Madu Yang Tak Semanis Madu

Madu Yang Tak Semanis Madu
Episode 36


__ADS_3

Anisa merasakan nyaman memeluk sesuatu yang hangat . Ia merasakan detak jantung di tangannya .Anisa pun mengerjapkan mata nya saat ia membuka matanya ,ia melihat wajah suami nya yang tampan tidur terlentang dengan posisi dirinya yang memeluk suaminya dari samping . Anisa menarik tanganya kasar dan langsung duduk karena kaget ,begitu juga Fahri yang terkaget dengan gerakan Anisa tadi .


Fahri yang terkejut karena ketiduran langsung bangun dan berdiri , ia melihat istrinya itu diam saja memandangnya datar entah apa artinya itu .Karena Fahri takut kalau Anisa akan histeris seperti saat di rumah sakit , ia pun memilih keluar dari kamarnya tanpa sepatah katapun .


" Ka ."


Fahri yang mendengar kalau namanya di panggil pun menghentikan langkahnya . Ia membalikkan badannya menghadap Anisa .


" Kaa ." Anisa menaikkan sedikit intonasi suaranya .


" Iiiya , Nis ." Dengan gugup Fahri menjawab . Ia hanya takut kalau Anisa akan menangis .


" Ka , sini ." Anisa memberi kode dengan tanganya pada suaminya untuk mendekat .


Fahri hanya terbengong-bengong saja , ia masih bingung dengan perubahan istri kecilnya itu . Yang Ia takutkan kalau Anisa histeris saat melihatnya dan itu sangat membahayakan anaknya .


" Ka , Fahri ." Anisa berteriak , hingga membuat Fahri kaget dan langsung pergi keluar kamar .


" Kok malah pergi sih Ka, kan si Dede mau di elus ayahnya , hikss ,hikss ." Anisa pun menangis .


Fahri langsung berjalan cepat menuruni tangga dan mencari Mamah nya .


" Mah , Anisa Mah ." Ucap Fahri dengan tergesa-gesa.


Wina dan Mbok Minah yang sedang memasak pun di buat panik dengan perkataan Fahri .Mereka langsung mematikan kompor dan berlari menuju lantai atas , Wina langsung membuka pintu kamar Anisa di ikuti dengan Mbok Minah dan Fahri di belakangnya , namun Fahri tak berani masuk ,Fahri hanya mengintip dari pintu.


" Sayang , kamu kenapa menangis ? ." Ucap Wina lembut sambil mengusap pucuk kepala Anisa .


" Ka ,Fahri Mah ." Ucap Anisa dengan terisak .


" Memangnya suamimu itu kenapa Nak ? ."


" Ka Fahri sudah tidak sayang lagi sama aku Mah , aku mau pulang saja ke rumah ibu ." Ucap Anisa masih terisak kecil .


" Ceritakan pada Mamah sayang , apa yang terjadi ." Wina sungguh takut kalau Anisa benar-benar minta pulang ke rumah orang tuanya . Wina langsung memeluk Anisa .


" Aku hanya meminta Ka Fahri buat ngelus si Dede , tapi Ka Fahri malah pergi meninggalkan aku Mah ."


" Haahh " Wina melepaskan pelukannya .Ia langsung menatap tajam anaknya yang sedang mengintip di pintu .


Fahri sendiri pun tak kalah kaget dengan apa yang di katakan Istri kecilnya itu , ia pikir tadi Anisa akan teriak dan marah padanya .


Mbok Minah yang berdiri di sisi ranjang pun hanya senyum-senyum mencoba menahan tawanya.


Wina langsung berdiri menghampiri Fahri . " Kamu itu ." Ucap Wina langsung berjalan keluar di ikuti dengan Mbok Minah yang senyum-senyum kepada Fahri .


Fahri hanya menggaruk-garuk tengkuknya yang sama sekali tidak gatal . Fahri pun menghampiri Anisa yang masih menunduk ,masih terdengar sisa kecil Isak tangisnya .

__ADS_1


" Sayang ,maaf tadi Kaka tidak mengerti ." Ucap Fahri lembut sambil mencoba memegang tangan istrinya itu . Namun Anisa mengibas kan tangan nya .


" Sayang , katanya si Dede kangen sama ayahnya ."


"Tapi kan ayah nya ga kangen sama si Dede ." Nada bicara Anisa masih terdengar kesal .


Tiba-tiba Anisa merasakan mual lagi , ia langsung beranjak turun dari ranjangnya berjalan menuju kamar mandi . Dengan sigap Fahri langsung mengikutinya .


" Hueekk,,, Hueekk ,,, ."Fahri memijat pelan tengkuk istrinya.


" Sayang ,kita ke Rumah Sakit yah ." Fahri terlihat panik karena wajah Anisa terlihat pucat .


Anisa hanya menggeleng , dan berjalan menuju ranjang di bantu oleh suaminya.


Fahri merebahkan Anisa di ranjang . "Sayang , mau di buatkan sesuatu ? ." Fahri mencoba bertanya pada istrinya .


Anisa hanya menggeleng lemah .


" Ka ."


" Iya sayang ."


Anisa masih enggan berbicara , ada rasa sedikit takut di hatinya , takut akan pertanyaannya nanti ,dan mendapat jawaban yang Ia takutkan .


" Sayang , saya minta maaf kalau saya salah selama ini , saya sangat menyesal dengan apa yang terjadi padamu , semuanya karena kesalahan saya . hingga kamu dan anak kita mengalami kesulitan di luar sana ." Fahri berkata lembut sambil mengelus perut Anisa tanpa berani melihat mata sendu istrinya.


" Ka ."


" Iya sayang ."


" Haahh ." Fahri bingung ,ia berkata panjang lebar seperti barusan ,tanpa jawaban dari istrinya malah sekarang istrinya itu meminta mangga dan sambel terasi . Dan itu makanan favoritnya juga beberapa hari yang lalu .


" Jadi apa kamu sudah memaafkan saya Nis ? ." tanya Fahri penuh harap.


" Ka , carika aku mangga dulu , dan minta tolong sama Mbok Minah untuk buatkan aku sambel terasi Ka , baru nanti aku jawab ."


" Huufff." Fahri menghela nafas nya .


" Jadi Kaka tidak mau ? ." Tanya Anisa yang melihat suaminya itu menghela nafas . Anisa pun langsung bangun dari tidurnya , namun di cegah oleh Fahri.


" Tunggu , tunggu , sayang ,mau ke mana ? ."


" Biar aku minta sama Boby saja ." Jawab Anisa sambil memakai hijab nya .


Dengan segera Fahri menghalangi jalan Anisa .


" Siapa Boby ." Tanya Fahri dengan tatapan dingin .

__ADS_1


Tiba-tiba saja perut Anisa merasakan kram ketika melihat perubahan pada raut wajah suaminya itu .


" Sayang kamu kenapa ." wajah Fahri terlihat panik .


Anisa mengibas tangan Fahri yang memegang nya.


" Ka Fahri jahat , Ka Fahri sudah tidak sayang aku lagi , Ka Fahri hanya sayang mba Dewi saja , pergi Ka ,pergi ..." Anisa berteriak histeris kembali .


" Mah , Mamah ." Fahri berteriak-teriak memanggil Mamah nya .


Wina yang mendengar ny pun langsung berlari ke atas .


" Sayang kamu kenapa ? ." Wina langsung memeluk Anisa yang sedang menangis di lantai dan Fahri terlihat sangat kebingungan.


" Cepat telfon dokter Nak ." Wina berkata pada Fahri .


Tak berselang lama ,dokter pun datang dan memeriksa Anisa .


"Dok apa yang sebenarnya terjadi dengan istri saya , mengapa sifatnya bisa berubah-ubah."


" Sebenarnya wajar saja jika wanita yang sedang hamil itu mengalami perubahan mood atau emosi yang berubah-ubah karena memang terpengaruh dari hormon kehamilan nya ." Dokter itu berkata pada Fahri .


" Tapi kenapa dia begitu ketakutan dengan saya ."


" Mungkin ada trauma terpendam yang berhubungan dengan masa lalu nya , kalau bisa jangan berkata keras dan menampakkan emosi yang mengingat dengan masa lalu nya ." Dokter mencoba menjelaskan .


Dokter pun permisi pergi setelah selesai dengan Fahri.


" Nak , kenapa bisa seperti itu tadi ."


Fahri pun menjelaskan apa yang terjadi sebelum Anisa mengalami kram pada perutnya .


Wina menghela nafasnya . " Kamu itu harusnya lebih bersabar lagi Nak , buang jauh-jauh rasa cemburu mu itu . Baru saja Anisa kembali ke rumah ini , bisa-bisa dia pergi lagi karena ulah mu ." Wina begitu kesal dengan anaknya .


" Fahri tidak ingin Anisa pergi lagi mah ." Ucap Fahri penuh dengan rasa sesal.


Tak berselang lama Fahri kembali ke kamar dengan membawa mangga dan sambel terasi sesuai ke inginan istrinya tadi.


Anisa yang sedang duduk bersandar sambil memainkan ponselnya , melihat ke arah suaminya yang baru masuk dengan tatapan sebal namun tatapan itu berubah menjadi berbinar ketika melihat apa yang di bawa suaminya itu.


-


-


-


Trimakasih untuk like , vote dan juga comenya .😍. maaf kalau tidak bisa memenuhi keinginan para readers terlope 😁😁 , tapi tetap di usahakan Up setiap hari.

__ADS_1


__ADS_2