
" Neng , apa Neng Nisa tidak mau pulang bertemu dengan Den Fahri ? ." Mbok Minah melihat Anisa sedang melamun di teras depan .
Anisa pun melihat ke arah Mbok Minah .
" Anisa takut Mbok ? ." Jawab Anisa pelan .
" Takut kenapa Neng ? ."
" Anisa takut , kalau Ka Fahri tidak mau menerima anak ini , dan Mba Dewi bilang , mereka akan mengadopsi anak dan akhirnya Ka Fahri akan menceraikan aku ." Anisa menahan sesak di dadanya seakan ingin menangis , jika mengingat kembali perkataan Dewi itu .
" Mbok yakin Den Fahri tidak akan berbuat seperti itu Neng , karena menurut Mbok Den Fahri sudah mencintai Neng Anisa ." Mbok minah mencoba menenangkan hati Anisa .
" Tapi , Anisa takut Mbok ."
" Kalau memang Eneng belum siap untuk ketemu Den Fahri sekarang tidak apa-apa , tapi Eneng juga harus memikirkan tentang anak ini kedepannya , mungkin si Dede pingin di elus sama ayahnya ." Mbok minah berkata sambil mengelus perut Anisa yang sudah mulai terlihat karena sudah memasuki bulan ke tiga .
Sebenarnya setiap malam Anisa ingin sekali di elus-elus perut nya oleh suaminya .
" Selesaikan masalah dengan dengan bijaksana , jangan malah menghindar , karena sampai kapan pun masalah tidak akan pernah selesai jika tidak di hadapi Neng ." Mbok minah mencoba menasihati Anisa , yang sudah Ia anggap sebagai orang tuanya sendiri .
" Iya Mbok , saatnya nanti Anisa sudah siap , Anisa akan pulang bertemu dengan Ka Fahri ."
" Baiklah Neng , sekarang istirahat yah , jangan terlalu memikirkan yang berat-berat , kasian si Dede nantinya ."
"Iya Mbok Trimakasih , sudah mau mengizinkan Anisa tinggal di sini, jika tidak ada Mbok ,mungkin Anisa sudah ..."
" Sudah lah Neng , jangan sungkan , Mbok sudah menganggap sebagai anak Mbok sendiri ."
Anisa pun tersenyum mendengar penuturan Mbok Minah tersebut . Beruntung sekali dirinya bisa bertemu dengan Mbok Minah pada malam itu .
" Masuk Neng , di luar dingin , angin malam tidak baik untuk orang yang sedang hamil ." Ucap lembut Mbok pada Anisa .
" Sebentar lagi Anisa masuk Mbok ."
" Ya sudah Mbok duluan yah ."
Anisa pun hanya tersenyum sambil mengangguk menjawab pertanyaan Mbok Minah .
" Ka , aku kangen banget sama kamu ." Anisa berkata lirih sambil mengelus perutnya .
" Assalamualaikum ." Boby keponakan Mbok Minah yang datang berkunjung .
" Waalaikum salam ." jawab Anisa .
" Mba , sudah malam kenapa masih di luar ? ."
" Lagi mencari angin ." Jawab Anisa asal .
" Angin tidak usah di cari Mbak , nanti juga datang sendiri ."
Anisa pun menatap Boby Dengan malas .
__ADS_1
" Jangan marah sama aku loh Mbak, nanti Dede nya bisa mirip aku tau ." Ucap Boby sambil tertawa.
" Berisik , Mau apa kamu ke sini ? ." Tanya Anisa .
" Aku mau nginep di sini Mbak , Ibu sama bapak sedang pulang kampung , di rumah sepi ."
" Alasan , bilang saja di rumah tidak ada yang Masakin kamu ." Anisa mencoba menebaknya .
" Loh kok Mbak Nur tahu sih ." Ucap Bobi sambil tertawa dan masuk ke dalam rumah .
"Iiisss ." Anisa pun mencebikkan bibirnya ke arah Bobi.
" Mbak Nur ga Boleh Mbatin loh , sudah di pastikan anak nya mirip aku nanti ." Bobi berkata dari dalam dengan sedikit berteriak agar Anisa yang berada di depan mendengar nya .
Boby lebih suka memanggil nama Anisa dengan nama depanya saja Nur , nama lengkap Anisa adalah Nur Anisa .
Anisa hanya menggeleng-gelengkan kepalanya ,mendengar ocehan dari Boby .
" Mbak ." Boby keluar kembali menuju teras dan mengagetkan Anisa .
" Astagfirullah , apa sih Bob , ngagetin aja ." Anisa mengelus-elus perutnya .
Gerakan Anisa mbuat Boby heran .
" Mbak , bukan kah kalau orang kaget itu yang di elus itu dada yah , kok Mbak Nur perut sih ." Tanya Boby penasaran .
" Kan yang kaget bukan cuma aku , tapi bayiku juga kaget ." Jawab Anisa senyum nya .
" Jangan batin loh Bob ." Ucap Anisa sambil tertawa membalikkan omongan Bobi.
" iisss "
" Oh iya Mbak , besok ada pasar malem loh ." Boby memberi tahu Anisa ,karena semenjak Anisa di sini dirinya tak pernah absen menemani Anisa bermain di pasar malem , dan absen dengan pedangan gula kapas yang berwarna pink .
" Benarkah ? , Temenin Mbak ke sana yah ." Anisa berkata dengan antusias .
" Maaf Mbak , besok aku ga bisa , minta temenin Bude saja yah ." Kali ini Boby sungguh tidak bisa ,karena Ia ada urusan yang harus di selesaikan .
" Baiklah , besok Mbak akan meminta Mbok menemani ke pasar malam .
***
Sudah beberapa hari ini Fahri selalu meminta makan-makanan yang aneh-aneh . Sebisa mungkin wina menuruti ke inginan anaknya itu . Karena Wina tahu kalau Fahri itu sedang mengalami ngidam . Seperti Papah nya Fahri yang juga ikut mengidam saat Ia hamil Fahri dulu.
" Nak , apa belum ada titik terang soal keberadaan Anisa ." Wina mencoba bertanya pada Fahri yang sedang lemas duduk di sofa , karena seharian ini Fahri selalu muntah-muntah.
" Belum Mah ." Fahri berkata dengan lemah .
" Nak , filing Mamah Anisa berada tidak jauh dari kota ini ."
" Mengapa Mamah bisa berbicara begitu ." Fahri penasaran .
__ADS_1
" Yah , Karena ngidam mu ini parah ,menurut Mamah berarti anakmu tidak jauh dan masih kota ini ." Dengan yakin Wina berkata pada Fahri.
" Apa Anisa juga merasakan apa yang sedang Fahri rasakan Mah ? ."
" Tentu saja, bahkan mungkin lebih parah ." Jawab Wina .
" Apa Mah ." Fahri terkejut mendengar jawaban dari orang tuanya , bagaimana mungkin Ia membayangkan tubuh Anisa yang mungil bisa tahan dengan rasa pusing ,dan mual yang hampir setiap pagi Fahri rasakan . Dan tadi Mamahnya bilang bahkan bisa lebih parah .
" Mah , apa Anisa bisa kuat menghadapi ini semua di masa kehamilannya ." Fahri berkat dengan perasaan sedih .
" Tentu saja Nak , wanita tidak selemah yang kamu bayangkan , tidak usah khawatir ." Wina menepuk pelan bahu Fahri .
" Saya janji Nis jika berhasil menemukan mu , saya akan menuruti semua ke inginan mu ." Janji Fahri dalam hati .
***
Anisa begitu antusias untuk pergi ke pasar malam . " Seperti anak kecil saja sih Neng ." Ucap Mbok Minah sambil menggeleng-gelengkan kepalanya ,melihat tingkah lucu Anisa .
" Ayo Mbok ." Anisa menarik tangan Mbok Minah setelah berada di depan pasar malam yang di kelilingi mainan anak-anak .
" Neng hati -hati , si Eneng itu lagi hamil loh , jalanya jangan terburu-buru ." Ucap Mbok Minah yang merasa khawatir dengan tingkah Anisa yang pecicilan menurut nya .
Yah Mbok Minah melihat Anisa begitu ceria saat ini mungkin Kehamilannya membuatnya terlihat ceria bahkan terkadang seperti anak kecil .Walaupun kadang terlihat sedih saat dirinya menyinggung soal rumah tangganya . Itulah yang membuat Ia dan keponakanya jarang sekali menanyakan soal rumah tangganya . Karena tidak ingin Anisa terus bersedih di saat awal kehamilannya yang memang rawan saat itu .
" Neng , istirahat dulu ,jangan sampai Eneng kelelahan ." Karena jika Anisa terlalu kelelahan Ia akan demam .
" Iya Mbok ." Anisa menurut akan nasihat dari Mbok Minah . Ia duduk sambil memakan gula kapas pink kesukaannya .
setelah cukup lama Anisa beristirahat dan menghabiskan 2 kantung gula kapas nya , Ia pun beranjak dari duduk nya .
" Mbok Anisa mau naik itu ." Anisa menunjuk komedi putar .
Anisa hendak melangkahkan kakinya berjalan menuju komedi putar itu . Namun langkahnya terhenti .
" Kau sedang mengandung , mana boleh menaiki itu ."
Deg
Deg
Deg
" Suara itu ." Batin Anisa .
langkahnya terhenti ,tergantikan dengan detak jantung nya yang terus berpacu .
Anisa memegang perut nya yang di rasa kram saat ini .
-
-
__ADS_1
Hari ini sudah Up 3 episode yah Kaka Kaka, Karena besok Author nya libur dulu 😉😉. Trimakasih like,vote dan comenya udah bikin Author jadi tambah semangat.