
Fahri menatap Anisa , ia takut kalau Anisa salah paham pada nya . Bagaimana pun esok Ia akan pergi dan ia tidak ingin meninggalkan istrinya ini dengan kesalah pahaman . Fahri menolak panggilan itu .
" Sayang " Fahri menatap wajah istrinya .
" Ka , kenapa di matikan ."
" Tidak penting sayang ."
Ponsel Fahri pun berbunyi lagi .Fahri menolak nya kembali.
" Ka , angkat saja , siapa tahu ada yang penting ." Anisa mencoba bersikap biasa saja.
" Biarkan saja , ayo sayang kita istirahat saja di kamar ." Fahri bangkit dari duduk dan mengajak Anisa menaiki tangga menuju kamarnya , dan Fahri meninggalkan ponselnya di meja . Setelah sampai di kamar Fahri langsung menuntun istrinya untuk istirahat di ranjang .
" Ka ,mengapa Kaka tidak mengangkat telfon nya , aku tidak apa-apa , siapa tahu ada sesuatu yang ingin dia bicarakan ." Anisa memang cemburu tetapi ia masih bisa bersikap seperti biasa saja .
" Sayang aku sungguh tidak ingin berhubungan lagi dengan wanita itu , dan ingat jangan pergi kemanapun tanpa Boby juga Mbok Minah ." Entah lah ia jadi begitu cemas saat ini setelah Dewi mencoba terus menghubungi nya .
" Iya Ka , tidak perlu terlalu khawatir , aku dan dede akan baik-baik saja ." Anisa membelai rambut suaminya , mencoba memberi ketenangan agar suaminya itu tidak terlalu khawatir pada nya.
***
" Aaakhhh ,,, Bre***ek kau Fahri , aku sungguh benci kamu !!! ." Dewi berteriak sambil membanting barang-barang yang ada di rumah nya ,ia sungguh sangat kesal karena kini mantan suaminya tidak lagi mau mengangkat telfon darinya . Yaah , , Dewi masih berusaha untuk masuk kedalam antara Fahri dan Anisa .
" Aku sudah terlanjur gila karena mu Fahri , bahkan kini Roy juga pergi meninggalkan aku , semua ini karena wanita kampung itu ."Dewi yang terus saja mengoceh ,kadang tertawa kadang pula menangis , ia sudah mabuk , sedari tadi ia terus saja minum -minuman beralkohol .Dewi benar-benar marah pada Anisa . " Wanita aneh , wanita bodoh , awas saja kau pasti akan ku rebut kembali milikku ." Kini Dewi hidup seorang diri ,semenjak kejadian saat itu Roy seperti menghilang di telan bumi , tidak ada kabar dan tidak bisa di hubungi .
***
Pagi pun menjelang , Fahri sedang bersiap-siap di bantu istrinya .
" Sayang kalau ada apa-apa , segera telfon aku yah , jangan lupa mencast ponsel mu agar tak habis batrai , jangan bukakan pintu pada siapapun yang kamu tidak kenal , jangan mengerjakan sesuatu yang membuat kamu lelah ." Fahri berbicara pada istrinya.
" Iya ,iya ,Ka , kenapa jadi cerewet sekali sih ." Anisa merasa heran suaminya ini jadi lebih cerewet akhir-akhir ini .
" Sayang , aku sangat mencintaimu ." Fahri memeluk pinggang Anisa , mencium lembut bibirnya , dan beralih ke perut Anisa ,Fahri berjongkok di hadapannya . " Dede sayang , jaga bunda untuk ayah yah ."
" Ka , apa aku tidak boleh mengantar mu ? ." Anisa mencoba menanyakannya lagi , karena dari kemarin suaminya itu melarang Anisa mengantarkannya ke Bandara . Siapa tahu hari ini suaminya itu berubah fikiran .
__ADS_1
" Tidak sayang , kamu di rumah saja , Bandara lumayan jauh dari sini , nanti kamu kelelahan ." Jawab Fahri
" Hufff,,, Baiklah ." Akhirnya Anisa menyerah ,suaminya itu tidak juga mengizinkannya untuk ikut ke Bandara .
Mereka menuruni tangga bersama , di bawah sudah ada Boby sedang duduk sambil memainkan ponselnya. Boby segera berdiri ketika melihat Bos nya itu turun .
" Bob , mari ikut sarapan bersama kita ." Ajak Anisa pada Boby ,
" Tidak perlu Mba Nur , saya sudah sarapan ." Jawab Boby asal , karena sebenarnya ia juga belum sarapan , ia tidak ingin telat datang , bisa-bisa ia kena omel jika datang terlambat .
" Turuti saja apa kemauan istri saya ." Fahri menatap datar pada Boby .
" Ayo ." Anisa memberi kode pada Boby agar mengikutinya .
Boby menelan salivanya kasar , apa ia bisa menelan nanti jika makan bersama .
Mereka pun makan bersama , Boby melirik sekilas ke arah Anisa dan Bos nya , Bosnya itu dengan telaten menyuapi istrinya , sungguh adegan yang membuat jiwa jomblo nya meronta , " Galak-galak ternyata romantis juga ." Gumam Boby dalam hati .
Mereka pun menyudahi makanya ,
" Tolong jaga istri saya dengan baik ." Fahri berpesan kembali pada Boby .
Fahri memeluk Anisa erat , mencium keningnya berulang-ulang, juga menciumi perut Anisa , ini adalah baru pertama kalinya Fahri meninggalkan istrinya , apalagi sekarang istrinya dalam ke adaan hamil .
"Sayang , aku berangkat yah ."
" Iya , hati-hati di jalan yah Ka, kabari aku jika sudah sampai." Anisa mencium punggung tangan suaminya .
" Iya sayang ." Fahri pun mencium tangan Anisa .
" Mbok , saya titip Anisa yah ." Fahri juga mencium punggung tangan Mbok Minah .
" Iya den hati-hati di jalan , insyaallah Mbok dan Boby akan menjaga Anisa ."
Fahri juga berpamitan dengan Boby. Fahri pun telah berangkat menuju bandara .
***
__ADS_1
Setelah kepergian Suaminya Anisa terdiam duduk di ruang tamu , entah mengapa hatinya tak sekuat ucapannya , baru beberapa jam saja di tinggal oleh suaminya hatinya sudah sudah terasa sepi .
" Mba Nur , Mba , Mba ." Boby sedikit berteriak memanggil Anisa , ia khawatir karena sedari tadi Anisa melamun saja dan tak merespon ketika di panggil oleng nya .
" Astagfirullah , apa sih Bob , kenapa teriak-teriak sih ." Anisa kaget dengan panggilan Boby.
" Ya lagian Mba Nur dari tadi aku panggil-panggil , malah bengong saja ." Ucap Boby cengengesan sambil menggaruk tengkuknya . " Sedang kesal saja masih terlihat cantik ." Batin Boby.
" Bob , diam lah , jangan mengganggu si Eneng ." Mbok Minah yang ikut berkata dari arah belakang .
" Iya , Bude ." Jawab Boby .
" Neng , apa mau di buatkan sesuatu ? ." Tanya Mbok pada Anisa .
" Tidak Mbok , Trimakasih ." Jawab lembut Anisa .
" Istirahat' saja di kamar Neng , jika butuh sesuatu panggil saja Mbok , tidak perlu menuruni tangga ."
" Panggil aku juga boleh Mba , hehehe." Boby ikut nimbrung .
" Apa kamu lupa pesan Den Fahri ? ." Mbok Minah menatap tajam keponakan nya yang tengil itu .
" Iya ingat Bude ."
Fahri berpesan kalau Boby tidak boleh menginjakkan kakinya di lantai atas kecuali darurat . Fahri sangat positif jika berhubungan dengan istrinya , lelaki mana pun tidak boleh memandangi istrinya apalagi berdekatan . Karena itu sampai sekarang Fahri tak pernah membawa Anisa bertemu dengan Kolega-kolega bisnis nya .Dan Ia juga tak mau menyakiti perasaan istrinya jika ada orang yang bilang kalau dia istri kedua yang telah merusak rumah tangganya dengan Dewi , karena Dewi sudah menyebarkan gosip itu pada orang-orang terdekatnya . Itulah alasan Fahri tidak membebaskan Anisa keluar sendirian tanpa nya .
***
Baiklah sayang mari kita nikmati waktu kita hanya berdua seperti dulu . Seringai Dewi di sudut Bandara yang sama dengan Fahri .Yah ,,,Dewi mengetahui kalau Fahri hari ini akan keLuar Negri hari ini . Ia pun mendadak membeli tiket untuk mengikuti Fahri . Ia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan langka ini .
" Aku akan membuatmu kembali pada ku Mas ."
-
-
-
__ADS_1
Jangan lupakan like nya yah ,Kaka Kaka , Yang membaca novel ini lebih dari seribu perhari tapi yang like hanya sedikit 😁😁. TAPI its Ok , asalkan kalian semua suka Author sudah senaaanngg 😍😍😍. kalau nanti sempat Author lanjut lagi yah 😘😘.