
Mata Anisa berbinar ketika melihat mangga dan semangkuk kecil sambal terasi .
" Sayang , pesananya sudah datang ." Ucap Fahri dengan senyum seolah-olah tidak terjadi apapun tadi.
Anisa bangun dari ranjangnya , berjalan menuju sofa di mana Fahri menaruh mangganya.
" Sayang , aku kupaskan yah mangga nya ."
" Aku , tumben sekali Ka Fahri bilang aku ." Batin Anisa .
Setelah selesai memotong mangga, Fahri mengambil satu iris mangga dan mecolekkan sedikit sambal lalu memberinya pada Anisa .
" Aa,,, ini buat Dede yang pintar ." Ucap Fahri sambil menyuapi Anisa .
Anisa menautkan kedua alisnya , bingung dengan yang di katakan suaminya ,tetapi ia tetap membuka mulutnya .
Beberapa kali Anisa memakan suapan mangga dari Fahri ,namun tak ada satu katapun yang keluar dari mulut Anisa , ia masih kesal dengan suaminya itu .
Fahri menelan ludahnya kasar , karena dalam hati ia pun menginginkan mangga itu .
" Sayang , saya boleh nyobain ini ." Fahri sungguh-sungguh sangat menginginkan mangga ini .
Anisa hanya mengangguk saja tetap tanpa kata .
Saat satu suapan mangga masuk dalam mulut Fahri , ia seperti mengenal rasa sambal ini. " Kenapa rasanya mirip sekali dengan yang waktu itu Ob bawa ." Fahri berkata dalam hati.
Fahri terus saja memakan mangga itu sendiri ,rupanya dia lupa kalau Anisa juga menunggu suapan dari nya .
" Ka , jangan di habiskan itu punya ku ." Anisa berkata datar sambil menatap suaminya yang sedari tadi asik makan sendiri dan melupakan nya .
" Uhukk,, uhukk,,,." Fahri jadi tersedak mendengar perkataan Anisa .Ia langsung menenggak satu gelas air putih dan sekarang tenggorokan nya terasa panas .
" Maaf sayang ." Fahri tersenyum malu .
Mereka menghabiskan waktu di kamar ,makan siang pun Fahri memawakanya ke kamar , Anisa harus benar-benar istirahat .
Hingga malam pun tiba . Saat Fahri masuk ke dalam kamar ,Ia tak mendapati istrinya , namun ia tersenyum ketika melihat Anisa berdiri di balkon kamarnya .
Fahri pun langsung menyusul Anisa , sambil membawakan selimut.
" Di sini dingin sayang ." Fahri berkata sambil mengalungi selimut di leher Anisa .
" Ka , kenapa Kaka tidak pulang ? ." Anisa bertanya pada Fahri namun matanya memandang taman yang berada di bawah .
" Hanya ini lah rumah saya sekarang ."
Mendengar perkataan Suaminya , Anisa langsung menatap nya .
" Yah ,hanya di sini satu-satunya rumah saya , tempat saya melepas lelah , begitu juga dengan kamu , karena kini hanya kamu satu-satunya di hati saya ." Ucap Fahri dengan lembut sambil menatap manik mata sendu istri kecilnya itu .
Anisa begitu terharu dengan yang Fahri ucapkan , namun ada satu yang mengganjal di fikiranya . Mengapa suaminya itu bilang kalau hanya ia satu-satunya di hati nya.
" Ka , Mba Dewi bagai. . . ." Anisa berhenti berbicara ketika kecupan singkat mendarat di bibirnya.
" Sudah saya bilang hanya kamu satu-satunya kini di hati saya ." Fahri menarik lembut tubuh Anisa dan memeluknya .
" Ka , apa Kaka sudah berpisah dengan Mba Dewi ? ."
__ADS_1
" Iya sayang , saya sudah menceraikan Dewi ." Ucap Fahri sambil terus memeluk tubuh mungil yang sangat ia rindukan , harum tubuh dan rambut ini yang membuat nya tak bisa tidur nyenyak beberapa bulan terakhir ini.
" Ka , apa semua ini karena aku ? ." Ada sedikit rasa bersalah di hati Anisa ketika mendengar Bahwa suaminya telah bercerai dengan istri pertamanya.
" Tidak Nis ,ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan mu , saya menceraikannya itu karena kesalahan dia sendiri ." Ucap Fahri lembut . Ia tidak ingin Anisa merasa bersalah atas perceraiannya dengan Dewi.
" Ka ."
" Berhenti membicarakan orang lain , sekarang kita bicarakan tentang kita saja ." Fahri merenggangkan pelukannya ,ia menatap lekat mata indah Anisa begitu juga dengan Anisa .
" Sayang , saya kangen itu ." Ucap Fahri berbisik di telinga Anisa .
Anisa sampai merinding geli di buatnya .
" Itu apa Ka ." tanya Anisa dengan wajah polosnya .
" Itu ." Fahri menunjuk bibir Anisa dengan bibirnya yang di monyongkan . Dan itu membuat Anisa tertawa ,
" Akhirnya saya mendengar tawa mu lagi ,sayang , tetap lah di sisiku , saya akan selalu menjagamu dan anak kita dengan jiwa dan raga , bahkan dengan nyawa ini ." Fahri berkata dalam hati .
" Ka aku mau tidur ." Anisa melepaskan pelukannya dan berjalan menuju ranjang.
" Kaka juga mau tidur ."
" Ka ,tidur lah ."
" Ini Kaka sudah mau tidur sayang ."
" Ka , tangannya bisa diam tidak sih ."
" Bukan Kaka yang menggerakkan nya ."
" Kaka hanya ingin menengok keadaan dede saja ."
" Kok nengoknya begitu ."
" Lalu bagaimana caranya ."
" Ka , aku haus ."
" Jangan banyak alasan kamu baru saja minum ."
" Ka ,aku ngantuk ."
" Tidur lah ,biar Kaka yang bekerja ."
" Ini sudah malam ,kenapa Kaka harus bekerja ."
" Sepertinya mulut mungil mu ini harus di sumpal agar berhenti berbicara ." Fahri terlihat gemas dengan istri polosnya ini.
" Eemmm." Hanya itu kini yang keluar dari bibir Anisa .
" Kakaaa,,. aku tidak bisa bernafas ."
" Ya ,sudah nanti Kaka kasih nafas buatan ."
Perdebatan panjang tadi berubah menjadi lenguhan dari mereka berdua .
__ADS_1
Dan akhirnya mereka merasakan apa yang sudah lama tidak mereka rasakan.
Fahri sangat bahagia malam ini begitupun dengan Anisa .
Pukul 4:30 Anisa sudah bangun , ia membangunkan suaminya .
" Ka , bangun ." Anisa mengguncangkan pelan tubuh suaminya itu .
Fahri pun mengerjakan matanya . Senyum tersungging di bibirnya kala melihat Anisa membangunkannya di pagi hari untuk beribadah bersama .
" Ka ,kenapa senyum-senyum begitu ."
" Kaka hanya membayangkan ,kalau anak kita perempuan pasti akan secantik dan soleha seperti bunda nya ."
" Yah, dan kalau laki-laki juga pasti setampan ayah nya , dan sebaik ayahnya ." Anisa menimpali ucapan suaminya itu .
" Ka , ayo kita mandi ,kita sholat subuh berjamaah ."
" Iya bunda ."
" Ka , panggil aku dengan sebutan itu nanti setelah anak kita lahir ." Ucap Anisa .
" Loh memang nya kenapa , kan kita mau punya anak jadi biar terbiasa ." Ucap Fahri bingung.
" Nanti di bilang lebay Ka sama netizens ."
" Hahaha , kamu itu ada ada saja ."
Pagi pun menjelang . Mereka semua sarapan bersama ,termasuk Mbok Minah yang di minta sarapan bersama mereka .
" Nak , mungkin lusa Mamah akan pulang ."
" Loh , kenapa Mah ? ." Tanya Fahri.
"Papah mu sudah pulang dari Luar Negeri , kasihan jika sendirian di rumah ."
" Kenapa Mamah dan Papah tidak tinggal di sini saja Mah ." Anisa bertanya kepada Wina .
" Tidak bisa Nak , usaha Mamah nanti bagaimana , Mamah janji akan sering berkunjung ke sini ."
" Bersikap dewasa lah dalam menghadapi masalah , belajar jadi pendengar yang baik karena setiap masalah bisa di selesaikan dengan penjelasan , jangan gegabah dalam mengambil keputusan ,dan saling percaya itu intinya ." Wina mencoba menasihati Fahri dan Anisa .
" Iya Mah ." Ucap Fahri dan Anisa secara berbarengan .
" Anak pintar ." Ucap Mamah dan mereka pun tertawa .
Hari ini Fahri memutuskan untuk tidak bekerja lagi ,karena Ia ingin menemani istri kecilnya ini seharian di rumah . Saat mereka asik berbincang-bincang bel Apartemen berbunyi .
" Biar saya saja Mbok ." Ucap Fahri mencegah Mbok Minah yang berjalan menuju pintu .
Cekleekkk...Fahri membuka pintu .
" Mau apa kamu ke sini ....
-
-
__ADS_1
Trimakasih untuk like ,vote ,dan juga comenyaππ . Sudah Up 2 episode yah Ka , sampai ketemu esok hari π