Madu Yang Tak Semanis Madu

Madu Yang Tak Semanis Madu
Episode 49


__ADS_3

Fahri menatap Anisa , ia takut kalau Anisa salah paham pada nya . Bagaimana pun esok Ia akan pergi dan ia tidak ingin meninggalkan istrinya ini dengan kesalah pahaman . Fahri menolak panggilan itu .


" Sayang " Fahri menatap wajah istrinya .


" Ka , kenapa di matikan ."


" Tidak penting sayang ."


Ponsel Fahri pun berbunyi lagi .Fahri menolak nya kembali.


" Ka , angkat saja , siapa tahu ada yang penting ." Anisa mencoba bersikap biasa saja.


" Biarkan saja , ayo sayang kita istirahat saja di kamar ." Fahri bangkit dari duduk dan mengajak Anisa menaiki tangga menuju kamarnya , dan Fahri meninggalkan ponselnya di meja . Setelah sampai di kamar Fahri langsung menuntun istrinya untuk istirahat di ranjang .


" Ka ,mengapa Kaka tidak mengangkat telfon nya , aku tidak apa-apa , siapa tahu ada sesuatu yang ingin dia bicarakan ." Anisa memang cemburu tetapi ia masih bisa bersikap seperti biasa saja .


" Sayang aku sungguh tidak ingin berhubungan lagi dengan wanita itu , dan ingat jangan pergi kemanapun tanpa Boby juga Mbok Minah ." Entah lah ia jadi begitu cemas saat ini setelah Dewi mencoba terus menghubungi nya .


" Iya Ka , tidak perlu terlalu khawatir , aku dan dede akan baik-baik saja ." Anisa membelai rambut suaminya , mencoba memberi ketenangan agar suaminya itu tidak terlalu khawatir pada nya.


***


" Aaakhhh ,,, Bre***ek kau Fahri , aku sungguh benci kamu !!! ." Dewi berteriak sambil membanting barang-barang yang ada di rumah nya ,ia sungguh sangat kesal karena kini mantan suaminya tidak lagi mau mengangkat telfon darinya . Yaah , , Dewi masih berusaha untuk masuk kedalam antara Fahri dan Anisa .


" Aku sudah terlanjur gila karena mu Fahri , bahkan kini Roy juga pergi meninggalkan aku , semua ini karena wanita kampung itu ."Dewi yang terus saja mengoceh ,kadang tertawa kadang pula menangis , ia sudah mabuk , sedari tadi ia terus saja minum -minuman beralkohol .Dewi benar-benar marah pada Anisa . " Wanita aneh , wanita bodoh , awas saja kau pasti akan ku rebut kembali milikku ." Kini Dewi hidup seorang diri ,semenjak kejadian saat itu Roy seperti menghilang di telan bumi , tidak ada kabar dan tidak bisa di hubungi .


***


Pagi pun menjelang , Fahri sedang bersiap-siap di bantu istrinya .


" Sayang kalau ada apa-apa , segera telfon aku yah , jangan lupa mencast ponsel mu agar tak habis batrai , jangan bukakan pintu pada siapapun yang kamu tidak kenal , jangan mengerjakan sesuatu yang membuat kamu lelah ." Fahri berbicara pada istrinya.


" Iya ,iya ,Ka , kenapa jadi cerewet sekali sih ." Anisa merasa heran suaminya ini jadi lebih cerewet akhir-akhir ini .


" Sayang , aku sangat mencintaimu ." Fahri memeluk pinggang Anisa , mencium lembut bibirnya , dan beralih ke perut Anisa ,Fahri berjongkok di hadapannya . " Dede sayang , jaga bunda untuk ayah yah ."


" Ka , apa aku tidak boleh mengantar mu ? ." Anisa mencoba menanyakannya lagi , karena dari kemarin suaminya itu melarang Anisa mengantarkannya ke Bandara . Siapa tahu hari ini suaminya itu berubah fikiran .

__ADS_1


" Tidak sayang , kamu di rumah saja , Bandara lumayan jauh dari sini , nanti kamu kelelahan ." Jawab Fahri


" Hufff,,, Baiklah ." Akhirnya Anisa menyerah ,suaminya itu tidak juga mengizinkannya untuk ikut ke Bandara .


Mereka menuruni tangga bersama , di bawah sudah ada Boby sedang duduk sambil memainkan ponselnya. Boby segera berdiri ketika melihat Bos nya itu turun .


" Bob , mari ikut sarapan bersama kita ." Ajak Anisa pada Boby ,


" Tidak perlu Mba Nur , saya sudah sarapan ." Jawab Boby asal , karena sebenarnya ia juga belum sarapan , ia tidak ingin telat datang , bisa-bisa ia kena omel jika datang terlambat .


" Turuti saja apa kemauan istri saya ." Fahri menatap datar pada Boby .


" Ayo ." Anisa memberi kode pada Boby agar mengikutinya .


Boby menelan salivanya kasar , apa ia bisa menelan nanti jika makan bersama .


Mereka pun makan bersama , Boby melirik sekilas ke arah Anisa dan Bos nya , Bosnya itu dengan telaten menyuapi istrinya , sungguh adegan yang membuat jiwa jomblo nya meronta , " Galak-galak ternyata romantis juga ." Gumam Boby dalam hati .


Mereka pun menyudahi makanya ,


" Tolong jaga istri saya dengan baik ." Fahri berpesan kembali pada Boby .


Fahri memeluk Anisa erat , mencium keningnya berulang-ulang, juga menciumi perut Anisa , ini adalah baru pertama kalinya Fahri meninggalkan istrinya , apalagi sekarang istrinya dalam ke adaan hamil .


"Sayang , aku berangkat yah ."


" Iya , hati-hati di jalan yah Ka, kabari aku jika sudah sampai." Anisa mencium punggung tangan suaminya .


" Iya sayang ." Fahri pun mencium tangan Anisa .


" Mbok , saya titip Anisa yah ." Fahri juga mencium punggung tangan Mbok Minah .


" Iya den hati-hati di jalan , insyaallah Mbok dan Boby akan menjaga Anisa ."


Fahri juga berpamitan dengan Boby. Fahri pun telah berangkat menuju bandara .


***

__ADS_1


Setelah kepergian Suaminya Anisa terdiam duduk di ruang tamu , entah mengapa hatinya tak sekuat ucapannya , baru beberapa jam saja di tinggal oleh suaminya hatinya sudah sudah terasa sepi .


" Mba Nur , Mba , Mba ." Boby sedikit berteriak memanggil Anisa , ia khawatir karena sedari tadi Anisa melamun saja dan tak merespon ketika di panggil oleng nya .


" Astagfirullah , apa sih Bob , kenapa teriak-teriak sih ." Anisa kaget dengan panggilan Boby.


" Ya lagian Mba Nur dari tadi aku panggil-panggil , malah bengong saja ." Ucap Boby cengengesan sambil menggaruk tengkuknya . " Sedang kesal saja masih terlihat cantik ." Batin Boby.


" Bob , diam lah , jangan mengganggu si Eneng ." Mbok Minah yang ikut berkata dari arah belakang .


" Iya , Bude ." Jawab Boby .


" Neng , apa mau di buatkan sesuatu ? ." Tanya Mbok pada Anisa .


" Tidak Mbok , Trimakasih ." Jawab lembut Anisa .


" Istirahat' saja di kamar Neng , jika butuh sesuatu panggil saja Mbok , tidak perlu menuruni tangga ."


" Panggil aku juga boleh Mba , hehehe." Boby ikut nimbrung .


" Apa kamu lupa pesan Den Fahri ? ." Mbok Minah menatap tajam keponakan nya yang tengil itu .


" Iya ingat Bude ."


Fahri berpesan kalau Boby tidak boleh menginjakkan kakinya di lantai atas kecuali darurat . Fahri sangat positif jika berhubungan dengan istrinya , lelaki mana pun tidak boleh memandangi istrinya apalagi berdekatan . Karena itu sampai sekarang Fahri tak pernah membawa Anisa bertemu dengan Kolega-kolega bisnis nya .Dan Ia juga tak mau menyakiti perasaan istrinya jika ada orang yang bilang kalau dia istri kedua yang telah merusak rumah tangganya dengan Dewi , karena Dewi sudah menyebarkan gosip itu pada orang-orang terdekatnya . Itulah alasan Fahri tidak membebaskan Anisa keluar sendirian tanpa nya .


***


Baiklah sayang mari kita nikmati waktu kita hanya berdua seperti dulu . Seringai Dewi di sudut Bandara yang sama dengan Fahri .Yah ,,,Dewi mengetahui kalau Fahri hari ini akan keLuar Negri hari ini . Ia pun mendadak membeli tiket untuk mengikuti Fahri . Ia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan langka ini .


" Aku akan membuatmu kembali pada ku Mas ."


-


-


-

__ADS_1


Jangan lupakan like nya yah ,Kaka Kaka , Yang membaca novel ini lebih dari seribu perhari tapi yang like hanya sedikit 😁😁. TAPI its Ok , asalkan kalian semua suka Author sudah senaaanngg 😍😍😍. kalau nanti sempat Author lanjut lagi yah 😘😘.


__ADS_2