
" Kenapa kamu tega melakukan itu pada Anisa Fahri , Dia gadis yang baik ." Dengan sedih Wina mengingat kemalangan Anisa saat ini.
" Kenapa kamu tidak menceraikan nya saja , dari pada kalian selalu menyakiti nya ."
" Tidak akan Mah , sampai kapanpun Fahri tidak akan menceraikan Anisa , karena Anisa tengah mengandung anak Fahri Mah, cucu Mamah ." Fahri berucap pada Mamahnya .
" Jadi Anisa telah mengandung cucu Mamah ." Wina terlihat senang .
" Iya mah , tapi Anisa tidak tahu kalau dirinya sedang mengandung ." Jawab Fahri pelan .
" Maksud mu ? ." Wina tidak mengerti .
Akhirnya Fahri menceritakan lagi tentang dirinya dan Anisa yang beberapa bulan ini sudah tinggal bersama.
Wina paham sekarang , anaknya ini sudah jatuh cinta dengan istri kedua nya , walaupun harus melalui proses panjang dan cobaan seperti saat ini , namun Wina yakin Anisa dan Fahri akan bersama lagi.
" Jangan menyerah Nak , cari lah Anisa sampai ketemu , mudah-mudahan calon anakmu dan cucu Mamah dalam ke adaan baik-baik saja .
" Amiin ." Fahri menjawab .
" Lalu bagaimana dengan Dewi Nak , apa yang akan kamu lakukan ." Sebenarnya Wina sudah tahu tentang kelakuan menantu nya itu , tapi karena Fahri terlalu mencintainya sehingga apapun kesalahan Dewi dia selalu memaafkannya , Wina tidak ingin berdebat dengan anaknya saat itu ,jadi Ia lebih memilih diam . Namun sekarang waktu lah yang sudah menjawab segalanya , keburukan Dewi terkuak lagi dan akhirnya Fahri mengambil keputusan yang tepat.
" Fahri akan menceraikannya Mah ." Jawab Fahri mantap.
" Apa pun keputusan yang kamu ambil Mamah akan mendukung mu Nak ." Wina mengelus-elus pundak anak semata wayangnya itu , seraya memberikan kekuatan .
***
Keesokan harinya Fahri dan Mamahnya pulang ke rumah untuk bertemu dengan Dewi .
" Assalamualaikum ." Wina memberi salam ,namun Fahri hanya diam saja di belakang Wina .
" Waalaikum salam , Mamah ! ." Dewi terkejut melihat Fahri datang dengan Mamah nya.
" Sayang , kenapa kamu tidak pulang ke rumah , setiap hari aku memasak untuk mu ,berharap kamu pulang dan kita makan bersama ." Ucap Dewi dengan lembut kepada Fahri masih berharap kalau suaminya itu memaafkan nya . Ketika Dewi hendak memeluk Fahri ,tangan Fahri langsung menahan Dewi .
" Mas ."
__ADS_1
" Duduk lah ." Fahri berkata dingin pada Dewi .
Dewi pun segera duduk , begitu juga dengan Wina dan Fahri . Dewi duduk sendiri sedangkan Wina dan Fahri duduk berdampingan .
Hati Dewi Begitu khawatir , Ia merasa seperti sedang di sidang saat ini .
" Dew , dulu saya meminta mu secara baik-baik pada orang tua mu , begitu pun sekarang saya akan mengembalikan mu secara baik-baik pula pada orang tua mu , hari ini saya menjatuhkan talak padamu ." Ucap Fahri tegas tanpa basa basi pada Dewi.
Dewi yang mendengar nya begitu terkejut , Ia sungguh tidak menyangka kalau Fahri akan menceraikannya , karena Ia berfikir suaminya itu akan memaafkannya seperti yang sudah-sudah.
" Tidak , tidak Mas , aku tidak mau ." air mata Dewi mengalir deras
" Mau tidak mau , suka tidak suka , itu sudah menjadi keputusan saya ." Fahri berkata tegas , Ia tidak mau air mata Dewi dapat menggoyahkan niatnya .
" Aku mohon Maaf kan aku Mas , aku janji aku akan berubah ." ucapan Dewi di sela Isak tangisnya .
" Menikah lah dengan kekasih mu itu , jangan terus berbuat dosa , saya mengizinkan mu menikah dengannya dari pada kau terus berselingkuh di belakang ku .
" Tidak Mas , aku tidak mau, aku mencintai kamu Mas ." Dewi bersimpuh di depan Fahri .
Wina sedari tadi hanya menjadi pendengar saja ,tanpa ada niatan ikut campur pada pembicaraan anak nya , Ia melihat ada perubahan pada anaknya itu , dulu Fahri selalu membela Dewi walaupun Dewi memang bersalah , bahkan Fahri pernah bertengkar dengannya gara-gara Dewi . Dan sekarang mungkin benar filing nya Fahri berubah karena Anisa .
" Sayang ,aku mohon maafkan aku dan aku janji akan menerima Anisa sebagai maduku , dan aku juga akan meminta maaf padanya tentang sikap ku selama ini ." Ucap Dewi sambil terus menangis .
Isakan tangis Dewi Begitu pilu terdengar di telinga Fahri , ada sedikit rasa iba pada Dewi , wanita yang dulu teramat Ia cintai bahkan Ia mencoba akan selalu setia kepadanya walaupun Dewi sudah di vonis tidak bisa memiliki anak . Tapi Ia mengingat kembali tentang penghianatan yang di lakukan Dewi pada nya .
" Sudah lah Dew , mungkin jodoh kalian hanya sampai di sini , mungkin ini sudah takdir dari Yang Maha kuasa ." Ucap lembut Wina sambil mengelus pundak Dewi , yang sedang bersimpuh di hadapan Fahri yang sedang duduk .
" Tidak Mah , aku tidak ingin bercerai dari Mas Fahri , Maaf kan aku Mah , aku mohon bantu aku ." Dewi bergeser dan bersimpuh di hadapan Mamah mertuanya .
" Bangun lah Dew , jangan seperti ini ." Wina mencoba membangunkan Dewi .
" Baiklah Mas , kalau kau ingin menceraikan aku , tunggu setelah aku mati ." Dewi pun beranjak berdiri dan berjalan cepat menuju dapur .
Wina dan Fahri saling berpandangan . Tiba-tiba saja terdengar suara pecahan gelas .
Praanggg....
__ADS_1
Mereka berdua pun berlari menuju dapur . Alangkah terkejutnya mereka melihat Dewi bersimbah darah , yang keluar dari perutnya .
" Cepat bawa ke Rumah Sakit ." Teriak Wina panik .
Fahri pun langsung menggotong Dewi menuju mobilnya .
Satpam rumahnya pun turut membantu .Ia bingung dengan apa yang terjadi pada majikanya , namun Ia sugkan untuk bertanya karena situasinya sedang darurat.
Wina duduk di belakang dengan Dewi , dan Fahri yang menyetir mobilnya .Darah yang begitu banyak membuat Wina dan Fahri panik .
Tak berselang lama mereka sampai di rumah sakit . Di bantu beberapa perawat mereka membawa Dewi ke UGD .
Fahri dan Wina masih menunggu di depan ruangan UGD .Mereka diam sibuk dengan fikiranya masing-masing .
Fahri bingung .Sampai detik ini Ia masih belum mendapatkan titik terang di mana keberadaan Anisa , dari beberapa anak buahnya yang Ia suruh mencari belum satu pun yang memberinya kabar . Dan sekarang masalah baru malah datang , Dewi mencoba bunuh diri karena tidak ingin Ia ceraikan .
" Ya Allah , Bagaimana ini , apa yang harus saya lakukan ." Ucap Fahri dalam hati .
" Tenang lah Nak , Dewi pasti baik-baik saja ." Wina mencoba menenangkan Fahri , padahal dia sendiri pun merasa takut dengan apa yang terjadi pada Dewi .Dan apa yang harus Ia katakan pada Besan nya nanti .
" Mah ,bagaiman jika sesuatu terjadi pada Dewi ? ." Fahri mulai bimbang akan permintaanya tadi . Dan Wina menyadari kegundahan hati anaknya itu .
" Nak , kita berdoa saja , agar Dewi segera sadar ." Wina menatap dalam wajah anaknya itu , Ia melihat ada keraguan dalam hati Fahri .
" Apakah niat mu mulai goyah ." tanya Wina
Fahri menatap Mamahnya itu dengan pandangan kosong .
-
-
-
-
Tadi nya mo libur , tapi karena banyak yang menunggu aku Up satu episode saja ya, Trimakasih Kaka Kaka semua 😍😍.
__ADS_1