
Fahri melakukan Vidio Call dengan istrinya ketika baru saja sampai di kamar hotelnya . Yang sebelumnya Ia sudah menghubungi Mbok Minah terlebih dahulu untuk menanyakan apakah istrinya sedang tidur atau tidak , karena Ia tidak ingin mengganggu tidur istrinya .
" Assalamualaikum sayang , sedang apa ? ." Fahri menatap layar yang memperlihatkan istrinya sedang duduk di balkon .
" Waalaikum salam , sedang menunggu telfon Kaka dong ." Anisa menjawab dengan gaya manja nya .
" Sayang , kamu sungguh membuat aku ingin kembali pulang saja ." Fahri menampilkan muka memelasnya di hadapan istrinya .
" Ayah , semangat yah kerjanya , hanya 4 hari kok ayah , kami menunggu mu ." Anisa tersenyum manis , sebenarnya ia pun merasakan rindu yang sama dengan suaminya .Hanya saja ia tak ingin Fahri mengetahuinya sehingga membuat dia ingin segera pulang .
" Sayang , aku tutup dulu yah ,nanti malam kita lanjut lagi ."
" Iya Ka hati-hati yah ." Ucap Anisa .
Fahri pun memutuskan sambungan telepon nya .
***
Sudah hari kedua Fahri di sini , hari-hari nya hanya di sibukkan dengan pekerjaan ia berharap semuanya cepat selesai hingga ia akan segera pulang , menemui istrinya yang amat ia rindukan .hampir 3 jam sekali saat siang hari ia menghubungi istrinya itupun jika istrinya sedang tidak tidur . ia juga tetap memantau kegiatan istrinya lewat Boby . Boby harus memotret secara diam-diam kegiatan istrinya setiap hari .
Tokk
Tokk
Tokk
Fahri membuka pintu kamar hotelnya , ia mengambil pesanan makanan yang Ia pesan ,ia malas sekali untuk makan di restoran jadi ia lebih memilih memesannya dan memakannya di dalam kamar hotel. Sedangkan Sekertaris nya sedang pergi mengantarkan berkas yang sudah di kerjakan oleh Fahri .
Fahri pun menyantap makan siang yang menjelang sore itu karena Fahri sibuk bekerja hingga melupakan makan siang nya.
" kenapa ngantuk sekali yah ." Fahri beberapa kali menguap dan mengucak matanya ,Padahal masih banyak yang harus Ia selesaikan . Akhirnya Fahri pun tertidur di sofa .
" Hanya dengan cara ini aku bisa dekat dengan mu sayang ." Dewi memeluk mantan suaminya yang berbaring di ranjang , ia membuka satu persatu kancing kemeja yang Fahri gunakan . Yah ,,, Dewi dengan sengaja menaruh obat tidur pada minuman Fahri , agar Ia bisa dengan bebas melakukan rencana busuk nya . ia pun juga membuka pakaiannya sendiri . " Yah ini pasti akan membuatnya menceraikan mu Mas , kamu memang tidak pernah memuaskan ku di ranjang , tapi paling tidak uangmu bisa memuaskan ku , karena itu aku ingin kamu kembali padaku ." Seringai jahat begitu nampak di wajah Dewi .
Hampir satu jam Fahri tertidur ia pun mengerjapkan matanya yang terasa berat dan kepalanya yang terasa agak pening .Ia mencoba duduk di atas ranjang , alangkah terkejutnya ia ketika melihat dirinya sudah tidak berpakaian lagi dan hanya menggunakan celana pendeknya saja , seingatnya ia tadi baru saja selesai makan dan tetiba ia merasa mengantuk sekali . " Kenapa aku bisa di ranjang , lalu di mana bajuku ." Fahri berbicara pada dirinya sendiri . Saat ia turun dari ranjangnya ia melihat bajunya yang berserakan di lantai . Fahri pun memunguti bajunya dan berjalan ke arah kamar mandi dalam perasaan yang masih bingung , dengan apa yang terjadi dengan nya .
__ADS_1
***
" Bob temani aku ke mini Market yah ." Anisa berbicara pada Boby .
" Mba Nur butuh apa. biar aku belikan saja ." Jawab Boby
" Aku ingin , aku saja yang membeli nya Bob ."
" Mba Nur , tapi Pak Fahri melarang mba Nur untuk keluar dari Apartemen ."
" Hanya sebentar Bob , lagi pula kan pergi nya sama kamu ." Anisa masih mencoba membujuk Boby .
" Aduhh , bagaimana yah Mba , nanti Boby kena marah Mba ," Boby Jadi merasa serba salah .
" Ini kemauan anak ku loh Bob , masa kamu tidak mau menuruti ." Anisa berucap dengan wajah sendu .
" Kalau gitu , aku telfon Pak Fahri yah Mba ? ." Boby mencoba mencari jalan keluarnya agar Ia tidak kena di kemudian hari .
" Ya sudah kalau tidak mau ," Anisa langsung berjalan menaiki tangga , ia sungguh kesal dengan Boby ,terutama dengan suaminya . Ia pun masuk ke kamar dan membanting pintunya .
Boby yang mendengar suara bantingan pintu pun menjadi kaget , dan merasa tidak enak . Ia pun segera menghubungi Fahri guna mberitahukan kejadian tadi .
***
Tuut ,,tutt,,tutt
Ponsel Anisa berbunyi , namun karena Anisa sedang kesal jadi Ia mengabaikan panggilan itu . Ponsel itu terus berbunyi Anisa masih enggan mengangkat nya .
Di ujung telfon Fahri sedang merasa sangat gelisah karena Anisa mengabaikan telfonya ,padahal ia sudah mencoba mengulangnya berkali-kali .
" Sayang , angkat dong telfonya ." Fahri mengarahkan ponsel di telinganya sambil berjalan bolak-balik dengan gelisah . Akhirnya Fahri pun mencoba menghubungi Mbok Minah . Setelah selesai menghubungi Mbok ,Fahri mencoba menghubungi lagi istrinya ,kali ini Anisa mengangkat telfon . Fahri mengubahnya menjadi Vidio call.
" Hallo Assalamualaikum sayang ." Fahri menyapa Anisa .
" Waalaikum salam ." Jawab Anisa singkat dengan suara khas orang yang sedang ngambek.
__ADS_1
" Sayang , aku ingin melihat wajahmu ." Fahri hanya melihat langit-langit kamarnya , karena Anisa mengarahkan kameranya ke atas .
" Sayang , katakan kamu ingin apa ? ." Tanya Fahri karena Anisa belum terlihat di layar ponselnya.
" Aku ingin ice cream Ka ." Jawab Anisa pelan namun ia masih enggan untuk menatap suaminya.
" Sayang , mana wajahmu ? ."
" Izin kan aku beli ice cream dulu ." Anisa mencoba merayu suaminya .
" Baiklah ." Jawab Fahri lembut .
Mendengar jawaban dari Suaminya Anisa pun langsung mengarahkan kameranya ke arah wajahnya , dengan senyum manis nya . Mirip seperti anak kecil .
Fahri pun bahagia melihat senyum istri imutnya ini .
" Benar kah aku boleh beli ice cream Ka ." Tanya Anisa dengan sangat antusias .
" Kamu boleh makan ice cream sayang , tapi biarkan Boby yang membelinya ." Fahri berbicara dengan lembut agar istrinya itu tidak ngambek lagi.
Tuuutt..
Anisa mematikan sambungan telepon nya secara sepihak .
" Hufff." Fahri hanya menghela nafas , ia tahu kalau istrinya itu pasti sedang ngambek . Akhirnya ia pun mengalah dan menelfon Boby untuk menuruti keinginan istrinya itu , dari pada membuat Anisa semakin marah padanya dan akhirnya ia tak mau mengangkat telfon nya dan berujung pada nya juga ,karena Fahri tidak bisa tidur jika tidak melihat istrinya terlebih dahulu .Esok lusa Ia sudah bisa pulang karena urusannya di sini sudah selesai .
Malam ini Fahri dan asisten nya lembur di kamar hotelnya , dengan laptop yang di pegang masing-masing . Sekertaris Fahri adalah seorang laki-laki , Mereka terlihat sibuk dengan urusan nya . Fahri melihat ponselnya bergetar di samping laptop nya . Ia pun terlihat sumringah melihat nama yang tertera di ponselnya . Karena tumben sekali Dia menghubungi nya lebih dulu .
Fahri memandang sekertaris nya dan Sekertaris nya pun mengerti , jadi ia undur diri keluar dari kamar hotel atasanya itu.
-
-
-
__ADS_1
Trimakasih untuk like vote dan Comen nya Kaka 😍😍, Sampai bertemu esok hari 😘😘. Author mo mikirin dulu untuk episode selanjutnya 😁😁.