
# Tidak untuk di bawah umur yah #
" Sini , mendekat lah..."
Anisa pun mendekatkan badanya dan Fahri menyambutnya dengan memeluk erat tubuh mungil itu .
Fahri membelai rambut indah Anisa , mencium aroma wangi tubuhnya dan harum nya rambut Anisa membuat ga**h di tubuh Fahri bangkit .
" Boleh saya meminta hak saya ." Fahri berbisik di telinga Anisa .Masih dalam posisi saling berpelukan .
Anisa yang mendengarnya pun menjadi merinding di buatnya .
" Ka ." Anisa merenggangkan pelukannya .
" Hemmm ." Fahri menatap wajah cantik Anisa .
" Apa . . . ." Anisa terdiam , ada sedikit rasa takut untuk menanyakan nya pada suaminya itu.
" Katakanlah ."
" Tidak jadi Ka ." Anisa tersenyum dengan menampilkan sederet gigi nya . Terlihat lucu dan menggemaskan .
Fahri pun tertawa melihat tingkah Anisa itu ,menurutnya jadi terlihat seperti anak remaja yang sedang bermanja dengan Om nya. Yah kadang Fahri berfikir Anisa masih sangat muda dan cantik pasti banyak lelaki yang menginginkannya , sedangkan dirinya adalah lelaki yang berumur . Padahal Fahri juga termasuk dalam lelaki mapan dan tampan .Banyak wanita yang tergila-gila pada nya ,namun Fahri adalah termasuk lelaki yang setia , dia tetap setia pada Dewi padahal Ia sudah dua kali di khianati . Namun kali ini hatinya sudah berpaling , Dewi sudah tak lagi menempati hatinya kali ini , karena Anisa lah yang sepenuhnya mengisi relung hati Fahri sekarang.
" Apakah kamu siap ? ." Fahri berbicara lembut pada Anisa .
" Siap apa Ka ?." Anisa bertanya dengan wajah polosnya .
" Bersiap untuk memberikan cucu untuk Mamah ." Fahri mengerlingkan mata nya guna menggoda istri polos nya ini.
Rona pipi Anisa menyemburkan warnanya . Gugup nya Anisa saat ini hingga membuat tubuhnya sulit di gerakkan ,padahal Ia ingin menggeleng mendengar perkataan dari Suaminya itu .
Fahri menyadari kegugupan Anisa , mungkin karena ini adalah untuk yang pertama kalinya untuk Anisa. Ia pun tidak ingin memaksa , walaupun Ia begitu menginginkannya malam ini.
" Istirahat lah ini sudah malam ." Akhirnya Fahri mengalah . Ia pun menuntun Anisa merebahkan tubuhnya . Lalu Ia ikut merebahkan tubuhnya di samping Anisa .
Fahri pura-pura memejamkan matanya , padahal perasaanya telah bergejolak .
Anisa memiringkan badanya menghadap suaminya. Ia diam-diam memperhatikan suaminya itu . Ia merasa suaminya itu sudah berubah saat ini , perhatian dan Tutur kata lembutnya membuat Anisa semakin menambah rasa cinta nya . Ia pun akan siap memberikan apa pun ke inginan sang suami ,termasuk ke inginan mertua nya meminta cucu dari nya.
__ADS_1
Anisa tidak ingin memikirkan tentang mimpi buruk nya tadi . Ia bisa melihat ketulusan cinta suaminya terhadap dirinya .
Dengan segenap keberanian Anisa menggeser tidurnya mendekati suaminya .
Dan Anisa pun memeluk suaminya itu dari samping. Jangan di tanya bagaiman perasaan Anisa saat ini , bahkan saking kuat jantungnya berdetak seolah-olah ingin keluar dari tempatnya .
Fahri merasakan ada tangan yang melingkar di perutnya pun terkejut , Ia menengok ke samping menatap wajah Anisa yang tersenyum manis kepadanya . Fahri memiringkan tubuhnya ,hingga tubuh mereka kini saling berhadapan . Fahri membelai lembut pipi istrinya yang merona itu , merapikan anak rambut yang menutupi sebagian wajahnya .
" Nis , Apa kau yakin ? ." Fahri sendiri sebenarnya merasa ragu .
Anisa pun mengangguk , sebenarnya antara yakin dan tidak yakin ."
Fahri hanya menghela nafas , karena Ia tahu kalau istrinya itu tidak mengerti apa maksud dari yang Ia ucapkan . Sepertinya untuk kali ini Ia tidak bisa menahannya lagi .
Yaah ,, apa yang Fahri inginkan ternyata terjadi juga . Lenguhan demi lenguhan terdengar di waktu menjelang pagi itu . Rasa yang tidak pernah Ia rasakan sebelum nya saat bersama Dewi. Karena Dewi sudah tidak perawan saat bersama nya .
" Ka , sudah belum ."
" Ka , sudah dong ini sakit ."
" Kaaa,,," lenguhan Anisa terdengar ,setelah Ia merasakan sesuatu rasa yang berbeda .
Masih banyak kata-kata yang di ucapkan oleh Anisa di sela-sela kegiatan malam mereka .
Mereka baru tidur Pukul 3 pagi , Itu juga karena Anisa sudah terlihat kelelahan , akhirnya Fahri mengalah dan menyudahi nya.
Pukul setengah lima pagi Anisa terbangun , Ia hendak melaksanakan sholat subuh . Alangkah malunya Ia melihat tubuh nya yang di penuhi tanda-tanda aneh menurutnya . Ia menuruni ranjang , kedua kakinya sudah menempel di lantai , namun Ia seolah tidak ada tenaga untuk mengangkat beban tubuhnya ,Ia juga merasakan nyeri di inti tubuhnya .
Fahri yang juga ikut terbangun . Diam-diam memperhatikan Anisa , ada rasa iba di hatinya karena telah membuat Anisa kini merasakan sesuatu yang tidak nyaman dalam tubuhnya .
" Aakkhh ." Anisa terkejut karena tiba-tiba Fahri membopong tubuh nya ke kamar mandi .
" Ka , turunkan aku , nanti jatuh ."
" Memangnya kau seberat apa , hingga bisa terjatuh saat saya gendong ." Fahri menjawab datar .
Anisa pun memanyunkan bibirnya lucu .
Dan Fahri pun di buat tertawa terbahak-bahak melihat tingkah lucu bibir Anisa itu .
__ADS_1
" Apa kau mau merasakan sesuatu lagi di bibir mu itu , hemm ?."
Sontak saja pertanyaan Fahri itu mendapatkan sorotan tajam dari mata Indah Anisa . Dan Fahri pun hanya mengangkat kedua bahunya acuh .
Mereka pun menjalankannya sholat subuh secara berjamaah , Kegiatan yang tidak pernah di lakukan seumur pernikahannya dengan Dewi .
Setelah Anisa selesai , Ia pun hendak memakai hijab nya tetapi Fahri menghentikan tangan Anisa itu.
" Biarkan seperti itu , karena di sini hanya ada kita berdua ." Fahri menatap lembut Anisa .
" Iya Ka ." Anisa pun menuruti ke inginan suaminya itu , karena memang hanya ada mereka berdua di sana.
" Mau ke mana ? ." Fahri bertanya pada Anisa yang hendak berjalan keluar dari kamarnya .
" Mau ke dapur Ka , aku akan membuatkan sarapan untuk kita ."
" Tidak perlu , saya sudah memesan makanan untuk sarapan kita pagi ini , kau tetaplah di kamar dan beristirahat ." Ucap Fahri pada Anisa .
" Loh memang nya aku kenapa Ka , kok suruh istirahat' ini kan sudah pagi , lagi pula aku baik-baik saja ." jawab Anisa yang bingung dengan perintah suaminya itu .
" Kau yakin baik-baik saja ? ."
" He emm ." jawab Anisa yakin .
" Kemari lah ."
Anisa pun berjalan ke arah suaminya yang sedang duduk di sisi ranjang .
Fahri memberi kode pada istrinya itu , Untuk membungkukkan badanya .
" Jalan mu Seperti yang tidak dalam ke adaan baik- baik saja ." Fahri berbisik di telinga Anisa .
" Kakaaa . . . . . ."
-
-
-
__ADS_1
-
Jangan lupa like dan vote nya Kaka 😍😍, Dan Trimakasih buat yang sudah vote 😍. Sampai ketemu di episode selanjutnya . Terimakasih 😇😇