nya ada masalah apa Mah ."
" Tidak apa-apa Mah, tidak usah khawatir, nanti Fahri sampaikan pesan Mamah pada Dewi dan Anisa."
" Baiik Mah, waalaikum salam ."
Fahri pun tersenyum sembari menutup telfonya . Ia merasa kali ini semesta mendukung nya . Karena kedua orang tuanya tidak jadi datang ,karena harus ke Singapura menjenguk Paman nya yang sedang sakit.
Jam 8 malam Fahri pulang ke rumahnya . Diapun di sambut oleh Dewi .
" Sayang kamu kemana saja sih ? ." Dewi bertanya pada suaminya .
" Maaf kemarin Mas ada urusan kantor ,sangat mendadak , karena sudah malam jadi Mas menginap di hotel saja ." Fahri beralasan .
Mereka pun langsung masuk ke dalam kamar . Fahri duduk di sofa sambil mengendur kan dasi di lehernya .
Tiba-tiba saja Dewi duduk di pangkuannya . Tangan Dewi meraba-raba tengkuk Fahri lalu Dewi mencium bibir suaminya . Fahri pun hampir terbuai ,karena dirinya juga sudah lama tidak melakukanya dengan Dewi , hingga ada yang bereaksi di dalam tubuhnya . Namun beberapa detik kemudian dirinya teringat akan rekaman cctv yang menggambarkan Dewi tengah bercinta dengan selingkuhannya di rumah ini , membuat Fahri menyudahi yang di lakukan Dewi pada nya saat ini.
" Maaf Dew , Mas lelah , mau mandi dulu ." Fahri mendorong pelan tubuh Dewi agar turun dari pangkuannya.
Dewi yang tidak terima akan perlakuan suaminya itu pun menjadi sangat emosi .
" Mas , kamu pasti sudah selingkuh dengan istri bodoh mu itu ." Dewi berkata keras sambil menghentakkan kaki nya kesal .
" Apa ? , selingkuh kamu bilang ." Fahri menatap tajam istri pertamanya itu.
-
-
-
-
Awalnya hari Minggu ini mau libur, tapi karena like nya nambah , jadi aku tambahin juga episode nya dan ga jadi liburππ. Jangan lupa like nya , Sampai ketemu di episode selanjutnya. Terimakasih ππ
__ADS_1