Madu Yang Tak Semanis Madu

Madu Yang Tak Semanis Madu
Episode 27


__ADS_3

" Apa kamu berubah fikiran Nak ? ." Wina bertanya kembali pada Fahri .


" Apa keputusan Fahri ini salah Mah ? ." Fahri malah balik bertanya pada Mamah nya .


" Keputusanmu sudah benar Nak , hanya saja ,kamu harus menunda nya sebentar sampai Dewi sembuh ."


" Tapi Mah bagaiman dengan . . ." Ucapan Fahri terhenti saat pintu ruangan Dewi terbuka .


" Bagaimana keadaannya dok ? ." Tanya Wina pada Dokter.


" Kondisi pasien tidak terlalu parah , lukanya juga tidak dalam dan beruntungnya kalian cepat membawanya ke sini ." Ucap dokter


" Boleh kami menjenguk nya dok ."


" Silahkan ,tapi nanti setelah pasien di pindahkan ke ruang rawat , Baiklah saya permisi ." Dokter itu berpamitan pada Fahri dan Wina .


Tak berselang lama Dewi sudah berada di ruang rawat .


" Mah , Fahri tunggu di sini saja ." Fahri enggan masuk ke dalam kamar rawat Dewi .


" Baiklah Nak ." Wina mengerti keadaan anaknya saat ini .


Wina pun masuk ke dalam , Ia melihat Dewi sedang tertidur ,


Saat Wina duduk di bangku yang ada di samping ranjang Dewi , tiba-tiba saja Dewi terbangun .


" Mah ." panggil Dewi dengan suara lemah .


" Kamu sudah bangun Dew , apa kamu ingin minum ."


Dewi menggeleng , " Di mana Mas Fahri Mah ? ." Dewi menanyakan Fahri .


" Dia ada di depan Dew ."


" Aku mau bertemu Mas Fahri Mah ." Ucap Dewi seraya memohon pada Wina .


" Baiklah ." Wina pun beranjak dari duduknya dan memanggil anaknya yang berada di depan ruang rawat .


Fahri pun masuk ke dalam , namun Ia berdiri agak jauh dari Dewi .Dengan tatapan datar


" Mas , maafkan aku , aku sungguh tidak ingin bercerai dari mu, aku menyesal Mas , aku akan mengikuti apapun kemauan mu Mas ." Dewi berbicara sambil terisak menahan tangisnya .


Fahri hanya diam tanpa kata , Ia bingung harus berbicara apa , hatinya kini mulai bimbang setelah melihat kondisi Dewi saat ini .


" Apa yang harus saya lakukan sekarang ." batin Fahri.


"Aku janji akan menerima Anisa , Dan calon anak Kamu yang ada di rahim Anisa Mas , kita rawat bersama-sama ." Dewi masih berusaha untuk meluluhkan hati Fahri .


" Istirahat lah ." Hanya itu yang Fahri ucapkan dan berlalu pergi .


Tersirat senyum kecil di bibir Dewi , setelah kepergian Fahri.

__ADS_1


Dewi pun menghubungi seseorang untuk segera datang ke Rumah Sakit .


Tak berselang lama seorang pria masuk ke dalam ruang rawat Dewi .


" Kenapa kamu lakukan ini Dew ? ."


" Sayang , kau sudah datang , ini hanya luka kecil , tidak apa-apa ." Dewi menjelas kan pada kekasih gelapnya itu.


" Kamu melakukan semua ini ,hanya karena Fahri akan menceraikan mu , lalu jika kamu tidak mau bercerai , aku kamu anggap apa ? ." ujar pria itu penuh emosi .


" Sayang , ini hanya sementara , jika semuanya sudah tercapai aku janji akan meninggalkan Fahri , dan hidup bersama mu ." Dewi mencoba menenangkan kekasih gelapnya itu .


" Kenapa kau begitu berambisi Dew , Kalau soal harta aku bisa memberikannya , bukan kah kau sudah membuat Fahri menderita saat ini ." Lelaki itu mulai lelah menuruti ke inginan Dewi .


" Sayang , bukankah kita sudah membicarakan soal ini ."


" Sekarang apa lagi yang akan kamu rencanakan ?." Selidik lelaki itu .


" Aku tidak ingin Fahri menemukan Anisa , atau kalau perlu buat Anisa pergi untuk selama-lamanya ." Ucap Dewi penuh rasa benci .


"Kamu jangan gila Dew ! , Kalau pun kita melakukan itu ,jika Fahri sudah tak lagi mencintaimu buat apa ?."


" Paling tidak keluarga nya sudah hancur ." Senyum jahat Dewi terukir di bibirnya .


" Kenapa kamu seperti ini Dew ."


" Sayang , kenapa kamu jadi semelow ini ." Dewi melihat seperti ada yang aneh dengan lelaki itu .


Dewi terdiam setelah mendengar kan kata-kata itu dari Kekasih gelapnya.


" Sayang ." Dewi memanggil lelaki itu , namun dia sudah keluar dari ruanganya .


" Apakah kamu juga akan meninggalkan ku ." tak terasa air mata Dewi mengalir dari kedua matanya .


***


Dua Minggu sudah setelah kepergian Anisa , Fahri masih belum juga menemukan titik terang . Kini Fahri sudah tidak tinggal lagi dengan Dewi , Ia lebih memilih tinggal di Apartemen nya dari pada di rumahnya bersama Dewi .


Dewi selalu berusaha untuk mendekati Fahri kembali . Namun Fahri selalu bersikap acuh pada perhatian yang Dewi berikan . Mereka memang belum resmi bercerai karena Dewi menolak untuk menandatangani nya.


" Sayang , bagaimana keadaan mu dan calon anak kita sekarang , saya sungguh sangat merindukan mu ." Fahri berkata pada dirinya sendiri .


" Nak ,makan lah dari pagi kamu belum makan apapun ." Wina merasa iba pada anaknya itu , kehilangan Anisa membuat hidup anaknya terpuruk , Ia pun berharap anaknya segera menemukan istrinya .


" Fahri tidak lapar Mah ."


"Jangan seperti itu Nak , Anisa pasti akan segera di temukan , dan kamu harus tetap mempunyai semangat demi calon anak mu ." Wina mencoba memberi semangat pada anaknya itu .


Akhirnya Fahri pun menuruti kemauan Mamah nya ,mereka makan malam bersama .


" Nak , bukankah kamu sudah memanggil Mbok Minah kembali ? ."

__ADS_1


Fahri baru teringat tentang Mbok Minah , kenapa sampai saat ini belum juga datang .


" Iya Mah , tapi entahlah sampai saat ini belum juga datang ." Fahri sendiri sampai lupa dengan Mbok Minah .


" Biarkan saja , mungkin Mbok Minah masih sibuk ." Ucap Wina.


Saat mereka sedang menikmati makan malam , tiba-tiba saja ponsel Fahri berbunyi . Fahri segera mengangkatnya .


" Hallo ."


" Benar kah ? ."


" Baiklah , cari tahu kembali tentang orang itu , jika sudah ketemu bawa dia untuk menemui saya di Apartemen ." Ada setitik harapan kini tentang keberadaan Anisa.


" Ada apa Nak , apa ada kabar baik tentang Anisa ." Wina penasaran karena Ia melihat ada sedikit senyum di bibir Fahri yang sudah lama Ia tidak melihat nya .


" Ada yang memberi tahu , kalau Anisa keluar dari Apartemen dengan seorang pria menggunakan sepeda motor Mah ." Fahri yakin jika ada yang membuat Anisa meninggalkan Apartemen .


" Alhamdulillah , semoga Anisa dan cucu Mamah dalam ke adaan baik-baik saja ." Wina juga ikut senang menerima kabar itu , walaupun masih harus terus mencari .


Ke esokan paginya Fahri mendapat kabar , bahwa yang membawa Anisa ke luar Apartemen adalah seorang kurir pengantar makanan . Ia kini teringat sebelum Ia meninggalkan Anisa di Apartemen , Ia memesankan makanan terlebih dahulu dari sebuah Restoran .


" Apa dia orang nya ." Batin Fahri. Ia tak ingin menyia-nyiakan waktu ,Fahri langsung mengambil kunci mobil dan berlalu keluar dari Apartemen nya .


***


" Pak boleh minta mangga nya yang itu ? ."


" Neng lagi ngidam ? ."


" Iya pak ." Senyum malu terukir di bibir cantiknya .


" Sebentar yah Neng , Bapak ambil tangga dulu ."


Bapak paruh baya itu pun mengambilkan 1kresek mangga .


" Segini cukup Neng ."


" Cukup Pak , Trimakasih yah ."


" Sama -sama Neng , sudah sana buru-buru di bikin , Nanti Dede nya keburu ngiler ." Ucap bapak itu sambil tertawa.


" Tinggal bikin sambel terasi nya deh ." Ia berucap sambil menelan ludahnya .Membayangkan memakan mangga dengan sambel terasi.


-


-


-


PSBB di mulai , tetap jaga kesehatan. jaga jarak , jaga kebersihan , jangan lupa menggunakan masker . Trimakasih atas like dan vote nya 😍😍.

__ADS_1


__ADS_2