Madu Yang Tak Semanis Madu

Madu Yang Tak Semanis Madu
Episode 53


__ADS_3

Yah,, pesan dari jaka sangat membuat Fahri kesal ,andai saja dia ada di hadapannya mungkin wajahnya tidak akan mulus lagi. Namun seketika wajahnya merona ketika Anisa memuji dan membanggakannya di dalam pesan balasan pada Jaka.


" Kamu membuatku makin cinta sayang ." Fahri berkata pada dirinya sendiri.


Anisa terbangun karena haus , ia tidak melihat suaminya itu di sampingnya , ia juga tidak mendengar ada orang di kamar mandi.


" Ka ." Anisa memanggil suaminya . Namun tidak ada sahutan . Mau tidak mau ia harus keluar kamar untuk mengambil air minum yang ada di dapur, karena Ia lupa mengisi teko kecil yang ada di dalam kamar.


Saat Anisa melewati ruang kerja suaminya , pintu nya sedikit terbuka ia pun mendekati ruangan itu .


" Ka ."


" Astagfirullah , fahri menjatuhkan ponsel Anisa ." Lalu dengan sengaja ia menginjaknya dan mendorong ke kolong meja dengan kaki nya .


" Sayang , mengapa kamu bangun ." Fahri mendekati istrinya .


" Aku haus Ka ." Anisa menunjukkan gelas kosong di tangannya .


" Maaf sayang , tadi aku lupa mengisinya ." Ucap Fahri.


" Tidak apa-apa Ka , Ka tadi Kaka menjatuhkan ponsel ? , mengapa tidak di ambil ." Anisa jelas tadi melihat suaminya itu menjatukan sesuatu .


" Bu,,bukan sayang , itu bukan apa-apa ." Fahri gugup ,ia khawatir kalau istrinya itu tahu kalau tadi itu adalah ponselnya.


Fahri menuntun Anisa masuk kembali ke dalam kamar nya .


" Sayang , tunggu di sini yah biar aku yang ambilkan airnya ." Fahri berucap dan berlalu keluar kamar .


***


Pagi pun menjelang , Anisa dan Fahri baru saja menyelesaikan Ibadah mereka secara berjamaah.


Fahri berencana akan berkata jujur pada istrinya tentang kelakuan Dewi padanya saat di hotel , ia tidak ingin menyembunyikan sesuatu , ia khawatir kalau sampai istrinya tahu dari orang lain itu akan mengurangi rasa percaya istrinya terhadapnya nanti.


" Sayang ada yang ingin aku bicarakan ." Fahri memegang lembut kedua tangan Anisa .


" Apa itu Ka ? ." Tanya Anisa penasaran. karena Ia melihat raut wajah serius dari Suaminya .


" Ini tentang aku dan Dewi ."


Mendengar nama mantan istri pertama suaminya di sebut hati Anisa menjadi deg-degan . " Apa ia ingin kembali pada Mba Dewi ." Batin Anisa .


" Sayang dengarkan aku dulu , buang fikiran jelek mu ." Fahri seperti mengerti apa yang sedang di pikirkan istrinya itu.


Anisa hanya tersenyum malu lalu ia pun mengangguk.


" Begini sayang , saat aku di Luar Negeri ternyata Dewi mengikuti ku ke sana ." Fahri melihat raut wajah istrinya yang berubah sendu ,baru saja awal cerita istrinya itu sudah sedih .


" Sayang apa kamu sanggup mendengarnya ." Fahri bertanya sambil mengelus pipi cuby istrinya .

__ADS_1


" Iya Ka , teruskanlah ." Anisa sudah terlanjur penasaran .


Akhirnya Fahri pun menceritakan semua kejadian yang Ia alami selama di luar Luar Negeri . termasuk foto juga Vidio yang akan di kirimkan pada Anisa . Tentang penundaan waktu pulangnya juga rencananya untuk menemui dewi .


Tidak ada reaksi apa-apa dari Anisa , wajahnya datar tanpa ekspresi . Padahal di awal cerita tadi , Fahri berfikir istrinya ini akan menangis karena wajah istrinya yang berubah sendu . Tapi setelah Ia menceritakan semua nya ekspresi nya justru berbeda.


" Sayang ."


" Ka , Trimakasih sudah berkata jujur pada ku ." Ucap Anisa lembut .


Fahri hanya tersenyum menjawab pertanyaan istrinya , akhirnya ia lega istrinya itu tidak marah kepada nya .Fahri menarik lembut Anisa ke dalam pelukannya .mengusap punggung istrinya dan mengecup keningnya .


" Aku bersyukur bisa memilikimu Nis ." Gumam Fahri dalam hati .


" Ka ? ." Anisa menatap suaminya .


" Iya sayang ." Fahri membalas tatapan lembut istrinya , tangannya beralih pada perut Anisa dan mengelus nya .


" Di mana dia menyentuh mu ? ."


Fahri menelan salivanya kasar . melihat tatapan tajam istrinya .


" Di,,di sini ." Fahri menunjuk dadanya dengan gugup.


Anisa langsung membelai lembut dada suaminya . " Di mana lagi ." Tanya Anisa .


Fahri tersenyum salam hatinya , ia mengerti maksud dari istri imutnya ini.


" Cupp ." Anisa mengecup sekilas .


" Di sini ."


" Di sini."


" Di sini ."


" Mandi lah Ka , habiskan 1 botol sabun , aku akan menyiapkan sarapan ." Anisa langsung bangkit dari duduknya dan beranjak keluar kamar .


Fahri melongo di buatnya . Lalu ia geleng-geleng sambil tersenyum .


" Kamu memang istimewa sayang ." Fahri berkata sendiri.


Mereka pun sarapan bersama .


" Sayang , nanti aku pulang telat yah , ada yang ingin aku kerjakan , dan ingat besok jadwal Dede bertemu dokter ."


" Apa dokter nya yang akan ke rumah ? ." Tanya Anisa .


" Seperti biasa sayang ." Fahri tersenyum santai .

__ADS_1


Anisa mencebikkan bibirnya . Ia sungguh kesal suaminya ini tak membiarkan dirinya di periksa di rumah sakit , setiap bulannya Dokterlah yang datang ke Rumah untuk memeriksa dirinya . Hanya ketika USG saja ia ke rumah sakit ,itu pun ia ingin sendiri an tidak ingin ada orang dalam ruangan itu selain dokter ,dirinya dan juga suaminya .Tidak boleh ada yang mengantri di situ selama mereka masih di situ . tentu saja semua itu bisa di atur karena Fahri membayar mahal untuk itu .


" Sayang kenapa bibirmu seperti itu , ingin di cium yah ." Fahri melihat istrinya yang sedang manyun lucu.


" Kaka,,,." Anisa berteriak kesal karena suaminya ini menggodanya.


"Hahaha."Fahri malah tertawa.


Anisa mengantar Fahri ke depan pintu .


" Sayang , aku berangkat yah ." Fahri mengecup kening istrinya . Dan beralih pada perut istrinya " Dede, ayah berangkat yah ." Fahri pun mencium perut istrinya.


" Hati-hati di jalan yah Ka ." Anisa mencium punggung tangan suaminya .


" Iya sayang , nanti malam langsung tidur saja yah , jangan menunggu ku ." Pesan Fahri .


Anisa hanya tersenyum menanggapinya .


***


Fahri pun berangkat menuju Kantornya .


Ia menyelesaikan tugas-tugas nya terlebih dahulu sebelum menyusun rencana dengan Sekertaris nya. Akhir-akhir ini Fahri memang jarang sekali pergi ke kantor ,ia lebih sering membawa pekerjaannya ke rumah . Entahlah semenjak istrinya hamil dalam hati Fahri selalu ingin berdekatan dengan istrinya . ia juga harus extra menjaganya ,ia masih khawatir akan rencana Dewi . Ia sudah berencana akan cuti panjang ketika kandungan istrinya itu memasuki usia ke sembilan bulan .


Saat jam makan siang Fahri dan Sekertaris nya makan bersama .


" Pak , apa bapak yakin akan melakukan ini ." Sekertaris itu bertanya pada atasanya .


Fahri hanya mengangguk saja .


" Tapi Pak , bukankah ini terlalu berisiko ."


Fahri pun memikirkan ulang akan rencananya itu . Benar juga apa yang di katakan Sekertaris nya itu .


" Huufff , Jadi aku harus bagaimana sekarang ." tanya Fahri


" Biar kan kami saja yang melakukanya Pak , jangan mengambil resiko , ibu sedang mengandung sebaiknya Bapak menjaganya saja ." Sekertaris itu mencoba menasihati atasanya . Ia tahu kalau Atasanya ini sudah lama sekali menginginkan anak .Ia tidak ingin terjadi apa-apa pada Atasanya itu .


Fahri mencoba mencerna apa yang di katakan Sekertaris nya itu . Ia tahu kalau ia bisa mengandalkan Sekertaris nya itu . Memang betul ini terlalu berisiko jika dirinya yang menjadi pancingan agar Dewi keluar . Karena Dewi entah kabur kemana ,rumah nya yang dulu ternyata sudah berpindah tangan .


" Saya tidak akan tenang jika perempuan licik itu belum di tangkap ." Ucap Fahri .


Sebelum nya Fahri mendapatkan kabar dari pihak kepolisian bahwa Dewi melarikan diri , sepertinya ia sudah tahu kalau sedang di cari oleh polisi.


-


-


-

__ADS_1


Jangan lupa like dan votenya Kaka 😍😍. Trimakasih yang sudah setia menunggu , lanjut esok yah 🤗🤗


__ADS_2