Madu Yang Tak Semanis Madu

Madu Yang Tak Semanis Madu
Episode 31


__ADS_3

" Neng , apa Neng Nisa tidak mau pulang bertemu dengan Den Fahri ? ." Mbok Minah melihat Anisa sedang melamun di teras depan .


Anisa pun melihat ke arah Mbok Minah .


" Anisa takut Mbok ? ." Jawab Anisa pelan .


" Takut kenapa Neng ? ."


" Anisa takut , kalau Ka Fahri tidak mau menerima anak ini , dan Mba Dewi bilang , mereka akan mengadopsi anak dan akhirnya Ka Fahri akan menceraikan aku ." Anisa menahan sesak di dadanya seakan ingin menangis , jika mengingat kembali perkataan Dewi itu .


" Mbok yakin Den Fahri tidak akan berbuat seperti itu Neng , karena menurut Mbok Den Fahri sudah mencintai Neng Anisa ." Mbok minah mencoba menenangkan hati Anisa .


" Tapi , Anisa takut Mbok ."


" Kalau memang Eneng belum siap untuk ketemu Den Fahri sekarang tidak apa-apa , tapi Eneng juga harus memikirkan tentang anak ini kedepannya , mungkin si Dede pingin di elus sama ayahnya ." Mbok minah berkata sambil mengelus perut Anisa yang sudah mulai terlihat karena sudah memasuki bulan ke tiga .


Sebenarnya setiap malam Anisa ingin sekali di elus-elus perut nya oleh suaminya .


" Selesaikan masalah dengan dengan bijaksana , jangan malah menghindar , karena sampai kapan pun masalah tidak akan pernah selesai jika tidak di hadapi Neng ." Mbok minah mencoba menasihati Anisa , yang sudah Ia anggap sebagai orang tuanya sendiri .


" Iya Mbok , saatnya nanti Anisa sudah siap , Anisa akan pulang bertemu dengan Ka Fahri ."


" Baiklah Neng , sekarang istirahat yah , jangan terlalu memikirkan yang berat-berat , kasian si Dede nantinya ."


"Iya Mbok Trimakasih , sudah mau mengizinkan Anisa tinggal di sini, jika tidak ada Mbok ,mungkin Anisa sudah ..."


" Sudah lah Neng , jangan sungkan , Mbok sudah menganggap sebagai anak Mbok sendiri ."


Anisa pun tersenyum mendengar penuturan Mbok Minah tersebut . Beruntung sekali dirinya bisa bertemu dengan Mbok Minah pada malam itu .


" Masuk Neng , di luar dingin , angin malam tidak baik untuk orang yang sedang hamil ." Ucap lembut Mbok pada Anisa .


" Sebentar lagi Anisa masuk Mbok ."


" Ya sudah Mbok duluan yah ."


Anisa pun hanya tersenyum sambil mengangguk menjawab pertanyaan Mbok Minah .


" Ka , aku kangen banget sama kamu ." Anisa berkata lirih sambil mengelus perutnya .


" Assalamualaikum ." Boby keponakan Mbok Minah yang datang berkunjung .


" Waalaikum salam ." jawab Anisa .


" Mba , sudah malam kenapa masih di luar ? ."


" Lagi mencari angin ." Jawab Anisa asal .


" Angin tidak usah di cari Mbak , nanti juga datang sendiri ."


Anisa pun menatap Boby Dengan malas .

__ADS_1


" Jangan marah sama aku loh Mbak, nanti Dede nya bisa mirip aku tau ." Ucap Boby sambil tertawa.


" Berisik , Mau apa kamu ke sini ? ." Tanya Anisa .


" Aku mau nginep di sini Mbak , Ibu sama bapak sedang pulang kampung , di rumah sepi ."


" Alasan , bilang saja di rumah tidak ada yang Masakin kamu ." Anisa mencoba menebaknya .


" Loh kok Mbak Nur tahu sih ." Ucap Bobi sambil tertawa dan masuk ke dalam rumah .


"Iiisss ." Anisa pun mencebikkan bibirnya ke arah Bobi.


" Mbak Nur ga Boleh Mbatin loh , sudah di pastikan anak nya mirip aku nanti ." Bobi berkata dari dalam dengan sedikit berteriak agar Anisa yang berada di depan mendengar nya .


Boby lebih suka memanggil nama Anisa dengan nama depanya saja Nur , nama lengkap Anisa adalah Nur Anisa .


Anisa hanya menggeleng-gelengkan kepalanya ,mendengar ocehan dari Boby .


" Mbak ." Boby keluar kembali menuju teras dan mengagetkan Anisa .


" Astagfirullah , apa sih Bob , ngagetin aja ." Anisa mengelus-elus perutnya .


Gerakan Anisa mbuat Boby heran .


" Mbak , bukan kah kalau orang kaget itu yang di elus itu dada yah , kok Mbak Nur perut sih ." Tanya Boby penasaran .


" Kan yang kaget bukan cuma aku , tapi bayiku juga kaget ." Jawab Anisa senyum nya .


" Jangan batin loh Bob ." Ucap Anisa sambil tertawa membalikkan omongan Bobi.


" iisss "


" Oh iya Mbak , besok ada pasar malem loh ." Boby memberi tahu Anisa ,karena semenjak Anisa di sini dirinya tak pernah absen menemani Anisa bermain di pasar malem , dan absen dengan pedangan gula kapas yang berwarna pink .


" Benarkah ? , Temenin Mbak ke sana yah ." Anisa berkata dengan antusias .


" Maaf Mbak , besok aku ga bisa , minta temenin Bude saja yah ." Kali ini Boby sungguh tidak bisa ,karena Ia ada urusan yang harus di selesaikan .


" Baiklah , besok Mbak akan meminta Mbok menemani ke pasar malam .


***


Sudah beberapa hari ini Fahri selalu meminta makan-makanan yang aneh-aneh . Sebisa mungkin wina menuruti ke inginan anaknya itu . Karena Wina tahu kalau Fahri itu sedang mengalami ngidam . Seperti Papah nya Fahri yang juga ikut mengidam saat Ia hamil Fahri dulu.


" Nak , apa belum ada titik terang soal keberadaan Anisa ." Wina mencoba bertanya pada Fahri yang sedang lemas duduk di sofa , karena seharian ini Fahri selalu muntah-muntah.


" Belum Mah ." Fahri berkata dengan lemah .


" Nak , filing Mamah Anisa berada tidak jauh dari kota ini ."


" Mengapa Mamah bisa berbicara begitu ." Fahri penasaran .

__ADS_1


" Yah , Karena ngidam mu ini parah ,menurut Mamah berarti anakmu tidak jauh dan masih kota ini ." Dengan yakin Wina berkata pada Fahri.


" Apa Anisa juga merasakan apa yang sedang Fahri rasakan Mah ? ."


" Tentu saja, bahkan mungkin lebih parah ." Jawab Wina .


" Apa Mah ." Fahri terkejut mendengar jawaban dari orang tuanya , bagaimana mungkin Ia membayangkan tubuh Anisa yang mungil bisa tahan dengan rasa pusing ,dan mual yang hampir setiap pagi Fahri rasakan . Dan tadi Mamahnya bilang bahkan bisa lebih parah .


" Mah , apa Anisa bisa kuat menghadapi ini semua di masa kehamilannya ." Fahri berkat dengan perasaan sedih .


" Tentu saja Nak , wanita tidak selemah yang kamu bayangkan , tidak usah khawatir ." Wina menepuk pelan bahu Fahri .


" Saya janji Nis jika berhasil menemukan mu , saya akan menuruti semua ke inginan mu ." Janji Fahri dalam hati .


***


Anisa begitu antusias untuk pergi ke pasar malam . " Seperti anak kecil saja sih Neng ." Ucap Mbok Minah sambil menggeleng-gelengkan kepalanya ,melihat tingkah lucu Anisa .


" Ayo Mbok ." Anisa menarik tangan Mbok Minah setelah berada di depan pasar malam yang di kelilingi mainan anak-anak .


" Neng hati -hati , si Eneng itu lagi hamil loh , jalanya jangan terburu-buru ." Ucap Mbok Minah yang merasa khawatir dengan tingkah Anisa yang pecicilan menurut nya .


Yah Mbok Minah melihat Anisa begitu ceria saat ini mungkin Kehamilannya membuatnya terlihat ceria bahkan terkadang seperti anak kecil .Walaupun kadang terlihat sedih saat dirinya menyinggung soal rumah tangganya . Itulah yang membuat Ia dan keponakanya jarang sekali menanyakan soal rumah tangganya . Karena tidak ingin Anisa terus bersedih di saat awal kehamilannya yang memang rawan saat itu .


" Neng , istirahat dulu ,jangan sampai Eneng kelelahan ." Karena jika Anisa terlalu kelelahan Ia akan demam .


" Iya Mbok ." Anisa menurut akan nasihat dari Mbok Minah . Ia duduk sambil memakan gula kapas pink kesukaannya .


setelah cukup lama Anisa beristirahat dan menghabiskan 2 kantung gula kapas nya , Ia pun beranjak dari duduk nya .


" Mbok Anisa mau naik itu ." Anisa menunjuk komedi putar .


Anisa hendak melangkahkan kakinya berjalan menuju komedi putar itu . Namun langkahnya terhenti .


" Kau sedang mengandung , mana boleh menaiki itu ."


Deg


Deg


Deg


" Suara itu ." Batin Anisa .


langkahnya terhenti ,tergantikan dengan detak jantung nya yang terus berpacu .


Anisa memegang perut nya yang di rasa kram saat ini .


-


-

__ADS_1


Hari ini sudah Up 3 episode yah Kaka Kaka, Karena besok Author nya libur dulu 😉😉. Trimakasih like,vote dan comenya udah bikin Author jadi tambah semangat.


__ADS_2