Madu Yang Tak Semanis Madu

Madu Yang Tak Semanis Madu
Episode 26


__ADS_3

" Kenapa kamu tega melakukan itu pada Anisa Fahri , Dia gadis yang baik ." Dengan sedih Wina mengingat kemalangan Anisa saat ini.


" Kenapa kamu tidak menceraikan nya saja , dari pada kalian selalu menyakiti nya ."


" Tidak akan Mah , sampai kapanpun Fahri tidak akan menceraikan Anisa , karena Anisa tengah mengandung anak Fahri Mah, cucu Mamah ." Fahri berucap pada Mamahnya .


" Jadi Anisa telah mengandung cucu Mamah ." Wina terlihat senang .


" Iya mah , tapi Anisa tidak tahu kalau dirinya sedang mengandung ." Jawab Fahri pelan .


" Maksud mu ? ." Wina tidak mengerti .


Akhirnya Fahri menceritakan lagi tentang dirinya dan Anisa yang beberapa bulan ini sudah tinggal bersama.


Wina paham sekarang , anaknya ini sudah jatuh cinta dengan istri kedua nya , walaupun harus melalui proses panjang dan cobaan seperti saat ini , namun Wina yakin Anisa dan Fahri akan bersama lagi.


" Jangan menyerah Nak , cari lah Anisa sampai ketemu , mudah-mudahan calon anakmu dan cucu Mamah dalam ke adaan baik-baik saja .


" Amiin ." Fahri menjawab .


" Lalu bagaimana dengan Dewi Nak , apa yang akan kamu lakukan ." Sebenarnya Wina sudah tahu tentang kelakuan menantu nya itu , tapi karena Fahri terlalu mencintainya sehingga apapun kesalahan Dewi dia selalu memaafkannya , Wina tidak ingin berdebat dengan anaknya saat itu ,jadi Ia lebih memilih diam . Namun sekarang waktu lah yang sudah menjawab segalanya , keburukan Dewi terkuak lagi dan akhirnya Fahri mengambil keputusan yang tepat.


" Fahri akan menceraikannya Mah ." Jawab Fahri mantap.


" Apa pun keputusan yang kamu ambil Mamah akan mendukung mu Nak ." Wina mengelus-elus pundak anak semata wayangnya itu , seraya memberikan kekuatan .


***


Keesokan harinya Fahri dan Mamahnya pulang ke rumah untuk bertemu dengan Dewi .


" Assalamualaikum ." Wina memberi salam ,namun Fahri hanya diam saja di belakang Wina .


" Waalaikum salam , Mamah ! ." Dewi terkejut melihat Fahri datang dengan Mamah nya.


" Sayang , kenapa kamu tidak pulang ke rumah , setiap hari aku memasak untuk mu ,berharap kamu pulang dan kita makan bersama ." Ucap Dewi dengan lembut kepada Fahri masih berharap kalau suaminya itu memaafkan nya . Ketika Dewi hendak memeluk Fahri ,tangan Fahri langsung menahan Dewi .


" Mas ."

__ADS_1


" Duduk lah ." Fahri berkata dingin pada Dewi .


Dewi pun segera duduk , begitu juga dengan Wina dan Fahri . Dewi duduk sendiri sedangkan Wina dan Fahri duduk berdampingan .


Hati Dewi Begitu khawatir , Ia merasa seperti sedang di sidang saat ini .


" Dew , dulu saya meminta mu secara baik-baik pada orang tua mu , begitu pun sekarang saya akan mengembalikan mu secara baik-baik pula pada orang tua mu , hari ini saya menjatuhkan talak padamu ." Ucap Fahri tegas tanpa basa basi pada Dewi.


Dewi yang mendengar nya begitu terkejut , Ia sungguh tidak menyangka kalau Fahri akan menceraikannya , karena Ia berfikir suaminya itu akan memaafkannya seperti yang sudah-sudah.


" Tidak , tidak Mas , aku tidak mau ." air mata Dewi mengalir deras


" Mau tidak mau , suka tidak suka , itu sudah menjadi keputusan saya ." Fahri berkata tegas , Ia tidak mau air mata Dewi dapat menggoyahkan niatnya .


" Aku mohon Maaf kan aku Mas , aku janji aku akan berubah ." ucapan Dewi di sela Isak tangisnya .


" Menikah lah dengan kekasih mu itu , jangan terus berbuat dosa , saya mengizinkan mu menikah dengannya dari pada kau terus berselingkuh di belakang ku .


" Tidak Mas , aku tidak mau, aku mencintai kamu Mas ." Dewi bersimpuh di depan Fahri .


Wina sedari tadi hanya menjadi pendengar saja ,tanpa ada niatan ikut campur pada pembicaraan anak nya , Ia melihat ada perubahan pada anaknya itu , dulu Fahri selalu membela Dewi walaupun Dewi memang bersalah , bahkan Fahri pernah bertengkar dengannya gara-gara Dewi . Dan sekarang mungkin benar filing nya Fahri berubah karena Anisa .


" Sayang ,aku mohon maafkan aku dan aku janji akan menerima Anisa sebagai maduku , dan aku juga akan meminta maaf padanya tentang sikap ku selama ini ." Ucap Dewi sambil terus menangis .


Isakan tangis Dewi Begitu pilu terdengar di telinga Fahri , ada sedikit rasa iba pada Dewi , wanita yang dulu teramat Ia cintai bahkan Ia mencoba akan selalu setia kepadanya walaupun Dewi sudah di vonis tidak bisa memiliki anak . Tapi Ia mengingat kembali tentang penghianatan yang di lakukan Dewi pada nya .


" Sudah lah Dew , mungkin jodoh kalian hanya sampai di sini , mungkin ini sudah takdir dari Yang Maha kuasa ." Ucap lembut Wina sambil mengelus pundak Dewi , yang sedang bersimpuh di hadapan Fahri yang sedang duduk .


" Tidak Mah , aku tidak ingin bercerai dari Mas Fahri , Maaf kan aku Mah , aku mohon bantu aku ." Dewi bergeser dan bersimpuh di hadapan Mamah mertuanya .


" Bangun lah Dew , jangan seperti ini ." Wina mencoba membangunkan Dewi .


" Baiklah Mas , kalau kau ingin menceraikan aku , tunggu setelah aku mati ." Dewi pun beranjak berdiri dan berjalan cepat menuju dapur .


Wina dan Fahri saling berpandangan . Tiba-tiba saja terdengar suara pecahan gelas .


Praanggg....

__ADS_1


Mereka berdua pun berlari menuju dapur . Alangkah terkejutnya mereka melihat Dewi bersimbah darah , yang keluar dari perutnya .


" Cepat bawa ke Rumah Sakit ." Teriak Wina panik .


Fahri pun langsung menggotong Dewi menuju mobilnya .


Satpam rumahnya pun turut membantu .Ia bingung dengan apa yang terjadi pada majikanya , namun Ia sugkan untuk bertanya karena situasinya sedang darurat.


Wina duduk di belakang dengan Dewi , dan Fahri yang menyetir mobilnya .Darah yang begitu banyak membuat Wina dan Fahri panik .


Tak berselang lama mereka sampai di rumah sakit . Di bantu beberapa perawat mereka membawa Dewi ke UGD .


Fahri dan Wina masih menunggu di depan ruangan UGD .Mereka diam sibuk dengan fikiranya masing-masing .


Fahri bingung .Sampai detik ini Ia masih belum mendapatkan titik terang di mana keberadaan Anisa , dari beberapa anak buahnya yang Ia suruh mencari belum satu pun yang memberinya kabar . Dan sekarang masalah baru malah datang , Dewi mencoba bunuh diri karena tidak ingin Ia ceraikan .


" Ya Allah , Bagaimana ini , apa yang harus saya lakukan ." Ucap Fahri dalam hati .


" Tenang lah Nak , Dewi pasti baik-baik saja ." Wina mencoba menenangkan Fahri , padahal dia sendiri pun merasa takut dengan apa yang terjadi pada Dewi .Dan apa yang harus Ia katakan pada Besan nya nanti .


" Mah ,bagaiman jika sesuatu terjadi pada Dewi ? ." Fahri mulai bimbang akan permintaanya tadi . Dan Wina menyadari kegundahan hati anaknya itu .


" Nak , kita berdoa saja , agar Dewi segera sadar ." Wina menatap dalam wajah anaknya itu , Ia melihat ada keraguan dalam hati Fahri .


" Apakah niat mu mulai goyah ." tanya Wina


Fahri menatap Mamahnya itu dengan pandangan kosong .


-


-


-


-


Tadi nya mo libur , tapi karena banyak yang menunggu aku Up satu episode saja ya, Trimakasih Kaka Kaka semua 😍😍.

__ADS_1


__ADS_2